Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DI LOMBOK TENGAH Zuhri Abdul Gani; Ayu Anulus; Sabrina Intan Zoraya; Irwan Syuhada
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/8xfnvd27

Abstract

Pernikahan usia dini merupakan masalah psikososial dan kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan kerentanan perempuan terhadap depresi. Wanita yang menikah pada usia dini sering menghadapi tekanan emosional akibat belum optimalnya kesiapan psikologis, tanggung jawab keluarga, perubahan peran dalam perkawinan, serta tuntutan sosial budaya. Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan merupakan faktor psikososial penting yang dapat memengaruhi gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 131 wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat. Sampel berjumlah 99 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur dukungan sosial, dukungan keluarga, pengetahuan, dan kejadian depresi. Depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan prevalence ratio dengan confidence interval 95%. Dukungan sosial berhubungan signifikan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini (PR=9,62; 95% CI=3,63–25,50; p=0,001). Dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=12,00; 95% CI=5,54–25,92; p=0,001). Selain itu, pengetahuan berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=9,18; 95% CI=3,85–22,00; p=0,001). Dukungan sosial yang buruk, dukungan keluarga yang buruk, dan pengetahuan yang rendah berhubungan signifikan dengan tingginya prevalensi depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Edukasi kesehatan mental, konseling berbasis keluarga, dan dukungan psikososial berbasis komunitas direkomendasikan untuk menurunkan risiko depresi pada kelompok rentan ini.
Hubungan Tingkat Stres, Academic Burnout, dan Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar I Wayan Surya Surya Adi Pradhana Bendesa; Irwan Syuhada; Siti Ruqayyah; Bagus Surya Kusumadewa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18874

Abstract

ABSTRACT Sleep quality is an important aspect of an individual's health. However, decreased sleep quality among young adults, including medical students with high learning intensity has become an increasing global health problem. Factors such as stress levels, academic burnout, and smartphone addiction are known to play a role in sleep loss. High stress levels and burnout symptoms due to academic demands lead to fatigue, while excessive smartphone use can worsen sleep quality. This research aims to analyze the relationship of stress level with sleep quality, academic burnout with sleep quality, and smartphone addiction with sleep quality in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. This research is a quantitative observational analytic with a cross-sectional research design. The sampling technique was carried out by stratified random sampling with a total sample of 83 respondents. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance value limit of p-value 0.05. The majority of respondents had poor sleep quality (68.7%), mild stress level (45.8%), low academic burnout (66.3%), and smartphoneaddiction (65.1%). Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between stress level and sleep quality (p=0.001), academic burnout and sleep quality (p=0.001), and smartphone addiction and sleep quality (p=0.001) in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. There is a significant relationship between stress level, academic burnout, and smartphone addiction with sleep quality in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. Keywords: Sleep Quality, Stress Levels, Academic Burnout, Smartphone Addiction.  ABSTRAK Kualitas tidur merupakan aspek penting bagi kesehatan individu. Penurunan kualitas tidur di kalangan dewasa muda, termasuk mahasiswa kedokteran dengan intensitas pembelajaran yang tinggi telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Faktor-faktor seperti tingkat stres, academic burnout, dan kecanduan smartphone diketahui berperan dalam penurunan kualitas tidur. Tingkat stres yang tinggi dan gejala burnout akibat tuntutan akademik menyebabkan kelelahan, sementara penggunaan smartphone yang berlebihan dapat memperburuk kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur, academic burnout dengan kualitas tidur, dan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Penelitian ini merupakan kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank spearman dengan batas nilai signifikansi p-value  0.05. Mayoritas responden memiliki kualitas tidur buruk (68.7%), tingkat stres ringan (45.8%), academic burnout rendah (66.3%), dan kecanduan smartphone (65.1%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p=0.001), academic burnout dengan kualitas tidur (p=0.001), dan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur (p=0.001) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Terdapat hubungan antara tingkat stres, academic burnout, dan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Tingkat Stres, Academic Burnout, Kecanduan Smartphone
Hubungan Efikasi Diri, Kualitas Tidur, dan Dukungan Sosial dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2024 Thalia Atifah; Lalu Yogi Imam Prasetio; Deny Sutrisna Wiatma; Irwan Syuhada
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24825

Abstract

ABSTRACT Academic stress is a common problem experienced by medical students due to high and complex academic demands. Internal and external factors such as self-efficacy, sleep quality, and social support are thought to play a role in influencing students' stress levels. However, previous studies have shown inconsistent findings. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy, sleep quality, and social support with stress levels in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University, class of 2024. This study was a quantitative study with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The sample was students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University, class of 2024, selected using the Simple Random Sampling technique. The instruments used included the General Self-Efficacy Scale (GSES), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Data analysis used a correlation test with Spearman's rank test to assess the relationship between the dependent and independent variables with a p-value 0.05. Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy, sleep quality, and social support with stress levels. There was a significant relationship between self-efficacy, sleep quality, and social support with stress levels in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University, class of 2024. Interventions focused on improving self-efficacy, improving sleep quality, and strengthening social support should be considered as an effort to reduce student academic stress. Keywords: Self-Efficacy, Sleep Quality, Social Support, Stress.  ABSTRAK Stres akademik merupakan permasalahan yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tuntutan akademik yang tinggi dan kompleks. Faktor internal dan eksternal seperti efikasi diri, kualitas tidur, dan dukungan sosial diduga berperan dalam memengaruhi tingkat stres mahasiswa. Namun, hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri, kualitas tidur, dan dukungan sosial dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2024 yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan meliputi General Self-Efficacy Scale (GSES), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), serta Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Analisis data menggunakan uji korelasi yang digunakan uji Spearman Rank untuk menilai hubungan antara variabel dependen dengan independen dengan p-value 0,05. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara efikasi diri, kualitas tidur, dan dukungan sosial dengan tingkat stres. Terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri, kualitas tidur, dan dukungan sosial dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2024. Intervensi yang berfokus pada peningkatan efikasi diri, perbaikan kualitas tidur, serta penguatan dukungan sosial perlu dipertimbangkan sebagai upaya menurunkan stres akademik mahasiswa. Kata Kunci: Efikasi Diri, Kualitas Tidur, Dukungan Sosial, Stres.