Claim Missing Document
Check
Articles

Musik Tradisi Sebagai Salah Satu Sumber Pengembangan Karya Cipta Wimbrayardi Wimbrayardi
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v1i1.10

Abstract

Kreativitas para seniman musik untuk meningkatkan apresiasi di dalam masyarakat, dengan menciptakan bentuk baru yang sumbernya dari idiom-idiom kesenian tradisional. Untuk mengembangkannya perlu menganalisis konsep-konsep yang ada dalam seni tradisi tersebut. Hal ini agar tidak meninggalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian tradisi itu, selain itu dengan menciptakan musik baru diharapkan dapat menambah perbendaharaan suatu bentuk kesenian tradisi dalam bentuk baru yang menjadi kebanggaan masyarakat pendukung kesenian itu
Seni Tradisi Dan Kreativitas Dalam Kebudayaan Minangkabau Hengki Armez Hidayat; Wimbrayardi Wimbrayardi; Agung Dwi Putra
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v1i2.26

Abstract

Masyarakat Minangkabau menganut falsafah-falsafah sebagai konsepsi yang implikasikan ke dalam kebudayaannya, salahsatunya yaitu dengan kehadiran kesenian. Kesenian dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau hidup dan berkembang bersama perjalanan waktu serta daya kreativitas masyarakatnya dinamis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan melakukan pengamatan terhadap kesenian, khususnya yang berhubungan dengan tradisi dan kreativitas dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau dengan menggunakan pendekatan Hermeneutik dan studi literatur. Penelitian dilakukan dengan pengamatan mengenai bentuk-bentuk seni tradisi Minangkabau khususnya musik tadisi dan perkembangannya pada masyarakat Minangkabau. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini antara lain mengenai; bentuk-bentuk kesenian tradisi Minangkabau dan kesenian dalam kebudayaan Minangkabau.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT MUSIK BAGI MAHASISWA DALAM PENINGKATAN KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN KEWIRAUSAHAAN Wimbrayardi Wimbrayardi
Ranah Seni Vol 14 No 2 (2020): RANAH SENI
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ranahseni.v14i1.58

Abstract

Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas , kapasitas, kepribadian dan kebutuhan mahasiswa serta kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika dilapangan seperti; kemampuan, permasalahn ril, interaksi sosial, kolaboraasi, manajemen, tuntutan kerja, target dan pencapaiannya. Pemikiran mengenai pembinaan dan pelatihan proses pembelajaran tentang pembuatan alat musik merupakan usaha yang berkaitan langsung dengan sistem kewirausahaan dalam dunia pendidikan. Pada tataran pemikiran peningkatan dan pelatihan proses pembuatan sebagai salah satu pembelajaran, yang menjadi urusan adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan sistem kewirausahaan pendidikan secara terprogram sehingga secara metodologi proses pelatihan pembuatan alat musik itu memberikan sumbangan sebagai balikan (feed-back) bagi mahasiswa untuk peningkatan kemampuan berwirausaha. Permasalahan perlu dicarikan solusinya guna menjawab tantangan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mahasiswa lulusan Universitas Negeri Padang. Langkah yang harus dilakukan untuk penyelesaian masalah ini yaitu dengan cara melibatkan mahasiswa dalam pelatihan pembuatan alat musik dengan tenaga propesional dalam bidangnya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilakukan pemberian pelatihan serta pengembangan kreativitas dalamm kewirausahaan bagi mahasiswa Tujuan dari PKM ini adalah sebagai langkah pengabdian kepada masyarakat dalam memberi bekal bagi mahasiswa dalam bentuk pembuatan alat musik dan memberi peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Target capaian dan luaran yang ingin dicapai dari PKM ini antara lain, artikel ilmiah yang diterbitkan di Jurnal ber-ISSN, publikasi pada media cetak, dan video dari kegiatan serta kemampuan keterampilan berfikir dan psikomotor (softskill dan hardskill) bagi mitra yang dibina guna mewujudkan pengabdian masyarakat kompetitif dan unggul dibidang pembuatan alat musik.
Musik Gendang Lima Sendalanen Dulu Dan Sekarang Dalam Konteks Upacara Kematian Obet Julpriadi Perangin Angin; Wimbrayardi Wimbrayardi
SENDRATASIK UNP Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.217 KB) | DOI: 10.24036/js.v11i2.114149

Abstract

This study discusses the changes in the music of the Gendang Lima Sendalanen, and the role and function of the Gendang Lima Sendalanen itself in the death ceremony. This study aims to find out how Gendang Lima Sendalanen was and is now in the death ceremony. This type of research is qualitative research using qualitative descriptive methods. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis was carried out by collecting data, identifying, classifying, describing, analyzing and concluding the data. The results of this study indicate that there is a change in the presentation of the Sendalanen Five Drums which used to use five sandalwood drums, now uses a keyboard, which occurs and cannot be avoided in this modern era. Change does not change the culture itself because it is flexible, which changes only small things so that it does not change the culture.
Local Culture as Tourism Attraction of Payakumbuh City Wimbrayardi Wimbrayardi; Irdhan Epria Darma Putra; Hengki Armez Hidayat; Bambang Parmadi
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.652 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v20i1.112562

Abstract

The potential of local culture in tourism development is part of the product of human creativity which has economic value. The research objective is to analyze local culture as a tourism attraction in Payakumbuh City which is packaged in the form of performances, in the pockets of tourist attractions served by junior high school students. The research method used is qualitative analysis through direct observation and in-depth interviews with related parties to the research. To analyze the potential and problems in local culture as a tourism attraction at each research location, including the potential and internal and external problems. Culture, especially in the City of Payakumbuh, in general, has unique potential and a center for art products, namely Sikatuntuang, which can be developed to increase local cultural tourism. The strategy of packaging local culture, especially the art of brush, the city of Payakumbuh, is used as packaging for performing arts that attracts tourists to come to the city Besides being served in pockets of nature tourism in the City of Payakumbuh, there is also a Payakumbuh Fair, which can be used as a media for promotion and introduction of cultural tourism destinations for people in need both nationally and internationally.
Variabilitas Tangga Nada Talempong Pacik Dalam Konteks Kesenian Tradisi Minangkabau Wimbrayardi Wimbrayardi; Bambang Parmadi
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 2 (2021): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i2.1438

Abstract

Dalam musik tradisional Minangkabau khususnya musik Talempong Pacik, tidak ada kesamaan tangga nada antar kelompok musik Talempong di setiap kanagarian di Minangkabau. Tangga nada yang digunakan dalam Talempong tradisional tidak sama dengan tangga musik barat (diatonis) dengan kata lain tangga nada yang dipakai adalah pentatonis. Bagi masyarakat Minangkabau untuk memainkan Talempong Pacik, yang dibutuhkan adalah kebenaran oral rasa musik dalam menafsirkan suara atau nada yang diinginkan (sense of music). Hal tersebut, menjadikan bentuk variabilitas nada ataupun tangga nada tradisi Talempong Pacik menjadi sangat beragam. Dalam konteks kesenian tradisi bentuk tangga nada atau pola musik Talempong Pacik berbeda-beda, sehingga menjadikan kesenian tradisi ini sebagai kesenian kearifan lokal dengan warna varian tradisi dalam sosiokultur masyarakat pada beberapa kanagarian di Minangkabau. Berdasarkan pada teori etnomusikologi, kesenian tradisi khususnya musik mempunyai peran penting pada sosiokultur masyarakat pendukungnya, baik secara penggunan (use) maupun fungsinya (function).
Talempong VST Instrument Development in the Age of Digital Music Irdhan Epria Darma Putra; Wimbrayardi Wimbrayardi; Tulus Handra Kadir
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 23, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/komposisi.v23i2.119228

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan Talempong VST Instrument Plugin bagi para praktisi dan akademisi dalam pembelajaran Musik Digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Instrumen VST Talempong sebagai media yang valid dan praktis. Metode penelitian ini mengadopsi Research and Development (R&D) yang terdiri dari (1) Define (mendefinisikan); (2) Desain (desain); Mengembangkan (pengembangan); dan (4) Menyebarkan (menyebarkan). Data yang digunakan adalah data primer yaitu praktisi musik digital sebagai ahli validasi data valid, dosen dan mahasiswa. Validitas ahli media sebesar 87%, penilaian hasil uji kepraktisan oleh dosen dan praktisi sebesar 91% dan penilaian kepraktisan oleh mahasiswa sebesar 90,6%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Instrumen VST Talempong layak dan praktis untuk digunakan
Gandang Tambua Pariaman From Triplek Material an Organological Study Based on Coding Wimbrayardi Wimbrayardi; Bambang Parmadi; Irdhan Epria Darma Putra; Wembrayarli Wembrayarli
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 38 No 3 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v38i3.2366

Abstract

The process of making the Gandang Tamba traditional musical instrument in Padang Pariaman Regency. This study aims to describe the process of making the Gandang Tamba musical instrument. The approach used is a qualitative approach with a descriptive research type. This research was conducted with data collection techniques using observation, interview, and documentation techniques. Data analysis techniques are carried out by reducing, presenting data and verifying data. The aim is to find out the structure, process, manufacturing techniques, and playing techniques, of Gandang Tamba. This musical instrument is made of plywood and has a hole (resonator), and uses goat skin. The results of this study indicate that the parts and stages of the process of making traditional Gandang Tambua musical instruments include: cutting plywood for the body of Gandang Tambua, processing goat skin (membrane), cleaning rattan, making iron battens, and how to produce sound, tuning system on traditional Gandang musical instruments Tambua. The tools used in the process of making traditional Gandang Tambua musical instruments include: Cater knives (plywood cutters), Cutting Saws, Hammers (Penokok), Measuring tools (meters), Pencils, Sandpaper, Screwdriver, Scissors, Bamboo type gutters, and Tongs. The ingredients are; Wooden battens (circle 40), plywood, goat skin, iron lath, rope, nails, and wood glue. The process of making the Gandang Tambua musical instrument includes several stages, namely: 1) The process of making the body (plywood), to the finishing of fine and coarse sanding, 2) The processing of the skin, including the shearing of the skin using dry fuel ash and measuring the width of the diameter, 3) The installation process, includes the skin to the body of the Tambua drum, attaching iron battens and attaching strings as for tuning. The frequency and tension of each instrument membrane on the Gandang Tambua musical instrument, the membrane tension of 141090.66 N on the Gandang Tambua musical instrument produces good tension (tuning), because the vibrations of the membrane will fill the resonance space in the drum tube. While the membrane tension of 131841.38 N produces poor tuning, the vibration of the membrane does not meet the resonance chamber. attach the iron battens and attach the rope for tuning. The frequency and tension of each instrument membrane on the Gandang Tambua musical instrument, the membrane tension of 141090.66 N on the Gandang Tambua musical instrument produces good tension (tuning), because the vibrations of the membrane will fill the resonance space in the drum tube. While the membrane tension of 131841.38 N produces poor tuning, the vibration of the membrane does not meet the resonance chamber. attach the iron battens and attach the rope for tuning. The frequency and tension of each instrument membrane on the Gandang Tambua musical instrument, the membrane tension of 141090.66 N on the Gandang Tambua musical instrument produces good tension (tuning), because the vibrations of the membrane will fill the resonance space in the drum tube. While the membrane tension of 131841.38 N produces poor tuning, the vibration of the membrane does not meet the resonance chamber.
Perkembangan Kesenian Dikie Rabano Kelompok Masjid Nurul Huda Di Nagari Koto Lamo Kecamatan Kapur IX Febby Sentosa; Wimbrayardi Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.743 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kesenian Dikie Rabano kelompok Masjid Nurul Huda di Nagari Koto Lamo, Kecamatan Kapur IX. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis dan kamera. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah mengumpulkan data, mendeskripsikan data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kesenian Dikie Rabano di Nagari Koto Lamo terdiri dari perkembangan internal dan perkembangan eksternal. Perkembangan internal terjadi pada perubahan syair atau teks Dikie Rabano, syair yang dinyanyikan dalam Dikie Rabano bukanlah dibaca sesuai dengan bentuk aslinya, akan tetapi sudah di tambah dengan kata dan kalimat yang tidak mempunyai arti tertentu, akan tetapi kehadiran kata dan kalimat tersebut merupakan kebutuhan musikal guna melengkapi sebuah melodi lagu. Sedangkan pada perkembangan eksternal yang pada awalnya kesenian Dikie Rabano dimainkan pada hari besar agama Islam yang dilaksanakan di surau telah mengalami perkembangan sebagai acara hiburan pada acara arak-arakan niniak mamak, arak-arakan anak daro dan marapulai dan aqiqah.
Strategi Pembelajaran Seni Budaya Musik di SMA Negeri 2 Lubuk Basung Asiska Zeriani; Wimbrayardi Wimbrayardi
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): November: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v1i4.412

Abstract

The purpose of this study is to catalogue the art and music culture education approaches that are in use at SMA Negeri 2 Lubuk Basung. Aspects such as learning objectives, learning materials, methods, musical instruments, learning processes, and evaluation are examined in the musical arts learning activities. The participants in this qualitative descriptive study are SMA Negeri 2 Lubuk Basung eighth-grade students. The researcher assumes the role of the research instrument, supplemented by auxiliary tools such as mobile phones, cameras, and stationery. Data collection was conducted through a systematic review of pertinent literature, observation, interviews, and documentation. Data collection, data classification, data clarification, data analysis, data description, and data conclusion are all components of data analysis techniques. The findings of the study indicate that the teaching modules in the independent curriculum do not provide comprehensive guidance for learning planning, which is influenced by various conditions. Research findings indicate that music culture instructors at SMA Negeri 2 Lubuk Basung have implemented music arts learning strategies consisting of five stages: learning preparation strategies, learning management strategies, strategies for utilising learning media, strategies for implementing model methods and learning approaches, strategies for motivating students, and strategies for evaluative purposes. The purpose of this study is to catalogue the art and music culture education approaches that are in use at SMA Negeri 2 Lubuk Basung. Aspects such as learning objectives, learning materials, methods, musical instruments, learning processes, and evaluation are examined in the musical arts learning activities. The participants in this qualitative descriptive study are SMA Negeri 2 Lubuk Basung eighth-grade students. The researcher assumes the role of the research instrument, supplemented by auxiliary tools such as mobile phones, cameras, and stationery. Data collection was conducted through a systematic review of pertinent literature, observation, interviews, and documentation. Data collection, data classification, data clarification, data analysis, data description, and data conclusion are all components of data analysis techniques. The results of the research suggest that the instructional modules within the self-directed curriculum fail to offer exhaustive direction for the process of learning planning, which is subject to a multitude of factors. Research findings indicate that music culture instructors at SMA Negeri 2 Lubuk Basung have implemented music arts learning strategies consisting of five stages: learning preparation strategies, learning management strategies, strategies for utilising learning media, strategies for implementing model methods and learning approaches, strategies for motivating students, and strategies for evaluative purposes.
Co-Authors Abdul Rahim Ade Maulana Ade Saputra Adi Kurnia Adi Suhendra Aditya Mahendra Afdhal Afdhal Agung Dwi Putra Ahmad Teguh Santoso Akhyar Ulfa Alfahrus, Muhammad Alfredy Septoni Amelia, Ria Anju Cantika Ardedi, Dodo Pratama Ardipal Ardipal Arif Kurnia Putra Arif Rahman Rafendi Arifin Bahri Arimbi Wulandari Asiska Zeriani Aulia Pratama Ricardo Aziz Azhari Bambang Parmadi Bambang Parmadi Bambang Parmadi Boy MJ Saputra Cut Mutia Dahlia Putri, Serli Dhaniel Rahmat Ameva Dodo Pratama Ardedi Donika Fitri, Refikatul Dwira Putri, Chintya Elgi Jet Forgano Esy Maestro Farras Annafi Fatra, Ahlil Febby Sentosa Febrimawati Febrimawati Ferdian, Robby Filza, Nurma Gabriella hadi, Harisnal Hengky Septiawan Hidayat, Hengki Armez Irdhan Epria Darma Putra Jagar Lumbantoruan Jeni Martha Wuri Jessya Harefa Fortuna Jimmy Ferdian M. Berli Sianggian M. Nasrul Kamal Marzam Marzam Monna Dini Angraini Nailathul Fadhila Nanda Okta Alhafira, Dwi Nike Oktaveroni Nova Rita Satria Obet Julpriadi Perangin Angin Oktaviani, Sari Parmadi, Bambang Prayuni Amanda Putri Puja Septiana Rabiatul Adawiyah Radhiyah Radhiyah Rahmad Kurniawan Rahmi Fajriah Ramadhan Andy Nugraha Rayhan Kurnia Rhodiya Rhodiya Rivanny Martha Leisya Rizqi, Fajar Romi Afriansah Sandra Syarif Santoso, Ahmad Teguh Sari, Ayuthia Mayang Sekar Wangi Arasti Yasmin Sepira, Qorie Sesmita, Rima Shella Meisaliara Suhanda Suhanda Syahrel Syahrel Syaiful Hayatunnufus Syeilendra Syeilendra Sylvia Oktari Tiara Natasya Tiwi Hartati Tri Ananda Try Wahyu Purnomo Tulus Handra Kadir Uswatul Hakim Veni Apri Sopati Venny Rosalina Wahyu Prima Nelga Wembrayarli Wembrayarli Willy Atthoriq Wiranda Putri, Septia Yensharti Yona, Irma Yos Sudarman Zikri Insanillahia, Shuccy Zulhendri Zulhendri Zura, Habib Aulia