p-Index From 2021 - 2026
6.786
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Disease Prevention and Public Health Journal Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan Jurnal Riset Gizi Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Ilmu Gizi Indonesia Jurnal Gizi Klinik Indonesia JURNAL CITRA KEPERAWATAN Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Media Ilmu Kesehatan Journal Physical Education, Health and Recreation Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Kritis Jurnal Kesehatan Global Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Kesehatan Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Jurnal Keperawatan (JKEP) Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Perdikan: Journal of Community Engagement The Indonesian Journal of Health Science Jurnal Pengabdian Kesehatan Nusantara Science and Technology Proceedings GUYUB: Journal of Community Engagement Community Empowerment Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat ISLAH : JOURNAL OF ISLAMIC LITERATURE AND HISTORY Idea Pengabdian Masyarakat Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia An Idea Health Journal Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) Berita Kedokteran Masyarakat ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Jurnal Keperawatan Jurnal Pengabdian Perawat Jurnal Abdimas Peradaban Jurnal Keperawatan Profesional Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Riset Gizi
Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Pengasuh Lansia: Comfort Food dan Penyediaan Makanan di Panti Wreda Rayanti, Rosiana Eva; Aitonam, Defeni Ester; de Fretes, Fiane
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11977

Abstract

Background: The number of older adults who have poor nutritional status is still often found in nursing homes in Salatiga City. Lack of appetite is the leading cause of poor nutritional status. Even though the nursing home has provided a healthy food menu for each older person, comfort food can be used to increase appetite so that the nutritional status of the elderly improves. This research aims to describe perceptions of comfort food to elderly caregivers in providing food at the Salatiga Nursing Home. The research method is qualitative with a descriptive approach. The criteria for participants are caregivers or caretakers of older adults aged 30-60 years who work in nursing homes to provide food and can still communicate. The research participants were ten caregivers or administrators of the three nursing homes in Salatiga City, Central Java nursing homes. The research results were five themes: first, food menu management, selection of food menus for the elderly, preparation of menu lists in nursing homes made by the caregivers, and asking the elderly about their food preferences. Both elderly eating habits and nutritional status, older adults have the habit of not finishing food if it does not suit their taste. Third, caregivers often feel sad and disappointed when older people do not finish their food. The fourth is the meaning of comfort food, which is everyone's favorite food from childhood. Fifth, comfort food is needed to manage food in nursing homes. Conclusions show that comfort food is understood as a term for favorite foods or favorite foods for caregivers in nursing homes but has not yet been used as an approach in the nutritional management of the elderly.
Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Lansia di Puskesmas Cebongan Salatiga Essing, Rriwu Raun; Rayanti, Rosiana Eva; Nugraheni , Istananda Tirtaning; Yuandi , Devara Kevin; Rahayu, Sri; Ndapamerang, Beatriks; Zai, Anwar Kristian; Salawala, Joten; Bidana, Eta Gelina T.; Payumka , Desi
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i22024p151-161

Abstract

Masih banyak rumah tangga yang belum menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya pada lansia. Penerapan PHBS pada lansia dinilai belum memadai, yakni sebesar 53,34%, terutama disebabkan oleh rendahnya tingkat kebersihan diri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan promosi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Cebongan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, telah dilakukan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada 31 lansia melalui kegiatan ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab. Hasil pra kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah menerapkan PHBS, namun pemahaman tentang dimensi PHBS masih perlu ditingkatkan. Setelah kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menerapkan PHBS, khususnya dalam praktik cuci tangan. Berdasarkan data kuesioner, sebanyak 30 dari 31 lansia (96,8%) menyatakan selalu menerapkan PHBS, namun perlu dilakukan analisis lebih lanjut. Kesimpulannya, kegiatan edukasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan lansia
Jus “Mesem” (Mentimun, Seledri, Lemon, Madu) Sebagai Pencegahan Hipertensi Naftalina , Elisa Esa; Rayanti, Rosiana Eva; Setyawati, Indah; Marpaung, Bethania Clara; Pratama, Debora Kristina; Pratama, Jonathan Sandy; Mirin, Matan; Apintamon, Simeon
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i22024p192-201

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai atau lebih dari 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik mencapai atau lebih dari 90 mmHg saat diukur di fasilitas pelayanan kesehatan. Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 69.247 namun, kasus hipertensi di Kota Salatiga hanya 20.310 kasus yang mendapat pelayanan kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat terkait hipertensi dan cara mencegah hipertensi dengan jus Mesem. Jus Mesem dibuat dari 4 bahan yaitu mentimun, seledri, lemon dan madu. Melalui kuesioner yang dibagikan kepada peserta promosi kesehatan, ditemukan bahwa 39 dari 40 (97.5%) responden menyetujui bahwa kegiatan promosi kesehatan hipertensi dan demonstrasi pembuatan jus Mesem ini meningkatkan pengetahuan mereka terkait hipertensi dan meningkatkan minat mereka untuk mencegah hipertensi dengan membuat jus Mesem di rumah. Dengan adanya promosi kesehatan ini, masyarakat akan mampu untuk mencegah hipertensi dengan cara yang mudah dan dapat dimulai dari keluarga masing-masing.
SOCIAL INTERACTION OF ELDERLY AND ADOLESCENTS IN NURSING HOMES Raswandaru, Marsela Riska; Eva Rayanti, Rosiana
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikk.v6i2.2435

Abstract

The White Cross Christian Social Foundation of Salatiga City, Central Java has nursing home and orphanage services. The existence of elderly people and teenagers in the same place of residence still creates a distance in their interaction relationship. Elderly people who are lonely because they are far from their families and teenagers who have lost their parental figures. This research aims to explore the social interactions of elderly and teenagers at the White Cross Social Foundation, Salatiga City. This research was conducted using qualitative methods. The criteria for participants are the elderly and teenagers. The number of participants until data saturation occurred was three elderly and three teenagers. Data collection techniques using semi-structured interviews. Data analysis was carried out using content analysis. Researchers got two themes. First, the perception between the elderly and teenagers regarding generational differences. Second, home activities for the elderly and teenagers. The conclusion from the research results is that the elderly and teenagers come from different generations, so the characters and viewpoints of these two generations are different. The themes obtained need to get the attention of all parties so that social interaction between the two generations becomes more intense because it is part of holistic care that is beneficial for the elderly and teenagers.
Pelatihan Pengembangan Konsep Diri dan Citra Diri Lansia di Sekolah Lansia Purabaya, Karangalit, Salatiga, Jawa Tengah Suwartiningsih, Sri; Rayanti, Rosiana Eva; Sampoerno; Sari, Fransiska Faberta Kencana; Nugraheni, Istananda Tirtaning; Sugiarto, Marchus; Raditya, Arya
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/hye62w41

Abstract

Sekolah Lansia Purbaya didirikan sejak tahun 2022 dengan murid yang memiliki usia 60 tahun ke atas. Sekolah ini diinisiasi oleh BKKBN, DP3APPKB dan DKK dengan kurikulum pemberdayaan usia lanjut dari berbagai aspek pengetahuan dan ketrampilan, meliputi: pendidikan karakter, psikologi, kesehatan, spiritualitas, pertanian, sosial, seni, penampilan, dll. Sekolah lansia Purbaya memiliki 40 siswa dan kegiatan dilakukan minggu ke 2 setiap bulannya dengan berganti-ganti guru atau fasilitator sesuai dengan kurikulum yang sudah dibuat. Kegiatan pengabdian ini melakukan pelatihan tentang konsep diri dan citra diri lansia yang dilakukan pada bulan Juni, Agustus, dan September 2024. Para siswa lansia sangat antusias mengikutinya karena kegiatan pelatihan dilakukan dengan menggunakan bervariasi metode yaitu bermain, bernyanyi. Kuis, tanya jawab dan penjelasan dengan media dan poster serta dengan pendekatan permen (permainan edukatif). Para siswa lansia di sekolah lansia memiliki konsep diri bahwa diusia lanjut harus terus beraktitifas dan berporoduksi sesuai potensi dan minat masing-masing, menjaga kesehatan dengan rutin mengikuti posyandu lansia serta ikut di sekolah lansia. Citra diri lansia di sekolah lansia Purbaya yaitu mandiri, teladan, sumeleh, bahagia. Para siswa lansia mengharapkan kegiatan pelatihan tetap dilanjutkan untuk tahun yang akan datang, mereka mengatakan sangat senang dan menjadi lebih menguatkan serta memotivasi untuk menjadi lansia yang tangguh dan mandiri. Siswa dapat menerima metode pembelajaran yang berbeda sehingga mereka ingin diadakan lagi pelatihan. Adanya produksi video selama proses pelatihan dan dalam proses pengurusan hak cipta. Pengabdian ini juga menghasilkan modul pelatihan bagi lansia khususnya tentang konsep diri dan citra diri lansia.
PROSES KOPING PASIEN STROKE TERHADAP PENYAKIT MENURUT MODEL ADAPTASI CALLISTA ROY Desi, Desi; Rayanti, Rosiana Eva; Tumbal, Vini
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.3.2025.%p

Abstract

Latar Belakang : penyakit stroke menimbulkan perubahan fisik berupa perubahan kelumpuhan ekstremitas, gangguan indra rasa, dan gangguan dalam beraktivitas. Proses penyakit stroke mengakibatkan seseorang penderita mengalami masalah fisik maupun fisiologis yang membuat penderita merasa terganggu dengan keterbatasan dalam melakukan kontak sosial, tidak mau berinteraksi dengan orang lain seperti dulu karena tidak mampu melakukan berbagai aktivitas sehingga menimbulkan rasa malu dalam dirinya. Tujuan: mendeskripsikan proses koping penderita stroke terhadap proses penyakitnya menurut teori adaptasi Callista Roy. Metode: penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian berupa pendekatan etnografi, kriteria yang digunakan berusia 30-78 tahun dengan kriteria partisipan yang mengalami kelemahan dan kelumpuhan, jumlah partisipan sebanyak empat partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi semi terstruktur secara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisa tematik. Hasil : terdapat empat tema yakni 1) riwayat penyakit sebagai stresor, 2) ketidakberdayaan, 3) proses adaptasi secara fisik, psikis, dan sosial, 4) pembentukan mekanisme koping. Semua partisipan menyesuaikan diri terhadap perubahan pasca stroke dengan mekanisme koping adaptif. Kesimpulan: walaupun terjadi perubahan secara fisik, psikis, dan sosial, partisipan memilih mekanisme koping adaptif, salah satunya dengan melakukan pengobatan di klinik. Partisipan rutin memeriksakan kesehatan, rutin konsumsi obat, dan kelola stres dengan cara berdoa.
WALANG: SERAMNESE WOMEN'S RESILIENCE AMIDST MULTIPLECRISES Ambar Sasi, Galuh; Eva Rayanti, Rosiana; Sumolang, Steven; Gunawan, Hendri
KRITIS 2025: EDISI KHUSUS - MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN DI ERA TRANSFORMASI GLOBAL
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seram, pulau terbesar di Kepulauan Maluku, menghadapi berbagai krisis yang secara khusus berdampak pada perempuan yang tinggal di Teluk Elpaputih. Krisis-krisis ini telah memaksa mereka untuk tinggal di walang (rumah hutan). Pemerintah setempat, khususnya dinas kesehatan, berpendapat bahwa cara hidup seperti ini tidak memenuhi standar hidup layak dan berkontribusi secara signifikan terhadap masalah kesehatan. Mengombinasikan berbagai data, kami menunjukkan bagaimana perempuan Seram mengintegrasikan pengetahuan tradisional tentang hutan dan keterampilan turun-temurun, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dan bertahan hidup secara mandiri. Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa walang merupakan bentuk ketahanan yang tidak boleh dievaluasi sepenuhnya melalui kerangka kerja Barat.
Pola konsumsi, konsumsi gula, dan status gizi pada wanita usia 35-55 tahun di Desa Batur, Kecamatan Getasan Karwur, Ferry Fredy; Prameshwari, Deshinta; Rayanti, Rosiana Eva
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 19, No 4 (2023): April
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.54322

Abstract

Consumption pattern, sugar intake, and nutritional status of women aged 35-55 years in Batur Village, Getasan DistrictBackground: According to the Individual Food Consumption Survey of Central Java Province, residents consume an average of 22.9 grams of food from sugar, syrup, and confectionary groups daily, with sugar alone accounting for 20.2 grams. Sweet foods and beverages like sweet tea, tofu, and tempeh are commonly consumed in Central Java. Objective: The study assesses consumption patterns, sugar intake, and nutritional status (including anthropometric measurements, blood sugar levels, fasting blood sugar levels, uric acid levels, and blood pressure) of native Javanese women aged 35-55 in Batur, Getasan. Method: This quantitative research uses a descriptive approach with a sample of 106 women: 48 from Krangkeng village (lower), 22 from Kalitengah village (middle), and 36 from Tekelan village (upper). Research tools include SQ-FFQ, 24-hour food recall, anthropometric measurements, and biochemical and clinical examinations. Results: Food consumption frequency and quantity are highest in Krangkeng village. The average daily sugar consumption per person across all villages is 21.46±10.19 grams, equivalent to an average household purchase of 3,359.43±1,509.13 grams per month (about 3 kg per month per family). Types of sugar consumed include glucose (106.98±30.64 g/day), fructose (5.64±7.99 g/day), sucrose (102.18±23.75 g/day), and lactose (1.98±8.38 g/day). Average measurements for BMI, blood sugar, fasting blood sugar, uric acid, and blood pressure fall within normal ranges for women of this age group. Conclusion: Krangkeng village shows higher food consumption rates, likely due to more access to food supplies. Average daily sugar consumption remains below recommended levels (25 g/day). Overall, the women surveyed's nutritional status, biochemical, and clinical profiles are generally within normal range.
KEBIASAAN MAKAN SUKU ALUNE DENGAN HIPERURISEMIA Rayanti, Rosiana Eva; Ubro, Maya Santika; Sasi, Galuh Ambar
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v9i2.1251

Abstract

Maluku Province has the highest incidence of hyperuricemia in Indonesia. The people of Maluku, including the Alune Tribe in Elpaputih Village, Seram Regency, have eating habits related to the local culture and traditions. Eating habits in hyperuricemia patients can trigger an increase or decrease in uric acid levels. The research aims to explore the eating habits of hyperuricemia patientsin the Alune tribe. The research method is descriptive qualitative. This research explores the eating habits among ten housewives. Criteria for participants are people with hyperuricemia in the family based on community health center data. Source triangulation used through community health center data on hyperuricemia, in-depth interviews, observation and thematic analysis. The results showed the concept of food, coconut milk as a favorite food and food setup for families with hyperuricemia. The food concept of the Alune Tribe is hereditary, putus asa, kumpul basudara, and bayah seram. Hereditary means the types of food are passed down from ancestors. Next, putus asa is introducing local foods such as papeda/sago porridge to children. Kumpul basudara is a symbol of brotherhood. Bayah seram concept is a particular tradition of the Alune people to prevent danger. Women have a position and role in food production with family food recipes from generation to generation, especially foods containing coconut milk. Women use food sources around the house and process them using firewood and a stove. Prevention of hyperuricemia through reducing food portions and food substitution. Tribal eating habits depend on cultural characteristics and geographic location.
The Role of Nurses in Hypertension Management at Community Health Centers Ampugo, Yaser Arivudin; Rayanti, Rosiana Eva; Natawirarindry, Catherine
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.5324

Abstract

Hypertension is the most prevalent disease in Salatiga City, Central Java. Nurses play a crucial role in treating and preventing hypertension. However, no studies have specifically measured the role of nurses in Community Health Centers (Puskesmas). This study aims to describe the role of nurses in hypertension management at Community Health Centers. A qualitative case study was conducted at the Cebongan Health Center in Salatiga City between May and July 2023. Data were collected through in-depth interviews and observations involving 13 nurses who met the inclusion criteria. Triangulation was conducted by gathering additional input from community health center heads and cadres. Thematic analysis was applied to analyze the data, including transcription, coding, categorization, theme development, and drawing conclusions. Nurses at the Cebongan Health Center manage hypertension through various roles, including case finding via blood pressure screenings, acting as educators and consultants, coordinating care, and serving as role models for healthy living behaviors. However, challenges such as the limited number of nurses relative to the target area's population, inadequate infrastructure, and minimal community participation hinder efforts to control hypertension effectively in community health centers. While the role of nurses in managing hypertension has been implemented, it still requires optimization—particularly in areas like case finding through screenings and serving as role models for healthy living. 
Co-Authors Agung Rimayanto Gintu Aitonam, Defeni Ester Amiman, Aprilia Kinanti Ampugo, Yaser Arivudin Andanti, Maria Fransisca Angreit Angel Priskila Rompas Anis Sih Kurnia Sari Apintamon, Simeon Asi, Feronika Adithia Eka Aura Syafaroh Aura Syafaroh Aura Syafaroh Ayu Afriani Panyuwa Ayu Afriani Panyuwa Ayu Afriani Panyuwa Bidana, Eta Gelina T. Catherine Natawirarindry Debby Helda Sentia Desi Desi Desi Desi, Desi Desi, Desi Dhanang Puspita Dwi Laksono Eklesiana Eskris Elisabeth Binowo Essing, Rriwu Raun Eta Gelinata T. Bidana Even Yuanda Fanisa Carolin Fany Rahma Farizi Farizi Fatkhul Amri Al Mubarroq Febrian Dewana Leode Febrian Dewana Leode Ferry Fredy Karwur Fiane de Fretes Fiane de Fretes Floranessa Christina Sio Fransiska Cena Fransiska Faberta Kencana Sari Frenska Ryachel Paskalisa Galih Wibisono Galuh Ambar Sasi Gita Wido Kinanti Grace Rahelia Gracia Permatasari Hendri Gunawan Hermina Gaudia Kembarimop Mangguwop Indera Aini Indrawan Adhitomo Indriani Bastian Christy Wauran Istananda Tirtaning Nugraheni Istananda Tirtaning Nugraheni Jayanti, Eni Dwi Juli Marjaya Zai Kolong, Sintia Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho Kristina Angelika Putri Kukuh Pambuka Putra Laksono, Dwi Lastanto Lina Andreyani Loupatty, Sanci Natalia Lydia Limin Maplani, Dyna Christiana Putri Maria Maria Anggela Lefteuw Maria Julivat Praise Marpaung, Bethania Clara Marsela Riska Raswandaru Marsela Riska Raswandaru Martesa Moyau Marwa, Shendy Lusynthia Maunita, Risda Dwi Megilda Yufitri Nenobanu Meldy Enggelina Nenobanu - UKSW Salatiga Militia Christi Gloria Maindoka Miracle Calista Ellas Tinengke Mirin, Matan Naftalina , Elisa Esa Natalia Esti Kristanti Natalia Esti Kristanti Natalia Santika Wariunsora Natalia, Theresia Destin Ndapamerang, Beatriks Novilya Meydi Lalintia Noya, Wilda Pascalia Nugraheni , Istananda Tirtaning Nugraheni, Istananda Tirtaning Nur Ahsani Nur Hidayah Oliviani Yanto Patulak, Dazza Lozhera Payumka , Desi Permatasari, Gracia Permatasari, Mayang Januarti Prameshwari, Deshinta Pratama, Debora Kristina Pratama, Jonathan Sandy Presty Adventri Putri, Silviani Rachel Theananda Sari Raditya, Arya Rambu L.N.K. Retno Triandhini Rebokh, Febriyanti Yestelda Ren Sisca Novia Retno Triandhini Rully Toar Tumanduk Salawala, Joten Sampoerno Sarwoko, Nazart Tri Sasue, Megawati Christin Novitasari Setyawati, Indah Shanda Setiawan Simon Pieter Soegijono Sri Agnes Kala Lutang SRI RAHAYU Sri Suwartiningsih Sri Suwartiningsih Stephanie Martha Silahoy Sugiarto, Felicia Yoan Sugiarto, Marchus Sumolang, Steven Tedy Christopel Keluanan Tegar Anggiama Tobing Theresia Destin Natalia Theresia Pratiwi Elingstyo Sanubari Threceya Rambu Lika Handja Analalo Treesia Sujana Tumbal, Vini Ubro, Maya Santika Venti Agustina Victor Carlos Masela Vinda Natalia Watu, Rislon K P Werfete, Rivaldy Alfrets Wilda Pascalia Noya Wina Yutari Windika Novtavia Manggopa Yanto, Oliviani Yayi Suryo Prabandari Yoadan Tabita Utan Yoel, Laudri J.L. Yohana Ikka Maylani Yohanes Reynaldi Lumowa Yuandi , Devara Kevin Yulianti Waelauruw Yulius Yusak Ranimpi Zai, Anwar Kristian