Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA MISTERI BOX BERBASIS MODEL PjBL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPAS TENTANG DAUR HIDUP HEWAN PADA SISWA KELAS 4 SD NEGERI RUNGGU rosmanita; Ajwar, Muhamad; Ningsyih , Suriya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.29943

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan kurangnya tingkat kreativitas siswa kelas 4 di SD Negeri Runggu dalam mempelajari materi tentang daur hidup hewan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan media Mystery Box berbasis model Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran sains. Penelitian ini menggunakan metodologi Research and Development (R&D) mengikuti model Borg & Gall yang meliputi tahap-tahap seperti identifikasi masalah, desain produk, validasi, dan uji efektivitas. Dalam penelitian ini, rumusan masalah yang diangkat adalah: (1) Kelayakan media Mystery Box berbasis model PjBL telah terbukti baik, dengan hasil validasi dari para ahli yang menunjukkan bahwa media ini sesuai dengan standar pembelajaran. (2) Kepraktisan media dalam konteks penggunaannya di kelas sangat memuaskan, karena siswa dapat dengan mudah berinteraksi dan terlibat aktif dalam pembelajaran. (3) Keefektifan media dalam meningkatkan kreativitas siswa juga menunjukkan hasil yang signifikan, dengan peningkatan keterlibatan dan hasil belajar yang jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan kelayakan dan kepraktisan media agar dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran, serta untuk menilai dampaknya terhadap kreativitas siswa, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Mystery Box secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa media interaktif seperti Mystery Box dapat menumbuhkan lingkungan belajar yang dinamis, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi keseluruhan pengalaman pendidikan siswa.
The Pengembangan Komik Cerita Anak Berbasis Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca Siswa Suriyani, Fitria; Fatimah, Nunung; Ningsyih, Suriya
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1146

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang kemungkinan, manfaat, dan produk efektif komik anak naratif berbasis kontekstual untuk meningkatkan literasi membaca siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia. Siswa kelas 3 menjadi responden dalam penelitian ini yang menggunakan pendekatan Penelitian & Pengembangan. Sampelnya meliputi 19 siswa, 14 di antaranya ditempatkan dalam kelompok besar dan 5 dalam kelas kecil. Hasil Rata-rata tingkat keberhasilan adalah 87% untuk validasi ahli lain, 82,6% untuk validasi ahli materi. Pada tahap uji coba, tanggapan instruktur menunjukkan bahwa media sangat berguna dan diberi skor rata-rata 97%, dan tanggapan siswa menunjukkan bahwa mereka berguna dan diberi peringkat 92%. Nilai rata-rata pasca-tes (81,4) vs pra-tes (52,1) siswa menyiratkan bahwa bahan ajar komik literasi berbasis kontekstual telah efektif dalam meningkatkan literasi membaca. Rata-rata dari uji N-Gain adalah 0,64 untuk kategori sedang. Dengan demikian, bahan ajar cerita komik anak-anak pada pembelajaran berorientasi kontekstual dapat dikatakan cukup layak, sangat baik dan berhasil sebagai sumber belajar bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas bawah.
The Pengembangan Komik Cerita Anak Berbasis Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca Siswa Suriyani, Fitria; Fatimah, Nunung; Ningsyih, Suriya
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1146

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang kemungkinan, manfaat, dan produk efektif komik anak naratif berbasis kontekstual untuk meningkatkan literasi membaca siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia. Siswa kelas 3 menjadi responden dalam penelitian ini yang menggunakan pendekatan Penelitian & Pengembangan. Sampelnya meliputi 19 siswa, 14 di antaranya ditempatkan dalam kelompok besar dan 5 dalam kelas kecil. Hasil Rata-rata tingkat keberhasilan adalah 87% untuk validasi ahli lain, 82,6% untuk validasi ahli materi. Pada tahap uji coba, tanggapan instruktur menunjukkan bahwa media sangat berguna dan diberi skor rata-rata 97%, dan tanggapan siswa menunjukkan bahwa mereka berguna dan diberi peringkat 92%. Nilai rata-rata pasca-tes (81,4) vs pra-tes (52,1) siswa menyiratkan bahwa bahan ajar komik literasi berbasis kontekstual telah efektif dalam meningkatkan literasi membaca. Rata-rata dari uji N-Gain adalah 0,64 untuk kategori sedang. Dengan demikian, bahan ajar cerita komik anak-anak pada pembelajaran berorientasi kontekstual dapat dikatakan cukup layak, sangat baik dan berhasil sebagai sumber belajar bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas bawah.
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS PADA SISWA KELAS V SDN 67 RABANTALA KOTA BIMA Fauzul Qabir; Suriya Ningsyih; Rakhmatul Ummah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33958

Abstract

This research was conducted to address the low conceptual understanding of fifth grade students in IPAS subject at SDN 67 Rabantala, Kota Bima. The purpose of the study was to determine the effect of contextual teaching and learning (CTL) approach in the Merdeka Curriculum on students’ conceptual understanding. The method used was a quasi-experimental research with a one group pretest-posttest design. The research subjects were 23 fifth grade students selected through saturated sampling. The research instrument consisted of a multiple-choice test with 15 items that had been tested for validity and reliability, and an observation sheet for the implementation of CTL. Data were collected through pretest and posttest, then analyzed using descriptive statistics, normality test, and paired sample t-test with the help of SPSS 24. The results showed an increase in the average score from 58.26 in the pretest to 83.04 in the posttest. The number of students achieving the Minimum Mastery Criteria (KKM) increased from 30% to 91%. The results of the paired sample t-test obtained a significance value of 0.000 < 0.05, which means that there was a significant difference in students’ conceptual understanding before and after the application of CTL. Thus, CTL is proven to be effective in improving students’ conceptual understanding in IPAS learning.
Profil Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Program Studi Pendidkan Guru Sekolah Dasar Pada Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup : Sebuah Studi Pendahuluan Fauziah, Nurul; Ningsyih, Suriya; Khusaini, Fakhri
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6971

Abstract

Literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Literasi sains berarti bukan hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis tentang sains melainkan juga mengandung kemampuan untuk menerapkan  memproses, memberikan sikap yang tepat terkait konsep sains dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kompetensi dan level awal literasi sains mahasiswa program studi sekolah dasar serta mendeskripsikan kemampuan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan (elementary research). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa data secara induktif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan guru sekolah dasar yang memprogram mata kuliah pendidikan lingkungan hidup. Data pada penelitian ini diperoleh melalui tes tertulis dan dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi literasi sains mahasiswa pada menginterpretasi data dan bukti ilmiah, merangcang dan evaluasi penyelidikan ilmiah, dan menjelaskan fenomena ilmiah berturut-turut yakni: 27%, 50% dan 43%. Pencapaian level literasi tertinggi yakni pada level 1, sebesar 85,3 %, dan terendah pada level 5 sebesar 7,86 %. Hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa berdasarkan level soal masih sangat rendah.
Pengaruh Penerapan Model Teaching at The Right Level (TARL) terhadap Kesulitan Membaca Anak Slow Learner pada Siswa Kelas 3 SDN 65 Jatibaru Kota Bima Jumriati, Jumriati; Ningsyih, Suriya; Cahyadi, Anggih Tri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3115

Abstract

Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) merupakan model pembelajaran yang berfokus pada pengelompokan siswa berdasarkan tingkat kemampuan, bukan berdasarkan usia atau kelas. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah memastikan setiap siswa memperoleh materi dan bantuan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. TaRL mendorong proses pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan mengedepankan keaktifan dan partisipasi mereka dalam setiap kegiatan belajar. Berbeda dengan model pembelajaran konvensional di Indonesia yang mengandalkan pengelompokan usia, TaRL membagi siswa ke dalam level kemampuan seperti level pemula, huruf, kata, paragraf, hingga cerita. Proses asesmen awal menjadi langkah penting dalam menentukan level siswa agar guru dapat memberikan materi yang relevan dan menantang sesuai kebutuhan. Pendekatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa dengan kemampuan rendah tetapi juga memperhatikan kebutuhan siswa berkemampuan tinggi agar tetap termotivasi dan berkembang. Implementasi TaRL yang telah berhasil di berbagai negara, termasuk India, membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. TaRL juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif terhadap keragaman individu. Selain itu, pendekatan ini memberikan solusi atas permasalahan siswa lamban belajar yang sering kali mengalami hambatan dalam kelas reguler. Dengan TaRL, pembelajaran dapat disesuaikan agar setiap siswa, baik yang kesulitan maupun yang unggul, mendapatkan peluang yang sama untuk berkembang sesuai potensinya. Dengan demikian, TaRL menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
PENDIDIKAN KESEHATAN CTPS SEBAGAI PEMUTUS RANTAI KUMAN PENYEBAB INFEKSI DAN PENYAKIT Tri Cahyadi, Anggih; Syafruddin; Abd Haris; Mirham Nurul Hairunis; Nurul Hairunis; Suriya Ningsyih; Hairunisa; Ihsan; Zuriatin; Sri Yanti
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 4 (2023): APTEKMAS Volume 6 Nomor 4 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i4.8294

Abstract

Health Education on the Steps of Handwashing with Soap (CTPS) plays a crucial role in breaking the chain of germ transmission that can cause infections and diseases, especially in the Elementary School environment. The aim of this service is to enhance children's knowledge and attitudes to correctly apply the steps of handwashing with soap (CTPS) in their daily lives, both within and outside the school environment. This activity is expected to prevent the risk of infections and diseases transmitted through contaminated objects, thereby improving the children's health status. The method used in carrying out community service activities is to convey information through a lecture method, namely a presentation combining educational games and ending with the practice of washing hands with soap (CTPS). The service was conducted at SDN 03 Wera on May 31, 2023. The outreach activities carried out received quite high enthusiasm where the students of SDN 03 Wera were very interested in discussing the benefits of CTPS health education. CTPS health education at SDN 3 Wera is an extraordinary step. This shows a commitment to not only providing information, but also creating an environment where healthy practices like CTPS become a natural part of children's daily routines.
Pengaruh Video Animasi Terhadap Minat Belajar IPA Siswa SD Kelas IV Nurjumiati, Nurjumiati; Herlina Herlina; Syahriani Yulianci; Ningsyih, Suriya; Khatimah, Husnul
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2024): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v1i1.144

Abstract

Minat belajar merupakan hal penting yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video animasi terhadap minat belajar IPA siswa SD kelas IV. Jenis penelitan ini adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest. Sampel penelitian ini adalah siswa SD kelas IV berjumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket minat belajar dan tes hasil belajar. Hasil uji validasi yang di lakukan oleh 2 validator pada perangkat pembelajaran dengan nilai sebesar 113,2%, hasil dari video animasi sebesar 98,57%, hasil dari angket minat belajar siswa sebesar 92%, hasil dari angket keterlaksanaan pembelajaran sebesar 107,1% dan hasil dari tes hasil belajar siswa dengan nilai sebesar 91,42. Dan  setelah dilakukan uji hipotetsis dengan menggunakan SPSS versi 21 for windwos diperoleh nilai sebesar 0,807, hasil analisis dan dari keterlaksanaan pembelajaran diperoleh nilai sebesar 75% dan tes hasil belajar diperoleh nilai sebesar 0,390. Dengan demikian menunjukkan bahwa media video animasi terdapat pengaruh yang signifikan, oleh karena itu, hasil akhir menunjukkan terdapat pengaruh video terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran IPA maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh video animasi terhadap minat belajar siswa kelas IV SDN.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Siswa SD Meilani Anjelina; Nurjumiati, Nurjumiati; Suriya Ningsyih; Husnul Khatimah
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2024): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v1i2.349

Abstract

LKPD merupakan hal penting yang perlu untuk terus diinovasikan, salah satunya menggunakan aplikasi canva. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar IPA peserta didik melalui pengembangan LKPD IPA berbasis Aplikasi Canva. LKPD ini disusun dengan menggunakan metode penelitian pengembangan (Research & Development) model ADDIE. Pengambilan data penelitian dilakukan di SDN Rabakodo terhadap peserta didik kelas IV semester II. Tingkat kelayakan LKPD diperoleh dari validator ahli materi dan validator ahli media. Setelah divalidasi dan direvisi kemudian produk diujicobakan secara kelompok besar pada peserta didik. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) telah dihasilkan LKPD berbasis Aplikasi Canva yang layak digunakan, ditinjau dari penilaian kelayakan oleh validator materi yaitu 88,75% dengan kategori (sangat layak) dan validator media yang memperoleh skor 95%  (sangat layak) untuk meningkatka hasil belajar IPA peseta didik SD kelas IV; (2) peningkatan hasil  belajar peserta didik melalui LKPD berbasis Aplikasi Canva dengan standar gain sebesar 0,65 dengan kategori sedang; (3) peningkatan hasil kefektifan belajar IPA peserta didik melalui LKPD berbasis Aplikasi Canva sebesar 65 dengan kategori sedang.
Analisis Kelayakan Bahan Ajar IPAS Berbasis Etnosains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik SD Suriya Ningsyih; Nurjumiati, Nurjumiati; Asriyadin, Asriyadin; Nurul Fauziah
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2024): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v1i2.358

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Borg & Gall dengan tahapanya yaitu Pengumpulan data, Perencanaan, Pengembangan draf produk, Uji coba lapangan, Merevisi hasil uji coba, Uji coba lapangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan bahan ajar IPAS berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan persentase hasil pengskoran skala liker. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan instrumen angket. Data angket dengan menggunakan skor skala Likert lima tingkat teridi dari : tidak baik (nilai 1), kurang baik (nilai 2), cukup baik (nilai 3), baik (4), dan sangat baik (nilai 5). Hasil uji kelayakan ini terdiri dari angket hasil validasi ahli media dan hasil validasi ahli materi. Hasil uji kelayakan berdasrkan validasi ahli materi di peroleh nilai sebesar 80% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil uji kelayakan berdasarkan validasi ahli media diperoleh sebesar 83,3 % dengan kategori sangat layak juga, sehingga diperoleh rata-rata dari validasi ahli media dan ahli materi untuk uji kelayakan bahan ajar IPAS berbasis etnosains sebesar 81, 7 dengan kategori sangat layak. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar IPAS berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikr kreatif peserta didik sekolah dasar yang di kembangkan sangat layak.