Articles
HEALTH COUNSELING PROGRAM: SCABIES-FREE INTELLECTED COMMUNITIES
Marsela Riska Raswandaru;
Rosiana Eva Rayanti;
Presty Adventri;
Ren Sisca Novia;
Juli Marjaya Zai;
Threceya Rambu Lika Handja Analalo;
Rachel Theananda Sari
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24246/jms.v3i32023p461-470
Scabies is an infectious disease caused by the mite Sarcoptes scabei var hominis. This disease develops in communities with dense, damp housing and poor environmental sanitation. The purpose of community service is to provide health education about scabies and increase the knowledge of prisoners about scabies disease and wound care. Community service is carried out by providing health education and demonstrations of wound care. The result of community service is that the knowledge of the inmates regarding scabies can increase and the inmates can take care of scabies wounds independently. Community service participants can participate in activities actively and enthusiastically. Evaluation of community service is carried out by giving questions orally, filling out pre-post test questions, and filling out activity evaluation sheets. The scabies-free outreach program for prisoners is important to carry out routinely because it has positive impacts such as increasing personal hygiene and increasing the knowledge of prisoners.
Pengaruh Usia Lanjut terhadap Kesehatan Lansia
Yohanes Reynaldi Lumowa;
Rosiana Eva Rayanti
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1474
Permasalahan kesehatan yang umumnya terjadi pada lansia antara lain self-care, kualitas tidur, aktivitas fisik, status fungsional, kemampuan kognitif, status gizi dan status nutrisi yang yang tidak ideal. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh usia lanjut terhadap faktor-faktor kesehatan lansia di Panti Wreda Kota Salatiga. Metode penelitian bersifat kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2023 terhadap 42 orang lansia berusia 60-98 tahun yang berasal dari 3 tiga Panti Wredha di Salatiga. Pengujian menggunakan kuesioner tentang self-care, kualitas tidur, aktivitas fisik, status fungsional, kemampuan kognitif, status nutrisi dan antropometri. Hasil pembobotan jawaban dari kuisioner dianalisis menggunakan Uji Korelasi T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berpengaruh pada semua parameter dalam kuisioner berdasarkan perhitungan regresi dengan R2 lebih besar dari 0,85 namun berdasarkan uji signifikansi T (tunggal dan berpasangan) ditemukan bahwa pengaruh usia tidak terlalu signifikan karena taraf signifikansi lebih besar dari 0,000 sehingga pola data ini hanya bersifat sebagai “gejala kecenderungan yang tidak signifikan”. Kesimpulan : Berdasarkan penyimpulan hasil analisis secara menyeluruh dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya usia lansia di Panti Wreda Salatiga cenderung akan diikuti oleh peluang meningkatnya resiko penurunan kondisi tubuh lansia.
Playing the self-adventure board game to increase adolescents' self-esteem
Desi Desi;
Fiane de Fretes;
Rosiana Eva Rayanti;
Marsela Riska Raswandaru
Community Empowerment Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31603/ce.10847
Competition in the field of education to become excellent, accredited, and favored has an impact on students. Indirectly, to maintain their ranking status, schools generally design various dense academic and non-academic programs, requiring students to give special attention and energy. On the other hand, parents nowadays also tend to have a competitive spirit burdened on their children. One age group particularly susceptible to this situation is teenagers. Exposure to pressure inversely proportional to students' abilities will result in them experiencing low self-esteem (LSE), which if left unaddressed, can lead to depressive and even suicidal conditions. To address LSE, a therapy called "self-adventure" board game therapy is established. This community service activity aims to improve the self-esteem of students at Satya Wacana Christian High School in Salatiga. Therapy is conducted on 57 students who are indicated to have LSE through scoring on the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) questionnaire. Therapy is conducted in four sessions with a group system. At the end of the sessions, all participants entered the category of high self-esteem scores. This means that playing the self-adventure game is an effective medium for resolving LSE issues.
Perawatan Diri Pada Lansia Hipertensi di Pedesaan
Jayanti, Eni Dwi;
Rayanti, Rosiana Eva;
Puspita, Dhanang
Jurnal Kesehatan Global Vol 6, No 3 (2023): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/jkg.v6i3.5821
Riskesdas 2018 melaporkan sebanyak 55,2% hipertensi terjadi pada lanjut usia (lansia) di Indonesia. Kejadian hipertensi pun tinggi di Desa Ngrawan Kabupaten Semarang. Lansia memiliki kepercayaan tentang pengobatan lokal guna menurunkan hipertensi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan praktik perawatan diri lansia terhadap hipertensi di pedesaan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jumlah 25 partisipan. Kriteria partisipan adalah lansia yang berusia di atas 60 tahun dengan hipertensi minimal satu tahun berdasarkan data bidan desa, tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg saat dilakukan pemeriksaan, penduduk asli Desa Ngrawan, dan lansia menggunakan pengobatan tradisional. Intrument penelitian menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumen. Hasil penelitian pun dianalisa menggunakan analisa tematik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 76% lansia perempuan, 60% lansia tamatan SD, 50% petani, 40% lansia dirawat oleh lebih tiga orang di keluarga. Semua partisipan memiliki riwayat hipertensi. Mayoritas memiliki tekanan darah pada stage 1 (32%), memperoleh informasi hipertensi dari bidan (72%) dan terakhir diperiksa pada dua minggu lalu (68%). Selanjutnya 52% orang mengkonsumsi obat medis hipertensi. Ditemukan tema penelitian yakni pengetahuan, sumber informasi hipertensi dan perawatan diri. Pengetahuan tentang hipertensi diperoleh dari bidan desa, tetangga dan mahasiswa keperawatan yang praktek di Desa. Perawatan diri yang dilakukan berupa cek kesehatan di pusbindu lalu diberikan obat medis. Selain itu, lansia menggunakan pengobatan lokal seperti konsumsi mentimun, air rebusan seledri dan air rebusan daun alpukat. Lansia pedesaan melakukan perawatan diri sesuai kepercayaan masyarakat setempat dan berobat ke layanan kesehatan
Peran Perawat Dalam Pemberian Oral Hygiene Pada Pasien Tidak Sadar di Ruang ICU RSUD Kota Salatiga
Rayanti, Rosiana Eva;
Amiman, Aprilia Kinanti;
Natawirarindry, Catherine
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI): September 2023-Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/jiki.v7i1.8443
Latar Belakang: Pasien yang dirawat di ruang ICU cenderung mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan Activities of Daily Living (ADL). Salah satu pemenuhan ADL yang terganggu pada pasien yang dirawat diruang ICU adalah perawatan oral hygiene. Oleh sebab itu pasien yang dirawat di ruang ICU membutuhkan bantuan perawat dalam melakukan perawatan oral hygiene tersebut, agar kondisi mulut pasien tetap bersih dan terhindar dari infeksi maupun penyakit lain yang ditimbulkan akibat infeksi. Tujuan: menggambarkan peran perawat dalam memberikan perawatan oral hygiene serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan oral hygiene. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan menggunakan instrumen panduan wawancara, panduan observasi, alat perekam dan catatan lapangan. Partisipan pada penelitian ini diambil menggunakan purposive sampling yaitu perawat laki-laki atau perempuan yang bekerja diruang ICU, perawat yang tidak sedang dalam masa cuti dan perawat yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Data rekaman setiap partisipan akan dikelompokkan, disusun, dianalisis serta diinterpretasikan oleh peneliti dan dipaparkan dalam bentuk naratif deskriptif dan jumlah partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 12 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa perawatan oral hygiene di ruang ICU sudah dilakukan oleh perawat, namun masih ada sebagian perawat yang belum melakukan oral hygiene dengan maksimal dan belum mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) secara keseluruhan. Faktor penyebab adalah pasien yang tidak kooperatif, berontak dan menolak saat di oral hygiene. Kedua, ketersediaan peralatan untuk tindakan oral hygiene di ruang ICU masih belum lengkap. Simpulan: perawat perlu meningkatkan kepatuhan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan oral hygiene sesuai dengan SOP rumah sakit. Rumah sakit pun dapat menyediakan sarana dan prasaran sesuai SOP.Kata Kunci: Intensive care unit, Oral hygiene, Pasien tidak sadar, Perawat
Hubungan Perawat Edukator, Manajemen Hipertensi, dan Usia pada Lansia
Rebokh, Febriyanti Yestelda;
Rayanti, Rosiana Eva;
Natawirarindry, Catherine
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1637
Penyakit tidak menular seperti hipertensi mengalami peningkatan secara signifikan. Lansia menjadi salah satu kelompok yang rentan terkena hipertensi, karena proses degeneratif (penuaan). Perawat memiliki peran dalam penanganan dan pencegahan hipertensi melalui edukasi tentang manajemen hipertensi pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara peran perawat sebagai edukator, pelaksanaan manajemen hipertensi, dan usia lansia di puskesmas Kota Salatiga. Motede penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi pada bulan April – Mei 2023 di lima puskesmas di Kota Salatiga. Responden adalah seluruh perawat puskesmas (27 orang) dan lansia (100 orang) dari total lima puskesmas. Kuesioner Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire pada lansia dengan nilai content validity indeks (CVI) yaitu 1. Kedua, kuesioner tentang peran perawat dengan hasil uji validitas 0,05. Analisis menggunakan SPSS dengan uji signifikasi t antara variabel peran perawat sebagai edukator dengan manajemen hipertensi. Hasil menunjukkan peran perawat sebagai edukator dan manajemen hipertensi pada lansia masuk kategori tinggi. Uji hubungan antara usia lansia dan manajemen hipertensi menggunakan uji signifikansi t dengan taraf 0,00, artinya ada korelasi positif yang kuat antara peningkatan kesadaran manajemen hipertensi seiring bertambahnya usia pasien. Selain itu, hasil uji korelasi antara peran perawat sebagai edukator dan manajemen hipertensi menunjukkan taraf signifikansi sebesar 0,04 yang berarti korelasi positif namun lemah.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pada Security Guard Universitas Kristen Satya Wacana
de Fretes, Fiane;
Natawirarindry, Catherine;
Evarayanti, Rosiana;
Desi, Desi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53690/ipm.v5i01.325
Analisis Badan Pusat Statistik Salatiga (BPS) pada dua tahun terakhir menunjukan adanya peningkatan angka kejadian kecelakaan lalu lintas sebesar 6%. Berdasarkan masalah ini, maka kompetensi Bantuan Hidup Dasar (BHD), tidak hanya perlu dikuasai oleh tenaga kesehatan saja, tapi perlu adanya keterlibatan orang awam terlatih yang sewaktu-waktu dapat menghadapi kondisi kegawatdaruratan, sehingga dapat memberikan pertolongan dan mempertahankan kehidupan korban, dalam hal ini para satpam. Tujuan kegiatan ini adalah pelatihan P3K/BHD kepada security guard UKSW. Metode pelatihan terdiri dari ceramah dan simulasi yang dilakukan terhadap 41 orang security guard UKSW. Pre dan Post Test juga diberikan dalam bentuk google form untuk mengukur peningkatan kemampuan kognitif pada responden dan dianalisis menggunakan T-Test. Kepuasan para responden juga diukur menggunakan kuesioner g-form. Hasil pengabdian masyarkat menunjukan adanya peningkatan kognitif setelah intervensi (Hasil T-Test 0,000 (p<0.0001) dan kepuasan terhadap kegiatan sebesar 76.67%. Kesiapan responden dan kebutuhan terhadap kompetensi BHD turut mendukung peningkatan kognitif dan kepuasan responden terhadap pelatihan ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan Agar para satpam dapat menjaga kualitas kompetensi, maka perlu dilakukan pelatihan yang yang sama minimal 1x/tahun dan menambahkan pelatihan lain misalnya mitigasi bencana
The Antioxidant Activity, Antibacterial Assay, and the Application of Turmeric (Curcuma domestica) Crude Extract with Various Solvents
Fiane de Fretes;
Rosiana Eva Rayanti;
Agung Rimayanto Gintu
Nusantara Science and Technology Proceedings 1st International Conference on Health and Medicine
Publisher : Future Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11594/nstp.2023.3511
Turmeric (Curcuma domestica) was one of the herbal resources in Indonesia commonly applied as spices, herbal medicines also cosmetics. This study aimed to extract the chemicals from Turmeric using several solvents and then characterize each extract. The physicochemical and Biochemical characterization of each Turmeric extract showed that the crude extracts have a strong antibacterial effect against digestive bacteria and respiratory and skin bacteria. The antioxidant activity belongs to high levels also the Sun Protection Factor (SPF) ability of each extract showed belongs to Ultra Protection levels. Based on those results than concluded that Turmeric potentially applied as Herbal medicine and Cosmetics in Indonesia.
Persepsi Pengasuh Lansia: Comfort Food dan Penyediaan Makanan di Panti Wreda
Rayanti, Rosiana Eva;
Aitonam, Defeni Ester;
de Fretes, Fiane
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11977
Background: The number of older adults who have poor nutritional status is still often found in nursing homes in Salatiga City. Lack of appetite is the leading cause of poor nutritional status. Even though the nursing home has provided a healthy food menu for each older person, comfort food can be used to increase appetite so that the nutritional status of the elderly improves. This research aims to describe perceptions of comfort food to elderly caregivers in providing food at the Salatiga Nursing Home. The research method is qualitative with a descriptive approach. The criteria for participants are caregivers or caretakers of older adults aged 30-60 years who work in nursing homes to provide food and can still communicate. The research participants were ten caregivers or administrators of the three nursing homes in Salatiga City, Central Java nursing homes. The research results were five themes: first, food menu management, selection of food menus for the elderly, preparation of menu lists in nursing homes made by the caregivers, and asking the elderly about their food preferences. Both elderly eating habits and nutritional status, older adults have the habit of not finishing food if it does not suit their taste. Third, caregivers often feel sad and disappointed when older people do not finish their food. The fourth is the meaning of comfort food, which is everyone's favorite food from childhood. Fifth, comfort food is needed to manage food in nursing homes. Conclusions show that comfort food is understood as a term for favorite foods or favorite foods for caregivers in nursing homes but has not yet been used as an approach in the nutritional management of the elderly.
Gethok Tular: A Source of Self-Care Knowledge for Older Women with Hypertension in Rural Areas
Rayanti, Rosiana Eva;
Werfete, Rivaldy Alfrets;
Sasi, Galuh Ambar;
Raswandaru, Marsela Riska
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33755/jkk.v11i1.789
Aims: This study explores the role of gethok tular (oral tradition) in promoting self-care management among elderly Javanese women with hypertension in rural areas, where access to health information remains limited despite existing education programs. Methods: This study employed a qualitative ethnographic approach conducted between January and June 2022. Data were collected through in-depth interviews and observations involving five elderly women in Ngrawan Village, Semarang Regency. To ensure triangulation, additional insights were gathered from midwives and posbindu (integrated healthcare posts for non-communicable diseases) cadres. The participants were Javanese women aged 60 years or older, born and residing in Ngrawan Village, diagnosed with hypertension for more than two years, and actively participating in posbindu activities. Content analysis was used to interpret the data. Results: Gethok tular facilitates the informal exchange of hypertension-related knowledge, particularly during interactions at posbindu sessions. Despite limited understanding of hypertension, participants practiced self-care by staying active, attending check-ups, and using herbal remedies like soursop and avocado leaves to manage symptoms. Conclusion: The gethok tular tradition offers a culturally relevant method for disseminating health information and improving self-care practices in rural communities. This approach holds potential for integration into community-based health programs.