Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

GAMBARAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU Azarni, Lasnita; Krisnasary, Arie; Kusdalinah, Kusdalinah
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1172

Abstract

Nuitritional statuis is a meiasuirei of a peirsons body condition which can bei seiein from thei food consuimeid and thei uisei of nuitrieints in thei body. Good nuitrition is an important factor in achieiving optimal heialth. Thei aim of thei reiseiarch was to deiscribei thei nuitritional statuis of nuitrition stuideints. The reiseiarch was a deiscriptivei obseirvational stuidy with a suirveiy approach. Data analysis in this stuidy uiseid SPSS with uinivariatei teists. Thei samplei in this stuidy was 189 stuideints majoring in nuitrition at thei Heialth Polyteichnic, Ministry of Heialth, Beingkuilui, takein uising thei total sampling meithod. Thei reiseiarch reisuilts showeid that thei majority of reispondeints weirei feimalei (91%), and ageid 20 yeiars. Thei aveiragei heiight of stuideints was 156 cm and thei aveiragei weiight of stuideints was 53 kg. The nutritional status of students based on body mass index (BMI) in underweight category was 22.2%, with good nutritional status 59.3%, overweight 8.5%, and obesity 10%. Most of thei stuideints nuitritional statuis based on body mass index was normal. Stuideints with oveirweiight and obeisei nuitritional statuis shouild pay morei atteintion to theiir dieit and thei amouint of food consuimei to maintain an ideial body weiight and maintain normal nuitritional statuis. Statuis gizi adalah suiatui uikuiran meingeinai kondisi tuibuih seiseiorang yang menunjukkan gambaran asupan makanan yang dikonsuimsi dan peingguinaan zat zat gizi di dalam tuibuih. Keiadaan gizi yang baik meiruipakan salah satui faktor peinting dalam uipaya meincapai deirajat keiseihatan yang optimal. Tuijuian peineilitian yaitui untuk mengetahui gambaran statuis gizi pada mahasiswa. Peineilitian ini meiruipakan peineilitian deiskriptif obseirvasional deingan peindeikatan suirveiy. Analisis data dalam peineilitian ini meingguinakan SPSS deingan analisis uinivariat. Sampeil pada peineilitian ini meiruipakan mahasiswa juiruisan gizi Polteikkeis Keimeinkeis Beingkuilui seibanyak 189 mahasiswa tingkat II yang diambil deingan meitodei total sampling. Hasil peineilitian meinuinjuikkan seibagian beisar reispondein beirjeinis keilamin peireimpuian (91%) dan beiruisia 20 tahuin. Rata-rata tinggi badan mahasiswa yaitui 156 cm dan rata-rata beirat badan mahasiswa yaitui 53 kg. Status gizi mahasiswa berdasarkan indeks massa tubuh dengan kategori kurus atau underweight sebesar 22,2%, dengan kategori status gizi baik sebesar 59,3%, kategori status gizi overweight sebesar 8,5%, dan status gizi obesitas sebesar 10%. Seibagian beisar statuis gizi mahasiswa berdasarkan indeks massa tubuh berada pada kategori normal. Pada mahasiswa deingan statuis gizi geimuik dan obeisitas agar leibih meimpeirhatikan pola makan dan juimlah makanan yang dikonsuimsi agar teitap dapat meinjaga beirat badan yang ideial dan meimpeirtahankan statuis gizi normal.
Pendampingan Kader Menggunakan Cakram Gizi dan Interpretasi Status Gizi Balita 24-59 bulan Simanjuntak, Betty Yosephin; Rizal, Ahmad; Krisnasary, Arie
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 3 (2023): Vol 2 No 3 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i3.780

Abstract

Pemantauan berat badan balita akan berhasil dengan baik apabila ada partisipasi aktif masyarakat melalui kehadiran/kunjungan ibu menimbangkan anaknya di posyandu. Upaya meningkatkan cakupan partisipasi masyarakat (D/S) dapat dimulai keaktifan kader posyandu dan pendekatan yang dilakukan. Salah satu alternatif melalui kegiatan pemberdayaan kader dengan peningkatan pemahaman menggunakan media cakram. Kegiatan “Pendampingan Kader Menggunakan Cakram Gizi dan Interpretasi Status Gizi Balita 24-59 bulan” dilakukan di empat posyandu wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar yakni Posyandu Berkat, Tunas Muda, Cendana dan Sepakat, Kota Bengkulu. Tujuan kegiatan pengadian kepada masyarakat adalah mendampingi kader dalam penggunaan cakram dan menginterpretasikan status gizi balita 24-59 bulan dengan benar. Kegiatan dilaksanakan secara luring di 4 lokasi dan waktu yang berbeda. Sasaran pendampingan adalah sebanyak 14 orang kader aktif yang telah mendapatkan penjelasan mengenai cara penggunaan media cakram yang berisikan berat dan tinggi badan menurut usia balita. Hasil penimbangan dan pengukuran tinggi badan diinterprestasikan dengan benar oleh kader yang dibedakan atas warna merah, hijau dan kuning. Cakram dua sisi panjang badan dan tinggi badan balita usia 24-59 bulan merupakan media yang mudah dan sederhana digunakan untuk memantau pertumbuhan khususnya berat badan dan tinggi badan balita, sehingga deteksi dini status gizi balita dapat langsung dilakukan saat bersamaan dengan penimbangan di posyandu
Differences in the Consumption of Macro and Micro Nutrients among Stunted Toddlers in Bengkulu City Suryani, Desri; Krisnasary, Arie; Pratiwi, Bintang Agustina; Yandrizal, Yandrizal
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i3.3483

Abstract

Introduction: Stunting remains a significant public health concern in Indonesia, with Bengkulu City reporting a prevalence of 12.9% in 2022. Consumption of macro and micronutrients is a factor directly related to toddlers' nutritional status. Objective: This study aimed to investigate the differences in macro and micronutrient consumption among stunted toddlers in Bengkulu City. Methods: A mixed-method approach with a sequential explanatory design was employed, involving 50 stunted toddlers and their mothers. Quantitative data were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), while qualitative data were obtained through interviews with six mothers. Results: The results showed no significant differences in the consumption of energy, carbohydrates, protein, fat, and zinc between toddlers with severe stunting and stunting. However, a significant difference was found in iron consumption (p=0.048), with severely stunted toddlers consuming less iron compared to stunted toddlers. Interviews revealed similar dietary patterns among mothers of both groups, with rice as the staple food and limited fish consumption.  Conclusion: The findings suggest monitoring iron-rich food consumption in stunted children is essential. Strengthening family empowerment programs, expanding educational initiatives on iron consumption, and regular nutritional monitoring are recommended to address stunting. Promotion of affordable, iron-rich foods and monitoring of iron intake by mothers and health workers are crucial in the treatment of stunting.
Pengaruh Peningkatan Pengetahuan tentang Gizi Ibu Hamil terhadap Outcome Kehamilan di Kota Bengkulu, Indonesia: The Influence of Maternal Knowledge Increase about Pregnant Women's Nutrition on Pregnancy Outcomes in Bengkulu City Suryani, Desri; Krisnasary, Arie; Pratiwi, Bintang Agustina; Yandrizal, Yandrizal
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.17-23

Abstract

Background: Poor maternal health knowledge indirectly affects pregnancy outcomes. According to previous research, as many as 65% of mothers with poor or below average understanding give birth to children with low birth weight (LBW). Maternal and infant health information is needed. Objectives: To determine the effect of increased maternal knowledge on pregnancy outcomes. Methods: This study used a non-randomized quasi-experimental methodology. The study was conducted in Bengkulu City from August 2023 to January 2024. This study involved pregnant women who lived in the working area of ​​Bengkulu City health centers (five health centers). This study examined education, knowledge, and pregnancy outcomes. Validity and reliability were verified using a questionnaire (0.969 Cronbach's Alpha). Pre- and post-tests were conducted before and one month after school. The dependent t-test assessed the impact of the intervention and the correlation test assessed pregnancy outcomes. Results: The average maternal knowledge before and after the intervention was 16.58 and 18.08. Pregnant women's understanding changed after the intervention (p-value=0.000). Increased maternal knowledge did not affect pregnancy outcomes (p-value=0.301). Conclusions: There was an increase knowledge of pregnant women after education provision, but this did not have an impact on pregnancy outcomes. Education about pregnancy nutrition is very necessary so that mothers have good knowledge and maintain their intake.
Hubungan Konsumsi Natrium, Lemak, Rasio Lingkar Pinggang Pinggul (RLPP) Dengan Tekanan Darah Pada Dewasa Rizal, Ahmad; Anggraini, Septi Dwi; Krisnasary, Arie
Health Publica Vol 5, No 2 (2024): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v5i2.8217

Abstract

-
Gambaran Pola Konsumsi Energi, Protein dan Ukuran Lingkar Lengan Atas pada Remaja Putri di SMPN 04 Kota Bengkulu Sari, Ice Permata; Krisnasary, Arie; Jumiyati, Jumiyati
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.158-166

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana seseorang menderita kurangnya asupan energi dan protein yang berlangsung lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola konsumsi energi, protein dan ukuran lingkar lengan atas pada remaja putri di SMPN 04 Kota Bengkulu. Sampel penelitian ini adalah remaja putri di SMPN 04 Kota Bengkulu sebanyak 66 siswi kelas 7 dan 8 yang diambil dengan metode random sampling. Instrumen yang digunakan dalam pola konsumsi energi, protein yaitu mengunakan formulir FFQ, sedangkan untuk variable ukuran lingkar lengan atas diambil dengan cara pengukuran antropometri, dengan mengukur lingkar lengan atas mengunakan pita lila dan Hasil  penelitian ini menunjukkan setengah dari (50%) remaja putri memiliki pola konsumsi energi dengan kategori jarang, sebagian besar (51,5%) remaja putri memiliki pola konsumsi protein dikategorikan jarang, dan sebagian besar (57,6%) remaja putri memiliki ukuran lingkar lengan dikategorikan KEK. Kesimpulan pola konsumi energi pada remaja putri SMPN 04 Kota Bengkulu menunjukan setengah dari remaja putri memiliki pola konsumsi protein dikategorikan jarang, pola konsumi protein pada remaja putri SMPN 04 Kota Bengkulu menunjukan sebagian besar remaja putri memiliki pola konsumsi protein dikategorikan jarang, dan ukuran LILA sebagian besar remaja putri memiliki ukuran lingkar lengan dikatogorikan KEK.Kata Kunci: energi, lingkar lengan atas, pola konsumsi, protein 
Survei Konsumsi Lemak Tak Jenuh dan Serat pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Poli Rawat Jalan RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu Aprilia, Sabilla; W., Tetes Wahyu; Krisnasary, Arie
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.101-108

Abstract

Konsumsi asam lemak tak jenuh dan serat merupakan faktor protektif dalam mencegah terjadinya penyakit jantung koroner melalui peranannya dalam mencegah penggumpalan darah, kegemukan dan aterosklerosis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran konsumsi lemak tak jenuh dan serat pada penderita penyakit jantung koroner (PJK) rawat jalan di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan desain penelitian Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (45%) diagnosa penyakit jantung koroner di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu memiliki klasifikasi paling banyak yaitu diagnosa Atheroscleratic Heart Disease. Sebagian besar (60%) penderita penyakit jantung koroner di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu memiliki konsumsi lemak tak jenuh dikategorikan sering dan setengah dari (50%) penderita penyakit jantung koroner di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu memiliki konsumsi serat jarang. Kesimpulan konsumsi lemak tak jenuh sebagian besar sering dan paling sering dikonsumsi adalah ikan tuna dan alpukat. Konsumsi serat pada penderita penyakit jantung koroner rawat jalan di RSUD. dr. M. Yunus Kota Bengkulu menunjukan sama-sama kategori sering dan jarang, sedangkan diagnosa terbanyak adalah Atheroscleratic Heart Disease. Disarankan pasien dapat mengatur pola makan, mencukupi kebutuhan zat gizi dengan memperbanyak makan-makanan sumber lemak tak jenuh dan serat untuk mencegah komplikasih yang muncul. Kata Kunci: konsumsi lemak tak jenuh, serat, penyakit jantung koroner
Deskripsi Riwayat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Anak Balita Stunting Usia 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu krisnasary, Arie; wulandari, Gite Putri; Suryani, Desri; Yunita, Yunita; Simanjuntak, Betty Yosephin
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i1.2839

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah tahap awal yang krusial dalam menunjang keberhasilan pemberian ASI eksklusif, yang memiliki peranan penting bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak. WHO/UNICEF merekomendasikan agar IMD dilakukan dalam kurun waktu 30 hingga 60 menit pertama setelah bayi lahir, sebagai bagian dari Strategi Global Pemberian Makan Bayi dan Anak Usia Dini. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui riwayat pelaksanaan IMD pada balita stunting usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta melibatkan 12 ibu balita sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu melakukan IMD dengan bantuan bidan atau tenaga kesehatan, namun durasinya belum sesuai dengan standar, hanya berlangsung 5–15 menit setelah persalinan. Selain itu, beberapa bayi tidak menjalani IMD karena dilahirkan melalui operasi caesar, langsung dirawat di NICU, atau segera dimandikan setelah lahir. Kurangnya pemahaman ibu mengenai pentingnya IMD juga menjadi faktor penghambat. Disimpulkan bahwa pelaksanaan IMD di wilayah ini masih belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan untuk mencapai pelaksanaan IMD yang sesuai anjuran
Hubungan Konsumsi Sumber Protein, Lemak dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Balita Underweight Usia 12 – 59 Bulan di Kabupaten Seluma, Bengkulu: Relationship Between Protein, Fat Consumption and History of Infectious Diseases With Underweight Toddler Age 12 – 59 Months In Seluma District, Bengkulu Karunia, Mekti; Arie Krisnasary; Desri Suryani; Kusdalinah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.573

Abstract

The Indonesian Nutritional Status Study (SSGI) in 2022 showed that the prevalence of underweight is still quite high in Indonesia at (17.1%). Underweight or low body weight can be interpreted as a condition where infants or toddlers fail to achieve their ideal body weight. Having a nutritional status with a BB/U indicator on the threshold <˗2 SD. The main factors that cause underweight are inadequate food intake and infectious diseases. The aim of this research is to determine the relationship between consumption of protein, fat and history of infectious diseases with underweight toddlers aged 12 - 59 months in the working area of Cahaya Negeri Health Center, Seluma Regency in 2024. This research method uses analytical descriptive with a cross sectional approach with a sample size of 50 underweight toddlers. The data taken were protein and fat consumption data by interview using the Semi FFQ form, history of infectious diseases by interview using a questionnaire and body weight data carried out by directly weighing the toddlers. Statistical analysis uses the Pearson correlation test. The average protein consumption was 16.8 grams, the average fat consumption was 22.5 grams, the average history of infectious disease was 2 times in the last 3 months and the average z-score result was -2.2. Protein consumption was associated with underweight (p=0.000), fat consumption was associated with underweight (p=0.003) and a history of infectious disease was associated with underweight (p=0.001). There is a relationship between the consumption of protein, fat and a history of infectious diseases in underweight toddlers aged 12 - 59 months in the working area of Cahaya Negeri Health Center, Seluma Regency in 2024. There is a need to provide a nutritious menu for additional food and monitor growth and development in underweight toddlers.   ABSTRAK Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukan bahwa prevalensi underweight masih tergolong cukup tinggi di Indonesia sebesar (17,1%.). Underweight atau berat badan kurang dapat diartikan kondisi dimana anak bayi atau balita gagal dalam mencapai berat badan idealnya. Memiliki status gizi dengan indikator BB/U diambang batas < ˗2 SD. Faktor utama yang mengakibatkan underweight adalah asupan makanan yang kurang dan penyakit infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan balita underweight usia 12 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 balita dengan underweight. Data yang diambil adalah data konsumsi protein dan lemak dengan cara wawancara menggunakan formulir Semi FFQ, riwayat penyakit infeksi dengan cara wawacara menggunakan kuesioner serta data berat badan yang dilakukan dengan penimbangan langsung kepada balita. Analisis statistik menggunakan uji korelasi pearson. Rata rata konsumsi protein yaitu 16,8 gram, rata rata konsumsi lemak yaitu 22,5 gram, rata rata riwayat penyakit infeksi yaitu 2 kali dalam 3 bulan terakhir dan rata rata hasil z-skor yaitu -2,2. Konsumsi protein berhubungan dengan underweight ( p=0.000), konsumsi lemak berhubungan dengan underweight (p=0.003) dan riwayat penyakit infeksi berhubungan dengan underweight (p=0.001). Ada hubungan antara konsumsi protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan balita underweight usia 12 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma tahun 2024. Perlunya pemberian menu yang bergizi pada makanan tambahan dan pemantuan tumbuh kembang pada balita  underweight.
OPTIMALISASI REMAJA DALAM DETEKSI KEKURANGAN ENERGI KRONIK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA CAKRAM EDUKASI DI DESA SRI KUNCORO BENGKULU TENGAH: OPTIMIZING THE ROLE OF ADOLESCENTS IN DETECTING CHRONIC ENERGY DEFICIENCY THROUGH THE USE OF AN EDUCATIONAL DISC MEDIA IN SRI KUNCORO VILLAGE CENTRAL BENGKULU Simanjuntak, Betty Yosephin; Krisnasary, Arie; Rizal, Ahmad; Kusdalinah, Kusdalinah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2743

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan kelompok posyandu remaja di desa Sri Kuncoro terbatas hanya pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja, seharusnya kegiatannya bisa beragam. Penyelenggaraan posyandu remaja juga dapat digunakan sebagai deteksi dini masalah gizi melalui pemantauan keadaan gizi setiap bulan. Namun fakta di lapangan, kegiatan posyandu remaja sebatas pembagian tablet zat besi kepada remaja putri. Padahal kegiatan dapat dioptimalisasi melalui kegiatan pengukuran status gizi baik BB, TB dan Lingkar Lengan Atas sehingga dapat diantipasi kejadian malnutrisi pada remaja baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Metode: Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus - Septermber 2025 diawali dengan mengadvokasi dan mensosialisasi  kegiatan di kantor kepala desa dengan berkoordinasi dengan kepala Puskesmas Sri Kuncoro. Tim dosen mengedukasi 10 remaja putri dan dilanjutkan menginterpretasikan hasil pengukuran menggunakan media Cakram Edukasi. Tahapan berikutnya adalah kesepuluh remaja membawa remaja putri yang ada di Desa Kuncoro sebanyak masing-masing 5 orang, sehingga mereka dapat mempraktekkan cara menggunakan pita LILA, menginterpretasikan hasil perhitungan dan memberikan edukasi seputar LILA dan KEK kepada teman sebayanya. Data peningkatan pengetahuan dianalisis dengan menggunakan Excel, sementara data keterampilan dianalisis berdasarkan kemampuan remaja melakukan pengukuran LILA dan menginterpretasikan hasil LILA menggunakan cakram edukasi. Hasil:  Peningkatan pengetahuan remaja terlihat dari rata-rata pretest pengetahuan dari 54,5 menjadi 78. Peningkatan keterampilan remaja melalui demontrasi penggunaan pita LILA dan menginterpretasikan hasil pengukuran menggunakan cakram edukasi.  Remaja putri yang diukur LILA berada di rentang usia 15-23 tahun, mayoritas memiliki status gizi baik, tidak terdapat satupun remaja yang memiliki status gizi obesitas, overweight, maupun gizi buruk. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait dengan deteksi dini status gizi melalui penggunaan pita LILA dan cakram edukasi.