Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Asupan Makronutrien dan Pendapatan Keluarga dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Yunita, Yunita; Krisnasary, Arie; Suryani, Desri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3338

Abstract

Ibu hamil adalah sasaran intervensi paling penting dalam gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Ibu hamil yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya berisiko memiliki masalah status gizi dan berdampak buruk pada bayi dan ibu. Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berisiko melahirkan bayi prematur, bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan panjang badan lahir yang pendek dapat berisiko mengalami stunting pada masa balita. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis asupan makronutrien dan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Adanya penelitian ini ditujukan untuk menganalisis asupan zat gizi makro dan pendapatan keluarga terhadap kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang ibu hamil dengan menggunakan metode cluster sampling. Pengumpulan data asupan gizi ibu hamil melalui Form Food Recall 3 x 24 jam analisis dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara dengan p-value diperoleh ≤ 0,05. Nilai OR sebesar 0.647, 0.600 dan 11 artinya ibu yang asupan karbohidrat, protein, dan lemaknya sedikit, lebih berisiko mengalami KEK.
Analisis Asupan Makronutrien dan Pendapatan Keluarga dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Yunita, Yunita; Krisnasary, Arie; Suryani, Desri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.3338

Abstract

Ibu hamil adalah sasaran intervensi paling penting dalam gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Ibu hamil yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya berisiko memiliki masalah status gizi dan berdampak buruk pada bayi dan ibu. Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berisiko melahirkan bayi prematur, bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan panjang badan lahir yang pendek dapat berisiko mengalami stunting pada masa balita. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis asupan makronutrien dan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Adanya penelitian ini ditujukan untuk menganalisis asupan zat gizi makro dan pendapatan keluarga terhadap kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di lokus Stunting Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang ibu hamil dengan menggunakan metode cluster sampling. Pengumpulan data asupan gizi ibu hamil melalui Form Food Recall 3 x 24 jam analisis dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kecamatan Argamakmur Bengkulu Utara dengan p-value diperoleh ≤ 0,05. Nilai OR sebesar 0.647, 0.600 dan 11 artinya ibu yang asupan karbohidrat, protein, dan lemaknya sedikit, lebih berisiko mengalami KEK.
Hubungan Pola Konsumsi Gula, Garam dan Minyak Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintah di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu : Hubungan Pola Konsumsi Gula, Garam dan Minyak Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintah di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu Mellisa, Mellisa; Simanjuntak, Betty Yosephin; Krisnasary, Arie
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.118-123

Abstract

Background: Central obesity manifests as the accumulation of adipose tissue in abdominal (visceral). The assessment of this condition often employs abdominal circumference (AC) as a commonly utilized metric. The increasing prevalence of central obesity is linked to dietary habits encompassing simple carbohydrates, fiber, and protein, environment, behavior, and genetic factors. Objectives: This study aimed to determine the relationship between sugar, salt, and oil consumption patterns and central obesity in employees. Methods: This research was an observational study with a cross-sectional design on 35 employees. Data collection included sugar, salt, and oil consumption patterns collected using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), and central obesity was obtained by measuring abdominal circumference using measuring tape, then statistical analysis using the Chi-square test. Results: Most respondents had unhealthy consumption patterns of sugar, salt, and oil that were 71.4%, 62.9%, and 82.9%, respectively. There was a significant relationship between consumption patterns of sugar (p=0.002), salt (p=0.033), oil (p=0.019) and the proportion of central obesity in employees at the Regional Library and Archives Office of Bengkulu Province. Conclusions: Twenty-two employees experienced central obesity, with the majority surpassing daily sugar, salt, and oil intake recommendations as a notable risk factor. To mitigate this, Bengkulu Province Regional Library and Archives Office staff are advised to limit the consumption of sugar, salt, and oil-rich items such as salted fish, canned sardines, dried shrimp, instant chili sauce, soy sauce, instant noodles, palm oil, and coconut milk in their meals.
Physical Activity and Junk Food Consumption Patterns with the Incidence of Adolescent Obesity Patrichia, Yolanda; Yuliantini, Emy; Krisnasary, Arie; Yunianto, Andi Eka
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 April 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i1.734

Abstract

Obesity results in a risk of cardiovascular disease such as hypertension and metabolic disorders such as kidney disorders, cancer and potentially social phobia disorders.  The incidence of obesity in adolescents is considered serious because it will continue into adulthood. Obesity can occur because teenagers do less physical activity and eating patterns that often consume junk food. This study aimed to determine the relationship between physical activity and junk food consumption patterns and the incidence of adolescent obesity in SMA Negeri 1 Bengkulu City in 2023. This research used a case control research design. Research subjects whose nutritional status was obese were identified in the past to determine the presence of risk factors. The subjects for this research was class X and class XI of SMAN 1 Bengkulu City with 76 subjects using purposive sampling technique.  Data analysis used the Chi-square test. The results of this study indicated that there was a relationship between physical activity and the incidence of adolescent obesity at State Senior High School 1 Bengkulu City in 2023 (p-value=0,005, OR=4,632) and there is a relationship between junk food consumption patterns and the incidence of adolescent obesity at SMAN 1 Bengkulu City in 2023 (p-value=0,000, OR=6.981). Teenagers in Bengkulu City 1 Public High School mostly do not strenuous physical activity, and almost some teenagers often eat junk food. Suggestions for subjects include education to increase knowledge and attention to the importance of regulating physical activity and eating patterns as well as optimizing nutritional status.
Konsumsi Bahan Makanan Tanin dan Oksalat pada Remaja Putri Anemia di SMPN 04 Kota Bengkulu Wirasti, Anggun; Jumiyati; Krisnasary, Arie
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pubertas, anemia menjadi masalah kesehatan masyarakat yang umum di kalangan remaja putri. Mengonsumsi makanan tinggi tanin dan oksalat dapat memperburuk anemia karena menghambat penyerapan zat besi. Pada tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu melaporkan bahwa, dari semua sekolah setempat, SMPN 04 memiliki frekuensi anemia tertinggi. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan strategi deskriptif. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling, 47 siswi kelas tujuh dengan diagnosis anemia menjadi subjek penelitian. Wawancara, tes kadar hemoglobin, dan pengisian Kuesioner Frekuensi Makanan (FFQ) untuk mengukur asupan makanan tinggi tanin dan oksalat digunakan untuk mengumpulkan data. Tabel distribusi frekuensi dibuat setelah data dianalisis secara univariat. Mayoritas responden (89,4%) berusia antara 10 - 13 tahun. Sebanyak 25 siswa (53,2%) sering mengonsumsi makanan tinggi oksalat, sementara 24 siswa (51,1%) sering mengonsumsi makanan tinggi tanin. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri yang anemia berada pada rentang usia remaja awal. Oleh karena itu, untuk membantu mencegah anemia pada remaja, edukasi gizi tentang kebiasaan makan sehat yang meningkatkan penyerapan zat besi sangatlah penting.
Length of hemodialysis, fluid intake, and quality of life in patients with chronic kidney disease Ringgani, Foulla Givfa; Krisnasary, Arie; Kamsiah, Kamsiah
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 6, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(6).457-463

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang:Terapi hemodialisis jangka panjang mempengaruhi kualitas hidup pasien CKD. Mutu hidup pasien ginjal termasuk dampak dari lamanya menderita hemodialisis dan asupan cairan yang dikonsumsinya. Asupan cairan untuk pasien hemodialisis dibatasi sekitar 500 ml ditambah pengeluaran urine agar tidak terjadi penumpukan cairan. Kualitas hidup pasien CKD dapat diketahui melalui kuesioner Kidney Disease Quality Of Life (KDQOL).Tujuan: Tujuan dari penelitian tersebut termasuk supaya menemukan kaitan lama hemodialisis dan asupan cairan dengan mutu hidup pasien RSUD Bengkulu penderita gagal ginjal kronik dengan hemodialisis.Metode: Penelitian tersebut memakai desain cross sectional. Sampel pada penelitian tersebut termasuk 42 pasien yang dipilih dengan purposive sampling yang memakai kriteria inklusi serta eksklusi. Hasil analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian memaparkan jika ada kaitan antara lama menjalani hemodialisis dengan mutu hidup pasien RSUD Bengkulu yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis (p value = 0,046). Tidak ada hubungan asupan cairan dengan mutu hidup pasien RSUD Bengkulu yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis (p value = 0,68).Kesimpulan: Ada kaitan antara Lama menderita Hemodialisis dengan mutu Hidup Pasien RSUD Bengkulu yang menderita Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis dan tidak ada hubungan asupan cairan dengan mutu hidup pasien gagal ginjal kronis dengan hemodialisis.KATA KUNCI: KDQOL; hemodialisis; asupan cairan; kualitas hidupABSTRACTBackground: Prolonged HD therapy affects the patient's quality of life. Renal patients' quality of life is influenced by the length of their HD and the volume of fluids they ingest. To prevent fluid buildup, HD patients are only permitted to drink about 500 ml of fluid daily in addition to their urine output. Patients with CKD can evaluate their quality of life using a questionnaire known as the Kidney Disease Quality of Life (KDQOL).Objectives: This study aims to evaluate the efficacy of HD therapies, fluid intake, and clinical outcomes of patients with chronic kidney disease at General Hospital Bengkulu.Methods: This study's design was cross-sectional. The inclusion and exclusion criteria were used to select the 42 patients who would make up its purposive sampling sample. The data were assessed using the chi-square test.Results: The results show a long-standing association between HD therapy and patients with chronic kidney disease who receive HD at General Hospital Bengkulu (p-value = 0.030). In patients with chronic kidney disease receiving HD at General Hospital Bengkulu, fluid intake and quality of life are unrelated (p-value = 0.68).Conclusion: The quantity of HD and the standard of living of people with chronic renal failure are correlated. Patients with Chronic Renal Failure Undergoing HD at General Hospital Bengkulu; No Relationship Between Fluid Intake and Quality of Life of Patients with Chronic Kidney Disease Undergoing HD at General Hospital BengkuluKEYWORDS: KDQOL; hemodialysis; fluid intake; quality of lifeReceived: August 14, 2024; Revised: Nov 18 2024; Accepted: Nov 20, 2024; Available online: Nov 30, 2024; Published: NOv 30, 2024.
Pengaruh Pelatihan Antropometri Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu di Wilayah Puskesmas Perawatan Kembang Seri Desri Suryani; Arie Krisnasary; Muhammad Aziz Sidiq; Novita Juita Sari; Novalinda Kasih; Silviana Gunarsih; Ashifa Mutia; Yandrizal Yandrizal
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25428

Abstract

ABSTRAK Kader posyandu merupakan garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui pengukuran antropometri rutin setiap bulan. Namun, masih banyak kader yang kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita secara tepat dan terstandar di wilayah Puskesmas Perawatan Kembang Seri.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan mengisi lembar pretest dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan terkait materi pengukuran antropometri dan mengisi lembar posttest. Jenis uji normalitas yang digunakan adalah uji normalitas tipe ShapiroWilk. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa nilai rata-rata perbedaan (mean difference) antara pretest dan posttest adalah -35,714 dengan nilai t hitung = -17,678, derajat kebebasan (df) = 6, dan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) = 0,000. Pelatihan yang diberikan kepada kader posyandu berpengaruh nyata terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam melakukan pengukuran antropometri serta penafsiran KMS. Kata Kunci: Pengetahuan, Pelatihan, Antropometri.  ABSTRACT The role of Posyandu cadres is crucial as the spearhead in public health services. However, many cadres still do not have adequate understanding and skills. Ideally, cadres are able to manage Posyandu independently because they understand the needs of the community in their area. The purpose of this study is to improve the knowledge and skills of cadres in monitoring toddler growth accurately and standardized in the Kembang Seri Health Center area.The method used in this activity is to fill out a pretest sheet followed by providing counseling related to anthropometric measurement and filling out a posttest sheet. The type of normality test used is the Shapiro-Wilk type normality test. The results of the Paired Sample T-Test test show that the average value of the difference (mean difference) between the pretest and posttest is -35.714 with a calculated t value = -17.678, degrees of freedom (df) = 6, and a significance value (Sig. 2-tailed) = 0.000. Conclusion: The training provided to Posyandu cadres has a significant effect on increasing their knowledge and skills in conducting anthropometric measurements and interpreting KMS. Keywords: Training, Knowledge, Anthropometry.