Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Asupan Makronutrien dan Pendapatan Keluarga dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Yunita, Yunita; Krisnasary, Arie; Suryani, Desri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3338

Abstract

Ibu hamil adalah sasaran intervensi paling penting dalam gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Ibu hamil yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya berisiko memiliki masalah status gizi dan berdampak buruk pada bayi dan ibu. Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berisiko melahirkan bayi prematur, bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan panjang badan lahir yang pendek dapat berisiko mengalami stunting pada masa balita. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis asupan makronutrien dan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Adanya penelitian ini ditujukan untuk menganalisis asupan zat gizi makro dan pendapatan keluarga terhadap kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang ibu hamil dengan menggunakan metode cluster sampling. Pengumpulan data asupan gizi ibu hamil melalui Form Food Recall 3 x 24 jam analisis dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara dengan p-value diperoleh ≤ 0,05. Nilai OR sebesar 0.647, 0.600 dan 11 artinya ibu yang asupan karbohidrat, protein, dan lemaknya sedikit, lebih berisiko mengalami KEK.
Analisis Asupan Makronutrien dan Pendapatan Keluarga dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Yunita, Yunita; Krisnasary, Arie; Suryani, Desri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3338

Abstract

Ibu hamil adalah sasaran intervensi paling penting dalam gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Ibu hamil yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya berisiko memiliki masalah status gizi dan berdampak buruk pada bayi dan ibu. Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berisiko melahirkan bayi prematur, bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan panjang badan lahir yang pendek dapat berisiko mengalami stunting pada masa balita. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis asupan makronutrien dan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Adanya penelitian ini ditujukan untuk menganalisis asupan zat gizi makro dan pendapatan keluarga terhadap kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang ibu hamil dengan menggunakan metode cluster sampling. Pengumpulan data asupan gizi ibu hamil melalui Form Food Recall 3 x 24 jam analisis dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara dengan p-value diperoleh ≤ 0,05. Nilai OR sebesar 0.647, 0.600 dan 11 artinya ibu yang asupan karbohidrat, protein, dan lemaknya sedikit, lebih berisiko mengalami KEK.
Hubungan Pola Konsumsi Gula, Garam dan Minyak Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintah di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu : Hubungan Pola Konsumsi Gula, Garam dan Minyak Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintah di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu Mellisa, Mellisa; Simanjuntak, Betty Yosephin; Krisnasary, Arie
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.118-123

Abstract

Background: Central obesity manifests as the accumulation of adipose tissue in abdominal (visceral). The assessment of this condition often employs abdominal circumference (AC) as a commonly utilized metric. The increasing prevalence of central obesity is linked to dietary habits encompassing simple carbohydrates, fiber, and protein, environment, behavior, and genetic factors. Objectives: This study aimed to determine the relationship between sugar, salt, and oil consumption patterns and central obesity in employees. Methods: This research was an observational study with a cross-sectional design on 35 employees. Data collection included sugar, salt, and oil consumption patterns collected using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), and central obesity was obtained by measuring abdominal circumference using measuring tape, then statistical analysis using the Chi-square test. Results: Most respondents had unhealthy consumption patterns of sugar, salt, and oil that were 71.4%, 62.9%, and 82.9%, respectively. There was a significant relationship between consumption patterns of sugar (p=0.002), salt (p=0.033), oil (p=0.019) and the proportion of central obesity in employees at the Regional Library and Archives Office of Bengkulu Province. Conclusions: Twenty-two employees experienced central obesity, with the majority surpassing daily sugar, salt, and oil intake recommendations as a notable risk factor. To mitigate this, Bengkulu Province Regional Library and Archives Office staff are advised to limit the consumption of sugar, salt, and oil-rich items such as salted fish, canned sardines, dried shrimp, instant chili sauce, soy sauce, instant noodles, palm oil, and coconut milk in their meals.
Physical Activity and Junk Food Consumption Patterns with the Incidence of Adolescent Obesity Patrichia, Yolanda; Yuliantini, Emy; Krisnasary, Arie; Yunianto, Andi Eka
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 April 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i1.734

Abstract

Obesity results in a risk of cardiovascular disease such as hypertension and metabolic disorders such as kidney disorders, cancer and potentially social phobia disorders.  The incidence of obesity in adolescents is considered serious because it will continue into adulthood. Obesity can occur because teenagers do less physical activity and eating patterns that often consume junk food. This study aimed to determine the relationship between physical activity and junk food consumption patterns and the incidence of adolescent obesity in SMA Negeri 1 Bengkulu City in 2023. This research used a case control research design. Research subjects whose nutritional status was obese were identified in the past to determine the presence of risk factors. The subjects for this research was class X and class XI of SMAN 1 Bengkulu City with 76 subjects using purposive sampling technique.  Data analysis used the Chi-square test. The results of this study indicated that there was a relationship between physical activity and the incidence of adolescent obesity at State Senior High School 1 Bengkulu City in 2023 (p-value=0,005, OR=4,632) and there is a relationship between junk food consumption patterns and the incidence of adolescent obesity at SMAN 1 Bengkulu City in 2023 (p-value=0,000, OR=6.981). Teenagers in Bengkulu City 1 Public High School mostly do not strenuous physical activity, and almost some teenagers often eat junk food. Suggestions for subjects include education to increase knowledge and attention to the importance of regulating physical activity and eating patterns as well as optimizing nutritional status.