Claim Missing Document
Check
Articles

Silenced Voices: Strategies of Exclusion and Inclusion in the Coverage of Sexual Violence in Indonesian Online Media Hartini, Neneng; Hamdani, Agus
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 7 No. 1 (2025): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v7i1.6776

Abstract

This study aims to describe the representation strategy of victims of sexual violence in online media coverage using the Critical Discourse Analysis (AWK) approach of the Theo van Leeuwen model. The object of study is five news articles from national online media, Kompas.com, Tempo.co, Merdeka.com, Detik.com, and Metrotvnews.com, that raised the case of rape by students of the Padjadjaran University specialist doctor education program (PPDS). The method used is descriptive qualitative with critical discourse text analysis techniques, including exclusion and inclusion strategies, such as passivation, nominalization, objectivation, identification, and assimilation. The results showed that in most news, the perpetrators were described explicitly by mentioning their social status and institutional affiliation. At the same time, the victims were often presented vaguely and subordinated in the sentence structure. This finding shows that the media has not fully sided with the perspective of victims, so the news has the potential to influence public perceptions of victims of sexual violence negatively. The implications of this research are recommended as teaching materials for news texts in Indonesian language learning at the high school level to form media literacy and students' critical perspectives on the issue of sexual violence.
Pertemuan Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming dalam Kajian Analisis Wacana Norman Fairclough Nurlatifah, Lela; Hamdani, Agus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.506 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i4.11655

Abstract

Dalam dunia politik, mengkritisi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Hal ini tak terkecuali pada setiap tindakan yang dilakukan oleh para politisi. Pada pertemuan Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming juga menuai banyak pro-kontra yang dilayangkan. Tujuan penelitian adalah mengkaji bagaimana analisis analisis kritis pada berita pertemuan Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming dengan menggunakan metode Norman Fairclough. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian diskriptif kualitatif. Peneliti mengambil pemberitaan mengenai pertemuan Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming pada media online Detik News, Liputan6, Tempo, dan Tribun menggunakan kajian analisis Norman Fairclough dengan mengambil tiga aspek, yakni aspek analisis teks, analisis diskursif, dan analisis sosial kultural. Penelitian ini menggunakan Research Document. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberitaan pada setiap media tentang pertemuan Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming sudah menyampaikan teks berita yang ditulis dengan kaidah jurnalistik serta berperan netral dalam memproduksi dan menyebarkan teks melalui wartawan dan penempatan narasumber yang sesuai.
Problematika Pembelajaran Guru Kelas Bahasa Indonesia yang Minim Praktik Reflektif: Studi Kasus pada Guru Kelas di SDN 3 MANGKURAYAT Aam, Ayi; Suhendar, Suhendar; Damayanti, Deasy Aditya; Haryadi, Ardi Mulyana; Hamdani, Agus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.5008

Abstract

Praktik reflektif merupakan komponen krusial dalam pengembangan profesional guru, memungkinkan evaluasi dan peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Namun, pada kenyataannya, banyak guru kelas Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang masih minim dalam menerapkan praktik reflektif, sehingga berdampak pada stagnansi inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika pembelajaran yang dihadapi guru kelas Bahasa Indonesia di sekolah dasar akibat rendahnya penerapan praktik reflektif dalam kegiatan pembelajaran. Praktik reflektif menjadi fondasi penting dalam pengembangan profesional guru karena memungkinkan guru untuk meninjau, mengevaluasi, dan memperbaiki strategi pembelajaran berdasarkan pengalaman mengajar mereka. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan desain studi kasus pada guru kelas di SDN 3 MANGKURAYAT, Kabupaten Garut. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan kajian pustaka (library research), serta dianalisis secara tematik berdasarkan teori reflektif Schön, pengembangan profesional Guskey, dan konstruktivisme pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan empat faktor utama penyebab rendahnya praktik reflektif: keterbatasan konseptual guru terhadap makna refleksi, minimnya dukungan kelembagaan, beban kerja administratif yang tinggi, dan lemahnya keterampilan reflektif guru. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan budaya refleksi profesional di lingkungan pendidikan dasar melalui program pelatihan reflektif, mentoring sejawat, dan dukungan kelembagaan berkelanjutan.
Optimalisasi Pembelajaran Berbasis Budaya dalam Menumbuhkan Apresiasi Siswa terhadap Pangan Lokal Garut melalui Strategi City Branding Pelapory, Khirst David; Nurwahidah, Lina Siti; Hamdani, Agus
WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : PGSD Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/wasis.v6i2.15659

Abstract

This study aims to describe the improvement of eleventh-grade students’ appreciation of Garut local food (dodol, burayot, and lunkhead) through culturally responsive teaching integrated with city branding strategies at SMAN 11 Garut. A culture-based approach is used to integrate Garut's local cultural values into the learning process, while city branding is utilized to promote regional culinary identities, such as dodol, burayot, and lunkhead.This qualitative case study involved 30 students in an eight-week intervention. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, student project analysis (posters, videos, Instagram campaigns), and focus group discussions. Thematic analysis was performed using six-phase framework with NVivo 14 software. The findings revealed three main themes: (1) enhanced understanding of cultural and nutritional values (87% of students), (2) high creativity in city branding promotion (73% of projects scored ≥4 on a 5-point scale), and (3) increased regional pride and active promotional behaviour (93% of students). The integration proved effective in preserving Garut’s culinary heritage and strengthening its identity as “Kota Dodol”. 
Project-Based Learning with Qreatif Educative: Improving Early Writing Skills in Elementary Schools Lasmidewi, Reni Noviani; Nurjamin, Asep; Hamdani, Agus; Nurwahidah, Lina Siti
Edukasi Vol 13 No 1 (2026): Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran |in progess|
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, South Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ejpp.v13i1.33609

Abstract

Beginning writing is a foundational literacy skill in early elementary education because it supports students’ ability to form letters, build words, and construct simple sentences to express ideas. However, classroom instruction at the early writing stage often remains procedural and copy-based, with limited media to stimulate idea development, engagement, and confidence in initiating written texts. This study developed and tested a Project-Based Learning (PjBL) model supported by the interactive digital application Qreatif Educative to improve Grade 1 students’ beginning writing skills. Using a Research and Development (R&D) approach, the study followed sequential stages of needs analysis, information gathering, product design, expert validation, limited trial, field trial, and final revision. The research site was SDN 3 Sukamaju. Validators consisted of two content experts and two media experts. A small-group trial involved 7 students, followed by a field trial involving 16 students. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, documentation, and pretest–posttest writing assessments. Qualitative data were analyzed thematically to capture usability feedback and implementation challenges, while quantitative data were analyzed descriptively using feasibility percentages and inferentially using a paired-sample t-test. The developed model and media were rated very feasible by experts, with content and media validation results reaching 88%. Student responses in the small-group trial indicated very positive usability and engagement, with an average feasibility score of 85.56%. Effectiveness testing in the field trial demonstrated a significant improvement in students’ beginning writing performance after implementation (paired-sample t-test, p = .000 < .05). Overall, integrating PjBL with Qreatif Educative provides a feasible and effective approach to strengthening beginning writing through structured projects, interactive practice, and guided feedback in early elementary classrooms.
Representasi Perjuangan Diri Perempuan dalam Lirik Lagu Jangan Ditelan Karya Nadin Amizah Yulpiati, Septi Dwi; Hamdani, Agus; Asmaniah , Zainah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5wz0p253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi perjuangan diri perempuan dalam lirik lagu “Jangan Ditelan” karya Nadin Amizahdengan menggunakan perspektif feminisme bell hooks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat terhadap lirik lagu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan menitikberatkan pada konsep interseksionalitas yang dikemukakan oleh bell hooks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu “Jangan Ditelan” merepresentasikan perjuangan perempuan melalui tiga elemen utama, yaitu gender, kelas sosial, dan budaya. Aspek gender tampak dalam representasi objektifikasi dan pembungkaman suara perempuan, aspek kelas sosial tercermin melalui pelabelan negatif yang mendisiplinkan perempuan yang dianggap menyimpang, sementara aspek budaya terlihat dalam norma patriarki yang menormalisasi kontrol terhadap tubuh dan identitas perempuan. Lagu ini tidak hanya menggambarkan pengalaman penindasan, tetapi juga memperlihatkan kesadaran kritis dan perlawanan simbolik perempuan terhadap struktur sosial yang menindas. Dengan demikian, karya ini menjadi medium penting dalam menghadirkan wacana feminisme dan perjuangan perempuan dalam konteks budaya populer Indonesia.  
Kajian Psikologi Sastra dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori Agustina, Aulia; Hamdani, Agus; Damayani, Deasy Aditya
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8qcq3t71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek id, ego, dan superego pada tokoh utama, Segara Alam, dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Novel Namaku Alam mengisahkan perjalanan hidup Segara Alam, seorang remaja yang harus menghadapi stigma sosial dan tekanan batin akibat masa lalu keluarganya yang kelam—ayahnya dieksekusi sebagai tahanan politik karena dituduh terlibat gerakan komunis pada masa Orde Baru. Latar sejarah dan politik yang traumatis ini membentuk konflik psikologis tokoh utama, menjadikannya representasi yang kaya untuk dikaji dari perspektif psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka terhadap teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek id tokoh Segara Alam tampak melalui dorongan emosional dan impulsif yang tercermin dalam perilaku serta tindakannya, seperti kemarahan yang meledak-ledak dan kecenderungan menggunakan kekerasan. Aspek ego muncul sebagai upaya tokoh dalam menyesuaikan dorongan tersebut dengan realitas yang dihadapinya, termasuk melalui kesadaran akan batasan sosial dan introspeksi diri. Sementara itu, aspek superego tercermin dalam pertimbangan moral yang memengaruhi sikap dan keputusan tokoh meskipun tidak selalu bekerja secara konsisten, terutama ketika berhadapan dengan nilai-nilai keluarga dan lingkungan. Ketiga aspek kepribadian tersebut membentuk karakter tokoh Segara Alam yang kompleks dan dinamis sebagaimana digambarkan dalam novel.
Studi Evaluasi Program Geulis Serasi: Analisis Kualitas Pembelajaran Menulis Cerpen dengan Model CIPP Saputri, Santi Hadi; Hamdani, Agus
GERAM Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27396

Abstract

Keterampilan menulis cerpen adalah wahana internalisasi karakter dan kreativitas. Namun, evaluasi program literasi madrasah selama ini masih didominasi pendekatan deskriptif-kualitatif tanpa pengukuran kualitas luaran yang objektif. Penelitian ini mengevaluasi program GEULIS SERASI (Gerakan Menulis Semangat Rantas Korupsi) menggunakan model CIPP untuk mengisi celah tersebut. Melalui metode campuran, data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan penilaian ahli dengan reliabilitas Kappa Cohen sebesar 0,755. Hasil menunjukkan bahwa aspek konteks selaras dengan gerakan lingkungan, aspek masukan didukung kemitraan profesional dan finansial, aspek proses memerlukan optimalisasi pada metode hybrid mentoring, serta aspek produk mencapai nilai rata-rata 83,89 (Sangat Baik). Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi nilai antikorupsi dalam penulisan cerpen efektif meningkatkan kualitas literasi secara holistik. Evaluasi sistemik ini memberikan dasar empiris bagi standarisasi dan keberlanjutan program literasi kreatif di lingkungan madrasah. 
ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP BERITA KETAHANAN PANGAN INDONESIA DALAM KONTEKS KONFLIK TIMUR TENGAH: PERSPEKTIF NORMAN FAIRCLOUGH Andi Mulyadi, Ujang; Hamdani, Agus
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24046

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara kritis wacana media mengenai ketahanan pangan Indonesia dalam konteks ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) dari Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data penelitian berupa teks berita yang memuat pernyataan Zulkifli Hasan terkait kemandirian pangan nasional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, wacana dibangun melalui penggunaan diksi positif, repetisi, dan modalitas tinggi seperti “aman”, “surplus”, dan “tidak bergantung” untuk menciptakan narasi dominan tentang stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Pada level praktik diskursif, media cenderung mereproduksi wacana resmi pemerintah dengan menempatkan negara sebagai aktor utama yang otoritatif, sementara aktor lain seperti pedagang hanya dimarginalkan sebagai pelengkap narasi. Pada level praktik sosial, wacana ini mencerminkan ideologi nasionalisme ekonomi dan stabilitas politik, serta berfungsi sebagai alat legitimasi kebijakan pemerintah di tengah ketidakpastian global.Namun demikian, analisis juga menemukan adanya kontradiksi antara narasi kemandirian pangan dengan realitas ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas tertentu seperti gandum dan kedelai. Hal ini menunjukkan bahwa wacana media tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga konstruktif dan ideologis, yang berperan dalam membentuk persepsi publik serta mempertahankan relasi kekuasaan antara negara dan masyarakat. Dengan demikian, media menjadi arena strategis dalam produksi dan reproduksi kekuasaan melalui bahasa. 
REPRESENTASI AKTOR SOSIAL DALAM WACANA DIGITALISASI PENDIDIKAN: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL THEO VAN LEEUWEN TERHADAP PEMBERITAAN PELUNCURAN TRANSFORMASI PEMBELAJARAN OLEH PRESIDEN Hanafiah, Badruzia; Hamdani, Agus; Andi Mulyadi, U.
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24080

Abstract

Digitalisasi pendidikan menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi sistem pendidikan di Indonesia. Namun, dalam perspektif analisis wacana kritis, kebijakan digitalisasi pendidikan tidak hanya merepresentasikan perubahan teknologis dalam proses pembelajaran, tetapi juga merupakan konstruksi wacana yang memuat relasi kekuasaan dan kepentingan ideologis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi aktor sosial dalam pemberitaan mengenai peluncuran program digitalisasi pembelajaran oleh Presiden Prabowo Subianto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Theo van Leeuwen yang berfokus pada strategi eksklusi dan inklusi dalam representasi aktor sosial. Data penelitian berupa teks berita dari Kompas.id edisi 17 November 2025 berjudul “Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran, Presiden Dorong Percepatan Transformasi Pendidikan.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita cenderung menampilkan dominasi representasi aktor negara, khususnya Presiden dan Menteri, melalui strategi nominasi dan individualisasi yang menempatkan mereka sebagai penggerak utama transformasi pendidikan. Sebaliknya, aktor pendidikan seperti guru dan murid lebih sering direpresentasikan sebagai kelompok kolektif melalui strategi pasivasi dan asimilasi, sehingga peran dan agensi mereka dalam proses pendidikan menjadi kurang terlihat. Selain itu, penggunaan angka dan statistik dalam teks berfungsi sebagai strategi legitimasi kebijakan yang menonjolkan capaian kuantitatif program digitalisasi pendidikan. Temuan ini menunjukkan bahwa wacana digitalisasi pendidikan dalam media tidak hanya menyampaikan informasi kebijakan, tetapi juga membangun konstruksi ideologis mengenai peran negara dan teknologi dalam sistem pendidikan.