Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGEMBANGAN GRATITUDE SKILL TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL LANSIA: PRELIMINARY STUDY S, Ayu Kurnia; Suwarti, Suwarti; Wulandari, Dyah Astorini; Sugiyanto, Estia Dwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33209

Abstract

Lansia merupakan kelompok rentan dengan berbagai permasalahan kesehatan mental yang diakibatkan karena permasalahan diberbagai faktor yaitu kesehatan fisik, faktor keluarga dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi pelatihan kebersyukuran berupa gratitude skill training dalam meningkatkan kesehatan mental lansia. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian berupa pelatihan pada 30 Lansia Aisyiyah Banyumas. Adapun kriteria inklusi yang ditetapkan adalah lansia berusia 60 tahun ke atas, anggota komunitas Aisyiyah Banyumas, yang tidak mengalami gangguan kognitif berat, dan bersedia berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian. Partisipan akan dipilih secara purposive sampling dari anggota komunitas Aisyiyah Banyumas. Instrumen yang digunakan selama kegiatan pengabdian berlangsung adalah skala kesehatan mental menggunakan instrumen Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS), kuesioner data demografis, serta instrumen pelatihan pada setiap sesi. Gratitude Skill Training terdiri atas 3 sesi utama yaitu sesi ounting blessing untuk membuat mengajak lansia membuat pohon kebersyukuran, sesi appreciating progress untuk mengapresiasi kemajuan yang diperoleh selama hidup, dan sesi expressing a gratitude prayer akan mengajak lansia untuk mengajak lansia mempersembahkan seluruh doa dan ungkapan syukur kepada Allah SWT. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa gratitude skill training memberikan efek positif pada partisipan dengan meningkatnya kesejahteraan subjektif yang dirasakan partisipan setelah sesi pelatihan diikuti. Temuan ini mengindikasikan bahwa gratitude skill training dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesehatan mental lansia dan memberikan dasar bagi pengembangan program intervensi yang serupa di masa depan.
Pengaruh Loneliness dan FoMO Terhadap Nomophobia Pada Mahasiswa di Universitas Swasta X Maharani, Liestya; Wijaya, Dzikria Afifah Primala; Wulandari, Dyah Astorini; Hamzah, Imam Faisal
JURNAL PSIKOLOGI Vol 21, No 2 (2025): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v21i2.31944

Abstract

Penggunaan smartphone utamanya sebagai media dalam berkomunikasi dan berkreasi. Namun, smartphone juga digunakan untuk mendapatkan banyak informasi terkait kehidupan sehari-hari dan kegiatan akademik. Sehingga hal tersebut menjadi faktor penyebab meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan pelajar. Meningkatnya penggunaan smartphone dapat berdampak negatif salah satunya menderita nomophobia . Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesepian dan ketakutan ketinggalan terhadap nomofobia pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 375 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), UCLA Loneliness Scale versi 3, dan FoMO Scale. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh secara positif yang signifikan antara kesepian dan rasa takut ketinggalan terhadap nomophobia siswa yang ditunjukkan dengan nilai F = 186,546, nilai probabilitas sig (p) 0,000 (p < 0,05), dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,501. Hal ini menunjukkan bahwa kesepian dan ketakutan akan kehilangan mempunyai pengaruh sebesar 50,1% terhadap nomophobia pada siswa. Hasil penelitian memberikan pentingnya pentingnya pengetahuan secara bijak dalam menggunakan smartphone dengan kegiatan positif sehingga dapat mengatasi dampak negatif penggunaan smartphone secara berlebihan.Kata kunci : Nomophobia, Kesepian, Takut ketinggalan
PENGARUH JOB INSECURITY DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP STRES KERJA PADA PERAWAT RUMAH SAKIT SWASTA DI KECAMATAN BUMIAYU Anggit Rima Danti; Dyah Astorini Wulandari; Imam Faisal Hamzah; Gisella Arnis Grafiyana
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/qrhzrb56

Abstract

High job demands, long working hours, and employment uncertainty place nursesparticularly those working in private hospitalsat increased risk of work-related stress. These conditions are further influenced by imbalances between professional responsibilities and personal life. This study aimed to examine the effects of job insecurity and work-life balance on work stress among nurses working in private hospitals in Bumiayu District.This study employed a quantitative method with a correlational approach. The sample consisted of 184 male and female nurses aged 2035 years, selected using simple random sampling. Data were collected using standardized scales measuring work stress, job insecurity, and work-life balance. Data analysis was conducted using SPSS version 26.0. Hypothesis testing indicated that job insecurity had a positive and significant effect on work stress (F = 173.152; p 0.05). Work-life balance had a negative and significant effect on work stress (F = 173.152; p 0.05). Simultaneously, job insecurity and work-life balance had a significant effect on work stress (F = 124.454; p 0.05).