Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Posbindu PTM dan Prolanis Pada Pelayanan Diabetes Melitus Di Kota Jambi Adila Solida; Andy Amir; Evy Wisudariani; Fitri Widiastuti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.36445

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi penyebab kematian utama di dunia dan di Indonesia saat ini, salah satunya adalah penyakit Diabetes Melitus. Di Kota Jambi, prevalensi penyakit diabetes mellitus yang tinggi dan terus meningkat menjadi beban penyakit yang menurunkan produktivitas masyarakat. Kebijakan dan program pengendalian penyakit seharusnya memadai, namun hasil penelitian menemukan bahwa terdapat kesenjangan besar antara program dan beban PTM yang harus diatasi. Posbindu-PTM dan Prolanis merupakan dua program yang berupaya mengendalikan penyakit diabetes melitus, namun belum ada koordinasi dalam pelaksanaan kedua program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pelaksanaan Posbindu PTM dan Prolanis serta dampaknya terhadap pelayanan kesehatan diabetes melitus di Kota Jambi dengan menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melibatkan 15 orang informan yang merupakan pemangku kepentingan dan pelaksana program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelayanan diabetes melitus integrasi Posbindu PTM dan Prolanis telah dilaksanakan di beberapa Puskesmas Kota Jambi dalam bentuk pelaksanaan di lapangan dalam satu waktu, namun kelemahan dalam pelaksanaannya berasal dari standar dan sasarannya, sumber daya dan sikap pelaksana. Perlu adanya dukungan yang kuat dari pemangku kepentingan untuk mengupayakan integrasi program untuk layanan PTM terutama diabetes melitus.
Evaluasi Pelaksanaan Skrining Penyakit Tidak Menular pada Klaster 3 Integrasi Layanan Primer di Puskesmas Paal X Rahmah, Nafathu; Rini, Willia Novita Eka; Amir, Andy; Noerjoedianto, Dwi
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1606

Abstract

Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi berbagai faktor risiko dan penyakit kronis secara dini di tingkat pelayanan kesehatan primer. Namun, capaian skrining di Puskesmas Paal X Kota Jambi masih berada di bawah target Standar Pelayanan Minimal. Data Dinas Kesehatan Kota Jambi tahun 2024 menunjukkan cakupan skrining usia produktif sebesar 40,3%, pelayanan hipertensi 50,7%, dan diabetes melitus 15,0%, yang mencerminkan adanya kesenjangan antara target dan realisasi program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan skrining PTM pada Klaster 3 Integrasi Layanan Primer menggunakan pendekatan Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif evaluatif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terhadap 10 informan yang terdiri dari kepala puskesmas, pengelola program PTM, dokter, bidan, kader, dan masyarakat sasaran skrining, sehingga mencerminkan keberagaman perspektif pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan serta ketersediaan sumber daya manusia, sarana, dan pendanaan relatif memadai. Namun, perencanaan operasional belum terstruktur secara sistematis, pelaksanaan masih bersifat insidental, dan partisipasi masyarakat rendah. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya capaian skrining, terutama pada pelayanan diabetes melitus yang hanya mencapai 15,0%, sehingga menunjukkan kontras antara kesiapan sumber daya dan realisasi program di lapangan. Penguatan perencanaan berbasis pemetaan sasaran, optimalisasi peran kader, serta perbaikan sistem pencatatan dan tindak lanjut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan cakupan skrining PTM di tingkat pelayanan primer.
The Relationship of Individual Characteristics, Work Stress and Work Fatigue with Patient Safety Culture at X Hospital, East Tanjung Jabung Regency in 2025 Agusnawati, Agusnawati; Guspianto, Guspianto; Asparian, Asparian; Amir, Andy; Kalsum, Ummi; Eka Rini, Willia Novita; Muldiasman, Muldiasman
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 6 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i6.604

Abstract

Introduction: Patient safety is a fundamental component of hospital service quality and is strongly influenced by patient safety culture. Various individual factors, including demographic characteristics, job stress, and work-related fatigue, are considered to play an important role in shaping patient safety culture in hospitals. Objective: The study population consisted of all hospital staff, both clinical and non-clinical, with a total sample of 197 respondents selected using proportional random sampling. Method: This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. Result and Discussion: showed that patient safety culture at RSUD X, Tanjung Jabung Timur Regency, was predominantly in the low category. Bivariate analysis indicated a significant relationship between gender and patient safety culture, while age, education level, employment status, length of work, job stress, and work fatigue were not significantly associated with patient safety culture. Multivariate analysis revealed that gender was the most dominant factor associated with patient safety culture. Conclusions: patient safety culture at RSUD X still requires improvement, and gender is the most influential individual factor related to patient safety culture
Individual Characteristics and Organizational Factors Related to Patient Safety Culture at Regional General Hospital X, East Tanjung Jabung Regency in 2025 Sartika, Yuli Maya; Guspianto, Guspianto; Muldiasman, Muldiasman; Amir, Andy; Kalsum, Ummi; Eka Rini, Willia Novita; Asparian, Asparian
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 6 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Patient safety culture is an important indicator of service quality and safety in hospitals. A low level of patient safety culture implementation may increase the risk of patient safety incidents. This study aimed to analyze individual and organizational factors associated with the implementation of patient safety culture at RSUD X, Tanjung Jabung Timur Regency. Objective: . The study population consisted of 340 individuals, with a sample of 198 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Method: This study employed a quantitative cross-sectional design. Result and Discussion: The results showed that patient safety culture at RSUD X remained at a low level, with a mean score of 67.65. Bivariate analysis indicated significant associations between gender, employment status, and educational level with patient safety culture, as well as between leadership and management systems with patient safety culture. Multivariate analysis revealed that gender, employment status, education, leadership, training, management systems, and safety climate were associated with the implementation of patient safety culture, with education identified as the dominant factor after controlling for other variables., Conclusions: : Strengthening human resource capacity and continuously improving organizational factors are necessary to enhance patient safety culture in hospitals
The Relationship Between Individual Characteristics and Work Unit Factors With Patient Safety Culture at Regional Hospital X, Tanjung Jabung Timur Regency Yansyah, Noveri; Guspianto, Guspianto; Noerjoedianto, Dwi; Amir, Andy; Asparian, Asparian; Kalsum, Ummi; Eka Rini, Willia Novita
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 6 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i6.606

Abstract

Introduction: Patient Safety Culture (PSC) remains critically low at Regional General Hospital X, Tanjung Jabung Timur Regency, necessitating a systematic investigation of its determinants. Objective: This study aims to analyze the relationship between demographic characteristics and work unit factors and patient safety culture at Regional General Hospital X, Tanjung Jabung Timur Regency, in 2025. Method: Proportional random sampling was employed, and data were collected using the standardized Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) questionnaire. Bivariate analysis identified significant associations between PSC and several variables, including gender, education, employment status, work area, and workload. Multivariate logistic regression confirmed that work unit factors constituted the most dominant predictor of PSC Results and discussion: These findings indicate that PSC improvement requires targeted organizational interventions — particularly in workload management, interprofessional communication, and teamwork — rather than approaches focused solely on individual characteristics Conclusion: This study found that demographic characteristics and work unit factors have a significant relationship with patient safety culture at Regional General Hospital X, East Tanjung Jabung Regency. Therefore, efforts are needed to improve patient safety culture by strengthening work unit management, improving communication, teamwork, and optimal workload management to support the quality and safety of healthcare services in the hospital