Claim Missing Document
Check
Articles

Innovating the Piriang Diateh Karambia Dance as a Cultural Tourism Asset in the Solok City Wimbrayardi, Wimbrayardi; Putra, Irdhan Epria Darma; Rosalina, Venny
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2023): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v7i2.52665

Abstract

The potential of local culture, namely Piriang Diateh Karambia Dance in tourism development, is part of a product of human creativity that has economic value. This innovative goal is to analyze local culture as a cultural tourism attraction in Solok City which is packaged in the form of performances. Piriang Diateh Karambia dance is in the tourist bag in Solok City. This service method used is qualitative analysis through direct observation and indepth interviews with related parties. To analyze the potential and problems in the local culture of Piariang Diateh Karambia Dance as a cultural tourism attraction at the location where Piriang Diateh Krambia Dance grows including internal and external potential and problems. Local culture of Piriang Diateh Karambia Dance, especially in Solok City in general, has unique potential and art product centers need to be innovative as a means of performing arts that can increase cultural tourism. Innovative strategies as an increase in the local culture of Piariang Diateh Karambia Dance will attract tourists who come to the cultural bag in Solok City. Innovative local culture of Piriang Diateh Karambia Dance in Solok City, made into attractive packaging as a performing art to come to Solok City. Besides being presented as a performing art that will stimulate community economic growth through UMKM in natural tourism pockets in Solok City.
Revitalizing Local Culture in Nusantara Music Putra, Irdhan Epria Darma; Wimbrayardi, Wimbrayardi; Ferdian, Robby
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2023): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v7i2.52666

Abstract

Revitalization is a systemic process and methodology to reactivate local potentials in the context of preserving important cultures in the face of changing times. Revitalization of local culture as a big job, not just an activity to explore the heritage of tradition and then preserve it. Rather, that local culture stored in cultural heritage is used as a light in accompanying and coloring the musical character of the nation. Change can only be through real activities and not discourse, "this is where creativity and cultural values that can build human character lie. The collapse of traditional culture is not impossible that the Indonesian nation will lose its identity in the future. The degradation of the younger generation's interest in learning about their local culture must be resolved immediately.
Keberadaan Randai di Cimpu Kenagarian Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Filza, Nurma; Wimbrayardi, Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan atau eksistensi merupakan suatu pengakuan kepada aktivitas seseorang, ataupun aktivitas budaya yang dilakukan oleh masyarakat di suatu tempat, yang mana aktivitasnya tersebut berdampak kepada kepentingan orang lain, baik dari segi sosial, budaya, politik dan ekonomi. Keberadaan Randai didesa Cimpu berdiri pada tahun 1963, Randai ini didirikan oleh salah satu masyarakat dari desa cimpu yang bernama Angku Kasim beliau sebagai orang pertama yang membawa Randai ke desa cimpu dengan nama kelompok “Kisah Tabantang”. Di tahun 1963-1964 Angku Kasim membuka sasaran Randai di surau kopi tersebut dengan pemuda-pemuda surau dan sekitarnya yang ada didesa cimpu disaat itu peminat Randai sangat banyak, dan Angku Kasim menjadi guru Randai semasa itu. Pada tahun 1970 Angku Kasim meninggal dunia, dilanjutkan oleh murid nya yang bernama Angku Buaris Pandeka. Pada tahun 1985 Angku Buaris Pandeka merantau, sehingga proses latihan terhenti dari tahun 1985-1989 dilanjutkan oleh murid nya yang bernama Angku Jamaris. Ditahun 1989-2010 Angku Jamaris menjadi penerus guru Randai dikelompok “Kisah Tabantang”. Pada tahun 2010 Angku Jamaris meninggal dunia, dilanjutkan oleh murid nya yang bernama Julhamri Nasmi. Julhamri Nasmi meneruskan proses latihan Randai kelompok “Kisah Tabantang” dan mengubah kelompok menjadi “Sanggar Randai Ambun Bajelo” didesa Cimpu sebagai penerus guru Randai sampai saat ini. Seni pertunjukan Randai di Sanggar Randai Ambun Bajelo juga ada di pertunjukan di acara Penyambutan pituohpituoh, acara Alek Pernikahan Nagari dan acara Kampanye Pemilu di Cimpu, Kenagarian Surantih. Salah satu seni pertunjukan Randai di Cimpu adalah Acara Kampanye merupakan sebagai sarana hiburan. Pertunjukan Randai pada Acara Kampanye juga berfungsi sebagai Sarana Hiburan untuk penonton Anak Nagari di Cimpu, Kenagarian Surantih. Acara ini menceritakan kaba tentang “Bia Bansaik Asa Lai Ongeh”.
Eksistensi Sanggar Riak Danau Minang Maimbau dalam Upacara Baralek Kawin di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok Adawiyah, Rabiatul; Wimbrayardi, Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Eksistensi Sanggar Riak Danau Minang Maimbau Dalam Upacara Baralek Kawin di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis dan kamera. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Riak Danau Minang Maimau adalah sanggar yang bterletak di Kanagarian Simpang Tanjuang Nan IV Kabupaten Solok yang berdiri pada tahun 1975 yang didirikan oleh Bapak Datuak Rajo Bilang (alm), dan kemudian di gantikan oleh Bapak Syarifuddin (Sutan Mangkudun) pada tahun 1979. Sanggar ini sempat berhenti beberapa tahun dan kembali aktif pada tahun 2012. Sanggar Riak Danau Minang Maimbau di gunakan pada acara baralek kawin di Kanagarian Simpang Tanjuang Nan IV, selain itu sanggar ini juga aktif ikut dalam berbagai acara kesenian nagari yang dinaungi oleh Dewan Kesenin di solok maupun dari perangkat nagari, beberapa di antaranya yaitu pada acara Silaturrahmi Sanggar antar Solok di Limau Lunggo, dan acara Penjamuan Tamu. Dengan semakin aktifnya sanggar ikut di berbagai acara kesenian maupun acara baralek kawin, sanggar dapat diakui keberadaanya dan di percaya oleh masyarakat di Kanagarian Simpang Tanjuang Nan IV Kecamatan Danau Kembar bahkan masyarakat sudah hafal dengan musik dan pertunjukan dari Sanggar Riak Danau Minang Maimbau.
Eksistensi Tradisi Atik Kajang di Kanagarian Anduriang Kecamatan 2x11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman Sesmita, Rima; Wimbrayardi, Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis Eksistensi Tradisi Atik Kajang Di Kanagarian 2x11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Deskriptif Analitik. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan dibantu dengan instrument pendukung seperti alat tulis, buku, handphone. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Tekni pengumpulan data dilakukan dengan cara studi Pustaka, Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Langkahlangkah menganalisis data adalah penumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Atik Kajang di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam telah diwariskan selama ratusan tahun, terus dilestarikan hingga kini dengan beberapa penyesuaian, seperti perubahan lantai surau dari kayu menjadi semen yang sekarang diadakan di Surau Batang Tapakih Nagari Anduriang. Tradisi ini dilaksanakan pada momen penting di bulan Ramadan, yaitu pada malam 15 dan 27 Ramadan serta setelah Idul Fitri, dan menggunakan alat musik bedug sebagai alat komunikasi serta medium spiritual untuk mencapai kondisi trans atau "kajang." Selain fungsi spiritual, tradisi ini mempererat hubungan sosial masyarakat, terutama saat momen mudik, ketika mereka berkumpul dan mengikuti ritual ini bersama.
Keberadaan Kesenian Silek Tari Kain Panjang dalam Kehidupan di Sanggar Bundo Kanduang Ampuan Lumpo Donika Fitri, Refikatul; Wimbrayardi, Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keberadaan kesenian Silek Tari Kain Panjang di Sanggar Bundo Kanduang Ampuan Lumpo; Tinjauan Penggunaan dan Fungsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif analisis. Instrumen yang digunakan adalah peliti sendiri dengan instrumen pendukung seperti alat tulis, kamera dan gadget/smarthone. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kesenian Silek Tari Kain Panjang di Nagari Ampuan Lumpo sampai saat sekarang ini masih sering di gunakan, seperti pada acara malam bajago-jago dan batagak pangulu. Pada Sanggar Bundo Kanduang di Nagari Ampuan Lumpo juga masih mengajarkan kepada generasi penerus untuk mempelajari kesenian silek Tari Kain Panjang tersebut. Kegunaan kesenian Silek Tari kain di Nagari Ampuan Lumpo Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebagai bela diri untuk perempuan. Ada juga orang menyebut kegunaan Kesenian Silek Tari Kain Panjang sebagai pamutuih kaji. Fungsi dari kesenian Silek tari Kain Panjang bisa dijadikan sebagai Tari Hiburan masyarakat karena tarian bersifat memeriahkan, mengakrabkan pergaulan di dalam suatu pertemuan. Di Nagari Ampuan Lumpo Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan kesenian Silek Tari Kain Panjang di sajikan dengan alat musik yang tradisional dan dilengkapi dengan gerakan yang menarik dan menghibur, serta dapat dinikmati oleh tamu undangan ketika ditampilkan.
Deskripsi Proses Pembuatan Alat Musik Dol Boya Produksi Erizal Salam Di Kota Bengkulu Nanda Okta Alhafira, Dwi; Wimbrayardi, Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan alat musik Dol Boya. Jenis penelitoan ini adalah penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Langkah-langkah menganalisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan yang bertujuan untuk mengetahui struktur, alat dan bahan serta proses pembuatan alat musik Dol Boya. Alat musik ini terbuat dari bahan pelampung jaring serta menggunakan kulit kambing sebagai membran alat musik tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat musik Dol Boya berbahan pelampung jaring yang diproduksi Erizal Salam memiliki berbagai diameter yaitu 33 cm, 26 cm dan 21 cm. Alat yang digunakan pada proses pembuatan alat musik Dol Boya diantaranya: ragum, gergaji, meteran, busur jangka kayu, parang, kikir, mesin bor, obeng, gerinda, kuas, paku sedang, alat penarik kulit, benang bangunan, dongkrak, palu, pisau cutter, karet ban dalam, dan tamplate gambar rafflesia. Bahannya berupa: pelampung jarring, baut, kulit kambing, paku kecil, rotan, cat, paralon dan rendo. Proses pembuatan alat musik Dol Boya meliputi beberapa tahap, yaitu: 1) Proses pembuatan badan dan kaki Dol Boya. 2) Proses pengecatan badan dan kaki Dol Boya. 3) Proses pengelolahan kulit. 4) Tahap finishing.
Eksistensi Ronggeng dalam Kehidupan Masyarakat Pasaman Barat Amelia, Ria; Wimbrayardi, Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap tentang eksistensi kesenian ronggeng dalam kesenian masyarakat di Ujung Gading Pasaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriftif analisis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis, kamera dan alat perekam audio. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian ronggeng masih hidup dan melekat kuat dalam budaya masyarakat Pasaman dan tradisi kesenian Ronggeng ini masih digunakan dalam kehidupan masyarakat, namun kesenian Ronggeng ini hanya diselengggarakan pada acara-acara tertentu seperti persta perkawinan, aqiqah, sunatan dan acara besar lainnya. Seiring berjalannya waktu, pelaku seni dari kesenian ronggeng tradisi ini banyak yang pergi merantau dan juga sudah banyak yang meninggal dunia, maka kesenian ronggeng Pasaman mengalami perubahan dan adaptasi dari waktu ke waktu, baik dalam hal alat musik, tempat, waktu, maupun penyanyi (parronggeng). Dikarenakan dalam jiwa pelaku seni yang ada di Pasaman masih melekat kesenian ronggeng ini, terciptalah pemikiran dari pelaku seni untuk menghadirkan kesenian ronggeng dalam bentuk alat yang berbeda, yaitu dengan menggunakan keyboard saja, dengan tetap menggunakan lagu atau pun pantun yang sama dengan ronggeng tradisi.
Sistem Management Sanggar Talang Sarumpun di Kota Payakumbuh Dalam Tata Kelola Organisasi dan Pemasaran Oktaviani, Sari; Wimbrayardi, Wimbrayardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan sistem Manajemen di Sanggar Talang Sarumpun, dengan fokus pada tata kelola organisasi dan pemasaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis kamera digital dan perekam suara. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen Sanggar Talang Sarumpun di Kota Payakumbuh terdiri dari perencanaan, perorganisasian, pergerakan dan pengawasan. Proses perencanaan dari Sanggar Talang Sarumpun menyusul program berkala, evaluasi dan revisi perencanaan Talang Sarumpun. Perorganisasian Sanggar Talang Sarumpun terdiri dari pemimpin sanggar, bendahara, sekretaris, pelatih/koreografer, komposer dan anggota sanggar. Pergerakan Sanggar Talang Sarumpun terdiri dari managemen proyek yaitu faktor produksi berupa produk pertunjukan seni dan paket seni Sanggar Talang Sarumpun. Pengawasan Sanggar Talang Sarumpun terdiri dari Manajemen Keuangan dan Informasi. Tata kelola organisasi Sanggar Talang Sarumpun bukan hanya sekadar wadah seni budaya, tetapi telah berkembang menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dan Dinas Pariwisata dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memajukan sektor pariwisata lokal. Melalui sistem tata kelola yang terstruktur dan hubungan kelembagaan yang dibina dengan baik, sanggar ini berhasil menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai instansi pemerintahan, khususnya dalam penyelenggaraan acara-acara resmi, promosi budaya, hingga edukasi seni kepada masyarakat. Manajemen pemasaran yang dilakukan Sanggar Talang Sarumpun adalah dengan melihat keseluruhan target pemasaran seperti masyarakat dan pemerintahan dengan melakukan promosi melalui media sosial seperti instagram, facebook, tiktok. Selain itu Sanggar Talang Sarumpun juga menjalin kerja sama dengan pelaminan-pelaminan dan instansi pemerintahan yang ada di Kota Payakumbuh.
Analisis Alur Naskah Drama Nilam Binti Malin Karya Karta Kusumah Sekar Wangi Arasti Yasmin; Wimbrayardi Wimbrayardi
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v2i2.790

Abstract

This study aims to analyze the plot of the drama script "Nilam binti Malin" by Karta Kusumah which is seen from the overall development of the plot. This research uses a qualitative approach with descriptive analytical methods. This research instrument is the researcher himself as the main instrument, data collection is carried out through the stages of literature study, observation, interviews, and documentation. The steps in analyzing data are collecting data, describing the data, analyzing, and making conclusions. The results showed that the plot of the drama Nilam bint Malin used Henshaw's Montage theory, namely Exposition, Generating Circumstance, Rising Action, Climax, Falling Action, and Cata Strophe. The exposition introduces the character of Nilam, Malin's daughter, as well as other figures such as Malin, Mandeh, Warga, Kru Kapal, and Tukang Kaba. The flow of events began to move right when Patchouli arrived at Air manis Beach and began to know about problems in the village. Until the part where the situation began to heat up where Nilam began to know the problems that existed in Air Manis village and Nilam knew what was the reason behind her father who was petrified on the beach.
Co-Authors Abdul Rahim Ade Saputra Adi Kurnia Adi Suhendra Aditya Mahendra Afdhal Afdhal Agung Dwi Putra Ahmad Teguh Santoso Akhyar Ulfa Alfahrus, Muhammad Alfredy Septoni Amelia, Ria Andina, Alya Anju Cantika Ardedi, Dodo Pratama Ardipal Ardipal Arif Kurnia Putra Arif Rahman Rafendi Arifin Bahri Arimbi Wulandari Asiska Zeriani Aulia Pratama Ricardo Aziz Azhari Bambang Parmadi Bambang Parmadi Bambang Parmadi Boy MJ Saputra Chayrunisa, Ririn Cut Mutia Dahlia Putri, Serli Dhaniel Rahmat Ameva Dodo Pratama Ardedi Donika Fitri, Refikatul Dwira Putri, Chintya Elgi Jet Forgano Esy Maestro Farras Annafi Fatra, Ahlil Febby Sentosa Febrimawati Febrimawati Ferdian, Robby Filza, Nurma Gabriella hadi, Harisnal Hengky Septiawan Hidayat, Hengki Armez Irdhan Epria Darma Putra Jagar Lumbantoruan Jeni Martha Wuri Jessya Harefa Fortuna Jimmy Ferdian M. Berli Sianggian M. Nasrul Kamal M. Yogi Riyantama Isjoni Marshella Saskia Bonita Marzam Marzam Monna Dini Angraini Nada Aulia Arva Nailathul Fadhila Nanda Okta Alhafira, Dwi Nike Oktaveroni Nova Rita Satria Obet Julpriadi Perangin Angin Oktaviani, Sari Parmadi, Bambang Prayuni Amanda Putri Puja Septiana Rabiatul Adawiyah Radhiyah Radhiyah Rahmad Kurniawan Rahmi Fajriah Ramadhan Andy Nugraha Rayhan Kurnia Rhodiya Rhodiya Rivanny Martha Leisya Rizqi, Fajar Romi Afriansah Salsabila, Ajari Sandra Syarif Santoso, Ahmad Teguh Sari, Ayuthia Mayang Sari, Nova Puspita Sekar Wangi Arasti Yasmin Sepira, Qorie Sesmita, Rima Shella Meisaliara Suhanda Suhanda Syahrel Syahrel Syaiful Hayatunnufus Syeilendra Syeilendra Sylvia Oktari Tiara Natasya Tiwi Hartati Tri Ananda Try Wahyu Purnomo Tulus Handra Kadir Uswatul Hakim Veni Apri Sopati Venny Rosalina Wahyu Novsa Rahma Dani Wahyu Prima Nelga Wembrayarli Wembrayarli Willy Atthoriq Wiranda Putri, Septia Yensharti Yona, Irma Yos Sudarman Zikri Insanillahia, Shuccy Zulhendri Zulhendri Zura, Habib Aulia