Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Guru Pamong terhadap Kinerja Mahasiswa pada Praktik Lapangan Kependidikan  di SMK Aisyiyah Pariwisata Sumbar Indah Fajar; Lucy Fridayati; Kasmita; Nurhasanah
Journal of Global Research Education Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/9mt46a39

Abstract

Praktik Lapangan Kependidikan (PLK) merupakan program yang bertujuan membentuk kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa sebagai calon guru melalui pengalaman mengajar secara langsung di sekolah. Keberhasilan pelaksanaan PLK tidak terlepas dari penilaian guru pamong yang berperan sebagai pembimbing sekaligus evaluator terhadap kinerja mahasiswa selama praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru pamong terhadap kesiapan awal, pelaksanaan pembelajaran, dan kinerja mahasiswa PLK di SMK Aisyiyah Pariwisata Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Sequential Explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan seluruh guru pamong sebanyak 10 orang menggunakan teknik total sampling melalui angket skala Likert, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru pamong terhadap kesiapan awal mahasiswa memperoleh nilai rata-rata 3,72 (kategori tinggi), pelaksanaan pembelajaran 3,84 (kategori tinggi), dan kinerja mahasiswa 4,19 (kategori sangat tinggi). Temuan kualitatif memperkuat bahwa mahasiswa telah mampu mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran secara efektif, menunjukkan sikap profesional, serta menjalin hubungan yang baik dengan peserta didik dan warga sekolah. Dengan demikian, pelaksanaan PLK berperan penting dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru profesional, meskipun penguatan pemahaman kurikulum dan keterampilan mengajar tetap perlu ditingkatkan.
Eksistensi Lapek Barajuik di Kalangan Masyarakat Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman Wirma Fitri; Lucy Fridayati; Cici Andriani; Wiwik Indrayeni
Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian Vol. 3 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jtpip-widyakarya.v3i1.4705

Abstract

This research raises the theme of the existence of traditional Minangkabau food, specifically Lapek Barajuik among the Pakandangan community, to understand how well this food is currently thriving. The main question posed is how to maintain its existence amidst the advancement of the times. This research aims to describe the existence of this food and identify the obstacles faced by the community in enhancing its existence. The method used is qualitative research with a descriptive approach, through data collection from observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data collection, reduction, display, and verification. The research results show that Lapek Barajuik plays an important role in the culture of the Pakandangan community, known for its unique shape and taste, as well as being a symbol of identity and ancestral heritage. Although there is interest from the community, including the younger generation, this food faces challenges such as competition with modern foods, seasonal nature, and lack of technological utilization in promotion. In conclusion, the existence of Lapek Barajuik among the Pakandangan community, especially the older generation, is still preserved. They appreciate this food as an important part of the culinary tradition. Its appeal, especially its unique shape, creates a special impression when a son-in-law brings this food as a gift to the in-laws' house, making it symbolic in the family visit tradition. On the other hand, the interest of the younger generation in it has declined due to the abundance of modern food variations, although they still like this dish, as evidenced during certain events where Lapek Barajuik became a choice and was favored by the community.
Co-Authors Adlim, Rino Fitra Adriani, Cici Al Rafni Alda, Fahmia Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andhini Azzahra Anggita Rizky Yuliandri Anni Faridah Annisa Afantia Annisa Faradilla Suci Antoni, Pramita Aprila, Elsi Arsyad Athari Asmar Yulastri Aulia Wiga Anasthy Ayu Angrayny Azzahra, Tassania Ridho A’yuni, Qurrata baidar baidar Cici Andriani Darmadi, Nadia Mastura Dikki Zulfikar Edlin, Dhelsa Arindi Elida Elida elida elida Elida Elida Elida Elida Ezi Anggraini Ezi Anggraini Fadhilah Adinda Ghassani Fadillah, Mayang Fahmi, Fithrah Iqlimia Farah Meidilla Az Zahra Febian Vebyola Fitra, Yelniza Gusnita, Wiwik Halimahtusakdiah, Halimahtusakdiah Halmawati Halmawati Harmupeka, Apridanti Hidayaturrahmi, Hidayaturrahmi Ibrahim An-Nakha'i AD Indah Fajar Indrayeni, Wiwik Islami Arza, Audina El Isra Mutia Istiqomah, Tia JR, Mutiara Juliana Siregar Kasmita Kasmita Kasmita Kasmita Lestari, Ninda Tiara Lindra, Maifo Mudhiah, Putri Khansa Muslim Muslim Mustika, Sari Nanda, Iffarial Nopendra, Wilda Dwi Novrita, Sri Zulfia Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Puspaneli Puspaneli Putra, Rido Putri Yulianda Walmi Putri, Mia Anggelina Rabiatul Adawiyah Rahmi Holinesti Rahmi Kurnia Riski Gusri Utami Riva Muharramah Riva Septia Ningsih RR. Ella Evrita Hestiandari Sahputra, Edo Saputra, Wisnu Edi Saputri, Marisa Ayu Sari Mustika sastika, Nadhiya Selviani, Rahma Siregar, Juliana Suci Rahmadhani Suci Suci, Suci Syahada, Rifa Tama, Yuvran Tanpili, Harum Caisar Ulya, Wafiqah Wirma Fitri Wirnelis Syarif Wiwik Gusnita Wulandari, Celshea Tiara Yelfi, Reno Yolanda Intansari Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yusmerita Yusmerita Zulfikar, Diki