Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JUBIKOPS

LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN GESTALT UNTUK MENGATASI QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA Lia Mita Syahri; Netrawati Netrawati; Syahrial Syahrial
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 2 No 1 (2022): JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin bertambahnya usia, individu akan memikirkan terkait bagaimana keadaan masa depannya. Setiap individu memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang masa depannya. Banyak individu yang terperangkap dalam keadaan rasa cemas, takut, dan sedih, bahkan hingga menjadi stress ketika harus dihadapkan dengan pertanyaan bagaimanakah nanti masa depannya. Hal ini disebut dengan istilah quarter life crisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu individu mengatasi quarter life crisis dengan menggunakan pendekatan yang diberikan secara berkelompok. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan artikel atau jurnal yang terkait dengan konseling kelompok, pendekatan gestalt, dan quarter life crisis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan menggunakan pendekatan gestalt dengan cara konseling kelompok efektif untuk membantu individu-individu yang sedang mengalami quarter life crisis. Salah satu teknik yang digunakan yakni latihan saya bertanggung jawab.
KESIAPAN KONSELOR DALAM PROSES KONSELING YANG BERHASIL Lia Mita Syahri; Mudjiran Mudjiran; Dina Sukma; Syahrial Syahrial
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 2 No 2 (2022): JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling merupakan suatu proses bantuan yang diberikan oleh konselor kepada klien dalam rangka membantu klien dapat mengatasi segala hal-hal yang dirasa menganggu kehidupan sehari-harinya. Sebelum memulai kegiatan konseling, seorang konselor yang terkenal dengan tenaga profesional maka konselor hendaknya memiliki kesiapan baik dari segi fisik, materi dan psikis sebelum memulai proses konseling. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan kesiapan konselor dalam proses konseling agar proses konseling dapat berjalan dengan baik dan berhasil. Metode penulisan artikel merujuk pada tinjauan kepustakaan (literature study) yaitu merujuk pada bahan-bahan bacaan sepertibuku dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan kesiapan konselor dalam proses konseling yang berhasil. Berdasarkan tinjauan maka dapat disimpulkan empat faktor komponen yang mesti dipersiapkan oleh konselor dalam proses konseling yakni komitmen klien, kondisi fasilitas, keahlian konselor, dan pengasuhan konselor.
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Syahri, Lia Mita; Tri Handani; Afriza Media; Syahrial
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v4i2.823

Abstract

Permasalahan terkait dengan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah masih ditemukan dari berbagai sudut permasalahan, hal ini tergambarkan berdasarkan fenomena yang terjadi antara lain, tugas guru bimbingan dan konseling yang tidak sesuai, aturan terkait siswa asuh guru bimbingan dan konseling, pelaksanaan dari segi waktu bimbingan konseling di sekolah, sehingga permasalahan yang terjadi ini dapat membuat pelaksanaan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah tidak sesuai dengan tujuan atau visi misi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Maka dari itu perlu aturan yang berlaku dan struktur pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang sistematis menggunakan konsep manajamen pelayanan bimbingan dan konseling. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan secara naratif terkait urgensi/pentingnya manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Metode penelitian yang digunakan yakni tinjauan Pustaka (literature review) dengan metode naratif. Hasil pemabahasan bahwasanya pelaksanaan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling perlu menggunakan prinsip-prinsip manajemen yakni POAC, kemudian didukung oleh kerjasama seluruh stakeholder sekolah dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Saran dari hasil penelitian ini, agar peneliti selanjutnya yang ingin meneliti terkait manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat menggunakan jenis penelitian lainnya dan menjelaskan hasil temuannya dengan metode lain yang relevan dengan tujuan penelitian.