Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PINDAH PANAS KOTAK PENDINGIN DARI PADUAN SEKAM PADI DENGAN RESIN Ni Kadek Elvin Artika; Sukmawaty Sukmawaty; Guyup Mahardhian Dwi Putra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.556 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v6i2.89

Abstract

Rice husk is agricultural waste that can still be functioned as heat insulator. The purpose of this study was to analyze the heat transfer occurring in cooling box made from combination of rice husk and resin. From the resulted test, the lowest thermal conductivity value of rice husk cooling box ranged from 0.111 to 0.289 W/m2K. While the highest thermal conductivity of styrofoam boxes ranged from 0.204 to 0.986 W/m2K. The difference in material thermal conductivity value will cause difference in total heat transfer rate generated. The lowest convection transfer coefficient occurred at styrofoam box with value ranged from 2.812 to 5.045 W/m2 K, while the lowest occurred at rice husk box with value ranged from 1.717 to 2.217 W/m2K. The highest thermal resistance was 10.981°C/W of the rice husk box, while the lowest was 4,156°C/W of the styrofoam box. The thermal resistance indicates the ability of a material to resist the rate of heat transfer. The highest total heat transfer rate was found in the styrofoam box of 12.632 W, while the lowest was in the rice husk box of 11.845 W. The low heat transfer rate in the rice husk box indicated that the rice husk was able to resist transferred heat properly.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA LAMPU DAN LAMA PENYINARAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomea reptans Poir) PADA SISTEM HIDROPONIK INDOOR Safinatul Aulia; Ansar Ansar; Guyup Mahardhian Dwi Putra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.107 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.100

Abstract

Lampu neon merupakan salah satu jenis lampu yang sering digunakan sebagai sumber cahaya dalam sistem hidroponik di dalam ruang (indoor). Warna lampu yang sesuai dengan tanaman perlu ditentukan secara tepat agar diperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya lampu dan warna lampu terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (ipomea reptans poir) pada sistem hidroponik indoor. Penelitian menggunakan 2 variansi warna yaitu lampu putih dan kuning. Perlakuan penyinaran menggunakan lampu putih dengan daya 52 watt (P1), 42 watt (P2), 32 watt (P3), 24 watt (P4) dan 20 watt (P5) sedangkan lampu kuning dengan daya sebesar 24 watt (K1), 20 watt (K2), 12 watt (K3), 8 watt (K4) dan 5 watt (K5). Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman dengan total 40 sampel tanaman. Data produksi tanaman dianalisis menggunakan analisis varian dua faktor dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Penyinaran tanaman dilakukan selama 10 jam dengan lampu putih dan penyinaran 24 jam dengan lampu kuning. Parameter penelitian yang diamati yaitu intensitas cahaya, warna lampu, lama penyinaran dan suhu udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya penyinaran buatan tertinggi diperoleh pada penyinaran lampu warna putih dengan 42 watt lama penyinaran 10 jam, sedangkan untuk pertumbuhan tanaman kangkung dengan penyinaran 24 jam menggunakan lampu warna kuning tidak banyak mengalami pertumbuhan. Perlakuan lampu putih memberikan hasil lebih baik dengan indikator tinggi tanaman, jumlah daun, berat total, berat akar dan panjang akar tanaman jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
ANALISIS VARIASI JENIS DAN PANJANG SUMBU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADA SISTEM HIDROPONIK Ansar Ansar; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Opan Sopiandi Ependi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.472 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i2.124

Abstract

This study aims to observe the effect of type and length of axes on the rate of growth and development of mustard (Brassica Juncea L.) plants, analyzing the effect of water circulation on the growth and development of mustard plants. This study used two treatments, namely the type of axis and the length of the axis. Each treatment consisted of 12 repetitions, so there were 24 replications. In this study, we want to examine related parameters, namely air temperature, relative humidity, light intensity, evapotranspiration, and plant growth. The results of the observation showed that the highest light intensity in the T2 planting room, the highest evapotranspiration in the T2, then plant height were obtained in the T2 planting area of coconut fiber axis with water circulation system.
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI AIR IRIGASI MENGGUNAKAN APLIKASI SMARTPHONE BERBASIS MIKROKONTROLER Muhammad Nasarudin; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Sirajuddin Haji Abdullah; Diah Ajeng Setiawati
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 9, No 3 (2020): September 2020
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v9i3.248-256

Abstract

Petani selama ini melakukan penyiraman tanamannya dengan cara manual, sehingga mengurangi waktu pekerjaan yang lain. Penelitian ini bertujuan merancang sistem kendali air irigasi menggunakan aplikasi smartphone berbasis mikrokontroler serta mengetahui cara kerja dari sistem kendali air irigasi menggunakan aplikasi smartphone berbasis mikrokontroler. Alat dan bahan penelitian ini adalah mikrokontroler ESP8266-12E, smartphone, Soil moisture sensor yl-69, pompa dan tanah. Metode penelitian ini adalah metode experimental dilakukan percobaan dilapangan dengan melalui beberapa tahap penelitian yaitu persiapan, perancangan, kalibrasi alat, pemasangan instalasi irigasi, uji kerja alat, dan pengamatan. Parameter pada penelitian ini adalah kadar air tanah, nilai adc sensor, kalibrasi sensor, waktu beroperasi, debit air, dan tegangan input dan output. Dari hasil yang di peroleh adalah alat bekerja sesuai yang diperintahkan melalui smartphone. Nilai kadar air tanah semakin lama semakin berkurang dikarenakan suatu proses evaporasi, sehingga hasil nilainya dapat diketahui melalui lcd dan smartphone. Rata- rata saat pengiriman data pada hari pertama dan kedua adalah 4.77 detik dan 4.97 detik. Rata-rata debit yang keluar pada hari pertama dan kedua adalah 6,57 ml/detik dan 6,30 ml/detik. Alat berkerja berdasarkan perubaan kadar air tanah yang ditentukakn nilai setting pointnya, apabila sudah  mencapai <=70% maka secara otomatis alatnya mengirimkan kondisi kadar air tanahnya ke smarphone dan pada smartphone dilakukan tindakkan balik mengirimkan pesan untuk mengaktifkan pompa, kemudian setelah mencapai >=80% maka secara otomatis alatnya mengirimkan kondisi kadar air tanahnya ke smarphone dan pada smartphone dilakukan tindakkan balik mengirimkan pesan untuk menonaktifkan pompa
PEMETAAN LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Ansar ANSAR; Murad Murad; Guyup Mahadhian Dwi Putra; Hanifa Hartuti
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 9, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.163 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v9i2.140-148

Abstract

This study aimed to analyze and to map the ability of agricultural land in East Lombok Regency West Nusa Tenggara Province using Geographic Information System (GIS). The method used in this research is descriptive to analyze and match data on the condition of the study area with the criteria for land capability class refer to the Minister of Environment Regulation No.17 of 2009. The parameters observed were soil texture, slope, drainage, effective depth, erosion, and flood threat. The results showed that East Lombok Regency was included in 6th land capability classes, namely class II, III, IV, VI, VII and VIII. Land with class IV dominates the research area is 501.04 km2 which is spread almost in all districts in East Lombok Regency. Areas with class II, III, and IV land are the land that can be used for agricultural cultivation, while class VI, VII, and VIII land is the land with heavy inhibitor factors, so it is better left in natural conditions.
Model Arrhennius Untuk Memprediksi Penyimpanan Kelapa Parut Kering Guyup Mahardhian Dwi Putra; Diah Ajeng Setiawati
Protech Biosystems Journal Vol 1, No 1 (2021): Protech Biosystems Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v1i1.5976

Abstract

Dry grated coconut is a processed coconut product that can be directly used by consumers without requiring further processing. In order for dried coconut products to last longer, a good storage process is needed. Storage is intended to maintain the value of the stored commodity. One of the models used for estimating shelf life is the Arrhenius model. Parameters in this study were water content, temperature and humidity. Temperature parameters consisted of three treatments,i.e 30°C, 35°C and 40°C. The results showed a decrease in water content data obtained by using the Arrhenius method at each storage temperature for a temperature of 30°C that is 103.9 days, a temperature of 35°C is 74 days and a temperature of 40oC is 60.5 day.
Analisis Pengaruh Rasio Jerami Dan Kotoran Sapi Pada Biodigester Terapung Pada Gas Yang Dihasilkan Attamimy, Haikal; Putra, Guyup Mahardhian Dwi; Sukmawaty, Sukmawaty
Jurnal Agrotek Ummat Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v11i2.22262

Abstract

To address the concerning trend of increasing fossil fuel use due to population growth, it is necessaryto prioritize alternative energy sources like renewable energy.This study aims to analyze the energy parameters produced through biogas formation in a floating drum biodigester, highlighting the potential for sustainable energy solutions.This research method uses experimental research using three treatments of the ratio of straw, water, and cow dung. The parameters observed and analyzed include the amount of biogas produced, biogas pressure, flame length, combustion rate, and calorific value.The experiment results clearly demonstrate that the first treatment was significantly more effective in producing biogas, with a volume of 0.101 m3 or 101 litre, a pressure of 0.0081 atm, a combustion rate of 0.00266 m3/min, a flame length of 38 minutes, and a combustion calorific value of 210,045 joules.In contrast, the second treatment produced a total biogas volume of only 0.0775 m3 or 77.5 litre, at a pressure of 0.0131 atm, a combustion rate of 0.00209 m3/min, a flame duration of 37 minutes, and a combustion calorific value of 184,965 joules. These results provide strong evidence for the superiority of the first treatment in terms of biogas production. The third treatment produced a biogas volume of 0.0771 m3 or 77.1 litre at a pressure of 0.013 atm, with a combustion rate of 0.00214 m3/min, a flame duration of 36 minutes, and a combustion heating value of 164,587.5 joules.
Pelatihan Hidroponik Bagi Petani Milenial di Daerah Kayangan, Kabupaten Lombok Utara Putra, Guyup Mahardhian Dwi; Sumarsono, Joko; Priyati, Asih; Abdullah, Sirajuddin Haji; Setiawati, Diah Ajeng; Side, Gagassage Nanaluih De; Amaliah, Wenny; Dewi, Endang Purnama
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v6i1.409

Abstract

Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan kabupaten termuda dari 8 kabupaten yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat. KLU sendiri terus berbenah untuk terus dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya, hal ini dapat dilihat dari data BPS, terjadi penurunan kemiskinan yang signifikan dari tahun 2019 berada pada angka 29% dan pada tahun 2023 sudah turun menjadi 25,8%. Capaian ini akan terus ditingkatkan agar penduduk miskin dapat ditekan serendah-rendahnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan peran serta petani milenial yang berada di KLU untuk menggarap lahan pertanian dengan konsep modern. Pengabdian ini berfokus pada budidaya tanaman dengan metode hidroponik sebagai salah satu bentuk pertanian modern. Hal pertama yang dilakukan dalam pelatihan adalah melakukan observasi tingkat pemahaman atau pengetahuan mengenai pertanian modern dengan sistem hidroponik, setelah itu penyampaian materi oleh beberapa narasumber dari akademisi, praktisi dan koperasi, dilanjutkan dengan pelatihan bertanam sayuran hidroponik, dan yang terakhir adalah evaluasi hasil. Hasil dari kegiatan pengabdian di Kayangan, KLU berjalan dengan lancar, masyarakat petani milenial dengan sangat antusias. Hal ini dapat dilihat dari peran serta dan keaktifan mereka selama mengikuti kegiatan pelatihan hidroponik. Pada sesi terakhir banyak peserta yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan nara sumber. Masyarakat petani milenial berharap kegiatan ini terus berkesinambungan dan terus dapat berjalan melalui bimbingan selama melakukan budidaya hidroponik hingga mereka mampu memproduksi sayuran sendiri minimal untuk konsumsi rumah tangga sehari hari
MODIFIKASI IKLIM MIKRO DENGAN OTOMATISASI SISTEM IRIGASI TETES PADA TANAMAN SELEDRI (Apium Graveolens A) Endang Purnama Dewi; Joko Sumarsono; Sirajuddin Haji Abdullah; Asih Priyati; Wenny Amaliah; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Gagassage Nanaluih De Side
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.162-172.2024

Abstract

Seledri atau Apium graveolens sudah sangat dikenal pemanfaatannya oleh masyarakat luas. Daun tanaman tersebut dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyedap. Selain itu, ekstrak minyak seledri juga dapat digunakan sebagai obat.Penanaman seledri di areal lahan terbuka mengalami beberapa kendala diantaranya seledri merupakan varietas tanaman semusim yang sensitif terhadap kebutuhan air yang memiliki kondisi jenuh air dan kurang air. Pemberian air yang berlebihan atau kekurangan dapat membuat pertumbuhan tanaman seledri tidak optimal. Penerapan mikrokontroler pada sistem irigasi dapat memungkinkan dalam mengontrol pemberian air secara otomatis berdasarkan perintah yang diberikan. Selain masalah pemberian air, Perubahan iklim, suhu ekstrem, atau cuaca tidak stabil juga menjadi kendala tanaman seledri di lahan. Seledri lebih baik tumbuh pada suhu yang lebih sejuk, dan suhu ekstrem dapat mempengaruhi produksi tanaman. Pada lahan terbuka modifikasi iklim mikro dilakukan dengan memberikan mulsa sebagai penutup permukaan lahan sehingga mampu memberikan karakteristik yang berbeda terhadap unsur-unsur iklim mikro, yang meliputi, kelengasan tanah, suhu tanah, serta suhu dan kelembapan udara. Penelitian ini menunjukkan bahwa otomatisasi irigasi tetes dapat berfungsi dengan baik. Alat ini mampu membaca suhu udara (°C), kelembapan udara (%), dan suhu tanah (°C) menggunakan sensor SHT10 dan DS18b20. Data hasil pembacaan sensor dan kondisi servo berhasil disimpan secara real time oleh data logger RTC DS3231 dalam format file .csv. Semua data dan aktivitas alat dapat dimonitor melalui MQTT Dashboard. Kelengasan tanah tertinggi terdapat pada tanah dengan menggunakan mulsa jerami yaitu sebesar 32% pada pukul 18:4:9 sore hari, Suhu tanah tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa mulsa pada pukul 12:00 di siang hari sebesar 33.5 oC, diikuti suhu tanah pada perlakuan mulsa plastik sebesar 32 oC dan suhu tanah pada perlakuan dengan mulsa jerami sebesar 29,6 oC. Suhu udara yang diperoleh pada penelitian adalah  25,93 ˚C dengan kelembapan 79,72 %. Dari hasil yang diperoleh di lapangan, seledri bisa tumbuh dengan optimal pada rentang suhu dan kelembapan tersebut.
Pengembangan Diversifikasi Pangan Melalui Pengolahan Keripik Komak Sebagai Camilan Sehat Dewi, Ika Nurani; Primawati, Sri Nopita; Putra, Guyup Mahardian Dwi; Sukri, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2199

Abstract

Salah satu potensi hasil pertanian lokal di Pulau Lombok adalah kacang komak. Secara ekonomi kacang komak sangat berpotensi sebagai sumber protein nabati. sehingga kacang komak dapat menjadi alternatif substitusi kedelai dalam pembuatan tempe. Namun saat ini, pengolahan  kacang-kacangan menjadi pangan fungsional sebagai sumber protein alternatif dan produk yang   bernilai ekonomi tinggi masih sangat kurang. Permasalahan lainnya yang terjadi di masyarakat (mitra) adalah proses produksi tempe masih tergantung pada pasokan bahan baku kedelai. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang diversifikasi pangan lokal kacang komak sebagai pengganti kedelai, (2) mengembangkan inovasi produk dengan variasi yang berbeda yaitu keripik tempe komak dan (3) meningkatkan keterampilan dalam menggunakan teknologi pembuatan keripik tempe komak, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada sentra industri tempe di lingkungan Abian Kelurahan Pejeruk Ampenan kota Mataram pada bulan Juli-Oktober 2024. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan demonstrasi pelatihan pembuatan tempe komak. Berdasarkan hasil pretest sebesar 17% dan postest sebesar 93% diketahui ada peningkatan  pengetahuan dan pemahaman peserta terkait pengolahan kacang komak. Selain itu, 90% peserta juga menyampaikan minat untuk mengembangkan produk tempe komak lebih lanjut. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta berpotensi mendorong pemberdayaan ekonomi melalui usaha berbasis bahan pangan lokal. Development of Food Diversification Through Processing Komak Chips as a Healthy Snack Abstract One of the potential local agricultural products on Lombok Island is komak beans. Economically, komak beans have great potential as a source of vegetable protein. so that komak beans can be an alternative substitute for soybeans in making tempeh. However, currently, the processing of nuts into functional food as an alternative protein source and product with high economic value is still very lacking. Another problem that occurs in the community (partners) is that the tempeh production process still depends on the supply of soybean raw materials. The objectives of this community service activity are: (1) increasing partners' knowledge about local food diversification of komak beans as a substitute for soybeans, (2) developing product innovation with different variations, namely komak tempe chips and (3) increasing skills in using chip making technology tempe komak, as well as improving community welfare. This activity was carried out at the tempe industrial center in the Abian area, Pejeruk Ampenan subdistrict, Mataram city in July-October 2024. The methods used included lectures and Training demonstrattions on making tempe komak. Based on the pretest resultan of 17% and posttest of 93%, it is known that there has Een an increase in participants in participants knowledge and understanding regarding the procssing of komak nuts. A parit krom that, 90% of pasticipants also expressed Intertest in developing tempe komak Products further. These resultan Shaw that the Training is effective in increasing particioants knowledge and skills, and has the potential to encourage economic empowerment through local Food-based businesses.
Co-Authors - Murad, - Abdullah, Sirajuddin H. Afni, Nur' Akhmad Sukri Amaliah, Wenny Amuddin Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Asih Priyati Asmawati Asmawati Attamimy, Haikal Cahyawan Catur Edi Margana De Side, Gagassage Nanaluih Destiana Adinda Putri Devi Risdianti Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati, Diah Ajeng Elya Antariksana Bachmida Elya Antariksana Bachmida Endang Purnama Dewi Erni Martiani, Erni Fakhrul Irfan Khalil Fakhrul Irfan Khalil Fakhrul Irfan Khalil Fuad Sauqi Isnain Gagassage Nanaluih De Side Gagassage Nanaluih De Side Gagassage Nanaluih De Side Hadi, Agus Purbathin Hanifa Hartuti Hardi Kurniawan, Nanda Haslina Ahmad Hidayat, Agriananta Fahmi Hirjani Hirjani Hunaepi, Hunaepi Husnita Komalasari Huswatun Ida Lailatun I Wayan Sweca Yasa Ika Nurani Dewi Isnaini Puspitasari Joko Sumarsono Joko Sumarsono Junendri Ardian Kurniadin Abd Latif Kurniawan, Hary Lalu Muhammad Ariandi M. Azhar Mustafid Made Gendis Putri Pertiwi Mawarni, Baiq Desy Eka Medi Sopian Asmana Miraj Fuadi Mi’raj Fuadi Muhammad Ahzani Muhammad Fitrah Fitrah Muhammad Mujahid Dakwah Muhammad Nasarudin Murad Murad Murad Murad Mustawa - Naufali, M. Nizhar Ni Kadek Elvin Artika Nia Kurniati Nur Afni Nurul Cahya Novianti Pertama OKI SAPUTRA Opan Sopiandi Ependi Primawati, Sri Nopita Qabul Dinanta Utama Rahmat Sabani Rahmat Sabani Reza Kusuma Nurrohman Reza Kusuma Nurrohman Reza Kusuma Nurrohman Rifqi Hammad Safinatul Aulia Sani, Nurwan Satrijo Saloko Satrijo Saloko Setyaning Pawestri Sholihin, Ibadias Sirajuddin Abdullah Sirajuddin H. Abdullah Sirajuddin Haji Abdullah Sopiyan Iqbal Sri Hartini Sri Hartini sukmawaty - Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty, Sukmawaty sumarjan - Sumarjan Sumarjan Sumarjan Sumarjan Surya Abdul Muttalib Surya Abdul Muttalib Surya Abdul Muttalib, Surya Abdul Suryadi - Syamsurrijal, Syamsurrijal Taufiq Hidayat Umam, Elpanrizkon Wahyu Kristian Sugandi Wahyudi Zulfikar Wan Rosli Bin Wan Ishak Wenny Amaliah Wenny Amaliah Wenny Amaliah Widhiantari, Ida Ayu Wiharyani Werdiningsih Wiharyani Werdiningsih Wijaya, Andre Windy Anindya Dwi Herdiana Wiryono, Budy Wiwin Apriyanditra Yuhendra AP Zamzami, Muhammad Ilham Zulfikar, Wahyudi Zulhan Widya Baskara Zulpayatun -