Claim Missing Document
Check
Articles

THE APPLICATION OF QUANTUM LEARNING MODEL TO IMPROVE THE LEARNING OUTCOMES OF IPS CLASS STUDENTS VIII IN SMP NEGERI 1 MUARA RUPIT Pitri Andika Sari, Agus Susilo, Isbandiyah, Pitri Andika Sari,
JURNAL EDUSCIENCE Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, Korea, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v11i2.6135

Abstract

This study aims to determine the completion of social studies learning outcomes of class VIII students of SMP Negeri 1 Muara Rupit. The research method used is in the form of an experiment. The population is all class VIII students of SMP Negeri 1 Muara Rupit in the 2023/2024 academic year totaling 209 students and the research sample used is 1 class totaling 34 students. Data collection was carried out using the simple Random Sampling technique. The collected data were analyzed using a multiple-choice test totaling 30 questions. Based on the results of the data analysis, there was an increase in the average value in the Pre-test of 49.00 to 83.00 in the Post-test. The results of the post-test data analysis using the T test, the confidence level ɑ = 0.05 obtained tcount = 5.594 greater than ttable = 1.697, meaning that the hypothesis proposed in this study can be accepted as true because Ho is rejected and Ha is accepted for the results of social studies learning in class VIII students at SMP Negeri 1 Rupit.
THE INFLUENCE OF CARD SORT LEARNING MEDIA ON THE ACTIVE LEARNING OF IPS STUDENTS IN CLASS VII SMP AL-IKLAS LUBUKLIGGAU Agus Susilo, Isbandiyah, Citra Wulandari,
JURNAL EDUSCIENCE Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, Korea, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v11i2.5984

Abstract

The aim of this research  is to determine the effect of active social learning  on class VII students at Al-Ikhlas middle school Lubuklinggau after the card sort learning media was implemented. This  research method uses the experimen method. The data celloction technique used was a questioner. The population in the study were students at Al-Ikhlas middle school Lubuklinggau, which consisted of 3 classes, namely A,B,C totaling 63. The sample in this study used 2 classes, namely class B as the experimental class, totaling 21 and control class totaling 21 students. sData analysis techniques determine the average value and standard deviation, normality test, homogeneity test. The result of this research can be seen from the t-test, namely tcount (32,9) > ttable (2,02), meaning that Ho is rejected and ha is accepted. This shows that the learning activity of experimental class students is not the same as the control class (( ), so it can be concluded that there is an influence of the use of card sort media on the social studies learning activity of class VII students at Al-Ikhlas middle school Lubuklinggau. 
Pentingnya Kesadaran Sejarah dalam Membangun Identitas dan Karakter Bangsa Hieronymus Purwata, Agus Susilo, Yusuf Budi, M. Ari Kuwoto,
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 7 No 1 (2025): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v7i1.3198

Abstract

Kesadaran sejarah merupakan elemen krusial dalam pembentukan identitas dan karakter bangsa. Melalui pemahaman yang mendalam terhadap sejarah, individu dan masyarakat dapat mengenali akar budaya, nilai-nilai, serta perjuangan yang telah dilalui oleh generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana kesadaran sejarah dapat berkontribusi dalam memperkuat rasa kebangsaan dan identitas kolektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif terhadap berbagai sumber sejarah, termasuk dokumen dan sumber literatur, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran sejarah memberikan pemahaman kepada individu tentang bagaimana peristiwa-peristiwa masa lalu membentuk identitas sosial, budaya, dan politik di masa kini. Dengan memahami konteks sejarah, individu dapat melihat dirinya sebagai bagian dari proses panjang yang melibatkan interaksi antar kelompok yang berbeda, sehingga memperkuat rasa identitas kolektif dan kohesi sosial. Dalam masyarakat majemuk, sejarah sering kali menjadi sumber identitas bagi kelompok-kelompok tertentu. Ketika individu menyadari kontribusi dan pengalaman kelompok lain dalam sejarah, hal ini dapat mengurangi prasangka, stereotip, dan meningkatkan toleransi. Selain itu, kesadaran sejarah dapat membantu mengurangi konflik antar kelompok dengan memberikan perspektif yang lebih luas tentang asal-usul ketegangan sosial dan mendorong dialog untuk rekonsiliasi. Hal ini pada akhirnya memperkuat fondasi masyarakat yang inklusif dan toleran, di mana perbedaan dipahami sebagai kekuatan daripada sumber konflik. Meningkatkan kesadaran sejarah, bangsa ini dapat membangun karakter yang tangguh, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta keadilan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendidikan sejarah yang lebih mendalam dalam kurikulum pendidikan nasional sebagai upaya untuk membentuk generasi yang sadar akan sejarah dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
PENERAPAN TEKNOLOGI DAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS VIRTUAL REALITY DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA Almada, Yoga Alvin; Puspita, Dewi; Susilo, Agus
Danadyaksa Historica Vol 4, No 2 (2024): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v4i2.8987

Abstract

Artikel ini membahas penerapan teknologi dan media pembelajaran sejarah berbasis Virtual Reality (VR) dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa. VR memungkinkan siswa untuk merasakan pengalaman langsung dari peristiwa sejarah, menciptakan lingkungan belajar yang imersif dan interaktif. Dengan menggunakan VR, siswa tidak hanya melihat gambar atau mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat "mengunjungi" tempat-tempat bersejarah dan mengalami konteks sosial serta budaya pada masa itu. Hal ini membantu siswa untuk memahami peristiwa sejarah dengan lebih mendalam dan mengembangkan empati terhadap tokoh-tokoh serta masyarakat yang terlibat.Studi kasus menunjukkan bahwa penerapan VR dalam kelas sejarah telah meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Pengalaman belajar yang menarik ini mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dan menjelajahi materi pelajaran dengan lebih antusias. Selain itu, artikel ini juga membahas prospek masa depan VR dalam pendidikan, termasuk pengembangan konten yang lebih beragam dan kolaborasi internasional antar-sekolah.Dengan demikian, penerapan teknologi VR dalam pembelajaran sejarah menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam metode pengajaran tradisional. Teknologi ini tidak hanya membuat pembelajaran sejarah lebih menarik tetapi juga lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, menjadikan mereka lebih siap untuk menghadapi tantangan global di masa depan.
PENGGUNAAN MEDIA VISUAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Simbolon, Eris Pruanty Muda; Sari, Indri Maya; Pratiwi, Wylda Pramestia; Susilo, Agus
Danadyaksa Historica Vol 4, No 2 (2024): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v4i2.8988

Abstract

Penggunaan media visual dalam pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan pemahaman siswa. Media visual, seperti gambar, peta, video, dan infografis, dapat menyederhanakan konsep-konsep kompleks, memvisualisasikan peristiwa sejarah, dan membantu siswa memahami kronologi serta hubungan antar peristiwa dengan lebih baik. Media ini juga mampu menarik minat dan perhatian siswa, menjadikan pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Selain itu, visualisasi peristiwa sejarah membantu siswa untuk membayangkan situasi pada masa lalu, yang sulit dicapai melalui teks saja. Penggunaan media visual juga mendukung berbagai gaya belajar, terutama bagi siswa yang lebih responsif terhadap stimulasi visual. Dalam konteks digital, media visual memungkinkan penyampaian materi sejarah secara dinamis dan kontekstual, memanfaatkan teknologi modern untuk menjembatani kesenjangan antara generasi muda dengan peristiwa masa lampau. Dengan demikian, media visual menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa dalam pembelajaran sejarah.
Development of Mathematics Student Worksheets Based on Contextual Teaching and Learning for Elementary School Student Akmal Rijal; Agus Susilo; Afri Mardicko
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i1.69622

Abstract

The goal of this project is to provide a high-quality, contextually-based mathematics student worksheet product in mathematics topics that meets the highest standards for validity and specificity. With stages for definition, planning, development, and distribution, the development model used in this research was modified from a 4D model. Teachers and students in grade V at SD Negeri 33 Lubuklinggau participated in this study. Interviews and validity, practicality, and effectiveness questionnaires are the data gathering tools employed in the study. The Aiken's V formula was utilized for data analysis, encompassing the phases of instrument setup, expert evaluation, assessment collection, and score computation. The interview was conducted with the aim of obtaining information from student worksheet practicality teachers and expert validation questionnaires and practicality questionnaires for teachers and students as many as 20 people. With an average score of 0.77, the evaluation of linguists, material experts, and media experts revealed that they satisfied the valid requirements. Contextual teaching and learning-based mathematics worksheets of statistical materials meet the criteria of validity, practicality, and learner-friendliness; in the meantime, the results of the teachers' and students' practicality sheet assessment revealed that the contextual teaching and learning-based mathematics student worksheet met the practical criteria with an average score of 95.8%. Contextual teaching and learning-based learning through statistical materials offer educators a theoretical framework for creating various teaching materials. Additionally, it can serve as a means of conducting follow-up research on different subjects and educational levels at every school level.
Peran Pembelajaran Sejarah dalam Membangun Karakter Bangsa Menuju Kemajuan dan Persatuan Agus Susilo; Khoirul Anwar; Leo Agung S
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.12832

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan tantangan globalisasi, bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan integritas yang tinggi. Pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah sangat relevan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran sejarah dalam membangun karakter bangsa menuju kemajuan dan persatuan melalui metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami secara mendalam bagaimana pembelajaran sejarah di sekolah berkontribusi terhadap pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan kebangsaan di kalangan siswa. Melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini menggali pemahaman siswa dan guru tentang pentingnya sejarah dalam membentuk karakter individu yang berintegritas, patriotik, dan toleran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa yang berorientasi pada kemajuan dan persatuan. Melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan, seperti patriotisme, cinta tanah air, dan toleransi, pembelajaran sejarah mendorong siswa untuk menghargai perjuangan masa lalu serta memahami pentingnya keberagaman dalam menjaga kesatuan bangsa. Kesadaran akan perjuangan dan keragaman budaya yang tertanam melalui sejarah mendorong siswa untuk menjadi warga negara yang lebih peduli dan berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa. Dengan demikian, pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Simpulannya, melalui pemahaman sejarah, siswa tidak hanya mengenal peristiwa-peristiwa penting yang membentuk identitas bangsa, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai moral dan etika seperti patriotisme, toleransi, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Pembelajaran sejarah membantu siswa mengembangkan kesadaran kebangsaan serta rasa cinta tanah air, yang berkontribusi pada terciptanya generasi muda yang berkarakter kuat, peduli terhadap keberagaman, dan berperan aktif dalam menjaga persatuan. Kata Kunci: Sejarah, Karakter, Kemajuan dan Persatuan
Kontribusi Narasi Sejarah dalam Pembentukan Memori Kolektif dan Identitas Sosial Agus Susilo; Khoirul Anwar; Leo Agung S
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol. 8 No. 3 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i3.14903

Abstract

Narasi Sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan memori kolektif dan identitas sosial suatu masyarakat. Melalui narasi ini, masyarakat dapat memahami asal-usul, perjalanan, serta perjuangan yang telah dilalui oleh kelompok sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran narasi Sejarah dalam membangun kesadaran bersama di kalangan anggota masyarakat serta bagaimana narasi tersebut membantu membentuk identitas sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan narasi sejarah untuk memahami bagaimana sejarah dikonstruksi dan disampaikan dalam komunitas. Fokusnya pada pembentukan memori kolektif dan identitas sosial melalui narasi sejarah, dengan menganalisis sumber lisan, tertulis, dan media. Tujuannya adalah mengungkap peran narasi sejarah dalam memperkuat identitas kelompok dan mempengaruhi persepsi terhadap masa lalu dan masa kini. Hasil penelitian ini menunjukkan Narasi sejarah berperan penting dalam membentuk memori kolektif dan identitas sosial, memperkuat solidaritas, kebanggaan, dan pemahaman bersama tentang masa lalu. Dalam pendidikan, sejarah harus diajarkan secara metodis agar tidak menumbuhkan analfabetisme sejarah. Di Indonesia, narasi sejarah membangun kesadaran nasional dan identitas lokal, serta memperkuat ikatan sosial. Sejarah juga dipengaruhi oleh politik dan budaya, dan melalui media seperti buku, museum, dan teknologi, narasi sejarah dapat berkembang lebih inklusif, memperkaya pemahaman identitas sosial dan membangun masa depan yang lebih baik. Simpulannya bahwa narasi Sejarah berperan penting dalam pembentukan memori kolektif dan identitas sosial dengan menyampaikan nilai-nilai, norma, dan pandangan hidup yang memperkuat ikatan sosial. Selain itu, narasi Sejarah membantu kelompok dalam memahami posisi mereka, baik dalam konteks masa lalu maupun masa kini, yang memperkuat rasa kebersamaan dan identitas sosial dalam masyarakat.
Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Publikasi untuk Mendorong Peningkatan Kualitas Mahasiswa Agus Susilo; Marianita Marianita; Yohana Satinem
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1230

Abstract

Pelatihan dan pendampingan penulisan karya tulis ilmiah serta publikasi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis ilmiah yang sistematis, kritis, dan kreatif, sekaligus mendorong mereka untuk mempublikasikan hasil penelitian di jurnal bereputasi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan intensif, pendampingan berkelanjutan, serta praktik langsung penyusunan artikel ilmiah. Pelatihan mencakup pemahaman struktur penulisan, metodologi penelitian, teknik penyusunan literatur, analisis data, serta etika publikasi. Pendampingan dilakukan secara personal dan kelompok untuk memastikan mahasiswa mampu merevisi dan menyempurnakan karya mereka sebelum submit ke jurnal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap kaidah penulisan ilmiah, termasuk kemampuan merumuskan masalah, menyusun tinjauan pustaka, dan menganalisis data. Selain itu, partisipasi mahasiswa dalam publikasi jurnal nasional dan internasional meningkat, yang berdampak pada peningkatan reputasi akademik perguruan tinggi. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi komitmen tinggi dari fasilitator, akses terhadap sumber referensi terkini, serta motivasi internal mahasiswa. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu mahasiswa dalam menyelesaikan naskah dan rendahnya tingkat kepercayaan diri dalam submit ke jurnal bereputasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang terstruktur dapat secara efektif meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa serta produktivitas publikasi. Rekomendasi untuk pengembangan selanjutnya termasuk penyediaan modul digital, kolaborasi dengan reviewer ahli, dan pendirian klinik penulisan untuk pendampingan jangka panjang. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu mahasiswa tetapi juga berkontribusi pada pengembangan budaya akademik yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Pendidikan Multikultural di Era Merdeka Belajar dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa yang Toleran dan Kritis Agus Susilo; Djono Djono
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 8 No. 3 (2025): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v8i3.14935

Abstract

This study aims to analyze the implementation of multicultural education in the Merdeka Belajar curriculum, with a focus on developing students' attitudes of tolerance, empathy, and critical thinking skills. A descriptive qualitative research method was used through case studies at several universities that have implemented the Merdeka Belajar principles. Data was collected through observation, in-depth interviews with lecturers and students, and curriculum document analysis. The results of the study indicate that multicultural education has successfully fostered students' awareness of the importance of respecting cultural, religious, and ethnic diversity. Lecturers play an active role in creating creative learning experiences both inside and outside the classroom, such as visits to museums, libraries, and local historical sites. These activities not only enrich students' understanding of diversity but also encourage direct interaction with pluralistic social realities. Additionally, collaboration between universities through student exchange programs, seminars, and collaborative projects further expands students' multicultural perspectives. Students are encouraged to analyze, evaluate, and respond to various issues of diversity in a constructive manner. This study concludes that multicultural education in the Merdeka Belajar era not only strengthens students' tolerant and critical character but also prepares them to face global complexities with an attitude of valuing diversity. Keywords: Freedom to Learn, Multicultural Education, Tolerant Character.