Claim Missing Document
Check
Articles

WATER BALANCE ANALYSIS IN PIJENAN BANTUL IRRIGATION AREA Guyup Mahardhian Dwi Putra; Diah Ajeng Setiawati; Sumarjan Sumarjan
Jurnal Agrotek Ummat Vol 5, No 1 (2018): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.618 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v5i1.238

Abstract

Untuk melihat ketersediaan air irigasi di suatu daerah digunakan analisa neraca air. Neraca air adalah gambaran potensi penyediaan air dan potensi kebutuhan air. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung debit masukan dan keluaran dari air irigasi Pijenan Bantul yang akan disesuaikan dengan pola tata tanam di daerah tersebut. Metodologi dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan pengambilan data di daerah irigasi Pijenan Bantul. Alat dan bahan yang digunakan adalah current meter, pita ukur, blangko kebutuhan air irigasi. Hasil penelitian menunjukkan debit selama 10 tahun (2003-2013) sebesar 683,730 hingga 10.237,338 l/dt dan debit kebutuhan rata-rata 1823 l/dt. Hubungan antara debit ketersediaan dan debit kebutuhan di pintu tersier dapat ditunjukkan dari analisis neraca air dimana pada daerah hulu kebutuhan irigasi selalu lebih kecil dari debit yang tersedia, di daerah tengah debit kebutuhan seimbang dengan debit ketersediaan, sedangkan di daerah hilir debit kebutuhan lebih besar daripada debit ketersediaan. Hasil perhitungan faktor K didapatkan lebih kecil dari 0,7 yang artinya terjadi defisit air sehingga perlu system irigasi giliran.To see the availability of irrigation water in an area water balance analysisis used. Water balance is a description of potential water supply and potential water requirement. The purpose of this research was to calculate the input and output irrigation waterdischarge from PijenanBantul that will be adjusted with the pattern of planting system in the area.The methodology in this research was experimental with data retrieval in PijenanBantul irrigation area. Tools and materials used were current meters, measuring tape, form of irrigationwater requirement. The results showed that thedischarge for 10 years (2003-2013) was 683.730 to 10,237.338 l/dt and the average requirement was 1823 l/dt. The relationship between the availability and the requireddischarge of the tertiary gate could be shown from the water balance analysis where upstream irrigation water requirements were always smaller than the available discharge; in the middle area the required discharge was equal with the available discharge; whereas in the downstream area, the requireddischarge was greater than the available discharge. The calculation result of K factor was smaller than 0,7 which means water deficit was existed, therefore the rotation irrigation system was necessary.
ANALISIS KINERJA ALAT DESALINASI AIR LAUT PENGHASIL AIR TAWAR DAN GARAM DENGAN MENGGUNAKAN TENAGA SURYA Sopiyan Iqbal; Sukmawaty Sukmawaty; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Diah Ajeng Setiawati
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 1 (2019): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.276 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i1.988

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja alat desalinasienergi surya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan mendestilasikan air laut sebanyak 5 liter selama 5 hari. Pengambilan data dilakukan setiap hari selama 10 jam (08.00-17.00 WITA). Parameter yang diamati adalah intensitas matahari (IT, W/m2), temperatur air laut (Tal, °C), temperatur air tawar (Tat, °C), temperatur plat penyerap (Tc, °C), temperatur penguapan (Tsv, °C), temperatur lingkungan (Ta, °C), produktivitas air tawar (liter), serta garam yang terbentuk (liter). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa intensitas matahari sangat berpengaruh terhadap produktivitas destilat yang dihasilkan. Volume destilat terbesar dihasilkan pada hari kedua dengan efisiensi energi mencapai 97,52%.
KARAKTERISTIK BUAH MANGGIS, ALPUKAT, DAN JAMBU BIJI PADA PENYIMPANAN SUHU RENDAH Sukmawaty Sukmawaty; Muhammad Ahzani; Guyup Mahardhian Dwi Putra
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 4 (2019): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.816 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i4.280-292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan karakteristik bahan hasil pertanian yang disimpan pada penyimpanan suhu rendah. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperi mental dengan tiga perlakuan penyimpanan, yaitu penyimpanan cool box, penyimpanan dengan pengemas polietilen dan penyimpanan pada suhu ruang. Digunakan tiga macam buah sebagai obyek penelitian, yaitu buah manggis, alpukat, dan jambu biji. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu kadar air, susut bobot, laju respirasi, indeks warna, dan nilai GMD. Penurunan nilai kekerasan ketiga jenis buah pada penyimpanan cool box lebih rendah dari penyimpanan pengemas polietylen dan penyimpanan suhu ruang. Terjadi perubahan warna buah selama penyimpanan dimana perubahan terendah pada penyimpanan cool box dan perubahan tertinggi pada penyimpanan suhu ruang untuk semua jenis buah. Kata kunci: manggis, alpukat, jambu biji, penyimpanan, suhu rendah
TEST OF PERFOMANCE ERK HYBRID DRYER WITH BIOMASS FURNACE AS ADDITIONAL HEATING SYSTEM FOR NUTMEG SEED (Myristica sp.) DRYING Guyup Mahardhian Dwi Putra
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.839 KB)

Abstract

Conventional drying depend on the weather. It was caused agricultural product damaged, and moldy attack. So we need hybrid dryer with a source of radiation and solar biomass to continuous drying and can be controlled.The  aims of  this research is test performance of ERK hybrid dryer to drying the nutmeg seed during the drying process. Experiments were conducted to determine the distribution of temperature in the dryer  in condition with no material and material conditions. Input of energy derived from biomass combustion in the furnace (evening) and combination of biomass and radiation (during the day). Measurements of temperature and RH using a thermocouple CC and alcohol thermometer. Temperature and RH to be measured include temperature and RH in dryer with several measurement points representing the up, middle , bottom  and inlet temperature, outlet temperature  and ambient temperature measurements at intervals of 30 minutes. The results showed  average temperature ranges between 42 ° C - 51 ° C and RH ranged between 50.96 % -55.65 % . Time of  drying is used to dry nutmeg from the initial moisture content from 80.72 % wb to 9.67 % wb is 52 hours with an average drying rate is 7.8 % db / hour . The total energy used to heat and vaporize materials,water that is 290 499.9 kJ.  Efficiency of drying system 8.63% and energy of drying required to water evaporated is 28520.62 kJ / kg. The result  quality of product obtained color of nutmeg generally  more uniform.Key word : nutmeg seed, drying, green house, efficiency.
Sistem Otomasi Photovoltaic pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Berbasis Mikrokontroler Arduino skala lab guyup mahardhian dwi putra; Huswatun Ida Lailatun; Rahmat Sabani; Diah Ajeng Setiawati
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 2 (2019): Juni
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.9 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i2.130-138

Abstract

Photovoltaic (PV) merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengkonversi sinar surya menjadi energi. Untuk memaksimalkan hasil konversi dari Photovoltaic (PV) perlu dirancang dengan posisi Photovoltaic (PV) yang selalu tegak lurus terhadap arah datangnya matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem otomasi serta mengevaluasi kinerja alat pembangkit listrik tenaga surya yang bersifat dinamik. Pada penelitian ini digunakan mikrokontroler sebagai sistem kendali, 4 buah rangkaian LDR, dan 2 buah motor servo sebagai output. Sehingga penelitian ini menghasilkan suatu alat berupa PLTS dinamik yang dapat membantu panel surya selalu bergerak ke arah datangnya sinar matahari..
PENGARUH PENGGUNAAN EVAPORATIVE PAD TERHADAP IKLIM MIKRO PADA RUMAH JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) BERDINDING JERAMI DI MUSIM KEMARAU Guyup Mahardhian Dwi Putra; Hunaepi Hunaepi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1 (2014): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bjib.v2i1.1311

Abstract

In general, oyster mushroom cultivated in the hulls made from black plastic cover. Lack of use of black plastic cover material is its nature that is easily damaged or torn due to the sometimes hot or rainy weather and in the dry season the growth of the fungus is hampered due to low humidity and high air temperature, for it needs a research that aims to anticipate the condition. The purpose of this research is to know the effect of the use of evaporative pad on the home of oyster-walled oyster mushroom in order to maintain its productivity. The methodology used in this study includes the collection of environmental temperature data and room temperature, air humidity, fungus weight, solar radiation. Data analysis used is graphical analysis and statistical analysis. The results show that the evaporative pad produces the best conditions for fungal growth. The method produces an air temperature of 27.33 oC, an air humidity of 92.2%. Results of production in control buildings 814.2 grams and buildings with evaporative pad 1014.5 gr.
KARAKTERISASI FISIK BIJI PALA (Myristica sp.) SELAMA PROSES PENGERINGAN DENGAN MENGGUNAKAN ERK HYBRID Guyup Mahardhian Dwi Putra 1) dan dan Sumarjan2)
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.747 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik fisik biji pala selama proses pengeringan berlangsung dengan parameter sebaran suhu dalam rumah kaca, laju pengeringan, rendemen hasil pengeringan. Percobaan dilakukan untuk mengetahui sebaran suhu dan RH di ruang pengering pada kondisi kosong tanpa bahan dan kondisi dengan bahan. Input energi panas berasal dari pembakaran biomassa di tungku (malam hari) dan kombinasi antara biomassa dan radiasi (siang hari). Pengukuran suhu dan RH dilakukan dengan menggunakan termokopel CC dan termometer alkohol. Suhu dan RH yang akan diukur meliputi suhu dan RH ruang pengering yang dilakukan dengan beberapa titik pengukuran yang mewakili rak atas, rak tengah, rak bawah serta suhu inlet, suhu outlet (bola basah dan bola kering) dan suhu lingkungan dengan selang pengukuran 30 menit. Analisis parameter efisiensi penggunaan energi dihitung berdasarkan persamaan-persamaan kadar air bahan basis basah, iradiasi Surya harian (Ih), laju pengeringan. Hasil dari penelitian ini diperoleh sebaran suhu ruang pengering cenderung merata yaitu rata-rata berkisar antara 42°C-51°C sedangkan RH ruang pengering berkisar antara 50.96%-55.65%. lama pengeringan yang digunakan untuk mengeringkan biji pala dari kadar air awal 80.72% bb hingga 9.67% bb pada percobaan ini yaitu 52 jam dengan rata-rata laju pengeringan yaitu 7.8% bk/jam. Kualitas produk yang dihasilkan diperoleh warna biji pala hasil pengeringan secara umum lebih seragam ABSTRACT The aims of this research is to look at the physical characteristics of the nutmeg seed during the drying process with the temperature distribution variable in greenhouses , drying rate , drying yield. Experiments were conducted to determine the distribution of temperature and RH in the green house in condition with no material and material conditions . Input of heat energy derived from biomass combustion in the furnace ( evening ) and a combination of biomass and radiation ( during the day ) . Temperature and RH measurements performed using a thermocouple CC and alcohol thermometer. Temperature and RH to be measured include temperature and RH in green house with several measurement points representing the upper shelf , middle shelf , bottom shelf and inlet temperature , outlet temperature ( wet bulb and dry bulb ) and ambient temperature measurements at intervals of 30 minutes . analysis of energy use efficiency parameter is calculated based on the equations wet basis moisture content of materials , daily solar irradiation ( Ih ) , the rate of drying . The results obtained from this study is average temperature ranges between 42 ° C - 51 ° C and RH ranged between 50.96 % -55.65 % . long drying is used to dry nutmeg from the initial moisture content from 80.72 % wb to 9.67 % wb in this experiment is 52 hours with an average drying rate is 7.8 % db / hour . The quality of the resulting product obtained nutmeg color generally results in more uniform drying
APLIKASI KOMBINASI FILTER BERTINGKAT UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TEMPE DI KELURAHAN KEKALIK JAYA KOTA MATARAM Diah Ajeng Setiawati; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Fakhrul Irfan Khalil; Wahyudi Zulfikar; Hirjani Hirjani
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i1.186

Abstract

Terdapat sekitar 113 pengusaha tempe yang mengolah 20 ton kedelai per hari di daerah Kekalik Jaya, Kota Mataram. Limbah padat industri tempe berupa tangkai dan kulit kedelai selama ini dikelola dengan menjual pada pengusaha ternak sapi yang memanfaatkan limbah ini sebagai pakan ternak. Limbah cair langsung dibuang begitu saja ke badan air sungai yang terletak di daerah Kekalik. Salah satu teknologi yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah teknologi filtrasi (penyaringan). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan filter yang berisi media butiran, yaitu kombinasi arang aktif, zeolit, dakron, pasir silika dan kerikil yang disusun pada pipa wadah akrilik berukuran 15 cm x 15 cm x 100 cm. Sistem filtrasi terdiri dari dua unit filtrasi untuk meningkatkan efisiensi penyisihan zat organik yang masih terkandung dalam limbah cair tempe. Pemilik usaha, para pekerja, masyarakat sekitar yang menghadiri kegiatan terlihat sangat antusias untuk menerima penyuluhan. Khususnya karena limbah yang dihasilkan cukup menggangu masyarakat akibat timbulnya bau busuk di badan air (sungai dan selokan) dan warna air menjadi semakin keruh dan menghitam. Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini merasa optimis kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat akan lebih baik dengan aplikasi teknologi yang ditawarkan pada kegiatan ini. Modul filtrasi bertingkat yang diperkenalkan sebagai salah satu alternatif dalam pengolahan limbah cair tempe dalam kegiatan ini dapat mengolah limbah cair dengan baik jika kondisinya tidak terlalu pekat. Selain itu, teknologi lubang resapan biopori yang juga diperkenalkan dalam kegiatan ini dapat diaplikasikan sebagai salah satu solusi untuk pengolahan limbah padat dan cair, sekaligus mencegah genangan pada wilayah terkait, terutama saat musim hujan.
Pengeringan Biji Kemiri pada Alat Pengering Tipe Batch Model Tungku Berbasis Bahan Bakar Cangkang Kemiri (Drying of pecan seed using Batch Type dryer with pecan sheel fuel): Drying of Pecan Seed using Batch Type dryer with Pecan Sheel Fuel Murad Murad; Rahmat Sabani; Guyup Mahardhian Dwi Putra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.822 KB)

Abstract

Generally, this research aimed to study drying characteristic of pecan seed on a Batch type (stove) dryer using pecan shell as fuel. Specifically, this research aimed to determine moisture content reduction, temperature change, drying rate, mass transfer rate, air dryer flow rate, energy requirement, drying efficiency, and drying capacity. This research used experimental method in order to determine drying characteristic of pecan on thin layer method using oven, which was conducted in laboratorium by temperature varied of 40oC, 50oC, 60oC, 70oC, dan 80oC. Thick layer method was conducted by trial mathematical model, i.e. collected data from drying stage on batch stove dryer then analyzed using software based on mathematical model, actual data were also collected from on field experiments. Measurement of pecan geometric characteristic also had been conducted. Result showed that pecan had sphericity number of 0.79. Characteristic curve of thin layer drying obtained from analytical result showed the drying rate was decreasing and correlation between ln MR (%db) with t (hours) on drying temperature of 40 oC to 80 oC showed decreasing moisture content and drying rate towards drying time. General equation for moisture content ratio, MR = exp (-0,0141.T – 0,2583)*t. Graphic of correlation between fuel (kg) and moisture content equilibrium (%) showed decreasing moisture content equilibrium at every fuel addition.
Pengaruh Kecepatan Putar Pengadukan Adonan terhadap Sifat Fisik Roti (Effect of Dough Mixing Speed on Bread Physical Characteristic): Effect of Dough Mixing Speed on Bread Physical Characteristic Asih Priyati; Sirajuddin H. Abdullah; Guyup Mahardhian Dwi Putra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.9 KB)

Abstract

This research aimed to study effect of dough mixing speed on bread physical characteristic. Dough mixing is an important process on bread production. At this process, the cohesive elastic characteristic will occur from gluten that attach water molecule. Method used in this research was experimental approach using Completely Randomized Design with variation of mixer speed and determined correlation between physical characteristic of the expansion bread after fermentation and after baked in the oven, bread mass, bread pore, and bread water content. Mixer speed variation of 100, 150, and 200 rpm using three replications had been conducted. Result showed that mixing process using higher speed produced bigger bread mass, larger bread pore, and higher water content.
Co-Authors - Murad, - Abdullah, Sirajuddin H. Afni, Nur' Akhmad Sukri Amaliah, Wenny Amuddin Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Asih Priyati Asmawati Asmawati Attamimy, Haikal Cahyawan Catur Edi Margana De Side, Gagassage Nanaluih Destiana Adinda Putri Devi Risdianti Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati, Diah Ajeng Elya Antariksana Bachmida Elya Antariksana Bachmida Endang Purnama Dewi Erni Martiani, Erni Fakhrul Irfan Khalil Fakhrul Irfan Khalil Fakhrul Irfan Khalil Fuad Sauqi Isnain Gagassage Nanaluih De Side Gagassage Nanaluih De Side Gagassage Nanaluih De Side Hadi, Agus Purbathin Hanifa Hartuti Hardi Kurniawan, Nanda Haslina Ahmad Hidayat, Agriananta Fahmi Hirjani Hirjani Hunaepi, Hunaepi Husnita Komalasari Huswatun Ida Lailatun I Wayan Sweca Yasa Ika Nurani Dewi Isnaini Puspitasari Joko Sumarsono Joko Sumarsono Junendri Ardian Kurniadin Abd Latif Kurniawan, Hary Lalu Muhammad Ariandi M. Azhar Mustafid Made Gendis Putri Pertiwi Mawarni, Baiq Desy Eka Medi Sopian Asmana Miraj Fuadi Mi’raj Fuadi Muhammad Ahzani Muhammad Fitrah Fitrah Muhammad Mujahid Dakwah Muhammad Nasarudin Murad Murad Murad Murad Mustawa - Naufali, M. Nizhar Ni Kadek Elvin Artika Nia Kurniati Nur Afni Nurul Cahya Novianti Pertama OKI SAPUTRA Opan Sopiandi Ependi Primawati, Sri Nopita Qabul Dinanta Utama Rahmat Sabani Rahmat Sabani Reza Kusuma Nurrohman Reza Kusuma Nurrohman Reza Kusuma Nurrohman Rifqi Hammad Safinatul Aulia Sani, Nurwan Satrijo Saloko Satrijo Saloko Setyaning Pawestri Sholihin, Ibadias Sirajuddin Abdullah Sirajuddin H. Abdullah Sirajuddin Haji Abdullah Sopiyan Iqbal Sri Hartini Sri Hartini sukmawaty - Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty, Sukmawaty sumarjan - Sumarjan Sumarjan Sumarjan Sumarjan Surya Abdul Muttalib Surya Abdul Muttalib Surya Abdul Muttalib, Surya Abdul Suryadi - Syamsurrijal, Syamsurrijal Taufiq Hidayat Umam, Elpanrizkon Wahyu Kristian Sugandi Wahyudi Zulfikar Wan Rosli Bin Wan Ishak Wenny Amaliah Wenny Amaliah Wenny Amaliah Widhiantari, Ida Ayu Wiharyani Werdiningsih Wiharyani Werdiningsih Wijaya, Andre Windy Anindya Dwi Herdiana Wiryono, Budy Wiwin Apriyanditra Yuhendra AP Zamzami, Muhammad Ilham Zulfikar, Wahyudi Zulhan Widya Baskara Zulpayatun -