Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL (AC-WC) DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI KADAR FILLER LIMBAH GYPSUM Ruci Hanggara Naqamukti; Akhmad Suryadi; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5848

Abstract

Limbah adalah sisa dari suatu usaha maupun kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasin dan jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainya. Limbah gypsum ini termasuk limbah B3 dengan kode limbah B414 pada kategori bahaya jika tidak termanfaatkan. Laston AC-WC merupakan campuran perkerasan jalan yang berada paling atas dan berhubungan langsung dengan roda kendaraan. Salah satu komponen beton aspal yang akan di subtitusi yaitu filler. Filler memiliki fungsi sebagai peningkatan stabilitas dan mengurangi rongga udara. Tujuan penelitian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh limbah gypsum terhadap campuran aspal beton dengan variasi kadar limbah gypsum (0%, 5,5%, 6,5%, 7,5%). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Uji Bahan Jalan Gedung Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Metode yang digunakan melibatkan 22 total benda uji yang dimana 10 untuk KAO dan 12 untuk limbah gypsum. Hasil pengujian campuran laston AC-WC dengan metode marshall non subtitusi mendapatkan KAO 5,5%. Hasil dari benda uji variasi limbah gypsum secara keseluruhan menunjukan bahwa penggunaan limbah gypsum meningkatkan nilai stabilitas, VFA, dan MQ. Variasi filler limbah gypsum 5,5% mendapatkan nilai terbaik dengan nilai stabilitas 1634,74Kg, VFA 85,81%, dan MQ 795,08Kg/mm. Estimasi biaya yang dimiliki oleh Laston AC-WC dengan subtitusi filler limbah gypsum 5,5% dengan harga Rp.1.597.991,28/ton.
ANALISIS SUBSITUSI PASIR BESI SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA KINERJA ASPAL (AC-BC) Tahta Arka Nirwana Rochmadhi; Bobby Asukmajaya R Asukmajaya; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5887

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang banyak melakukan pembangunan jalan, di Indonesia sendiri jenis lapis aspal beton merupakan lapisan yang mudah di temukan. Laston tersusun dari agregat kasar, agregat halus, filler, Aspal, dan bahan tambahan lainnya. Pasir sebagai salah satu sumber daya alam yang melimpah di Indonesia belum di manfaatkan secara maksimal, salah satunya adalah pasir besi yang mengandung banyak mineral didalamnya. Inovasi ini menggunakan Pasir besi sebagai substitusi agregat halus dalam campuran aspal (AC-BC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) sifat fisik agregat kasar, agregat halus, dan aspal, (2) kadar aspal tanpa subsitusi pasir besi yaitu 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, (3) pengaruh pasir besi pada variasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% sebagai substitusi agregat halus pada saringan 0,300 mm dalam campuran laston AC-BC, dan (4) rencana anggaran biaya untuk membuat laston AC-BC dengan Subsitusi pasir besi. Pada penelitian ini menggunan acuan Bina Marga 2018 (Revisi 3) dan modul pengujian bahan dari Politeknik Negeri Malang. Sebelum membuat benda uji perlu dilakukan uji fisik untuk mengetahui apakah bahan penyusun sudah memenuhi ketentuan. Pembuatan benda uji normal untuk menentukan KAO di buat menggunkan 2 sampel setiap variasi sehingga didapatkan nilai 5,3%. Pembuatan benda uji dengan subsitusi pasir besi menggunakan 3 sampel. Pada karakteristik Marshall didapatkan nilai-nilai parameter terbaik dengan nilai yang didapatkan sebagai berikut untuk Stabilitas = 1289,93 kg, Flow = 2,15 mm, VMA = 14,96%, VFA = 92,00%, dan MQ = 588,98 kg/mm Variasi 50% menjadi variasi pasir besi yang baik untuk di gunakan sebagai laston AC-BC dikarenakan lapisan AC-BC membutuhkan nilai Stabilitas yang tinggi. Anggaran biaya untuk subsitusi pasir besi 50% yang didapatkan Rp. 1,681,098.45.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS TOWER C RUMAH SUSUN STASIUN RAWA BUNTU TANGERANG SELATAN Dewi Retno Ayu Setyiani; Akhmad Suryadi; Mona Shinta Safitri
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6069

Abstract

Tower C Rumah Susun Stasiun Rawa Buntu terletak di daerah yang rawan terjadinya gempa, maka dari itu diperlukan mitigasi bencana dan perencanaan struktur atas yang memenuhi persyaratan struktur tahan gempa. Dalam perencanaan struktur atas tower ini meliputi tahap preliminary desain struktur, permodelan pada aplikasi Robot Structure Analysis Professional 2020, pembebanan pada struktur yang meliputi beban mati, beban hidup, beban angin, beban air hujan, dan beban gempa berdasarkan SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019, perencanaan elemen struktur yang meliputi pelat lantai, pelat atap, balok, kolom, dan tangga berdasarkan SNI 2847:2019. Hasil perencanan struktur, diperoleh : pelat lantai dengan tebal 130 mm dengan penulangan dua arah yang menggunakan tulangan D10-200, D10-100, D10-250, D10-150. Balok induk arah memanjang dan melintang  B1 40/60 cm pada tulangan tarik menggunakan tulangan 8 D 22, pada tulangan tekan 4 D 22, dengan tulangan sengkang D10-150/200. Balok anak B2 30/40 cm pada tulangan tarik menggunakan tulangan 6 D 22, pada tulangan tekan 4 D 22, dengan tulangan sengkang D10-100/150. Kolom interior K1 75/160 menggunakan tulangan 32 D 25 dengan sengkang D13-100/150. Kolom eksterior K2 85/85 meenggunakan tulangan 24 D 25 dengan sengkang D13-100/150. Tebal pelat tangga 150 mm, dengan tulangan pada tumpuan D10-80 dan lapangan D10-100. Dan perencanaan struktur atas gedung ini memerlukan biaya Rp 34.534.000.000,00,-
PERBANDINGAN BEKISTING ALUMUNIUM DAN BEKISTING SEMI SISTEM PADA PEMBANGUNAN RUSUN MAHATA SERPONG Fakhtur Aviv; Indah Ria Riskiyah; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6294

Abstract

Pembangunan di Indonesia tidak akan pernah terputus, salah satu pembangunan yang sedang berjalan adalah Rusun Mahata Serpong. Rusun Mahata serpong terletak di Tangerang Selatan Provinsi Banten. Pada pembangunan ini terdapat dua jenis bekisting yang di gunakan yaitu bekisting semi sistem dan bekisting alumunium.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan bekisting aluminium dan bekisting semi sistem dalam pembangunan Rusun Mahata Serpong. Bekisting, sebagai alat cetak beton, memiliki peran penting dalam menentukan efisiensi waktu dan biaya pada proyek konstruksi. Bekisting semi sistem menggunakan material kayu dan hollow, yang memiliki kelebihan seperti harga terjangkau dan mudah ditemukan, tetapi memerlukan tenaga kerja lebih banyak dan memiliki umur pakai yang lebih pendek. Sementara itu, bekisting aluminium terbuat dari material aluminium atau baja yang sudah terpasang pada semua elemen struktur, sehingga lebih cepat dalam pengerjaan dan menghasilkan cetakan beton yang lebih rapi, meskipun biaya sewa yang lebih tinggi dan kurang efisien untuk bangunan non-tipikal. Data yang diolah dalam penelitian ini adalah data perencanaan, gambar kerja, dan standar satuan harga. Metode pelaksanaan bekisting alumunium lebih efisien karena perakitan dan pembongkaran membutuhkan waktu yang lebih singkat. Selain itu, penelitian ini juga membahas aspek keselamatan kerja (K3) dalam metode pelaksanaan bekisting, menunjukkan bahwa penggunaan bekisting aluminium dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja karena proses pemasangan yang lebih terstruktur dan penggunaan alat pelindung diri yang lebih optimal. Pada biaya bekisting memiliki harga yang lebih murah dibandingkan bbekisting alumunium dengan selisih harga Rp.1.043.000.000,00.
EVALUASI KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE INDEKS KONDISI PERKERASAN (IKP) PADA JALAN RAYA KARANGJATI – PANDAAN KABUPATEN PASURUAN Fahreza Taufiqurrahman; Nain Raharjo; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.6974

Abstract

Jalan Raya Karangjati – Pandaan Kabupaten Pasuruan merupakan jalan sedang dengan fungsi jalan lokal dengan panjang ruas 4.7 kilometer. Jalan ini dilalui oleh berbagai jenis kendaraan ringan dan berat. Pergerakan lalu lintas di jalan ini cukup tinggi mengingat kawasan ini merupakan kawasan industri. Beban lalu lintas yang padat dan berat ini tentu dapat mempengaruhi kondisi perkerasan jalan pada ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan jalan, mengetahui tingkat kerusakannya, dan memberikan penanganan yang tepat, serta menyajikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang terkait dengan pekerjaan penanganan kerusakan jalan tersebut. Metode yang digunakan untuk analisis kerusakan jalan mengacu pada pedoman Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B. Data primer pada penelitian ini yaitu data survei kerusakan jalan dan HSP dari Kementerian PUPR Tahun 2022. Dari hasil survei didapat jenis kerusakannya yaitu retak kulit buaya, retak blok, retak selip, retak tepi, retak memanjang/melintang, tambalan, pengausan agregat, lubang, dan pelepasan butir. Hasil analisis menyatakan bahwa nilai rata-rata kerusakan menurut IKP lajur 1 sebesar 80 dan pada lajur 2 sebesar 77. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi jalan tersebut masuk pada katergori Baik (Good). Penanganan yang dilakukan dapat berupa pemeliharaan berkala yaitu dengan melakukan pekerjaan perbaikan.
PENGARUH VARIASI FIBERGLASS DAN FLY ASH TERHADAP PERFORMA BETON PERVIOUS Moch Farkhan Prasetiyo; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8073

Abstract

Beton pervious merupakan beton dengan pori – pori, yang memungkinkan air untuk melewatinya, biasanya digunakan untuk mengurangi limpasan air hujan dan aplikasinya pada tempat parkir dan trotoar. Studi ini bertujuan untuk menilai dampak variasi pemanfaatan fly ash dan fiberglass terhadap kinerja beton pervious. Pengujian mencakup uji fisik bahan, desain campuran sesuai ACI 522R, serta pengujian kekuatan tekan, kekuatan tarik belah, dan permeabilitas pada usia 7, 14, dan 28 hari. Variasi fly ash yang diaplikasikan adalah 13%, 16%, dan 19% sebagai pengganti sebagian semen, sementara fiberglass digunakan sebesar 0,2%, 0,4%, dan 0,6% terhadap volume beton, masing – masing persentase fly ash dan fiberglass menggunakan 3 benda uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 16% fly ash menghasilkan kekuatan tekan maksimum sebesar 15,53 MPa dan kuat tarik belah tertinggi sebesar 1,43 MPa pada umur 28 hari. Dalam campuran fiberglass, komposisi terbaik adalah 0,4%, dengan kekuatan tekan mencapai 11,85 MPa dan kekuatan tarik belah 1,78 MPa. Pada permeabilitas, nilai maksimum tercatat pada beton tanpa fly ash sebesar 26,05 cm/s, sedangkan nilai minimum ditemukan pada campuran 16% fly ash sebesar 19,87 cm/s, menunjukkan bahwa struktur beton lebih padat. Kombinasi terbaik 16% fly ash dan 0,4% fiberglass menciptakan keseimbangan antara kekuatan dan permeabilitas, dengan nilai kuat tekan 14,63 MPa, kuat tarik belah 1,40 MPa, dan permeabilitas 18,54 cm/s. Analisis relasi antar parameter menunjukkan bahwa kuat tarik belah bertambah sejalan dengan peningkatan kuat tekan, mengindikasikan korelasi positif yang konsisten. Sebaliknya, terdapat hubungan negatif antara kuat tekan dan permeabilitas, di mana peningkatan kuat tekan cenderung menurunkan permeabilitas. Ini terjadi karena peningkatan kekuatan beton sering kali berkaitan dengan pengisian rongga atau pori, yang menghasilkan penurunan aliran air. Oleh karena itu, penentuan rasio fly ash dan fiberglass yang sesuai sangat krusial untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan mekanis dan kemampuan drainase beton pervious.
PENGARUH PERENDAMAN BETON DENGAN AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS Shafil Hamdi Nawara; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8253

Abstract

Beton merupakan material yang paling kuat dan paling banyak dipakai dalam konstruksi teknik sipil, termasuk di daerah pesisir pantai. Namun salinitas air laut dapat berdampak negatif pada kuat tekan beton. Terkait hal ini perlu diadakan analisis pengaruh salinitas air terhadap kuat tekan beton untuk meminimalisir terjadinya korosi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Uji Bahan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hasil uji fisik material, dampak kuat tekan beton pada 7,14,28 Hari, dan RAB. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membandingan 3 jenis air rendaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji fisik material sangat baik untuk digunakan. Untuk hasil kuat tekan 7,14,28 hari secara berturut turut untuk 0% kadar salinitas adalah 12,89 MPa, 16,66 MPa, 26,87 MP, kadar salinitas 3,2% adalah 12,64 MPa, 16,04 MPa, 25,52 MPa, kadar salinitas 3,6% adalah 10,32 MPa, 14,68 MPa, 24,55 MPa. Anggaran biaya penelitian ini untuk 0,159 m3 adalah sebesar Rp 133.244,74. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa beton yang direndam air laut menunjukkan bahwa jika air laut yang memiliki kadar salinitas yang tinggi maka maka nilai kuat tekan beton akan menurun dan tidak sebaik jika dibandingkan dengan air normal 0% salinitas.
PENGARUH PENGGUNAAN PASIR LAUT PANTAI TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON - MRK Arya Rangga Kusuma; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8272

Abstract

Akibat melimpahnya pasir Pantai di Desa Serang yang pada dasarnya secara geografis berada di dekat Pantai,menyebabkan banyak Masyarakat Serang yang memanfaatkan agregat pasir Pantai Serang sebagai agregat halus daripada mengambil di luar desa.Maka penelitian ini bertujuan untuk mengatasi pengaruh penggunaan agregat pasir Pantai sebagai bahan alternatif pengganti agregat halus terhadap kuat tekan dan kuat Tarik belah dengan variasi 0%,20%,40%,dan 60%.Metode yang digunakan yaitu eksperimen yang mengacu pada SNI 03-2834-200 untuk pembuatan beton dengan kuat tekan rencana sebesar 20 MPa,benda uji silinder dengan ukuran Ø15 x 30 cm dan umur rencana 7,14,dan 28 hari untuk kuat tekan dan 28 hari untuk kuat tarik belah dengan jumlah benda uji 96 sampel,masing masing variasi berjumlah 12 sampel beton dengan dua rendaman yaitu air tawar dan air laut.Dari hasil penelitian ini nilai kuat tekan beton 0% air tawar 32,52 Mpa, beton normal air laut 28,34 Mpa,Beton 20% air tawar 26,03 Mpa,Beton 20% air laut 25,61 Mpa,Beton 40% air tawar 25,01MPa,Beton 40% air laut 24,82 Mpa,Beton 60% air tawar 24,63 Mpa,Beton 60% air laut 24,16 Mpa untuk nilai kuat tarik belah beton 0% air tawar 3,50 Mpa, beton normal air laut 3,10 Mpa,Beton 20% air tawar 3,00 Mpa,Beton 20% air laut 2,92 Mpa,Beton 40% air tawar 2,89 MPa,Beton 40% air laut 2,86 Mpa,Beton 60% air tawar 2,85 Mpa,Beton 60% air laut 2,82 Mpa.Dari penelitian diperoleh nilai kuat tekan beton tertinggi pada umur 28 hari variasi 0% air tawar yaitu 32,52 Mpa dan terendah variasi 60% air laut yaitu 24,16 Mpa untuk nilai kuat tarik belah tertinggi 0% air tawar yaitu 3,50 Mpa dan terendah 60% air laut yaitu 2,82 Mpa.Dapat diambil kesimpulan bahwa campuran pasir Pantai yang semakin tinggi dan rendaman air laut dapat menurunkan nilai kuat tekan dan Tarik belah beton.
Co-Authors adila zaidayanti Adinyamas, Sabgiar Aditya Wicaksono Affan Nurun Tajalla AGUM GUMELAR WIDIYANTO PUTRO Agus Sugiarto Agus Sugiarto Agustin Dita Lestari Ahmad Rahmatullah Andi Sultan Rafi Armin Naibaho Armin Naibaho Arya Rangga Kusuma Ashari, Faridudin Aulia Rahman Azzam Syachfiarnsyah Bagio Bayu Pratama Bobby Asukmajaya Bobby Asukmajaya R Asukmajaya Catur Alkautsar I.J. Dandung Novianto Devi Zettyara Dewi Retno Ayu Setyiani Dr. Dra. Utami Retno Pudjowati, M.Si dwi ratnaningsih Dyah Ayu Rahmawati Cupasindi Fahreza Taufiqurrahman Fajar Mahesa Adhyaksa Fakhtur Aviv Fio Ayubi Qilail Fiorentina Novella Fajri Imani Gerard Aponno Gesang Panggayuh Hapsari, Ratih Indri Helik Susilo Huda Rizky Muhammad ikrar hanggara Indah Ria Riskiyah, Indah Ria Lalita, I Gede Raditya Marjono Marjono Maulidiyah, Sheliza Syahadan Maulidyah Galuh Paramita MJ. Bonang Al Mujahid Moch Farkhan Prasetiyo Moch. Sholeh Mohammad Adif Syahbana Firdaus Mona Shinta Safitri Muchammd Khafid Syafril Waliyyuddin Muhammad Fajar Rosuli Muhammad Musa Al Kadzim Muhammad Thomas Andhika Muhammad Tri Aditya Nabilah Ismiradiana Nain Raharjo Nawir Rasidi Novita Anggraini Nugroho, Bayu Wicaksono Nursugiyanto, Farras Indra Odelia Ika Kumalaning Tias Putri, Astri Andini Qomariah Qomariah Qomariah R., Bobby Asukmajaya Rino Nobrian Mas Rizki Putri Ramadhani Ruci Hanggara Naqamukti Samir Umar Bagazi Shafil Hamdi Nawara Sitti Safiatus Riskijah Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto SUTIKNO Syafik Safira Febrianti Tahta Arka Nirwana Rochmadhi Taufiq Rochman taufiq rochman Utami Retno Pudjowati Wahiddin Wahiddin Ziza Ayu Pertiwi