Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH EKSTRAK KULIT UBI KAYU (Manihot esculenta) TERHADAP MORTALITAS DAN DAYA HAMBAT MAKAN PADA ULAT KROP (Crocidolomia binotalis Zell.)(Lepidoptera:Pyralidae) Faris Dongga; Flora Pasaru
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit ubi kayu terhadap mortalitas dan daya hambat makan serangga uji ulat krop Crocidolomia binotalis instar 3 pada tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2020, di Laboratorium Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen pada skala laboratorium dengan perlakuan yang digunakan sebanyak 5 tingkat konsentrasi yaitu kontrol, 20%, 25%, 30%, dan 35% ekstrak kulit ubi kayu yang diulang sebanyak 3 kali. Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit ubi kayu memberikan pengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva C. binotalis. Berdasarkan hasil pengamatan bahwa semakin tinggi tingkat konsentrasi ekstrak kulit ubi yang diberikan maka tingkat kematian larva akan semakin tinggi pula, serta pemberian ekstrak ubi kayu memberikan pengaruh nyata terhadap daya hambat makan larva C. Konsentrasi ektrak kulit ubi kayu 35% menghambat daya makan larva C.
INDIGENOUS TRICHODERMA SPP. COLLECTED FROM SHALLOT FIELDS SUPPRESS FUSARIUM ROT DISEASE Mohammad Yunus; Nur Edy; Vinsensia Pato; Moh. Hibban Toana; Johanis Panggeso; Flora Pasaru; Asrul Asrul
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 6 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v6i2.179

Abstract

Antagonist fungi have enormous potential to be a biological agent to control Fusarium basal rot (FBR) disease in shallot. This study aims to explore, isolated, and tested the antagonistic of Trichoderma sp. indigenous isolated from shallot fields against FBR disease. Exploration of isolates was carried out at the shallot planting center in Sigi Regency. The isolation characterization and inhibition tests were carried out at the Laboratory of Plant Pathology Tadulako University. The inhibition test was using two culture methods. The results showed that there were Trichoderma sp. obtained from shallot fields in the village of Sidera. In vitro test results showed Trichoderma sp., which was found to be able to inhibit the growth of the fungus F. oxysforum. The highest inhibition reached 69.18% within six days. As a comparison of inhibition of Trichoderma harzianum, a laboratory collection, within 6 days only reached 61.06%. Trichoderma sp. the origin of shallot fields was more effectively used as a biological agent in controlling FBR disease.
DISEMINASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN PADA PETANI SAYURAN DI KABUPATEN SIGI Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Nasir, Burhanuddin Haji; Wahid, Abd.; Jusriadi, Jusriadi; Asrul, Asrul
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2056

Abstract

UPT Bulupountu Jaya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditi sayuran di Kabupaten Sigi – Sulawesi Tengah, dengan jenis sayuran yang diusahakan antara lain: kangkung, bayam, seleda, terong, bawang merah, cabe dan tomat. Produk dari hasil usahatani tersebut selain dijual di pasaran lokal Kota Palu, juga dipasarkan di kawasan perusahan tambang di Kabupaten Morowali. Masalah yang dihadapi oleh petani di UPT Bulupountu Jaya tersebut adalah kurangnya pupuk organik dan pestisida yang aman untuk digunakan dalam usaha budidaya tanaman sayuran. Untuk mengatasi hal tersebut tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah bekerjasama dengan salah satu kelompok tani untuk melakukan diseminasi teknologi penggunaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertanian-peternakan menjadi biopestisida pupuk organik dan biopestisida / pestisida nabati. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi petani mengenai menggunakan limbah organik sebagai sumber pupuk organik pestisida ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah society parcipatory yaitu masyarakat sebagai mitra dapat menyerap keterampilan dalam pemanfaatan limbah organik dari tim pelaksana dengan bentuk kegiatan berupa ceramah, pelatihan dan demplot percontohan mengenai teknik pengembangan pupuk organik dan biopestisida / pestisida nabati. Hasil yang dicapai adalah masyarakat mengetahui teknik pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk organik dan biopestisida serta telah memanfaatkan limbah organik tersebut sebagai sumber pupuk organik dan biopestisida.
INVENTARISASI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN PADA TANAH PERTANAMAN KAKAO DI KABUPATEN SIGI kirana, Ajmal; Pasaru, Flora; Wahid, Abd
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i4.2130

Abstract

Inventarisasi cendawan entomopatogen dilakukan di rizofer tanah tanaman kakao. Cendawan entomopatogen merupakan salah satu cundawan yang bersifat heterotrof. Sifat heterotroph cendawan entomopatogen hidup sebagai parasit pada serangga. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi jenis cendawan entomopatogen yang berada pada tanah di lahan pertanaman kakao. Penelitian ini menggunakan metode survei sampling. Data kualitatif disajikan dalam bentuk dokumentasi sebagai acuan untuk memudahkan identifikasi. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa lahan pertanaman kakao di wilayah kabupaten Sigi teridentivikasi beberapa jenis cendawan entomopatogen diantaranya yaitu, Aspergelus, Beauveria, Fusarium , dan Lecanicilium. Namun persebaranya tidak merata dilima wilayah pengambilan sampel. Dari 20 isolat cendawan ditemukan 4 genus yang berbeda yaitu Lecanicilium 10 isolat, Aspergelus 5 isolat, Beauveria 3 isolat dan Fusarium 2 isolat.
EKSPLORASI CENDAWAN PADA BUAH KAKAO BEKAS SERANGAN Helopeltis sp. (Hemiptera: Miridae) PADA PERKEBUNAN KAKAO DI KECAMATAN TAPANGO KABUPATEN POLEWALI MANDAR TriAgung Nirwan, Muhammad Alfian; Pasaru, Flora; Zulkifly, Zulkifly
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 6 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i6.2377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa jenis cendawan yang berasosiasi pada buah kakao akibat serangan hama Helopeltis sp. pada perkebunan kakao rakyat untuk dikembangkan sebagai agens hayati hama Helopeltis sp. Peneltian ini dilakukan di dua tempat yaitu Desa Tapango, Kab.Polewali Mandar dan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Universitas Tadulako. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2023. Sampel buah yang terserang Helopeltis sp. disterilkan dan diisolasi kedalam media Potato Dextrose Agar (PDA), isolat yang sudah berumur 7-14 hari kemudian diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis berdasarkan karakter morfologinya, dan dilanjutkan uji patogenisitas dengan menggunakan metode postulat Koch pengenceran 10-6. Hasil penelitiannya ditemukan 2 jenis cendawan entomopatogen yang berasosiasi yaitu cendawan Aspergillus flavus dan Verticillium sp. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa Aspergillus flavus dan Verticillium sp. dapat menginfeksi serangga uji dan rata-rata infeksi terjadi pada hari keempat.
DISEMINASI TEKNOLOGI PERAKITAN DAN PENGEMBANGAN PLANT GROWTH PROMOTION RHIZOBACTERIA (PGPR) SEBAGAI BIOFERTILZER, BIOSTIMULANT DAN BIOPROTECTANT lasmini, Sri Anjar; Sulaeman, Sulaeman; Nasir, Burhanuddin; Toana, Moh. Hibban; Idham, Idham; Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Yudana, I Kadek
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2351

Abstract

UPT Lembah Palu merupakan salah satu sentra produksi bawang merah dan sayuran lainnya di Kabupaten Sigi. Para petani UPT Lembah Palu tersebut sangat mengandalkan pestisida dan pupuk kimia dalam kegiatan pertanian mereka. Bahkan residu pestisida pada ubi bawang yang mereka hasilkan sudah melebihi ambang yang dapat di toleransi. Perilaku para petani tersebut tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam hal budidaya dan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk menyebarluaskan informasi teknologi perakitan dan aplikasi PGPR sebagai biofertilizer, biostimulant dan bioprotectant agar dapat membantu petani dalam menyediakan saprodi yang murah dan ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah pelatihan, demplot aplikasi teknologi, dan pendampingan. Dalam Program pengabdian kepada masyarakat ini, kelompok masyarakat yang menjadi mitra yaitu kelompok tani “Usaha Bersama” dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi perakitan PGPR dan selanjutnya dilakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok tani mitra tersebut dalam mengaplikasikan PGPR pada pertanaman bawang merah dan tanaman sayuran lainnya. Hasil pelaksanaan program pengabdian menunjukkan terjadinya ditransfer teknologi kepada petani anggota kelompok mitra, ditandai dengan kemampuan mengembangkan PGPR tersebut dan trampil mengaplikasikan ke lahan pertanaman bawang merah dan tanaman sayuran lainnya. Dengan produk PGPR yang dikembangkan tersebut, petani dapat melepaskan ketergantungan terhadap input bahan kimia sintetis dalam berusaha tani sehingga pendapatan dapat meningkat. Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diharapkan dapat membantu petani menghasilkan bawang merah dan tanaman sayuran lainnya yang berkualitas, bebas residu pestisida sehingga meningkatkan daya saing produk pertanian.
EKSPLORASI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN DARI TANAH PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Megawati, Megawati; Pasaru, Flora; Hasriyanty, Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2548

Abstract

Penggunaan cendawan entomopatogen sebagai agens pengendali hayati merupakan salah satu cara untuk menghindari dampak negatif bahan kimia terhadap lingkungan.Beberapa organisme yang dapat bertindak sebagai agens hayati meliputi hewan vertebrata, serangga, nematoda, bakteri, virus dan jamur atau cendawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cendawan entomopatogen pada tanah pertanaman bawang merah yang berpotensi sebagai agen hayati. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu tahap pertama dengan melakukan survey lokasi dan tanah serta pengambilan sampel tanah pertanaman bawang merah di Desa Oloboju, Salowe dan Pombewe, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada kedalaman tanah yaitu 0-30 cm. Tahapan kedua melakukan identifikasi cendawan entomopatogen yang didapatkan dari larva dilaboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan. Pada tahap ketiga dilakukan uji patogenisitas cendawan dengan pengenceran spora 10-3/ml, 10-5/ml, 10-7/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan yang ditemukan memiliki kemiripan dengan cendawan Fusarium sp. Dan Trichoderma sp. Pada uji patogenesitas , kedua cendawan mampu menimbulkan infeksi pada larva S. exigua.
Pelatihan dan Aplikasi Pupuk Organik dari Limbah Kulit Kakao bagi Petani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Toana, Moh. Hibban; Tangkesalu, Dance; Mutmainah, Mutmainah; Pasaru, Flora; Hasriyanty, Hasriyanty; Nasir, Burhanuddin Haji; Khasanah, Nur; Yunus, Moh.; Idham, Idham; Wahid, Abd.; Lasmini, Sri Anjar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sejahtera termasuk salah satu sentra pengembangan kakao di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Secara astronomis Desa Sejahtera terletak pada  posisi 119°38’45’’ - 120°21’24’’ Bujur Timur dan 0°52’16’’ - 2°03’21’’ Lintang Selatan, berjarak 66 km dari kota Palu dan dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraaan bermotor.  Pekerjaan utama masyarakat di Desa Sejahtera umumnya adalah petani dengan komoditi yang diusahakan adalah kakao. Produktivitas kakao yang dicapai petani saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produksi kakao nasional, hal tersebut disebabkan antara lain berkurangnya kualitas lahan akibat praktik budidaya yang kurang berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat yang diikuti sebanyak 20 orang dari kelompok tani Tunas Harapan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan demonstrasi teknologi.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa petani dapat memanfaatkan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk organik, dan dapat mengaplikasikan ke lahan usaha taninya. Pengetahuan dan keterampilan 20 orang peserta dalam pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao meningkat masing-masing sebesar 75% dan 50%. Pupuk organik berbahan limbah kulit kakao yang sudah dihasilkan oleh petani mitra untuk setiap kali memproduksi pupuk organik tersebut berkisar antar 300-500 kg yang dihasilkan selama waktu 3 minggu pengomposan bahan organik. Dengan pengembangan dan produksi pupuk organik maka ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dapat dikurangi.
Smart Farming: Pelatihan Alat Ukur Kebutuhan Air pada Budidaya Sayuran di Desa Alitupu, Kabupaten Poso Jusriadi, Jusriadi; Arsih, Desi Wahyuni; Taiyeb, Asgar; Nasir, Burhanuddin; Lasmini, Sri Anjar; Pasaru, Flora
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Lore Utara dikenal sebagai kawasan pengembangan komoditi sayuran di Kabupaten Poso. Untuk pertumbuhan tanaman sayuran yang optimal dibutuhkan pengolahan lahan yang tepat. Faktor penting yang mempengaruhi kualitas tanah untuk tanaman sayuran yaitu kondisi pH tanah, suhu, dan kelembaban tanah, dan permasalahan yang sering dihadapi petani adalah kesulitan dalam memonitoring kondisi tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman. Program pengabdian yang diikuti oleh 20 orang petani sebagai mitra bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam menggunakan soil analyzer dan soil moisture meter untuk penentuan kebutuhan air dalam budidaya sayuran dan unsur hara tanah secara presisi agar dapat meningkatkan efisiensi pemberian air.  Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah penyuluhan, demonstrasi alat, praktik lapangan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani sebesar 85%, serta kemampuan dalam membaca dan memanfaatkan data dari alat untuk pengambilan keputusan agronomis. Pengukuran tanah menunjukkan sebagian lahan kekurangan nitrogen dan memiliki kelembaban rendah, sehingga petani dapat segera menyesuaikan pemupukan dan penyiraman. Respon petani sangat positif, dan sebagian besar menyatakan kesediaan untuk menerapkan teknologi tersebut secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga membuktikan bahwa pelatihan teknologi tepat guna berbasis data mampu mendorong modernisasi pertanian di daerah terpencil khususnya di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso.
Kepadatan Populasi dan Gejala Serangan Wereng Perut Putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) (Hemiptera : Delphacidae) pada Tanaman Jagung Varietas Pertiwi 5 dan Arumba Andika, Nur Syfa Husni; Anshary, Alam; Saleh, Shahabuddin; Pasaru, Flora; Toana, Moh. Hibban; Hadid, Abd.
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i2.2175

Abstract

Wereng perut putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) (Hemiptera: Delphacidae) merupakan salah satu jenis hama yang ditemukan menyerang tanaman jagung di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri morfologi S. pacificus, mengetahui kepadatan populasi, gejala serangan S. pacificus serta hubungan antara kerapatan trikoma dan populasi S. pacificus pada tanaman jagung Pertiwi 5 dan Arumba. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanaman jagung Desa Labuan Toposo, kab. Donggala dan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, dimulai pada bulan Juli-November 2023. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental dengan menanam dua varietas jagung yaitu A1=Pertiwi 5 dan A2=Arumba diulang sebanyak 6 kali dan diperoleh 12 unit percobaan. Ciri morfologi eksternal S. pacificus yaitu abdomennya berwarna putih pada betina dan orange pada jantan. Kepadatan populasi S. pacificus tertinggi ditemukan pada varietas pertiwi 5 dengan rata-rata 34,83 ekor/plot dan varietas arumba 20,21 ekor/plot. Gejala serangan tertinggi pada varietas pertiwi 5 dengan rata-rata 1,87% dan varietas arumba 0,92%. Kepadatan populasi dan gejala serangan pada kedua varietas lebih tinggi ditemukan pada fase vegetatif. Hasil uji korelasi antara kerapatan trikoma dan kepadatan populasi S. pacificus menunjukkan semakin tinggi kerapatan trikoma maka semakin rendah kepadatan populasi S. pacificus.
Co-Authors Abd Wahid Abd. Wahid Abdul Hadid Abdul Syakur Abdul Wahid Alam Anshary Andi Ete Andika, Nur Syfa Husni Ariana Lamba Arif Riyadi Asgar Taiyeb Asrul Asrul Asrul Asrul Asrul Burhanuddin Haji Nasir Burhanuddin Nasir Burhanuddin Nasir Dance Tangkesalu Dance Tangkesalu Danil Supriyadi Dwi Rohma Wulandari Faris Dongga Fitra Jaya Ardi Goklas Simarmata Gunawan Gunawan Hairil Rahmat Hairul Hadi Hasriyanty Hasriyanty Hizkiah Toding Rongkok Humaya, Humaya I Kadek Duis Tiana I Putu Suci Astawa Idham Idham Idham Idham Iin Ihrawati Irwan Lakani Irwan Lakani IRWAN LAKANI Johanis Panggeso Johanis Panggeso Jusriadi kirana, Ajmal Lamba, Ariana Larioh, Novita Kristina Megawati - Mile, Yuldi Misnanto Misnanto Moh yunus2 Moh. Hibban Toana Moh. Hibban Toana Moh. Yunus Mohammad Kafrianto Mohammad Yunus Mohammad Yunus Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mutmainah Mutmainah Najamudin Najamudin Novita Kristina Larioh Nur Edy Nur Hayati Nur Khasanah Nur Khasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Rahman, Selmiana Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ramlah n.Saada i Reynaldi Riskayanti Riskayanti Riski Kaleb Rosmini Rosmini Rosmini Saleh Muhammad Salim Saleh, Shahabudin Selmiana Rahman Setiadi, Feby Shahabuddin Saleh Simarmata, Goklas Sisi Pratiwi Siti Rahmawila Sri Anjar Lasmini Sulaeman Sulaeman Sulaeman Supriyadi, Danil Susanti1 Susanti1 TriAgung Nirwan, Muhammad Alfian Valentino Valentino Vinsensia Pato Vinsensia Pato Wahyuniarsih, Desi Yatno S. Yohanis Tambing Yosep Patadungan Yudana, I Kadek Yuspan Yuspan Zulkifly, Zulkifly