Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Implementasi Pelayanan Informasi Obat Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit DR. Soedarso Pontianak Tahun 2020 Puspasari, Heny; Suryaningrat, Dani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2629

Abstract

Pelayanan informasi obat merupakan suatu kegiatan untuk memberikan pelayanan informasi obat yang akurat dan objektif dalam hubungannya dengan perawatan pasien, pelayanan informasi obat sangat penting dalam upaya menunjang budaya pengelolaan dan penggunaan obat secara rasional. Pelayanan kefarmasian adalah salah satu syarat dari pengobatan untuk mencapai tujuan keberhasilan terapi yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai realisasi implementasi pelayanan informasi obat pasien rawat jalan di rumah sakit umum dr Soedarso Pontianak tahun 2020 dengan target yang diinginkan sesuai standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian analisis deskriftif dengan unit analisis bagian instalasi farmasi rumah sakit. Pengambilan data secara prosfektif kepada sejumlah pasien rawat jalan yang mendapat resep dari dokter dengan pemberian kuesioner serta pengamatan langsung. Hasil dari penelitian diketahui bahwa pelayanan informasi obat pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Soedarso, masih terjadi kesenjangan negatif atau realisasinya belum mencapai target yang diinginkan sebesar 97% untuk indikator efek samping obat dan 99% untuk kepatuhan minum obat. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masih kurang lengkapnya pelayanan informasi obat oleh pertugas farmasi kepada pasien dalam memberikan komponen informasi obat seperti jenis sediaan obat, khasiat obat dan terutama pada efek samping obat dan informasi kepatuhan minum obat.
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid Madu Hutan (Apis dorsata) Kapuas Hulu dengan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis Syafitri, Youni; Wasanti, Indira Ha'in; Puspasari, Heny
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i1.2775

Abstract

Madu hutan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Madu hutan mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid yang terdapat di dalam madu hutan (Apis dorsata). Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan ekstrak etanol 96% madu hutan Kapuas Hulu dan hasil fraksinasi menggunakan pelarut air panas dengan suhu 40oC untuk identifikasi KLT dan ekstrak metanol madu hutan Kapuas Hulu untuk identifikasi spektrofotometri UV-Vis. Kemudian dilakukan uji fitokimia yang menunjukkan ekstrak madu hutan positif mengandung senyawa flavonoid. Identifikasi flavonoid dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan eluen BAA (3:1:1) untuk mengetahui nilai Rf. Hasil KLT menunjukkan senyawa flavonoid madu hutan (Apis dorsata) mengandung Luteolin nilai Rf 78 dan Trisin nilai Rf 73 dari jenis flavon,Dihidrokuersetin nilai Rf 78 dari jenis flavanon, dan Isolikuiritigenin-4 glukosida nilai Rf 61 dari jenis khalkon. Dilanjutkan dengan ekstrak metanol diuji dengan KLT dielusi dengan beberapa pelarut yaitu n-heksan : etanol (8:2), n-heksan : etil asetat (8:2), BAA (3:1:1), dan BAA (4:1:5) diperoleh eluen dengan pemisahan terbaik yaitu BAA (4:1:5), kemudian dilanjutkan pemisahan dengan metode kromatografi kolom gravitasi. Hasil isolat dengan warna yang pekat dari hasil kromatografi kolom gravitasi kemudian diidentifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis UV-Vis isolat dengan puncak terbaik menghasilkan 2 puncak pada λ 235,4 nm (pita II) dan pada λ 381,9 nm (pita I) yang diduga senyawa khalkon atau auron. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ekstrak madu hutan mengandung senyawa flavonoid jenis flavanon yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, anti jamur dan antibakteri. Jenis flavon berfungsi sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas, serta jenis khalkon berfungsi sebagai antibakteri, antiplatelet, antiulceratif, antimalaria, antikanker, antiviral, antileismanial, antioksidan, antihiperglikemik, immunomodulator, dan antiinflamasi
Analisis Efektivitas Pembelajaran Farmasetika Apotek Secara Daring dengan Metode Google Classroom pada Mahasiswa Tahun 2020 Puspasari, Heny; Puspita, Weni; Maulidia, Nanda; Jubri, Jubri
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i1.3002

Abstract

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan. Sistem pembelajaran daring atau online adalah salah satu implementasi dari pendidikan jarak jauh melalui sistem belajar online . Setiap sekolah maupun perguruan tinggi menggunakan cara belajaronline dengan tujuan meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang lebih baik dan bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pembelajaranFarmasetika Apotek dengan menggunakan platform Google Classroom pada mahasiswaAkfar tahun 2020 Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian analisis kuantitatif. Pengambilan data secara prospektif kepada mahasiswa-mahasiswi aktif Akademi Farmasi Yarsi Pontianak pada tingkat tiga dengan pemberian kuesioner melalui google form. Hasil validasi dan reliabilitas instrumen penelitian ini menunjukkan nilai r tabel tiap butir pernyataan adalah rata-rata di bawah 0,05 (n=30) dan nilai Cronbach’s alfa yang diperoleh yaitu 0, 826 > 0,6.Hasil 10 indikator dari 15 indikator pertanyaan menunjukkan nilai persentase setuju dan sangat setuju lebih dari 50% tentang efektivitas pembelajaran. Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kuesioner penelitian ini valid dan reliabel, serta metode pembelajaran menggunakan platform Google Classroom sudah baik atau dapat dikatakan telah efektif dilaksanakan dengan menggunakan platform Google Classroom..
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa terhadap Pemilihan Suplemen Kesehatan dalam Menghadapi COVID-19 Puspasari, Heny; Puspita, Weni
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i1.3354

Abstract

Covid-19 di Indonesia dinyatakan sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat serta bencana non alam, yang tidak hanya menyebabkan kematian tapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Menghadapi masalah ini, maka diperlukan upaya pengendalian dan pencegahan Covid-19 ini Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan masyarakat melalui kesehatan tubuh perorangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan sikappenerapan penggunaan suplemen kesehatan pada mahasiswa-mahasiswi di Akademi Farmasi Yarsi Pontianak di masa pandemi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif dengan menggunakan pendekatan analisis ku antitatif pada mahasiswa-mahasiswi aktif semua tingkat/semester di Akademi Farmasi Yarsi Pontianak. Pengambilan data secaraprospektif dengan teknik sampling Stratified Random Sampling.Penelitian ini dilakukan dengan pemberian kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 orang mahasiswa, didapatkan tingkat pengetahuan termasuk kategori cukup sebanyak 8 orang (8,0%)dan mahasiswa dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 92 orang (92,0%), serta sikap tidak baik sebanyak 16 orang (16,0%) dan kategori sikap baik sebanyak 84 orang (84,0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa sudah baik dan memiliki sikap yang baik terhadap pemilihan suplemen kesehatan dalam menghadapi Covid-19 pada era pandemi
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 1-24 Bulan Puspasari, Heny; Nurdiyana, Siti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.437 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i10.4363

Abstract

Masalah gizi pada anak terutama stunting perlu ditangani dengan tepat karena berpotensi terhadap tingginya angka kematian. Kejadian balita stunting di UPTD Puskesmas Talaga tahun 2017-2018 tidak mengalami penurunan yang signifikan yaitu dari 1,85% pada tahun 2017 menjadi 1,06% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 1 – 24 bulan di UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka tahun 2018. Jenis penelitiannya yaitu penelitian analitik dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 responden dengan perbandingan 45 kasus (balita pendek) : 45 kontrol (balita normal). Penelitiannya dilakukan tanggal 3 Mei - 19 Juni 2019. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi balita yang mengalami kejadian stunting lebih tinggi terdapat pada ibu berpengetahuan kurang (31,1%), pendapatan keluarga rendah sebanyak (71,1%), dan pemberian ASI tidak eksklusif sebanyak (62,2%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (r value = 0,049 dan OR = 2,548), pendapatan keluarga (r value = 0,006 dan OR = 3,368) dan riwayat pemberian ASI eksklusif (r value = 0,020 dan OR = 2,713) dengan kejadian stunting pada anak usia 1 – 24 bulan di UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka Tahun 2018. Petugas kesehatan bekerja sama dengan kader untuk melaksanakan kegiatan posyandu secara rutin setiap bulan, memotivasi ibu untuk membawa anaknya ditimbang ke posyandu, memberikan informasi kepada ibu menyusui untuk memberikan ASI secara eksklusif. Bagi ibu dan keluarga agar berkonsultasi kepada petugas kesehatan untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang stunting dan cara pencegahannya.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI PMB E SAWANGAN KOTA DEPOK PERIODE JUNI - AGUSTUS 2024 Siti Nurdiyana; Yosi Yusrotul Khasanah; Heny Puspasari; Agi Yulia Ria Dini; Elis Fitriyawati
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.302

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi suntik merupakan alat kontrasepsi berupa cairan yang disuntikan ke dalam tubuh wanita secara periodik dan mengandung hormonal, kemudian masuk ke dalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan. Hasil studi pendahuluan dari 15 akseptor KB suntik 3 bulan di PMB E, didapatkan hasil bahwa 8 akseptor telah menggunakan KB suntik > 5 tahun, dan sisanya ≤ 5 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui Untuk mengetahui Faktor – Faktor Yang berhubungan Dengan Lama Penggunaan Kontrasepsi suntik 3 Bulan di PMB E Sawangan Kota Depok Periode Juni - Agustus 2024. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 64 akseptor. Menggunakan data primer, analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p-value 0,006 < 0,05), pendapatan keluarga (p-value 0,012 < 0,05), tingkat pengetahuan(p-value 0,011 < 0,05), dan dukungan suami (p-value 0,012 < 0,05) dengan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan di PMB E Sawangan Kota Depok Periode Juni - Agustus 2024. Saran untuk tenaga kesehatan agar dapat memberikan informasi serta penyuluhan kepada akseptor suntik dan suaminya mengenai alat kontrasepsi yang lebih disarankan untuk PUS umur lebih dari 35 tahun dan tentang risiko lama pengunaan KB suntik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI KLINIK ARIZA MEDIKA TAHUN 2022 Heny Puspasari; Agi Yulia Ria Dini; Siti Nurdiyana; Laili Nurjannah Yulistiyana; Yosi Yusrotul Khasanah; Anisah Fitri
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.317

Abstract

Abstrak  KB suntik 3 bulan adalah kontrasepsi hormonal yang berisi hormone progesterone. KB suntik 3 bulan merupakan metode kontrasepsi non jangka panjang akan tetapi KB suntik 3 bulan menjadi pilihan mayoritas ibu-ibu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor uyang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan di Klinik Ariza Medika Tahun 2022.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling.Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah  Analisa multivariat dengan uji chi square.Hasil analisis uji chi square dengan spss faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan nilai p,0,05 adalah usia (p=0,02) dan parietas (p=0,03). Keempat faktor (usia, Pendidikan, ekonomi dan parietas) secara bersama-sama berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan namun yang paling signifikan adalah usia dan parietas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan di Klinik Ariza Medika adalah faktor usia dan parietas. Meningkatkan KIE tentang kontrasepsi agar lebih bijak dalam memilih KB sesuai kebutuhan. Kata kunci : KB Suntik 3 bulan, usia, pendidikan, ekonomi, parietas Abstract  3-month injection contraception is a hormonal contraceptive that contains the hormone progesterone. The 3-month injection KB is a non-long-term contraceptive method, but the 3-month injection KB is the choice of the majority of acceptor. This study was conducted to determine the factors that influence the choice of 3-month injectable contraception at the Ariza Medika Clinic in 2022.This study used a quantitative method with an analytical descriptive design. The sampling technique used was accidental sampling. Method data collection using a questionnaire. Data analysis used is multivariate analysis with chi square test. The results of chi square analysis with SPSS. The factors that influence the choice of 3-month injectable contraception with a p value of <0.05 were age (p=0.02) and parity (p=0.03). The four factors (age, education, economy and pariety) together influence the choice of 3-month injectable contraception, but the most significant are age and pariety. The factors that influence the choice of 3-month injectable contraception at the Ariza Medika Clinic are age and pariety. Improving KIE on contraception to be wiser in choosing family planning according to need Key words : 3-month injectable contraception, age, education, economy, pariety
STABILITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN BUAS-BUAS (Premna serratifolia L.) Puspita, Weni; Puspasari, Heny; Kartika Sari, Dian
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/qv5pf836

Abstract

This study aims to determine the physical stability and sunscreen activity of lotion ethanol extract of buas-buas leaf. The ethanol extract of buas-buas leaves was obtained by maceration using 70% ethanol solvent. EEDB was then formulated into a lotion with an EEDB concentration (FI: 1%, FII: 2%, FIII : 3%). The EEDB lotion formula was tested for physical stability by cycling test method using a climatic chamber at 40°C ± 2°C and 4 °C ± 2°C for 6 cycles. Tests include organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, spreadability, and lotion type. An antioxidant test wa carried out using the DPPH method. The results of the physical stability test on the three EEDB lotion formulas (FI: 1%, FII: 2%, FIII : 3%) showed good physical stability because there were no significant differences during six cycles of storage (p>0.05) with the results of the preparations smelling typical of oleum citri, green-brown in colour, has a semi-solid, homogeneous texture, lotion type M/A, meets the requirements of pH, viscosity and spreadability with the highest average percent inhibition before and after the cycling test, namely in formula III, was 69,89 ± 0,74%.
FORMULASI SEDIAAN SIRUP SENGKUANG Dracontomelon dao (Blanco) Merr & Rofle DAN UJI EFEKTIVITASNYA SEBAGAI ANTELMINTIK inderiyani, Inderiyani; Puspasari, Heny; Puspita, Weni; Febrianti, Ririn
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/498ewz96

Abstract

The bark of the sengkuang Dracontomelon dao (Blanco) Merr & Rofle stem contains secondary metabolites alkaloids, saponins, tannins, flavonoids and triterpenoids which are efficacious as anthelmintics. This study aims to formulate, physically evaluate and test the effectiveness of sengkuang stem bark ethanol extract syrup as anthelmintic against chicken roundworms (Ascaridia galli). The syrup preparation was formulated in 3 variations of extract concentrations i.e 0.2%; 0.4% and 0.6%. The syrup was physically evaluated in the form of organoleptic tests, pH, displaced volume and specific gravity.  Inserting 5 chicken roundworms into each test solution i.e 0.9% NaCl (negative control), 0.5% mebendazole (positive control), sengkuang stem bark syrup 0.2%, 0.4%, and 0.6%. It was incubated at 37°C and the time and number of worm deaths were observed every 1 hour for 24 hours. The results showed the sengkuang bark ethanol extract syrup (0.2%; 0.4% and 0.6%) met the requirements in syrup preparations with brownish yellow, brownish orange and brown colors, distinctive aroma and sweet taste; pH ± 6; displaced volume ± 97-98% and specific gravity ± 1.2. All sengkuang bark ethanol extract syrup formulations had the ability to kill 100% of worms with LT50 values ​​of 11.40 hours; 10.33 hours and 6.87 hours.
EVALUASI PERESEPAN OBAT ANTIKOLESTEROL PADA PASIEN GERIATRI PERIODE JANUARI-FEBRUARI 2023 Heny Puspasari; Deny Kusuma; Rayna Iza Azyra
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i2.923

Abstract

Hypercholesterolemia is a disease that is a leading cause of total mortality in Indonesia as well as worldwide. The prevalence of hypercholesterolemia is approximately 45% globally, around 30% in Southeast Asia, 35% in Indonesia, and 37.7% in West Kalimantan. In the management of hypercholesterolemia, evaluation and prescription patterns are crucial to reduce the risk of errors in prescribing anti-cholesterol drugs. The aim of this study was to evaluate the prescription of anti-cholesterol drugs in geriatric patients at Bhayangkara Anton Soedjarwo Hospital, Pontianak, during the period of January–February 2023. This study is a quantitative descriptive study using prescription data from outpatient geriatric patients receiving anti-hypercholesterolemia medication. The sample size was determined using the Lemeshow formula, resulting in 100 respondents selected through simple random sampling. The results showed that hypercholesterolemia patients were most prevalent in the 61–65-year age group, accounting for 22%, with females comprising 56%. The most frequently used anti-cholesterol drug was Atorvastatin (78%), with a dose of 20 mg, administered once daily in 98% of cases, and the most common comorbidity was heart disease (49%). The use of anti-cholesterol drugs was considered rational if it met the criteria of correct diagnosis, correct patient, correct disease indication, correct drug selection, and correct dosage, achieving a rationality rate of 100%. The study findings indicate that the most frequently prescribed anti-hypercholesterolemia drug was Atorvastatin, with rational prescribing practices observed in hypercholesterolemia patients.