Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Tradisi Pembakaran Mayat atau Ngaben (Studi Fenomenologi Anggota Keluarga Etnik Bali) Purnami, Made Dewi; Aryanti, Nina Yudha; Kartika, Tina; Zainal, Anna Gustina
JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari Vol 5 No 2 (2024): JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joppas.v5i2.9152

Abstract

The aim of this research is to find out and analyze the experiences of family members who are prevented from carrying out the Ngaben tradition of their family members in Mataram Udik Village through motifs. This research uses a type of qualitative research using the phenomenological method. Data collection techniques were carried out by means of field observation, interviews with informants and documentation of research results. This research aims to find out more in-depth awareness and analyze the experience of one family member who is hampered by carrying out the Ngaben tradition of his family members. The research results showed that the Balinese ethnic experience regarding the Ngaben tradition in Mataram Udik Village resulted in positive perceptions, because informants were able to carry out mass Ngaben processions after being hampered by economic factors. Informants who were hampered from carrying out the Ngaben carried out the Mekingsan Ring Geni procession, which is a form of cremation ceremony where the spirits are entrusted temporarily to the God of Brahma or the God of Fire before undergoing the next ceremony, namely the Mass Ngaben, so that they can unite with Ida Sang Hyang Widi Wasa/God Almighty. In conclusion, the meaning obtained by the Balinese ethnic group is that the material body or body is nothing but a combination of 5 material elements or Panca Mahabhuta (earth, water, fire, air and ether). Fire has a special status among the Panca Mahabhuta as the purest among the pure, so Fire is used to free the mortal body back to its origin to become the Panca Mahabhuta. Keywords: Balinese Ethnicity, Phenomenology, Ngaben, Experience
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PENANGGULANGAN STUNTING OLEH PUSKESMAS LUMBOK SEMINUNG INDRIANI, ATIKA NURWAN; Zainal, Anna Gustina
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v6i2.339

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi dimana seorang anak lebih pendek dari usianya atau memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan anak-anak pada usia yang sama. Dengan mengenali kehadiran stunting dalam hidup kita dan mengambil langkah proaktif menuju perbaikan diri, kita dapat melepaskan diri dari cengkeramannya dan membuka potensi pertumbuhan kita sepenuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi yang dilakukan Puskesmas Lumbok Seminung dalam melaksanakan pembangunan untuk mengatasi stunting. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini adalah komunikasi pembangunan yang dilakukan Puskesmas Lumbok Seminung melalui edukasi, pemantauan pertumbuhan dan kolaborasi telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
The Symbolic Essence of “Seserahan”: Exploring the Communication Message in The Marriage Procession of the Clan Zainal, Anna Gustina; Pahreza, Urba; Aryanti, Nina Yudha; Kagungan, Dian; Meutia, Intan Fitri
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 6 No 2 (2023): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v6i2.4916

Abstract

This study aims to decode the symbolic communication conveyed through offerings during the Besagh arrival procession in the wedding customs of the Mesuji Lampung clan residing in Banjar Margo, Tulang Bawang District, Lampung Province. Although numerous studies have highlighted the role of offerings in Indonesian wedding cultures, there is a notable research gap regarding the symbolism within the Besagh procession of the Mesuji Lampung clan. This research is important as it reveals the traditional values and local wisdom embodied in the offerings, strengthening the community's social and familial bonds. The theoretical framework of symbolic communication is employed to analyze the meanings embedded in the offerings. Conducted qualitatively in Banjar Margo District, the study uses Snowball Sampling to select informants. Data gathered from these informants were analyzed through an interpretive approach to derive deep insights into the symbolic meanings of each offering. Offerings, integral to wedding processions across Indonesian cultures, symbolize the commitment and involvement of both parties. Families express values, aspirations, and social relations between clans through these offerings. For instance, kemingan (mat) symbolizes simplicity and blessings in the household, while lemang (glutinous rice) signifies unity and the strength of marital bonds. Using traditional materials honors tradition and reinforces familial and communal ties. Thus, this study reveals how traditional materials in the Besagh procession convey respect, prayers, and blessings from extended families to the prospective couple, reflecting unity, loyalty, prosperity, and respect within marriage.
INTERCULTURAL COMMUNICATION IN MULTICULTURAL SOCIETY (A STUDY ON THE ADAPTATION OF JAVANESE ETHNIC MIGRANT COMMUNITIES IN MATARAM UDIK VILLAGE) Made Dewi Purnami; Tina Kartika; Nina Yudha Aryanti; Anna Gustina Zainal
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 5 (2024): MAY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Balinese ethnic community has undergone transmigration due to the eruption of Mount Agung. Transmigration was carried out to Lampung Province, specifically in Central Lampung. This study aims to understand "How is intercultural communication among the Balinese ethnic group in a multicultural society?" Given this phenomenon, the author employs a qualitative research method using the symbolic interactionism model to observe behaviors and interactions of individuals, discerned through symbols and their meanings. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The research findings reveal an interconnected adaptation between the Balinese ethnic migrants and the indigenous Lampung ethnic group. Due to mutual respect and appreciation between the ethnic groups, both migrants and natives are able to practice their respective cultures. The Javanese ethnic community is still respected for their use of the Javanese language in this village. Therefore, the relationship between these two ethnic groups can proceed smoothly without significant obstacles as each group has accepted the other as they are.
Peran Media Video Animasi Stunting Terhadap Pemahaman Stunting Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kecamatan Way Ratai, Pesawaran, Lampung Martini, Cita; Kartika, Tina; Zainal, Anna Gustina
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v8i4.3733

Abstract

Stunting menjadi perhatian utama pemerintah karena dampaknya yang signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia. Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang mengakibatkan tinggi badan anak di bawah standar Kementerian Kesehatan. Menurut UNICEF, stunting dapat menyebabkan masalah jangka panjang, seperti penurunan kemampuan kognitif dan peningkatan risiko penyakit degeneratif. Di Kecamatan Way Ratai, Pesawaran, Lampung, Tim Pendamping Keluarga (TPK) berperan penting dalam mengatasi stunting dengan memberikan edukasi dan pemantauan kepada keluarga berisiko. Namun, pemahaman TPK tentang stunting masih terbatas, yang menghambat efektivitas mereka. Untuk mengatasi masalah ini, penyuluh KB dari BKKBN melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) pada 22 November 2023, melibatkan 22 anggota TPK yang terdiri dari kader PKK dan kader KB. Penyuluhan menggunakan media video animasi untuk meningkatkan pengetahuan TPK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk meneliti peran video animasi dalam meningkatkan pemahaman TPK, dengan pengumpulan data melalui kuesioner pretest dan posttest serta wawancara. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 26,45%. Sebanyak 27,3% anggota TPK merasa video animasi sangat membantu, sementara 72,7% merasa bermanfaat. Peserta menghargai format media yang menarik dan mudah diakses. Mereka menginginkan sesi mendatang yang lebih bervariasi dan menyarankan tambahan materi, seperti leaflet, untuk memperkaya pengalaman belajar mereka. Ini menunjukkan pentingnya mempersiapkan TPK sebagai mitra dalam mengatasi masalah stunting di komunitas mereka. Kata kunci : animasi, penyuluhan, stunting,
GAYA KOMUNIKASI PIMPINAN PT TELKOMSEL BRANCH LAMPUNG DALAM MEMBANGUN KEDEKATAN INTERAKSI PADA KARYAWAN Christiane, Priska Putri; Putra, Purwanto; Zainal, Anna Gustina
KOMUNIKATA57 Vol 5 No 2 (2024): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v5i2.1530

Abstract

Komunikasi merupakan sesuatu hal sangat vital dalam sebuah organisasi, karena dari komunikasi akan terbentuk suatu hubungan yang akhirnya dapat menggerakkan organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Berbicara mengenai organisasi erat kaitan dengan kepemimpinan. Keberhasilan sebuah perusahaan juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana seorang pemimpin mampu memimpin anggotanya untuk mencapai target perusahaan, dan salah satu hal yang penting dalam memimpin perusahaan adalah gaya komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin memberikan pemaparan bagaimana gaya komunikasi yang di terapkan Pimpinan atau Manager PT Telkomsel Branch Lampung Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara untuk pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwasanya gaya komunikasi yang digunakan oleh Manager/Pimpinan PT Telkomsel Branch Lampung adalah the equalitarian style of communication atau gaya komunikasi dua arah dan adakalanya The Relingushing Style. Penggunaan komunikasi dua arah ini gunakan untuk membangun kedekatan interaksi karena gaya komunikasi ini berfokus untuk lebih banyak mendengar dengan kepedulian dan empati. Sedangkan The Relingushing Style kadang kala dimanfaatkan oleh manager/pimpinan PT Telkomsel Branch Lampung untuk memberikan kepercayaan terhadap teamnya dalam mengemban dan menyelesaikan tanggung jawab yang sudah diberikan.
Literasi Penggunaan Media Digital Sebagai Media Parenting Bagi Perempuan Dan Orang Tua Di Kota Bandar Lampung Zaimasuri; Suciska, Wulan; Zainal, Anna Gustina; Faisal, Ahmad Riza
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan literasi pemanfaatan media digital dalam proses parenting pada anak usia dini dirasa sangat perlu untuk dilakukan untuk membekali orang tua dan calon orang tua yang siap menghadapi era digital. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, perempuan selaku calon orang tua yang cenderung banyak menghabiskan waktu bersama anaknya, perlu dibekali dengan kemampuan digital parenting dan skill komunikasi yang memadai. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan manfaat penggunaan media digital serta meminimalisir dampak negatif dari penggunaan media digital sebagai media parenting. Kota Bandar lampung sebagai ibu kota Provinsi, harusnya dapat menjadi pusat literasi digital parenting. Sebagai salah satu kota dengan tingkat akses internet yang tinggi di Provinsi Lampung, pembekalan dan pelatihan literasi digital terhadap perempuan dan mahasiswi melalui organisasi perempuan KOHATI diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan literasi digital parenting bagi anak usia dini. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membuat peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai digital parenting. Khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi kemajuan teknologi yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik anak usia dini. Metode yang akan diberikan yaitu Pre-Test, Sosialisasi dan Post-Test, yang akan dilanjutkan dengan pembimbingan dalam bentuk diskusi bersama ahli dan masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi, didapatkan efektivitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pemaparan 3 materi tentang Media digital sebagai peluang dan ancaman dalam parenting di era digitalisasi, strategi komunikasi efektif dalam menghadapi anak usia dini di era digitalisasi, dan kiat bijak pemanfaatan media digital dalam digital parenting pada anak usia dini. Pemaparan ketiga materi diatas yang merupakan penjabaran dari 3 indikator pencapaian peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan dalam digital parenting dinilai mengalami peningkatan yang signifikan.
Optimizing Digital Wellness to Prevent Gadget Addiction and Brainrot in Youth of Lumbok Seminung, West Lampung Puspandari Setyowati Sugiyanto; Andi Windah; Ida Nurhaida; Anna Gustina Zainal; Ahmad Riza Faizal
International Journal of Community Service Implementation Vol. 3 No. 1 (2025): IJCSI JUNE 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v3i1.292

Abstract

The increasing use of gadgets among adolescents, particularly youth in Lumbok Seminung Sub-district, has led to negative impacts on mental health, with gadget addiction and brainrot as prominent examples. In Lumbok Seminung Sub-district, West Lampung, this phenomenon is becoming more widespread, threatening the quality of learning and psychological development of adolescents. This community service aims to optimize digital wellness to prevent gadget addiction and brainrot among youth. The activities were conducted by providing materials on mental health, digital wellness, and screen time management. Prior to the counseling sessions, pre-tests and post-tests were administered through written questions to the youth in Lumbok Seminung Sub-district, West Lampung. The results showed that, quantitatively, the youth’s knowledge of digital health was already at a fairly good baseline, with 70.8% of pre-test answers correctly addressing the importance of healthy gadget use. After the delivery of materials by the community service team, the youth’s understanding increased to 81.1%. This improvement was based on the pre-test and post-test results. Therefore, it can be concluded that this community service activity successfully had a positive impact, enhancing the youth’s understanding and awareness of the importance of using digital technology in a healthy and balanced manner. Through educational and participatory approaches, participants were equipped with knowledge about the concept of digital wellness, the potential dangers of gadget addiction, and concrete strategies for managing gadget use wisely.
Governmental Crisis Communication for Tourism Recovery: Lessons from Bandar Lampung in the Covid-19 Era Aji, Jaya; Zainal, Anna Gustina; Wardhani, Andy Corry; Trenggono, Nanang
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 epidemic significantly impacted the worldwide tourism sector, resulting in a notable decrease in both domestic and foreign tourist arrivals in Bandar Lampung. The Bandar Lampung Tourism Office, as the principal institutional authority managing the city's tourism sector, was necessitated to react swiftly and efficiently to a developing issue. This study examines the crisis communication management tactics employed by the office during the pandemic. This research adopts a post-positivist perspective and utilizes a qualitative, descriptive technique to analyze crisis communication during three essential phases: pre-crisis, crisis, and post-crisis. The results demonstrate that the pre-crisis timeframe was marked by inadequate preparedness and a lack of proactive risk mitigation strategies. The crisis phase demonstrated a more nimble institutional response, characterized by adaptive methods, intersectoral collaborations, and innovation-driven modifications to tourism operations. During the post-crisis period, the Tourism Office implemented communicative techniques aligned with the Situational Crisis Communication Theory (SCCT), encompassing image restoration, stakeholder reassurance, and strategic media framing to influence public opinion and restore trust. These observations enhance the broader discussion on crisis communication in the public sector and emphasize the necessity for robust, theory-based frameworks in tourist governance during global shocks.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Prabowo Subianto dan Partai Gerindra Melalui Platform TikTok Sepriyani; Andy Corry Wardhani; Anna Gustina Zainal
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 5 No. 3 (2025): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v5i3.7684

Abstract

Social media has evolved into a crucial nexus for political promotion and communication during the 2024 General Election in Indonesia. This scholarly investigation undertakes an analysis of the digital marketing communication strategies employed by Prabowo Subianto and the Gerindra Party through the TikTok platform. The central focus lies on elucidating the strategic utilization of digital content to cultivate a specific political image and enhance audience engagement, particularly among younger demographics. Employing a descriptive qualitative research methodology, this study incorporates content analysis, observational techniques, and a review of pertinent academic literature. The findings reveal that the Gerindra Party strategically leverages the affordances of TikTok, such as short-form video, prevalent musical trends, and emergent platform trends, to disseminate political messaging in a simplified yet appealing manner. The deployment of creative and dynamic digital content demonstrates efficacy in fostering a positive candidate and party image, concurrently amplifying interaction with younger segments of the electorate. Nevertheless, this research also identifies salient challenges, notably the potential for the propagation of disinformation and the imperative for maintaining rhetorical consistency across digital communications. The scholarly implications of this study contribute valuable insights into the efficacy of the TikTok platform within the realm of modern political communication and underscore the exigency for the strategic adaptation of digital marketing paradigms within the electoral context.