Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kesenjangan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik (KAP) Pencegahan DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Cakranegara: Diagnosis Komunitas Nisia Putri Rinayu; Irwan Syuhada; Ni Made Dwita Wiwahani; Ahmad Tristan Amartya; Baiq Fahira Mentari
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6508

Abstract

Dengue remains a major public health concern in Indonesia. In 2024, the incidence rate (IR) more than doubled (91.1) versus 2023 (41.4), while the case fatality rate (CFR) fell from 0.96% to 0.57%, underscoring the need to shift from curative care to community-based prevention. This descriptive observational study using a community-diagnosis approach assessed knowledge, attitudes, and practices (KAP) for dengue prevention and household environmental conditions in RT 6 Selagalas Lama. The target population comprised 153 households; 60 respondents were selected with Slovin’s formula (10% margin of error). Data were collected via a KAP questionnaire and household environmental observations and analyzed descriptively (univariate). Most respondents showed good knowledge (86.7%) and positive attitudes (86.7%), yet preventive practices were suboptimal (good 28.3%; fair 35.0%; poor 36.7%). Household environments were predominantly poor (70.0%), with key misconceptions persisting (43.3% cited Anopheles as the vector; 46.7% believed dengue cannot be prevented). To address the K–A–P gap, we implemented hands-on, demonstration-based “3M Plus” education focused on weekly self-inspection of water-holding containers and improved personal protection (morning–afternoon protection; window/door screens and bed nets). The knowledge/attitude–practice gap remains a primary local risk; structured, measurable, demonstration-based interventions should be institutionalized and evaluated using practice indicators, vector indices, and clinical outcomes.
SATGAS MACAN sebagai Upaya Memandirikan Masyarakat untuk Mencegah Narkoba di Daerah Pariwisata di Lombok Barat Anulus, Ayu; Artha Budi Susila Duarsa; Nada Witaroli; Irwan Syuhada; Yolly Dahlia
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1447

Abstract

Dusun Melase merupakan salah satu dusun di desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Dusun ini berada diwilayah sekitar pesisir dan menjadi objek pariwisata. Dusun Melase yang berada berada di zona pariwisata dan juga dekat dengan “Dunia Hiburan Malam” menyebabkan tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data dari kepolisisan setempat diketahui bahwa Dusun Melase termasuk zona merah gawat darurat narkoba. Hal ini mendorong dosen dan mahasiswa untuk membantu warga dalam upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di Dusun Malase, Desa Batu Layar Barat melalui pengabdian kepada masyarakat dengan berupa pelatihan dan pelantikan Satuan Tugas Melase Cegah Narkoba (SATGAS MACAN). Pengabdian ini menggunakan pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis pelatihan serta pembentukan kader lokal. Sejumlah 105 responden dilibatkan dalam kegiatan ini. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukan bahwa mayoritas pemahaman dan sarana terkait bahaya narkoba masih rendah. Kesimpulannya adalah SATGAS MACAN dibutuhkan untuk memandirikan masyarakat dalam mencegah narkoba di daerah pariwisata khususnya di Dusun Malase, Desa Batu Layar Barat.
DETERMINAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN: STUDI PADA PENGETAHUAN SEKSUALITAS, KOMUNIKASI ORANG TUA, DAN MEDIA SOSIAL DI SMKN 1 SELONG Nurkomala Sari, Baiq Septina; Syuhada, Irwan; S., Aulia Mahdaniyati; Wijayanti, Lusiana Wahyu Ratna
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.37167

Abstract

meningkatkan rasa ingin tahu terhadap seksualitas, sehingga remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap kehamilan tidak diinginkan (KTD). Tingginya angka KTD pada remaja di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan bahwa upaya pencegahan masih belum optimal. Kebaruan penelitian ini adalah menganalisis secara simultan hubungan pengetahuan seksualitas, komunikasi orang tua, dan media sosial dengan sikap remaja dalam pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada konteks sekolah menengah kejuruan di Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan sikap remaja di SMKN 1 Selong. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 106 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan pada November 2025 dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan seksualitas dan sikap pencegahan KTD (P-value=0,002; PR=1,793; CI=1,272–2,529) serta antara komunikasi orang tua dan sikap pencegahan KTD (P-value=0,008; PR=1,557; CI=1,141–2,125). Media sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P-value=0,498; PR=1,167; CI=0,614–2,218). Pengetahuan seksualitas dan komunikasi orang tua berperan penting dalam pembentukan sikap remaja terhadap pencegahan kehamilan tidak diinginkan.
FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DI LOMBOK TENGAH Zuhri Abdul Gani; Ayu Anulus; Sabrina Intan Zoraya; Irwan Syuhada
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/8xfnvd27

Abstract

Pernikahan usia dini merupakan masalah psikososial dan kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan kerentanan perempuan terhadap depresi. Wanita yang menikah pada usia dini sering menghadapi tekanan emosional akibat belum optimalnya kesiapan psikologis, tanggung jawab keluarga, perubahan peran dalam perkawinan, serta tuntutan sosial budaya. Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan merupakan faktor psikososial penting yang dapat memengaruhi gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 131 wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat. Sampel berjumlah 99 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur dukungan sosial, dukungan keluarga, pengetahuan, dan kejadian depresi. Depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan prevalence ratio dengan confidence interval 95%. Dukungan sosial berhubungan signifikan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini (PR=9,62; 95% CI=3,63–25,50; p=0,001). Dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=12,00; 95% CI=5,54–25,92; p=0,001). Selain itu, pengetahuan berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=9,18; 95% CI=3,85–22,00; p=0,001). Dukungan sosial yang buruk, dukungan keluarga yang buruk, dan pengetahuan yang rendah berhubungan signifikan dengan tingginya prevalensi depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Edukasi kesehatan mental, konseling berbasis keluarga, dan dukungan psikososial berbasis komunitas direkomendasikan untuk menurunkan risiko depresi pada kelompok rentan ini.