Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGENALAN TANDA DINI DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT PESISIR DESA PABEAN UDIK INDRAMAYU Erna Harfiani; Sri Wahyuningsih; Hany Yusmaini; Meiskha Bahar; Fajriati Zulfa; Taufiq Fredrik Pasiak
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12158

Abstract

ABSTRAKKasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Pabean Udik Kabupaten Indramayu masih tinggi. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih banyak menimbulkan kesakitan dan kematian. Sampai saat ini belum ada pengobatan penyebab, hanya pengobatan simptomatis dan suportif. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tentang DBD dan tanaman obat pada masyarakat pesisir desa Pabean Udik Indramayu sebagai upaya pengendalian dan pencegahan DBD. Metode kegiatan berupa penyuluhan tentang DBD dan tanaman TOGA, pelatihan pemantauan jentik (JUMANTIK), dan pemberian beberapa jenis TOGA untuk ditanam di lingkungan rumah. Sebelum kegiatan dilakukan pretes dan setelah penyuluhan dilakukan posttest untuk mengetahui keberhasilan kegiatan. Lokasi penelitian di Desa Pabean Udik Kabupaten Indramayu pada bulan Oktober 2022 dengan peserta berjumlah 30 orang dan menggunakan media penyuluhan PowerPoint. Hasil pengabdian didapatkan bahwa karakteristik peserta sebagian besar responden berusia 36-45 tahun (33,3%), berpendidikan SD (40,7%). Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan 10,19 (16.79 %), dimana nilai rata-rata setelah promosi kesehatan 70,89 sedangkan nilai rata-rata sebelum kesehatan promosi 60,70. Pelatihan ini akan dapat membantu tercapainya lingkungan yang sehat sehingga nyamuk tidak berkembang biak dan kejadian demam berdarah akan dapat berkurang. Kata kunci: DBD; pengetahuan; promosi kesehatan ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease that still causes a lot of morbidity and mortality. Until now, there has been no causative treatment, only symptomatic and supportive treatment. According to a report from the Indramayu District Health Office, DHF cases in Pabean Udik Village are still high. The purpose of this study was to determine the level of knowledge before and after health promotion. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. The research location was in Pabean Udik Village, Indramayu Regency, in October 2022. Respondents were residents of Pabean Udik Village, Indramayu Regency, totaling 30 people. The dependent variable is the level of knowledge. The independent variable is health promotion using PowerPoint. Data collection using a questionnaire. Most of the respondents were aged 36-45 years (33.3%), had primary school education (40.7%), The average value after health promotion was (Mean = 70.89; SD = 1.805; p = 0.000) while the average value before health promotion (Mean = 60.70; SD = 1.708 ;  p = 0.000) answers to questions that increased sharply about first aid if were felt by DHF syndrome. Health promotion increases the level of knowledge of the residents of Pabean Udik Village, Indramayu Regency Keywords: DHF; knowledge; health promotion
Pengaruh Optimasi Lama Fermentasi Isolat Actinomycetes dan kontrol pH sebagai antimikroba pada Bakteri Salmonella typhi Anisa Sri Mulyani; Meiskha Bahar; Taufiq Fredrik Pasiak; Cut Fauziah
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.120-128.2023

Abstract

Actinomycetes merupakan bakteri Gram positif, berbentuk batang panjang, dan dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba karena dapat memproduksi senyawa metabolit sekunder. Faktor yang mempengaruhi produksi senyawa tersebut adalah waktu fermentasi dan pH. Salmonella typhi merupakan bakteri patogen yang menimbulkan penyakit demam tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama optimasi fermentasi isolat Actinomycetes dengan kontrol pH terhadap pertumbuhan bakteri S. typhi secara In Vitro. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah studi true experimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Media Starch Casein Agar (SCA) digunakan untuk membiakkan Isolat Actinomycetes lalu melakukan fermentasi pada media yang mengandung mannitol 2%, pepton 2%, dan glukosa 1% serta diinkubasi selama 1, 2 dan 3 hari. Metode uji aktivitas antimikroba menggunakan metode sumuran pada media Nutrient Agar (NA). Bakteri Actinomycetes dengan lama fermentasi 1, 2 dan 3 hari disertai dengan kontrol pH mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.typhi dengan rata-rata zona hambat yang terbentuk yaitu 13,70 mm; 15,41 mm dan 15,09 mm. Uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna terhadap zona hambat pada tiap kelompok perlakuan. Kelompok fermentasi hari ke-2 memiliki efektivitas antimikroba terbesar dengan nilai rata-rata zona hambat sebesar 15,41 mm. Mekanisme aktivitas antimikroba meliputi menghambat sintesis protein, menghambat dinding sel maupun menghambat sintesis DNA bakteri. Kata kunci: Actinomycetes; antimikroba; kontrol pH; lama fermentasi; Salmonella typhi
Penyuluhan Kegunaan Minyak Goreng yang Sehat untuk Penyakit Diabetes Mellitus pada Ibu Rumah Tangga di Perumahan Komplek Karyawan UPN Depok Maria Selvester Thadeus; Cut Fauziah; Meiskha Bahar; Yudhi Nugraha
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 2 No 2 (2021): SULUH: Jurnal Abdimas Februari
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v2i2.1802

Abstract

Perubahan pola konsumsi masyarakat dengan diet tinggi lemak melalui makanan jenis gorengan dan cepat saji menyebabkan kebutuhan konsumsi minyak goreng baik dalam skala rumah tangga maupun industri pangan semakin meningkat, akibatnya pemakaian minyak goreng yang digunakan secara berulang kali (minyak jelantah) menjadi sering dijumpai dengan alasan untuk berhemat dan adanya anggapan penggunaan minyak jelantah akan menyebabkan rasa lebih gurih dan renyah. Pengolahan makanan menggunakan minyak akan meningkatkan intake lemak tak jenuh ke dalam tubuh, memacu stres oksidatif dan menyebabkan obesitas. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit Diabetes Mellitus (DM) tipe 2. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan melalui metode ceramah dengan menggunakan media slide power point yang berisi tentang minyak jelantah dan hubungannya dengan penyakit DM serta bagaimana memilih minyak goreng yang sehat. Keberhasilan dari kegiatan ini adalah target dari jumlah peserta, Ketercapaian tujuan dari kegiatan penyuluhan ini juga dapat dikatakan baik dari hasil pretest dan posttest dan ketercapaian target materi (100%). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan pada ibu rumah tangga di Komplek UPN dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang dampak negative dari minyak jelantah dan bagaimana cara memilih dan memanfaatan minyak goreng dengan cara yang sehat.
Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan bagi Anak Usia Sekolah Sebagai Strategi Tangkal Penyebaran Virus Corona Meiskha Bahar; Agneta Irmarahayu; Tri Faranita; Abdul Kolib; Oktania Sandra
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Volume.1 No.1 Agustus (2023) - SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v1i1.5073

Abstract

Perubahan tatanan kehidupan selama masa pandemi Covid-19 memaksa kita untuk menghadapi berbagai tantangan baru dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat seperti ini perubahan perilaku serta kesadaran masyarakat sangatlah penting. Kepatuhan menjalankan protokol kesehatan  dapat memutus rantai penularan dan menekan angka penyebaran Covid-19. Upaya menjaga protocol Kesehatan pada anak usia sekolah dibutuhkan sejak dari rumah dana lingkungan keluarga. Untuk itu dibutuhkan berbagai upaya penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Kegiatan ini meliputi pemberian informasi dan pengetahuan kepada ibu-ibu di wilayah Komplek UPN Meruyung melalui media power point dan video secara luring dengan menjaga protocol Kesehatan bagi semua peserta. Setelah itu ada sesi diskusi dan tanya jawab. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan menciptakan perubahan perilaku hidup lebih sehat dan siap memasuki masa endemi.  Kata kunci: Anak usia sekolah, Covid-19, Protokol kesehatan
PENGARUH MADU TERHADAP TINGKAT NYERI DISMENORE DAN KUALITAS HIDUP MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA Nurfitri Bustamam; Cut Fauziah; Meiskha Bahar
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2021
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v12i1.6

Abstract

Abstract Latar belakang: Prevalensi dismenore diperkirakan berkisar antara 45–95 persen dan 10–25 persen diantaranya merupakan dismenore primer berat. Dismenore dapat menimbulkan sejumlah masalah, antara lain limitasi aktivitas, penurunan prestasi akademik, dan kesulitan tidur. Saat ini, terdapat kecenderungan penggunaan herbal dan pengobatan alternatif untuk mengatasi dismenore primer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu terhadap tingkat nyeri dismenore dan kualitas hidup mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FKUPNVJ). Metode: Penelitian menggunakan one group pretest-posttest design. Sebanyak 30 subjek yang ditentukan dengan consecutive sampling  diminta minum madu sebanyak dua sendok makan yang dimulai dari dua hari sebelum menstruasi hingga hari ketiga menstruasi. Data diambil menggunakan kuesioner, Numeric Rating Scale, Verbal Multidimensional Scoring System, dan Brief Pain Inventory. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan madu dapat menurunkan intensitas nyeri (p = 0,000) dan grade dismenore (p = 0,001). Selain mengurangi derajat nyeri, madu dapat mengurangi lama waktu nyeri menstruasi dari 2 hari menjadi 1 hari (p = 0,001). Hasil uji Wilcoxon juga menunjukkan madu dapat mengurangi gangguan dismenore terhadap aktivitas secara umum, suasana hati, kemampuan berjalan, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, tidur, dan menikmati hidup (p ≤ 0,001). Kesimpulan: madu dapat menurunkan tingkat nyeri dan meningkatkan kualitas hidup mahasiswi FKUPNVJ dengan dismenore primer.  Kata kunci: dismenore primer, kualitas hidup, madu, mahasiswi
PENYULUHAN TENTANG PEMERIKSAAN SADARI UNTUK DETEKSI DINI PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA PADA IBU-IBU KOMPLEK UPN MERUYUNG LIMO DEPOK Fajriati Zulfa; Maria Selvester Thadeus; Meiskha Bahar; Cut Fauziah
ABDIMAS UNWAHAS Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v8i2.10055

Abstract

Kanker Payudara pada saat ini memiliki angka kejadian tertinggi pada wanita diikuti dengan kanker leher rahim. Selain angka kejadian angka kematian akibat kanker payudara yang terjadi juga tinggi.  Angka kematian yang cukup tinggi pada kanker payudara disebabkan oleh karena hampir 70% pasien terdeteksi sudah mencapai tahap lanjut. Pemeriksaan SADARI merupakan pemeriksaan yang cukup mudah untuk diajarkan dan dilakukan oleh wanita awam, tidak perlu dilakukan oleh praktisi Kesehatan. Pemeriksaan ini cukup dilakukan dirumah dan dilakukan secara rutin. Kegiatan ini dilakukan di  komplek Meruyung Limo Depok  dengan pesertanya adalah ibu-ibu dengan pertimbangan masih rendahnya pengetahuan tentang kanker payudara dengan menggunakan metode ceramah dan menggunakan  media video dan leaflet. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa hampir 70% dari total peserta yang sudah mendapatkan informasi tentang kanker payudara, namun masih sedikit yang memahami bagaimana pemeriksaan dini secara mandiri untuk memeriksa payudaraKata kunci: Kanker, payudara, Sadari
Ekstrak Aloe vera dan Isolat Actinomycetes Sebagai Antimikroba untuk Bakteri Escherichia coli Monica, Astried; Bahar, Meiskha; Pramesyanti, Andri; Fauziah, Cut; Yusmaini, Hany; Zulfa, Fajriati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13305

Abstract

Escherichia coli is one of the causes of diarrhea among other causes of diarrhea. Researchers are searching for various types of antibiotics by utilizing bioactive compounds from other living creatures, both plants and animals, and even bacteria such as Actinomycetes and Aloe vera isolates which have been proven to reduce diarrheal diseases, especially those caused by Escherichia coli. The aim of this review was to understand the antibacterial activity of Aloe vera leaf extract and Actinomycetes isolates against Escherichia coli microbes. This study was classified as a systematic review by conducting a literature search from various databases, namely PubMed, Ebsco and National Library E-Resources. The literature was limited to discussions of Escherichia coli, Aloe vera and Actinomycetes. Furthermore, there were 6 articles reporting that Aloe vera could inhibit Escherichia coli and there were also 6 articles reporting that Actinomycetes could inhibit Escherichia coli. Furthermore, it was concluded that Actinomycetes isolates and Aloe vera extracts could be used as alternative antibacterials in the treatment of diarrhea, especially those caused by Escherichia coli.Keywords: Actinomycetes; Aloe vera; antimicrobial; Escherichia coli ABSTRAK Escherichia coli merupakan salah satu suatu penyebab terjadinya diare di antara penyebab diare yang lain. Para peneliti melakukan pencarian berbagai jenis antibiotik dengan memanfaatkan senyawa bioaktif dari sesama makhluk hidup, baik dari tumbuhan maupun dari hewan, bahkan bakteri seperti isolat Actinomycetes dan Aloe vera yang telah terbukti dapat mengurangi penyakit diare, terutama yang disebabkan oleh Escherichia coli. Tujuan dari review ini adalah memahami tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun Aloe vera dan isolat Actinomycetes untuk mikroba Escherichia coli. Studi ini tergolong sebagai systematic review dengan melakukan pencarian literatur dari berbagai database yaitu PubMed, Ebsco dan E-Resources Perpusnas. Literatur dibatasi pada pembahasan tentang Escherichia coli, Aloe vera dan Actinomycetes. Selanjutnya didapatkan 6 artikel yang melaporkan bahwa Aloe vera dapat menghambat Escherichia coli dan didapatkan pula 6 artikel yang melaporkan bahwa Actinomycetes dapat menghambat Escherichia coli. Selanjutnya disimpulkan bahwa isolat Actinomycetes dan ekstrak Aloe vera dapat digunakan sebagai anti bakteri alternatif dalam pengobatan diare, khususnya yang disebabkan oleh Escherichia coli.Kata kunci: Actinomycetes; Aloe vera; antimikroba; Escherichia coli
The Correlation between Coping Mechanisms and Resilience with Academic Dishonesty in Medical Students Prananda, Faadhilah Widya; Muktamiroh, Hikmah; Bahar, Meiskha; Irmarahayu, Agneta
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 23, No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v23i2.17710

Abstract

Academic dishonesty is the most common violation of academic integrity. One factor that influences academic dishonesty is self-reliance, which includes coping mechanisms and resilience. This study aims to determine the correlation between coping mechanisms and resilience with academic dishonesty in Medical students. This study was an observational analytic study with a cross-sectional method. The respondents were preclinical stage students in the Faculty of Medicine. This study utilized stratified random sampling with a total sample of 229 students. The data type used in this study was primary data collected using a questionnaire. Data analysis in this study used the Chi-Square test. Based on the results of statistical tests, the majority of coping mechanisms in Medical students was emotion-focused coping faced by 127 (55.5%) students, 182 (79.5%) students had high resilience, and 203 (88.6%) students had low academic dishonesty. Coping mechanism and academic dishonesty obtained a p-value of 0.552, while resilience and academic dishonesty obtained a p-value of 0.003. Thus, it can be concluded that there was no correlation between coping mechanisms and academic dishonesty. However, there was a correlation between resilience and academic dishonesty in Medical students. The implication of this study was the importance of resilience as one of the academic honesty of student characters.
Antibacterial Activity of Graptophyllum pictum (L.) Griff Extract using Variations of Ultrasonic Frequency against Escherichia coli Oktavia, Sabina; Bahar , Meiskha; Wahyuningsih, Sri; Zulfa , Fajriati; Makkiyah, Feda Anisah
BIOEDUSCIENCE Vol 8 No 2 (2024): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/14168

Abstract

Background: Escherichia coli is a Gram-negative bacteria and is the main suspect for urinary tract infections and gastroenteritis. The cases of antibiotic resistance against E. coli continue to increase due to public non-compliance with taking antibiotics. Purple leaf (Graptophyllum pictum (L.) Griff) is a plant that grows widely in Indonesia and is generally used as a herbal medicine. This plant contains alkaloids, flavonoids, tannins, and steroids, which can inhibit bacterial growth. This content is obtained through an extraction process. This study aimed to determine the difference in effectiveness of purple leaves extracted using the Ultrasound-Assisted Extraction method at a frequency of 30 kHz, 40 kHz, and 50 kHz against the growth of E. coli. Methods: This research is purely experimental and was carried out in vitro. The antibacterial activity test used the suitable diffusion method, and then the diameter of the inhibition zone was measured. This research was analyzed using the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests, which resulted in significant differences between treatment groups. Results: The average diameter of the inhibition zone produced at frequencies of 30 kHz, 40 kHz, and 50 kHz is 3,40 mm, 6,22mm, and 4,37mm. Conclusions: The results of this research show that the most optimal frequency is 40 kHz; this frequency can form cavitation in purple leaf cells, thereby producing phytochemical substances that can damage the cell structure of E. coli.
PREVALENSI DAN POLA SENSITIVITAS Klebsiella pneumoniae DAN Escherichia coli  PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETALAKTAMASE DI RSPAD GATOT SOEBROTO TAHUN 2021 Yusmaini, Hany; Bahar, Meiskha; Harfiani, Erna; Ufi Dewintera
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 9 No 2 (2024): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v9i2.1670

Abstract

ESBL-producing K. pneumoniae and E. coli are the Enterobacteriaceae that most commonly cause bacteriemia and nosocomial infections in the world. It is important to be aware of these bacteria to prevent an increase in infections with these resistant bacteria in hospitals. This research is a retrospective descriptive study, aiming to determine the prevalence of ESBL produced by K. Pneumoniae and E. coli and their sensitivity patterns. The data comes from clinical specimens that were examined for bacterial culture and antibiotic sensitivity tests in the Clinical Pathology Microbiology Lab in 2021. ESBL test using VITEK 2 compact tool. The results of the research were that E. coli was the most ESBL producing bacteria (50.9%) while K. pneumoniae was 20.9%. The highest prevalence of positive ESBL came from the ICU (41.4%) and the surgical ward (40.8%). Almost all rooms from which specimens were sent had a higher prevalence of positive ESBL E.coli, while for K.pneumoniae negative ESBL was higher. The most common types of positive specimens were bronchial lavage (67.4%) and wound swab (47.1%). Antibiotics that have high sensitivity to ESBL positive bacteria are Amikacin, Tigecycline and Meropenem.This research shows an increase in the prevalence of ESBL-producing K. pneumoniae and E. coli at the Gatot Soebroto Army Hospital, although it is still lower than several other national referral hospitals. Infection control, rational use of antimicrobials and prevention of transmission must continue to be pursued to reduce its prevalence.