Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Fajar Rulianto; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1.Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Kutabawa dan desa Serang kecamatan Karangreja kabupaten Purbalingga. lokasi tersebut dipilih karena wilayah yang memiliki jumlah petani kentang terbanyak di kecamatan Karangreja kabupaten purbalingga. Penentuan jumlah sampel secara proportional random sampling, jumlah sampel yang diteliti sebanyak 55 orang. Hasil penelitian menujukan faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan terhadap produksi usahatani kentang adalah jumlah bibit, jumlah luas lahan, jumlah curahan waktu hari kerja orang, pupuk kandang dan pestisida sipermetrin, sedangkan jumlah pupuk phonska, jumlah pupuk SP-36, pupuk Za, kapur, pestisida mankozeb tidak berpengaruh secara signifikan atau nyata.
Efisiensi Penggunaan Faktorproduksi Usahatani Kentang (Solanum tuberosum L) di Desa Surengede Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Fiatnasari Fiatnasari; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengetahui teknik budidaya kentang yang di lakukan petani kentang di desa Surengede kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo. 2) Mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani kentang di desa Surengede kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo. 3) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh pada usahatani kentang di kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo. 4) Mengetahui efisiensi alokatif produksi kentang di kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo. Sampel penelitian berjumlah 50 orang, Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simle random sampling. Analisis data menggunakan fungsi produksi, biaya produksi, kelayakan dan efisiensi alokatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata total biaya yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp6.804.346,66, rata-rata penerimaan adalah Rp 19.845.960, rata-rata pendapatan Rp 14.225.135,88, dan rata keuntungan yang diperoleh petani dalam satu kalimusim tanam adalah 13.041.613,34. Nilai produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 1.186.959,33 lebih besar dari biaya tenaga kerja yang berlaku sehingga layak di usahakan, nilai produktivitas modal ( sebesar Rp 1.92% lebih besar dari suku bunga simpanan (simpedes) sebesaer 0,023% sehingga layak di usahakan dan nilai R/C ratio sebesar 2,92 lebih dari 1 sehingga layak di usahakan. Hasil Efisiensi alokatif berdasarkan variabel luas lahan sudah efisien, variabel pupuk kandang belum efisien.
Strategi Pengembangan Kualitas Manggis (Garcinia mangostana L) di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Ratna Vitasari; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pengembangan kualitas manggis di desa Somongari kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. 2) mengetahui alternatif strategi pengembangan kualitas manggis di desa Somongari kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. 3) mengetahui strategi yang paling tepat dalam pengembangan kualitas manggis di desa Somongari kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan sampel wilayah menggunakan metode purposive sampling. Sampel informan kunci diambil sebanyak 30 petani, 2 pedagang pengumpul dan sampel informan biasa diambil 1 PPL Kaligesing, Kepala Desa Somongari. Faktor internal kekuatan (produksi manggis antar pohon bervariasi, tanaman bertahan lama (tahunan), Somongari sentra manggis. Kelemahan (penanganan pasca panen masih sederhana, umur pemetikan buah manggis di desa Somongari, sistem kelembagaan di desa Somongari rendah dan menunggu panen manggis ke panen berikutnya lama. Faktor eksternal peluang (harga manggis ditingkat petani relatif stabil, pasar konsumsi buah segar terbuka lebar, pangsa pasar manggis luas). Ancaman (daerah pesaing memiliki kualitas manggis standar pasar modern, menguasai pasar, kemampuan penanganan pasca panen lebih baik dan gangguan hama Thrips yang menyebabkan burik). Strategi yang tepat dalam pengembangan kualitas manggis adalah mempertahankan produksi buah manggis, melakukan pemetikan buah manggis pada umur yang tepat, penanganan pasca panen dengan baik, semua petani manggis di desa Somongari mengikuti program pelatihan yang diadakan PPL dan melakukan budidaya tanaman manggis dari penanaman, pemupukan, pengendalian hama, penyakit dan masalah fisiologis dengan baik. Hasil matriks QSP yang dijadikan prioritas strategi adalah melakukan budidaya tanaman manggis dengan baik dari penanaman, pemupukan, pengendalian hama, penyakit dan masalah fisiologis, melakukan panen manggis pada umur yang tepat, melakukan penanganan pasca panen dengan baik, semua petani manggis di desa Somongari mengikuti program pelatihan yang diadakan PPL dan mempertahankan produksi buah manggis.
Analisis Komparatif Usahatani Padi Metode System of Rice Intensification (SRI) dan Jajar Legowo 6:1 di Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Syaiful Anam; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui besarnya biaya, produksi, penerimaan, produktivitas, pendapatan dan keuntungan usahatani metode SRI; 2) Mengetahui besarnya biaya, produksi, penerimaan, produktivitas, pendapatan dan keuntungan usahatani metode Jajar Legowo 6:1; dan 3) Mengetahui perbedaan biaya, produksi, penerimaan, produktivitas, pendapatan dan keuntungan usahatani padi metode SRI dan Jajar Legowo 6:1. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis biaya, produksi, penerimaan, produktivitas, pendapatan dan keuntungan usahatani padi metode SRI dan jajar legowo 6:1 serta uji perbandingan metode SRI dan jajar legowo 6:1. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secarapurposive sampling. Lokasi yang dipilih adalah desa Tangkisan mewakili usahatani padi SRI dan desa Krandegan yang mewakili usahatani padi jajar legowo 6:1. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan proportional simple random sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 60 petani yang terdiri dari 30 petani padi metode SRI dan 30 petani padi metode jajar legowo 6:1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani padi sistem SRI mempunyai rata-rata biaya produksi sebesar Rp.2.940.182,78 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.5.320.033,33, rata-rata pendapatan sebesar 3.784.408,89 dan rata-rata keuntungan sebesar 2.379.850,56. Usahatani padi sistem jajar legowo 6:1 mempunyai rata-rata biaya sebesar Rp. 3.345.712.22 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 6.895.680,00, rata-rata pendapatan sebesar Rp. 4.628.084.44 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp. 3.549.967.78. Hasil analisis uji beda biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan antara usahatani padi sistem SRI dan Jajar Legowo 6:1 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan antara usahatani padi sistem SRI dan Jajar Legowo 6:1. Hasil analisis uji beda produksi dan produktivitas antara usahatani padi sistem SRI dan jajar legowo 6:1 menunjukkan bahwa ada perbedaan produksi dan produktivitas antara usahatani padi sistem SRI dan jajar legowo 6:1.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI JAHE GAJAH (Zingiber officinale Rosc) DESA GIYOMBONG KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO Andri Danix Setiyadi; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryaagritama.v9i2.879

Abstract

Tujuan penelitian untuk: (1) mengetahui faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari usahgatani produksi jahe gajah di desa Giyombong kecamatan Bruno kabupaten Purworejo, (2) mengetahui faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman dari usahatani produksi jahe gajah di desa Giyombong kecamatan Bruno kabupaten Purworejo, (3) mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produksi jahe gajah di desa Giyombong kecamatan Bruno kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode survey. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) analisis SWOT untuk menentukan faktor internal dan faktor eksternal. (2) matriks QSPM untuk menentukan strategi terbaik dalam pengembangan produksi jahe gajah. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Sampel informan kunci diambil sebanyak 16 petani. Sampel informan biasa diambil 1 PPL Bruno, 4 Kepala Dusun Giyombong, Kepala Desa Giyombong dan 4 pedagang pengepul. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi jahe gajah di desa Giyombong kecamatan Bruno kabupaten Purworejo terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Kekuatan berupa: (1) produk yang dihasilkan cukup banyak, (2) petani jahe gajah berpengalaman, (3) tanaman mudah dibudidayakan, (4) kesuburan lahan pertanian, dan (5) tingginya minat untuk budidaya jahe gajah. Kelemahan berupa: (1) modal terbatas, (2) kualitas bibit jahe gajah beragam, (3) biaya produksi mahal, (4) Budidaya jahe gajah bukan merupakan komoditas utama, dan (5) produk tidak tahan lama. Peluang berupa: (1) kondisi alam yang cocok untuk budidaya jahe gajah, (2) pemasaranya mudah, (3) adanya lahan perhutani yang boleh dikelola oleh masyarakat, (4) banyaknya olahan dari jahe gajah, dan (5) pangsa pasar luas. Ancaman berupa: (1) bobot jahe gajah mudah menyusut, (2) menurunya minat generasi muda dibidang pertanian, (3) sistem pembayaran dari pengepul yang kurang menguntungkan petani, (4) serangan penyakit, dan (5) kurangnya penyuluhan. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan produksi jahe gajah di desa Giyombong kecamatan Bruno kabupaten Purworejo, yaitu: (1) memperluas areal penanaman jahe gajah, (2) pinjaman untuk modal usaha dan peningkatan efisiensi pemasaran jahe gajah, (3) dan menggalakan pemakaian bibit unggul.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN BENIH PADI INPARI 10 DI CV SIDO MAJU KABUPATEN KEBUMEN Azis Tri Haryanto; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryaagritama.v9i2.880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan faktor internal dan eksternal dengan penjualan benih padi di CV Sido Maju. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan benih padi inpari 10 di CV Sido Maju, dan (3) trend penjualan benih padi inpari 10 di CV Sido Maju. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan sampel lokasi menggunakan purposive sampling yaitu CV Sido Maju. Responden yang diwawancara yaitu Pemimpin CV Sido Maju, bagian gudang, bagian pemasaran, dan bagian produksi. Analisis data menggunakan korelasi Pearson, regresi linier berganda dan analisis trend penjualan. Analisis korelasi Pearson menunjukan bahwa harga benih, dan kebijakan pemerintah mempunyai hubungan kuat dengan penjualan benih padi inpari 10 di CV Sido Maju. Jumlah agen dan jumlah pesaing mempunyai hubungan cukup kuat, jaminan mutu mempuyai hubungan sangat lemah dan benih pengganti mempunyai hubungn sangat lemah dengan penjualan benih padi inpari 10. Faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap penjualan benih padi inpari 10 adalah jumlah agen penjual dan kebijakan pemerintah. Sedangkan harga benih, jaminan mutu benih, benih pengganti, jumlah pesaing tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penjualan benih padi inpari 10. Trend penjualan benih padi inpari 10 selama 15 tahun yaitu tahun 2004-2019 menunjukkan kenaikan. Hal tersebut dikarenakan benih inpari 10 sangat cocok ditanam didaerah tadah hujan.
PERSEPSI PETANI TERHADAP RESIKO USAHATANI PENANGKARAN BENIH PADI INPARI 32 KEMITRAAN DENGAN PT.PERTANI (PERSERO) UNIT PEMASARAN KEBUMEN (Studi Kasus Petani Penangkar Benih Padi Di Kabupaten Purworejo) Prada Ratno Putro; Uswatun Hasanah; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryaagritama.v9i2.881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) macam-macam resiko usahatani dalam penangkaran benih padi inpari 32 kemitraan dengan PT. Pertani (Persero) Unit Pemasaran Kebumen; dan 2) tingkat resiko usahatani penangkaran benih padi Inpari 32 kemitraan dengan PT. Pertani (Persero) Unit Pemasaran Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling. Lokasi yang dipilih yaitu Kabupaten Purworejo. Penentuan jumlah sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Sampel yang diambil di desa Awu Awu kecamatan Ngombol sebanyak 13 orang, di desa Sukomanah kecamatan Purwodadi sebanyak 10 orang, desa Seborokrapyak kecamatan Banyuurip sebanyak 6 orang, desa Lugu sebanyak 3 orang, dan desa Tunjungrejo kecamatan Pituruh sebanyak 6 orang. Jumlah sampel 38 orang. Analisis macam-macam resiko menggunakan analisis deskriptif dan tingkat resiko menggunakan analisis koefisien variasi. Macam-macam resiko usahatani penangkaran benih padi Inpari 32 kemitraan dengan PT. Pertani adalah resiko produksi, pasar/harga, institusi, manusia dan keuangan. Resiko produksi berasal dari gangguan organisme pengganggu dan cuaca/iklim tidak menentu. Resiko pasar berasal dari harga jual benih. Resiko institusi berasal dari kurangnya pendampingan dari PT Pertani dan berkurangnya antusias petani. Resiko manusia berasal dari kesehatan petani dan berkurangnya tenaga kerja untuk usahatani. Resiko keuangan berasal dari kurangnya modal dan tingginya pengeluaran petani untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tingkat resiko produksi, biaya dan pendapatan dari usahatani penangkaran benih padi Inpari 32 rendah karena nilai KV lebih kecil dari 1. Kata Kunci: Resiko produksi, biaya, pendapatan, kemitraan, penangkaran benih
Strategi Pengembangan Produksi Kapulaga Kelompok Tani “Tani Jaya” di Desa Watuduwur Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Anita Sari; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian: 1) Mengetahui faktor internal, 2) faktor eksternal, 3) alternatif strategi, 4) prioritas strategi yang diterapkan. Pengambilan sampel penelitian berdasarkan purposive sampling. Lokasi yaitu desa Watuduwur. Sampel yaitu 2 informan kunci dan 29 informan biasa. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil penelitian faktor internal dan eksternal meliputi kekuatan berupa budidaya sangat mudah, produk mudah didapatkan, tumbuh secara tumpangsari, hasil produktivitas tinggi, ketinggian dan suhu sesuai. Kelemahan yaitu kurangnya alat untuk mengeringkan, belum banyak dikenal, pengetahuan petani masih terbatas, nilai jual masih rendah, dan siklus hidup panjang. Peluang berupa adanya peluang pasar, harga relatif stabil, bermanfaat untuk kesehatan, kebutuhan didalam negeri cukup banyak, dan ketersediaan lahan. Ancaman yaitu serangan penyakit, kurangnya sosialisasi, adanya tanaman pesaing, kualitas belum sesuai, dan perubahan musim kurang stabil. Terdapat 5 alternatif strategi dan prioritas strategi yang dapat diterapkan yaitu (memaksimalkan kelompok tani khusus kapulaga) dengan skor sebesar 62,8.
Studi Komparatif Usahatani Jagung di Lahan Sawah dan Lahan Pasir Desa Harjobinangun Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Kikik Siti Awaliyah; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya, produksi, penerimaan, produktivitas, pendapatan dan keuntungan usahatani jagung di lahan sawah; 2) besarnya biaya, produksi, penerimaan, produktivitas, pendapatan dan keuntungan usahatani jagung di lahan pasir; dan 3) perbedaan biaya, produksi, penerimaan, produktivitas, pendapatan dan keuntungan usahatani di lahan sawah dan lahan pasir. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, produksi, penerimaan, produktivitas, pendapatan dan keuntungan usahatani jagung di lahan sawah dan lahan pasir serta uji beda. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Lokasi yang dipilih adalah desa Harjobinangun mewakili usahatani jagung di lahan sawah dan lahan pasir. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan accidental sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 84 petani yang terdiri dari 42 petani jagung di lahan sawah dan 42 petani jagung di lahan pasir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani jagung di lahan sawah mempunyai rata-rata biaya produksi sebesar Rp.2.505.355,00 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.3.843.719,05, rata-rata pendapatan sebesar Rp.2.201.411,70 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp.1.338.364,10. Usahatani jagung di lahan pasir mempunyai rata-rata biaya sebesar Rp.4.028.167,70 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.6.590.571,40, rata-rata pendapatan sebesar Rp.3.988.276,80 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp.5.164.698,42. Hasil analisis uji beda biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan antara usahatani jagung di lahan sawah dan lahan pasir menunjukkan bahwa ada perbedaan biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan antara usahatani jagung di lahan sawah dan lahan pasir. Hasil analisis uji beda produksi dan produktivitas antara usahatani jagung di lahan sawah dan lahan pasir menunjukkan bahwa ada perbedaan produksi dan produktivitas antara usahatani jagung di lahan sawah dan lahan pasir.
Motivasi Petani Berusahatani Jeruk Siam Desa Pucang Agung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Abiyanto Prabowo; Arta Kusumaningrum; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang 1.) Karakteristik petani jeruk siam Desa Pucang Agung. 2.) Tingkat motivasi petani jeruk siam Desa Pucang Agung. 3.) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi petani dalam berusahatani jeruk siam Desa Pucang Agung. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive. Penentuan jumlah responden penelitian menggunakan metode sampling jenuh. Jumlah responden yang dija dikan sampel penelitian sebanyak 47 petani. Penelitian menggunakan analisis deskriptif, skala likert, kelas interval dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik petani Desa Pucang Agung yang sampai dengan saat ini (tahun 2020) masih menjalankan kegiatan usahatani jeruk siam sebagian besar berusia produktif antara 33-64 tahun (91,49%), tingkat pendidikan formal SD-SMP, pengalaman berusahatani jeruk siam sedang diantara 11-20 tahun, luas lahan antara 501-1.000 m², tingkat motivasi kuat dengan skor interval (28.01-36.00), faktor pendidikan formal, faktor pendidikan non formal, faktor pengalaman usahatani, faktor luas lahan, dan faktor harga jual jeruk berpengaruh terhadap motivasi petani Desa Pucang Agung dalam menjalankan usahatani jeruk siam. Kata Kunci : motivasi petani, usahatani jeruk siam
Co-Authors - - Mamad - - Meiliandani - - Mukhsin - - Muthoharoh - - Turyono - - Zulfanita Aan Purwadi Abiyanto Prabowo Adi - Setiyono Adi Muhtashor Agil Wahyu Gestian Agus Budi Santoso Ainur Rizki Kurniawati Aji Akbar Setiawan Amanah Fitriyah Andri Danix Setiyadi Anggi Prasetyo Anggita - Yunatie Anisa Dewi Safitri Anita Sari Anna Prasasti Annisa Nur Septiani Arifah Anjarwati Arifah Anjarwati Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Ayu Rachmawati Ridwan Azis Tri Haryanto Aziz Firmansah Budi Setiawan Desi Damayanti Dian - Setiawati Diana Leni Lia W Didik Widiyantono Dipo Supatmo Dwi Nurdianawati Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Setyorini Edi Purwanto Eko Prasetyo Ela Rosita Ariana Elinaningsih Elinaningsih Elly Eka Wijayanti Eni Estiyanti Eni Istiyanti Eni Istiyanti Esti Rahmaningsih Eva Noviani Fajar Rulianto Fajar Tri Lestari Fiatnasari Fiatnasari Friska - Widiasti friska widiasti Gunawan - Wibisono Imam - Muklis Imas Patimah Imron Aziz Irin Rahmadi Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isnaeni Noviana Dewi Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Kikik Siti Awaliyah Lyla Shafiya Anindita Meilania Wisma Puspita Melanisa Udarani Pratiwi Miftahul - Farid Muhamad Fiqih Irfanto Muhammad Soleh Mukhamad Johan Aris Murni Setiya Utami Nenden Setia Astri Dewanti Nur Fajriyah Nur Hidayah Prada Ratno Putro Purwahyudi Purwahyudi Putri Kartika Widiyaningsih Ragil Prasetyo Kurniawan Ratna Vitasari Reki Aris Nurahman Ricky - Bisri Ridha Wulan Lestari Roisu Eny Mudawaroch Sigit - Irawan Siti Muslimatun Siti Rochimah Siti Rochimah Slamet Saeful Solikun Solikun Surya Aji Wibowo Susi Ernawati Syaiful Anam Tri Santoso Tri Subekti Tri Warni Triyana Purnayudha Ulfah Adiningsih Umi Nur Kholifah Vica Tri Ariyani Wahyu Setiarini Whida Silvi Liana Wibawanti, Jeki Mediantari Wahyu Witono Witono Wiwit Riyantina Yulinda Yulinda Zulfanita Zulfanita