Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MENGGUNAKANSTRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRYLEARNING Hasnita Said; Ali Umar Dani
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 3 No 1 (2015): Vol 3, No 1, 2015
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.555 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v3i1.4093

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berfikir kritis menggunakan strategi pembelajaran Discovery Learning dengan strategi pembelajaran Inquiry Learning peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Kajuara Kab. Bone, sekaligus untuk mengetahui terdapatnya perbandingan kemampuan berfikir kritis menggunakan strategi pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan strategi pembelajaran Inquiry Learning. Penentuan sampel  melalui teknik random class. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa instrumen tertulis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial yaitu uji t dua pihak. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif diperoleh rata-rata tingkat kemampuan berfikir kritis dengan menggunakan strategi pembelajaran Discovery Learning berada pada kategori tinggi dan menggunakan startegi pembelajaran Inquiry Learning berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan hasil inferensial yaitu Fhitung<Ftabel sehingga tidak terdapat perbandingan kemampuan berfikir kritis menggunakan startegi pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan strategi pembelajaran Inquiry Learning peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Kajuara Kab. Bone.
PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR FISIKA TERHADAP KECAKAPAN VOKASIONAL DAN KECAKAPAN SOSIAL SISWA Ayu Indah Purwanti; Ali Umar Dani
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 2 No 2 (2014): Vol 2, No 2, 2014
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.975 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v2i2.5468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan pengaruh bimbingan belajar fisika terhadap kecakapan vokasional dan kecakapan sosial siswa kelas XII IPA SMA Negeri 21 Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif regresional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan belajar fisika  terhadap kecakapan vokasional dan kecakapan sosial siswa kelas XII IPA SMA Negeri 21 Makassar. Penelitian ini bermanfaat secara teoritis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang pendidikan
Perbandingan Pemahaman Konsep Peserta Didik Melalui Pembelajaran POE dan Pembelajaran Inkuiri Bebas Termodifikasi Ali Umar Dani; Nurul Hilwa
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 8 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v8i2.14320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Perbedaan pemahaman konsep peserta didik setelah diterapkan pembelajaran POE dan pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi pada kelas XI MIPA 5. (2) Perbedaan pemahaman konsep peserta didik setelah diterapkan pembelajaran pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi dan POE pada kelas XI MIPA 6. (3) Perbedaan pemahaman konsep antar peserta didik kelas XI MIPA 5 dan XI MIPA 6 setelah diterapkan pembelajaran POE. (4) Perbedaan pemahaman konsep peseta didik antar kelas XI MIPA 5 dan XI MIPA 6 setelah diterapkan pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Counter Balanced. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Soppeng pada Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 216 orang yang tersebar dalam  6 kelas. Sampel penelitian berasal dari kelas XI MIPA 5 dan XI MIPA 6 yang masing-masing berjumlah 36 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Porposive Sampling. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata pemahaman konsep peserta didik kelas XI MIPA 5 yang diajar dengan menggunakan pembelajaran POE sebesar 78,57 dan  yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi sebesar 63,93. Sedangkan nilai rata-rata pemahaman konsep peserta didik kelas XI MIPA 6 yang diajar dengan menggunakan pembelajaran POE sebesar 75,71 dan yang diajar menggunakan pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi sebesar 61,87. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep peserta didik yang diajar menggunakan pembelajaran POE lebih baik daripada saat diajar menggunakan pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED LEARNING BERBASIS INKUIRI DALAM MATA KULIAH FISIKA DASAR Rafiqah Rafiqah; Ali Umar Dani
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 9 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v9i1.15626

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan model pembelajaran flipped learning berbasis inkuiri, mengembangkan rancangan model pembelajaran flipped learning berbasis inkuiri yang memenuhi syarat valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Semester II mata kuliah Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika, dan dosen pengampuh matakuliah fisika dasar. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi instrumen, lembar observasi keterlaksanaan model, lembar observasi pengelolaan pembelajaran dan angket respon mahasiswa dan dosen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validitas komponen model pembelajaran yang terdiri atas sintaks, sistem sosial dan prinsip reaksi,sistem pendukung dan dampak pengiring berada pada kategori sangat valid dengan nilai rata-rata kevalidan 3,25 (sintaks);3,64 (sistem sosial dan prinsip reaksi);3,61 (sistem pendukung) dan 3,82 (dampak pengiring). Berdasarkan hasil tersebut maka rancangan model pembelajaran flipped learning berbasis inkuiri dapat diterapkan pada proses pembelajaran. Implikasi pengembangan model pembelajaran flipped learning berbasis inkuiri yaitu dapat menjadi alternatif pilihan model pembelajaran pada matakuliah lain di jurusan pendidikan fisika khususnya dan pada proses pembelajaran secara umum. Model pembelajaran ini sangat sesuai dalam melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab serta kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif bagi mahasiswa dan peserta didik. Model pembelajaran ini juga dapat memacu dosen dan pendidik untu dapat terus berinovasi menyiapkan materi pembelajaran mandiri bagi peserta didik dan mahasiswa.
The Influence of the Cooperative Script Model using the Gasing Method Assisted by Couple Card Media on Concept Understanding Muh. Syihab Ikbal; Kamsinah Kamsinah; Ali Umar Dani; Nurwahidah S
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v5i3.3927

Abstract

This study aims to, 1) analyze the understanding of the concepts of students who are taught by the cooperative script learning model using the gasing method with the help of the media couple card class XI MIA SMAN 2 Bantaeng, 2) analyze the understanding of the physics concepts of students who are taught using conventional learning models for class XI MIA. SMAN 2 Bantaeng, and 3) analyze the differences in conceptual understanding between students taught the cooperative script learning model using the gasing method assisted by the couple card media and the conventional learning model in class XI MIA SMAN 2 Bantaeng. This type of research is quasi-experimental. The research design is The Matching Only Post-Test Control Group Design. The research population was all students of class XI MIA SMAN 2 Bantaeng. The research sample is class XI MIA 1 and class XI MIA 3. The sampling technique used is two-step matching sampling. The research instrument is a conceptual understanding test. The results showed that 1) the understanding of the concepts of students who were taught with the cooperative script learning model using the gasing method assisted by the couple card media in the experimental class was categorized as very good with an average value of 89.38; 2) understanding of the concepts of students who are taught using conventional learning models in the control class is categorized as good with an average value of 79.61; 3) there is a significant difference in conceptual understanding between students who are taught with the cooperative script learning model using the gasing method assisted by the couple card media and the conventional learning model. The research implies that the cooperative script model using the gasing method with the help of the couple card media influences students' understanding of concepts better than conventional learning models.
Application of Flipped Classroom Learning Model Based on Task Exo Olo Using Story Articulate Media Ali Umar Dani; Nur Fajriati
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.04 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.1139

Abstract

This study aims to determine the learning outcomes of students who are taught using the Flipped Classroom model based on Exo Olo Task with Articulate Storyline media. The design of this research is the Noneequivalent Control Group Design. sampling using a simple random sampling of 30 samples. The test instrument used is multiple choice questions. Conclusions were drawn based on the results of data processing and analysis using t-test and two-way ANOVA with SPSS 24.0. Based on the results of the analysis and discussion, in this study it was concluded that the Flipped Classroom learning model based on Exo Olo Task assisted by Articulate Storyline was effective compared to the Direct Instruction learning model.
Pelatihan Pembuatan E-modul Berbasis Riset bagi Guru FISIKA di Kabupaten Takalar Sudirman Sudirman; Ali Umar Dani; Herdianti Nursyamsi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.219 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3894

Abstract

Research-based physics e-module is one of the science learning innovations that really helps science teachers in developing the quality of learning. Teaching materials in the form of e-modules have become a necessity in the science learning process at schools. There are various facilities for teachers and students as recommended by the Ministry of Education and Culture. There are still many science teachers who don't know how or the technique of making e-modules properly and correctly. Therefore, community service activities in the form of training in making research-based physics e-modules are very much needed. This training aims to broaden knowledge of science teachers, especially physics, regarding the technique of making e-modules properly and correctly. This training is expected to provide solutions to the problems faced by both teachers and students in the learning process.
Pelatihan Pembuatan E-modul Berbasis Riset bagi Guru FISIKA di Kabupaten Takalar Sudirman Sudirman; Ali Umar Dani; Herdianti Nursyamsi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3894

Abstract

Research-based physics e-module is one of the science learning innovations that really helps science teachers in developing the quality of learning. Teaching materials in the form of e-modules have become a necessity in the science learning process at schools. There are various facilities for teachers and students as recommended by the Ministry of Education and Culture. There are still many science teachers who don't know how or the technique of making e-modules properly and correctly. Therefore, community service activities in the form of training in making research-based physics e-modules are very much needed. This training aims to broaden knowledge of science teachers, especially physics, regarding the technique of making e-modules properly and correctly. This training is expected to provide solutions to the problems faced by both teachers and students in the learning process.
Pengembangan Multimedia Dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Adobe Animate Pada Pokok Bahasan Tata Surya Kelas VII Mts As’adiyah No.34 Doping S, M. Fikram; Anggereni, Santih; Jusman; Ashar, Hasbullahair; Dani, Ali Umar
Al-Khazini Vol 3 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-khazini.v3i2.41433

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan proses pengembangan multimedia dalam pembelajaran IPA menggunakan Adobe Animate, (2) mendeskripsikan kualitas multimedia dalam pembelajaran IPA menggunakan Adobe Animate ditinjau dari kevalidan, kepratisan, keefektifan. Model pengembangan yang digunakan adalah model DDD-E yang terdiri dari 4 langkah yaitu Decide, Desing, Develop, dan Evaluate . penelitian ini dilaksanakan di MTS As’Adiyah no.34 Doping, kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo. Subjek panelitian terdiri dari 2 yaitu subjek utama dan subjek uji coba. Subjek utama berjumlah 2 orang yang menjadi tim validator produk. Subjek uji coba berjumlah 29 orang peserta didik kelas VII A dan D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat validitas produk yang dikembangkan setelah melewati tahap validasi akhir berada pada kategori validitas tinggi dengan nilai validitas sebesar 0,97. Hasil analisis kepraktisan menunjukkan bahwa terdapat 97% peserta didik memberikan tanggapan praktis terhadap produk yang dikembangkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia yang dikembangkan memenuhi kriteria praktis. Tingkat keefektifan penggunaan multimedia dilihat dari analisis tes hasil belajar diperoleh persentase tingkat ketuntasan sebesar 76 % dan berdasarkan hasil analisis tes hasil belajar thitung = 3,951 > ttabel = 2,012 sehingga multimedia dapat dikatakan efektif untuk digunakan. Implikasi dari penelitian ini yaitu bahwa multimedia yang dikembangkan memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memahami materi yang disajikan dalam produk yang dikembangkan.
Pengembangan Instrumen Kemampuan Berpikir Kritis Berbasis Two Tier Test Pada Praktikum Fisika Dasar I R., Mulyasari; Dani, Ali Umar; Suhardiman, Suhardiman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29919

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan instrumen kemampuan berpikir kritis berbasis Two Tier Test pada praktikum fisika dasar I dan 2) mendeskripsikan nilai validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda instrumen kemampuan berpikir kritis berbasis Two Tier Test pada praktikum fisika dasar I. Jenis penelitian ini adalah Pengembangan dengan jenis research and development(R&D) dengan menggunakan model pengembangan Tessmer. Tahapannya terdiri dari: 1) preliminary, 2) self evaluation, 3) prototyping, dan 4) field test. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika Dasar Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar angkatan 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa soal yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, karena hasil validitas isi (Aiken V) memiliki rata-rata 0,67 dengan kategori “validitas sedang”. Uji reliabilitas sebesar 0,65027 dengan kategori tinggi. Tingkat kesukaran berada pada interval 0,70 – 1,00 dimana secara umum soal dikatakan baik. Daya pembeda soal berada pada kisaran DP < 0,2 dengan kategori jelek. Implikasi penelitian ini adalah: 1) Instrumen yang dikembangkan dalam penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih dalam mengenai kemampuan berpikir kritis mahasiswa, sehingga berkontribusi terhadap pengembangan evaluasi pemelajaran praktikum berbasis konsep. 2) Instrumen yang dikembangkan memberikan alternatif penilaan lebih mendalam, karena tidak hanya menilai jawaban akhir (Tier I), tetapi juga alasan dibalik jawaban tersebut (Tier II). Hal ini memungkinkan dosen mengidentifikasi kesalahan konsep dan tingkat pemahaman mahasiswa dengan akurat. 3) Jika peneliti berikutnya melanjutkan penelitian ini dengan menambahkan beberapa soal dan artikel, maka keakuratan hasil yang diperoleh akan semakin meningkat.