Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Diglosia

PEMILIHAN PERANGKAT RETORIKA PADA PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DALAM MEMPROMOSIKAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG PENDIDIKAN Noermanzah Noermanzah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.25 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pemilihan perangkat retorika pada pidato presiden Republik Indonesia dalam mempromosikan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Metode penelitian menggunakan analisis wacana kritis model Van Dijk. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, dan catat. Teknik analisis pada tiga kerangka dimensi yaitu pada teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Uji keabsahan data menggunakan uji validitas pakar dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo dalam menggunakan perangkat retorika, baik dalam bentuk kalimat, diksi, kohesi, dan koherensi bukan hanya memberikan janji saja pada masyarakat dalam setiap bahasa yang disampaikan dalam pidatonya, tetapi benar-benar dilaksanakan khususnya pada program pendidikan. Walaupun ada beberapa program pendidikan yang menjadi janji dan harapan di masa yang akan datang, tetapi sebagian besar dilaksanakan pada masa kerjanya. Perlu diketahui bahwa perangkat retorika yang disusun pada pidato resmi di bidang pendidikan disusun oleh tim kerja kepresidenan. Berbeda dengan pidato tidak resmi lebih dominan disusun oleh presiden secara pribadi sehingga terlihat pidato yang disampaikan masih ada yang menggunakan kalimat minor dan mayor, diksi slang, diksi konotasi, diksi jargon, idiom, dan kohesi elipsis yang seharusnya dihindari dalam penggunaan pidato kenegaraan presiden Republik Indonesia.Kata kunci: perangkat retorika, pidato presiden, kebijakan pemerintah, bidang pendidikan The objective of this research was to explain the selection of rhetorical instruments in the speech of the President of the Republic of Indonesia in promoting government policies in education. The research method used is Van Dijk model of critical discourse analysis. Data collection techniques using documentation techniques, interviews, and notes. The analysis technique is based on three dimensional frameworks, namely the text, social cognition, and social context. The data validity test used expert validity test and data source triangulation. The results show that specifically President Susilo Bambang Yudhoyono and President Joko Widodo in using rhetorical tools, both in the form of sentences, diction, cohesion, and coherence, not only give promises to the public in every language delivered in their speeches, but are actually implemented specifically in education programs. Although there are several educational programs that have made promises and hopes for the future, most of them were implemented during their tenure. It should be noted that the rhetoric set in formal speeches on education was compiled by the presidential working team. In contrast to informal speeches, the more dominant is composed by the president personally so that there are still speeches that use minor and major sentences, slang diction, connotation diction, jargon diction, idioms, and elliptical cohesion which should be avoided in the use of the state speech of the president of the Republic of IndonesiaKeywords: rhetoric devices, presidential speeches, government policies, education
TAHAPAN DALAM BAGIAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ARTIKEL MAHASISWA PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS BENGKULU Dian Eka Chandra Wardhana; Kanang Setiyo Hindarto; Noermanzah Noermanzah; Efnawati Efnawati; Rian Surya Putra
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.688 KB)

Abstract

Kajian kerangka bagian hasil penelitian dan pembahasan ditulis sesuai dengan isi bab serta ditentukan oleh peneliti atau penulis dengan cara mencontoh hasil tulisan kakak tingkat. Padahal penulisan bagian hasil penelitian dan pembahasan harus merujuk pada teori Swales yang dituangkan dalam buku Panduan Penulisan Tesis. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini menggambarkan tahapan bagian hasil penelitian dan pembahasan dalam artikel tulisan mahasiswa agar kegiatan memindahkan suatu hasil penelitian tidak akan terjadi lagi. Metode penelitian menggunakan metode analisis isi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Data penelitian ini adalah 20 artikel dari tesis mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia periode wisuda Desember 2019 sampai Agustus 2020. Analisis data dilakukan dengan aplikasi NVIVO.  Hasil penelitian menggambarkan bahwa tahapan penyajian artikel pada bagian hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan adanya peralihan dari satu gagasan ke gagasan yang lain. Namun, gagasan tersebut masih erat kaitannya dengan gagasan utama. Walau demikian, keberadaan setiap tahapan dalam bagian hasil penelitian dan pembahasan sesuai dengan keberadaan tujuan gagasan tersebut. Keberadaan tahapan tersebut utuh dan runtut sesuai dengan prinsip lokalitas dan prinsip analogi. Sayangnya setiap gagasan yang dimunculkan belum memaknai hasil penelitian yang dikaitkan dengan hasil penelitian relevan sehingga belum muncul kebaruan hasil penelitian pada bagian pembahasan.Kata kunci: tahapan artikel, bagian hasil penelitian dan pembahasan The study framework section of the research and discussion results is written in accordance with the contents of the chapter and is determined by the researcher or writer by imitating the writings of seniors. Even though the writing of the research and discussion results section must refer to the Swales theory as outlined in the Thesis Writing Guide. Therefore, the purpose of this study was to describe the framework of the research results section and discussion in student writing articles so that the activity of transferring a research result will not happen again. The research method uses content analysis methods. Data collection techniques using documentation techniques. The data of this research are 20 articles from the student's thesis of the Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia period December 2019 to August 2020. Data analysis was carried out using the NVIVO application. The results of the study illustrate that the stages of presenting articles in the research results and discussion sections indicate a transition from one idea to another. However, this idea is still closely related to the main idea. However, the existence of each stage in the research and discussion results section corresponds to the existence of the idea's objectives. The existence of these stages is complete and coherent in accordance with the principle of locality and the principle of analogy. Unfortunately, every idea that is raised does not make sense of the research results that are associated with relevant research results, so the novelty of the research results has not yet appeared in the discussion section.Keywords: article ttages, research results and discussion section