Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI RITUAL PADA TRADISI DOMYAK DI DESA PASIRANGIN KECAMATAN DARANGDAN KABUPATEN PURWAKARTA (Kajian Etnografi Komunikasi Dell Hymes) Farizal Taufiqqurahman; Eka Yusup; Ana Fitriana Poerana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i2.2023.544-550

Abstract

Penelitian ini membahas tentang komunikasi ritual dalam tradisi seni domyak di desa Pasirangin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Seni domyak ini dilakukan ketika ada pengusaha perkebunan teh yang meminta melakukan ritual, yang tujuan ritual ini adalah untuk meminta hujan kepada sang pencipta, namun tidak semata-mata ritual ini hanya dilakukan untuk meminta hujan saja, fungsi lain dari seni domyak ini juga sebagai hiburan, terkadang juga diminta untuk mengisi acara  sukuran, khitanan, ataupun ruwatan setiap panen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peristiwa komunikatif dalam komponen komunikasi yang terdapat pada ritual seni domyak seperti, Setting / Scene, Partisipant, Ends, Act Sequence, Keys, Instrument, Norms, dan Genre. Etnografi komunikasi the SPEAKING model (Setting / Scene, Partisipant, Ends, Act Sequence, Keys, Instrument, Norms, dan Genre) digunakan sebagai metode dalam penelitian ini dan teori interaksi simbolik melengkapi penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu komponen komunikasi seperti: Setting / Scene, Partisipant, Ends, Act Sequence, Keys, Instrument, Norms, dan Genre sebagai elemen yang membentuk peristiwa komunikatif dalam ritual seni domyak, lalu tahapan pada ritual seni domyak adalah proses komunikasi yang berkelanjutan dengan maksud untuk mencapai tujuan dari ritual ini, dan tujuan ritual ini adalah meminta hujan kepada sang pencipta.
REPRESENTASI RASA KEHILANGAN PADA IKLAN XL AXIATA VERSI “PESAN UNTUK RAKA” DI YOUTUBE (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA IKLAN YOUTUBE): (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Iklan Youtube) Laila Afrilia Riyadi; Ana Fitriana Poerana; Nurkinan
JURNAL KOMUNIKATIO Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Komunikatio
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.443 KB) | DOI: 10.30997/jk.v8i1.4774

Abstract

Loss is a condition that anyone can experience. However, everyone has a different response depending on the loss experienced. The sense of loss as a state of reality in society is represented in communication media, one of which is advertising. This study aims to determine the representation of a sense of loss in the XL Axiata advertisement version of “Pesan untuk Raka” on youtube. Roland Barthes' semiotic approach examined signs of denotation, connotation, and formed myths. The focus of the study was the five stages of loss in the XL Axiata version of the “Pesan untuk Raka” advertisement. Research data was obtained from observations on advertisements. This study found seven scenes representing the five stages of loss in advertising. The results denoted that the impact of loss can be reduced by being together and caring for each other in the community. In conclusion, the elements of a sense of loss found in this study are denial, bargaining, depression, and acceptance.
Motif Penggunaan Game Online Roblox pada Anak Usia Sekolah Tivani Yuliastika; Mayasari Mayasari; Ana Fitriana Poerana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 9 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7953027

Abstract

The purpose of this research is to find the motive or urge behind the high interest of the Roblox online game in school age children. This research uses the qualitative method with phenomenology approach. The subject of this research are five children with one year Roblox experience. The result of the research analyzed by Alfred Schutz's phenomenologycal theory and shows that the because motive of the use of Roblox online game is due to the influence of ads and Youtube videos, curiosity that stems from visual similarities with previous games experience, and the fear of missing out. The in order to motive of the informant is to increase skill, to travel in real life someday like in the game, to find new friends, and to have their own laptop to access Roblox Studio and make their own game. The meaning of using Roblox online game for children is the meaning of entertainment and the meaning of togetherness.
Make Up Dan Identitas: Konstruksi Identitas Diri Pengguna Make Up Korea Zahra Sabila; Zainal Abidin; Ana Fitriana Poerana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 9 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7968730

Abstract

This research is entitled "Make Up and Identity: Construction of Self-Identity of Korean Make-up Users (Phenomenological Study of Late Adolescents in West Cikarang)". The formulation of the problem is how the self-identity of Korean make-up users is constructed and what is the meaning of the use of make-up for late adolescents in West Cikarang. This study uses a qualitative approach to the type of phenomenological research. Collecting data in this study is non-participant observation, semi-structured interviews, documentation and literature studies. Based on the research results, it can be seen that the construction of self-identity of Korean make-up users is built from the appearance of the make-up they use, where the appearance of Korean make-up contains the meaning that the users are trying to convey to others. In addition, the social environment, reference groups and idol figures or role models also influence the process of constructing adolescents' self-identities. The meaning of using make-up for late adolescents inWest Cikarang is to make them confident, to look beautiful and fresh, to cover up facial features they don't like, a means of self-expression, as a hobby or entertainment, and to enhance appearance.
MAKNA TRADING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA SEBAGAI KORBAN PLATFORM BINOMO Maulana Syamsul Hidayat; Ana Fitriana Poerana; Luluatu Nayiroh
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1604-1610

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan trading pada anak remaja di kehidupan sosialnya yang membawa dampak negatif karena menjadikan dirinya sebagai korban penipuan platform Binomo Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna trading pada mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang sebagai korban platform Binomo. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi Alfred Schutz. Metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa makna trading pada korban platform Binomo adalalah 1) makna investasi jangka pendek tidak menguntungkan, 2) makna diri tertipu oleh influencer, 3) makna sebagai pengetahuan baru tentang investasi, 4) makna sebagai kewaspadaan untuk tidak mudah percaya perkataan orang lain.
FENOMENA MENONTON DRAMA KOREA PADA KALANGAN WANITA KARIER Dinda Maria; Ana Fitriana Poerana; Muhammad Ramdhani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4386-4391

Abstract

Kebudayaan Korea berkembang di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Penyebaran Kebudayaan Korea di Indonesia dimulai pada tahun 2002 dengan menampilkan tontonan yang salah satunya adalah Drama Korea atau K-Drama. Drama Korea menjadi salah satu tayangan yang banyak disukai oleh banyak kalangan baik remaja hingga dewasa. Wanita karir merupakan wanita yang berkecimpung dalam dunia profesional baik bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan lainnya. Saat ini banyak wanita yang memilih peran ganda, dan menonton drama Korea menjadi salah satu me time bagi wanita karir, beberapa motivasi yaitu pengaruh lingkungan sekitar, sebagai hiburan, dan alur cerita yang ringan. Oleh karena itu, subjek yang dipilih pada penelitian ini adalah wanita karir. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menceritakan dan memaparkan bagaimana fenomena menonton drama Korea pada kalangan wanita karir. Penelitian ini juga dilakukan untuk membuktikan bagaimana perilaku keseharian dari wanita karier, dijelaskan dengan metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan Fenomenologi, menggunakan teori Fenomenologi Alfred Schutz. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data tersebut diuraikan menggunakan model analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, kesimpulan kesimpulan serta verifikasi. Sehingga dari proses tersebut diketahui apa motif, makna dan perilaku keseharian dari kalangan wanita karir yang menonton drama Korea. Penelitian ini juga dilakukan untuk membuktikan bagaimana perilaku keseharian dari wanita karier, dijelaskan dengan metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan Fenomenologi, menggunakan teori Fenomenologi Alfred Schutz. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data tersebut diuraikan menggunakan model analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, kesimpulan kesimpulan serta verifikasi. Sehingga dari proses tersebut diketahui apa motif, makna dan perilaku keseharian dari kalangan wanita karir yang menonton drama Korea. Penelitian ini juga dilakukan untuk membuktikan bagaimana perilaku keseharian dari wanita karier, dijelaskan dengan metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan Fenomenologi, menggunakan teori Fenomenologi Alfred Schutz. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data tersebut diuraikan menggunakan model analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, kesimpulan kesimpulan serta verifikasi. Sehingga dari proses tersebut diketahui apa motif, makna dan perilaku keseharian dari kalangan wanita karir yang menonton drama Korea. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data tersebut diuraikan menggunakan model analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, kesimpulan kesimpulan serta verifikasi. Sehingga dari proses tersebut diketahui apa motif, makna dan perilaku keseharian dari kalangan wanita karir yang menonton drama Korea. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data tersebut diuraikan menggunakan model analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, kesimpulan kesimpulan serta verifikasi. Sehingga dari proses tersebut diketahui apa motif, makna dan perilaku keseharian dari kalangan wanita karir yang menonton drama Korea. 
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PROSES PROMOSI PENYALURAN KERJA PADA SMK MITRA INDUSTRI MM2100 Arifin, Ahmad Nur; Poerana, Ana Fitriana; Kusumaningrum, Rastri
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/linimasa.v4i2.4200

Abstract

Vocational High school is the institution that prepares students to work immediately after graduation. However, not all of vocational school graduates can immediately work, even many of them are unemployed as presented in the data of BPS 2020. The study is unique in that it endeavors to review communication strategies used to promote human resources rather than products like most other studies. The focus of this research is onn how to communication strategies used by Mitra Industri MM2100 VHS in his employment distribution campaign. In the study, the concept of the stage of communication strategy presented by Hafied Cangara and elaboration likelihood model according to Petty and Cacioppo. The study employed qualitative methods with descriptive as well as data analysis models Miles and Huberman. The results obtained in this study are communication strategies that are implemented by implementing communication strategies the stages of research, planning, execution, evaluation and reporting. Promotional activities also have contributing factors and inhibitors. As well as the elaborate route that is run by the promotional target is the central route.
Strategi Komunikasi Pemasaran Pondok Pesantren di Kabupaten Karawang Ramadhan, Fikry Azis; Ana Fitriana Poerana; Fardiah Oktariani Lubis
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 2 Desember 2023
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.1102.10

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui startegi pemasaran pondok pesantren annihayah rawamerta kabupaten karawang. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini ditetapkan subjek penelitian yaitu Dewan guru/pengurus Ponpes, Divisi Publikasi dan Marketing Media Sosial, Alumni Ponpes Annahayah, dan Santri Ponpes Annahayah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber, dimana penulis melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada Pondok Pesantren Annihayah bahwa data strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Annihayah Rawamerta Karawang. Hasil penelitian yang di dapat adalah Strategi Advertising (iklan) yang dilakukan Pondok Pesantren Annihayah adalah menggunakan media cetak dan media sosial. Media cetak tersebut berupa brosur yang dibagikan kepada jamaah di lembaga dan kegiatan-kegiatan di pondok pesantren. Dalam strategi personal selling, tim manajemen Annihayah tidak membentuk tim pemasar khusus atau sales person dalam mencari kostumer baru. Personal selling dilakukan saat adanya event turnamen, kemudian ke jamaah di lembaga KBIH. Strategi Sales Promotion yang dilakukan PonPes Annihayah adalah program diskon kepada anak yatim yang tidak dibebani biaya uang makan, program pendidikan gratis bagi anak Habib, serta adanya event. Dalam kegiatan Public Relations, PonPes Annihayah memiliki branding yang kuat dari sang pendiri pondok pesantren yang merupakan seorang tokoh ulama yang dikenal masyarakat Karawang. Strategi Word of Mouth menjadi salah satu strategi yang berpengaruh dalam strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan PonPes Annihayah. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pemasaran, Pondok Pesantren.
Analisis Pesan Moral pada Tayangan Animasi Riko The Series “Episode 1-10 Season 2” untuk Mengedukasi Anak-Anak (Analisis Semiotika Roland Barthes) Hazizah, Lutffieah; Poerana, Ana Fitriana; Lubis, Flori Mardiani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i2.1838

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis pesan moral dalam tayangan animasi Riko The Series episode 1-10 Season 2. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui makna denotasi pesan moral yang terkandung dalam tayangan animasi Riko The Series Season 2 Episode 1-10”. 2) Untuk mengetahui makna konotasi pesan moral yang terkandung dalam tayangan animasi “Riko The Series Season 2 Episode 1-10”. 3) Untuk mengetahui mitos pesan moral yang terkandungdalam tayangan animasi “Riko The Series Season 2 Episode 1-10”. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pendekatan kualitatif yang menghasilkan deskriptif dengan menggunakan pendekatan semiotika teori Roland Barthes. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi untuk mencari data penelitian melalui scene (script film, gambar, atau pun film) dari kartun animasi Riko The Series pada epiosode1-10 Season 2. Hasil penelitian ini dalam animasi Riko The Series episode “1-10 Season 2” adalah 1. Terkandung beberapa pesan-pesan moral didalamnya yang meliputi Bijaksana, Kepedulian, Tanggung jawab, Kebaikan, Tolong Menolong, Kerja Sama, Pantang Menyerah, Sabar, Berbakti Kepada Orangtua, Berdoa, dan Berani. 2. Terdapat beberapa makna pesan moral yang terkandung dalam animasi Riko The Series episode 1-10 Season 2, terbagi dari beberapa scene adegan, yang menggunakan model analisis teori semiotika Rolan Barthes dengan menggunakan konsep makna denotasi, makna konotasi dan mitos untuk mendapatkan makna pesan moral yang terdapat dalam animasi ini.
Strategi Komunikasi yang Dilakukan Komunikator @halokrw dalam Memberikan Informasi Kepada Masyarakat Kabupaten Karawang Hannibal Putri, Pihanka Ratu; Poerana, Ana Fitriana; Santoso, Made Panji Teguh
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v8i2.16294

Abstract

Dengan menggunakan media sosial instagram juga memudahkan untuk diingat oleh semua kalangan di Kabupaten Karawang yang menginginkan terkait informasi terbaru. Halokrw ini tempat penyebar informasi dari masyarakat untuk masyarakat atau bisa disebut dengan Jurnalisme Warga di Kabupaten Karawang ataupun luar Kabupaten Karawang. 
Co-Authors Abidin, Zainal. Ahmad, Hanna Fauziah Aji Leksmana Amelia, Chintia Putri Aminuyati Anisa, Tiya Arifin, Ahmad Nur Arindawati, Weni Adityasning Ariq Merdiansyah Ayunda Camelia Bevani, Friscilla Naldia Budhiharti, Tri Widya Catharine, Femy Maria Celvin Moniaga Sipahutar Dede Mulyana Sidik Fermana Dedy Hermawan Dianing Pratiwi Dinda Maria Dwi Ismi Noviyanti Eka Yusup Euis Atika Fajar Hariyanto Farizal Taufiqqurahman Fernindy Intan Putri Firdaus Yuni Dharta Ghina Tasya Salsabila Hannibal Putri, Pihanka Ratu Hazizah, Lutffieah Husein, Shahreen Jihan Akhidatussolihah Khoirunnisa, Hasna Khoirunnisa, Zakiyah Kusumaningrum, Rastri Laila Afrilia Riyadi Leonardo, Julio Lubis, Fardiah Oktariani Lubis, Flori Mardiani Luluatu Nayiroh Made Panji Teguh Santoso Maheswari, Dita Meisya Maria, Dinda Maulana Rifai Maulana Syamsul Hidayat Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari, Mayasari Mega Rahmawati, Mega Misdiana, Raihan Muhammad Alif Agisa Muhammad Ramdhani Muhammad Ramdhani Muhammad Ramdhani, Muhammad Muslimah, Tikka Novita Sari, Anadea Nurhayati Nurhayati Nurkinan Nurkinan, Nurkinan nurkinan, nurkinan OKY OXCYGENTRI Prameswara, Ryan Pratama, Alif Fajar Putri, Suryaningtyas Khasanah Racmadhany, Dhea Amandha Rahayu, Maretha Nadya Ramadhan, Fikry Azis Ria Listianingrum Rifai, Maulana Risma Risma, Risma Risti, Hanna Alaedha Sal Shadila Nurfaddilah Saputra, Waway Sopian sopian Syahla Zera Prasetyo Tayo, Yanti Teguh, Made Panji Tivani Yuliastika Utami, Intan Medina Utamidewi, Wahyu Weni A. Arindawati Weni Adityasning Arindawati Ysfania Ysfania Yusup, Eka Zahra Sabila Zainal Abidin Zainal Abidin Zainal Abidin ZK Abdurahman Baizal Zulhani, Hilda