Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH STRUKTUR KOTA - SISTEM TRANSPORTASI - KONSUMSI BBM KOTA-KOTA DI JAWA Handajani, Mudjiastuti
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i2.1342

Abstract

Abstract:  Transportation    sector  is  sector with  the most  customer  fuel,  so  fuel  consumption  for transportation  activity  should  appropriately    get  more  attention.  The  increasing  activity  of transportation syatem especially  triggered by  the  increase of ownership and private vehicle usagegive negative impacts on towns. Ttransportation is sector taking the most fuel got from fossil source which  is getting  rare and unrenewable. Data collected  in  this  research  is: a) data of  length of  the road,  the  length  of  the  road,  only  calculated  for  asphalted  road  or  reinforced  concrete,  b)  road network pattern,   in the field condition, road network pattern   does not always have the same form as  road  network  pattern  in  the  theory,  of  (grid,  radial/concentric,  linear),  but  there  are  some modifications, c)  road condition, consisting of good,  relatively good, poor, and very poor condition category,  d)  passenger’s  public  transportation,  consisting  of  public  passenger  transportation  and public  bus,  e)goos  transportation/truck,  f)  private  vehicle  consisting  of  passenger  car,  bus  and motorcycle, g)  the  length of designated  route of public  transportation. The highest  influence of  the town  structure  on  fuel  consumption  is  the  number  of  people,  that  is  0,986.Town  transportation system  also  has  the  high  influence  values  on  fuel  consumption,  that  is  0,907.  Town  structure strongly  influences  fuel  consumption  is  stronger  compared  to  the  transportation  system  on  fuel consumption. Key word:  influence, town structure, transportation system, fuel consumption.   Abstrak:  Sektor  transportasi  merupakan  konsumen  yang  paling  banyak  menggunakan  BBM, sehingga konsumsi BBM untuk kegiatan transportasi selayaknya mendapat perhatian. Peningkatan kegiatan sistem  transportasi khususnya yang dipicu oleh peningkatan pemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi memberikan dampak negatif  terhadap kota. Transportasi merupakan penyerap bahan  bakar  terbesar  yang  berasal  dari  sumber  fosil  yang  semakin  langka  dan  tidak  dapat diperbaharui. Data yang dikumpulkan dalam penelitian  ini adalah  : a) data panjang  jalan, panjang jalan, dihitung hanya  jalan yang aspal atau beton bertulang saja b) pola  jaringan  jalan, kondisi di lapangan pola  jaringan  jalan  tidak selalu membentuk persis seperti pola  jaringan  jalan dalam  teori (grid,  radial/konsentrik,  linear)  tetapi  ada  beberapa  modifikasi  c)  kondisi  jalan  yang  terdiri  dari kondisi baik, sedang,  rusak dan sangat  rusak, d) kendaraan umum penumpang, yang  terdiri dari MPU  (mobil  penumpang  umum)  dan  bus  umum  d)  angkutan  barang  (truk)  e)  kendaraan  pribadi yang  terdiri  dari  mobil  penumpang,  bus,  dan  sepeda motor  f)  panjang  trayek  angkutan  umum. Pengaruh paling  tinggi dari struktur kota  terhadap  konsumsi BBM adalah Jumlah penduduk yaitu 0,986. Sistem  transportasi    kota  juga mempunyai  nilai  pengaruh  yang  tinggi  terhadap  konsumsi BBM  yaitu  0,907. Struktur  kota mempengaruhi  konsumsi BBM  sangat  kuat  dengan  nilai  loading 0,976.  Hubungan  struktur  kota  terhadap  konsumsi  BBM  lebih  kuat  dibanding  dengan  sistem transportasi terhadap konsumsi BBM. Kata kunci: pengaruh, struktur kota, sistem transportasi, konsumsi BBM.
ANALISIS PANJANG JALAN TERHADAP KONSUMSI BBM PADA BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK) I SEMARANG Handajani, Mudjiastuti; Muldiyanto, Agus; Paramita, Nur Indah; Permata, Aulia Nur
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i1.7099

Abstract

Fuel consumption is closely related with transportation, then when we conservation about efficiency of fuel consumption, we also must give attention for transportation system. The development of transportation system give impact for each region, such as air pollution and increase fuel consumption. Fuel consumption influenced by several factors, it is number of people, length of roads, and road conditions. Number of people for each region depend of number of births, number of deaths and migration. Length of roads depend from needs of the transportation facilities and access for mobilizing. Road conditions influenced by several factor, such as: planing of road, implementation of road construction, road used and natural condition. The growth length of roads less than quantity of vehicles, it means there are over weight on the road that made damage on the road. Correlation analysis from length of road, number of people and road condition with fuel consumption needed for give information to public about impact of it. . Highest influence of fuel consumption is length of road (R2= 0,804). Number of people also give high influence for fuel consumption (R2= 0,768). While influence for road conditions on fuel consumption is 0.617.Konsumsi BBM erat hubungannya dengan sektor transportasi, sehingga dalam memperhatikan efisiensi konsumsi BBM, hendaknya diperhatikan pula sistem transportasinya. Perkembangan sistem transportasi dapat berdampak negatif pada suatu wilayah, antara lain tercemarnya suatu lingkungan, dan kebutuhan bahan bakar yang meningkat. Kebutuhan bahan bakar dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jumlah penduduk, panjang jalan, dan kondisi jalan. Jumlah penduduk tiap tahun sebuah wilayah tergantung pada jumlah kelahiran, kematian dan migrasi. Panjang jalan suatu wilayah tergantung pada tingkat kebutuhan penduduk akan sarana transportasi dan akses dalam bermobilisasi. Faktor yang mempengaruhi kondisi jalan antara lain: faktor perencanaan jalan, pelaksanaan pembuatan jalan, penggunaan jalan dan kondisi alam. Pertumbuhan jalan jauh lebih kecil daripada tingkat pertumbuhan kendaraan, hal ini berarti menunjukkan terjadinya pembebanan yang belebihan pada jalan, sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan pada jalan. Analisa hubungan panjang jalan, jumlah penduduk dan kondisi jalan terhadap konsumsi BBM dibutuhkan agar masyarakat tahu seberapa besar pengaruh ketiga faktor tersebut dengan peningkatan konsumsi BBM. Pengaruh paling tinggi terhadap konsumsi BBM adalah panjang jalan, (R2= 0,804). Jumlah penduduk juga berpengaruh kuat dalam konsumsi BBM (R2= 0,768). Sedangkan pengaruh kondisi jalan terhadap konsumsi BBM yaitu 0,617
KONSUMSI BAHAN BAKAR MINYAK KOTA SEMARANG DAN KOTA SURAKARTA DITINJAU DARI SISTEM TRANSPORTASI DAN TIPOLOGI KOTA Mudjiastuti Handajani; Mustakim Aksa
Jurnal Transportasi Vol. 13 No. 3 (2013)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.168 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v13i3.1348.%p

Abstract

Fuel oil is the main fuel in the transportation sector. Transportation system and the city typology influence the fuel consumption of a city. This study aims to analyze and to compare the relationship of transportation system and the typology of the City of Semarang and the city of Surakarta to the fuel consumption of those cities. An analysis was performed using bivariate and multivariate-multivariable regression techniques. Uneven distribution of the population, public transport services dominated by passenger cars, and radial road network result in inefficient fuel consumption in the city of Semarang (0.27 kl/person). Meanwhile an even distribution of the population, public transport services dominated by public bus, and grid road network make fuel consumption more efficient in the city of Surakarta (0.18 kl/person). The use of large-capacity public transport and compact land use can make more efficient use of fuel.
ANALISIS KINERJA OPERASIONAL BONGKAR MUAT PETI KEMAS PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Mudjiastuti Handajani
Jurnal Transportasi Vol. 4 No. 1 (2004)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.5 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v4i1.1761.%p

Abstract

Abstrak Pelabuhan Tanjung Emas Semarang merupakan pelabuhan besar, di samping melayani angkutan penumpang dan barang umum, juga melayani bongkar muat peti kemas. Volume pengiriman barang menggunakan peti kemas melalui pelabuhan Tanjung Emas terus meningkat dari tahun ke tahun. Pengiriman barang dengan peti kemas memungkinkan barang digabung menjadi satu sehingga waktu pengoperasian lebih cepat, efektif, dan efisien. Selain itu, penggunaan peti kemas juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah muatan yang bisa ditangani. Namun, pelayanan peti kemas pada terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini mengalami beberapa hambatan yang mempengaruhi kecepatan pelayanan peti kemas. Hambatan tersebut disebabkan antara lain: (1) kurang maksimalnya penggunaan gantry crane dan rubber tyred gantry dalam melayani bongkar muat peti kemas, (2) penataan peti kemas yang kurang teratur di lapangan penumpukan, (3) waktu pelayanan truk dari luar yang membawa peti kemas ekspor yang bersamaan dengan chassis truck yang melayani pemuatan ke kapal, sehingga memperlambat suatu proses; hal yang sama juga terjadi pada proses bongkar (impor), dan (4) jumlah chassis truck tidak memenuhi konfigurasi standar operasional. Penelitian ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan peti kemas dengan cara memperbaiki sistem penataan peti kemas di container yard sesuai dengan urutan pemuatan kapal dan memberikan prakiraan jumlah chassis truck yang digunakan untuk mencapai produksi gantry crane yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data primer melalui survei di lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori antrean, sedangkan prakiraan arus peti kemas dengan perangkat lunak SPSS. Survei di lapangan dilakukan pada saat kapal sedang melakukan bongkar muat peti kemas, dengan asumsi bahwa tiap kapal akan dilayani secepat mungkin. Waktu pengamatan dilakukan sekitar 30 menit setelah proses bongkar/muat dimulai + 90 menit, pada waktu proses sudah mulai stabil. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa data dan informasi mengenai pola operasi dan proses bongkar muat peti kemas dan informasi mengenai kinerja alat yang digunakan dalam pelayanan bongkar muat peti kemas. Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kelancaran operasi sangat bergantung pada pelayanan chassis truck di container yard berupa pengaturan pola penumpukan peti kemas di container yard maupun penggunaan rubber tyred gantry secara optimal. Dari kesimpulan di atas dapat direkomendasikan beberapa hal: (1) pengaturan penumpukan peti kemas di container yard sesuai dengan urutan berat dan tujuan, (2) penambahan jumlah chassis truck dari 22 unit menjadi 30 unit, sehingga kondisi pelayanan lebih optimal, dan (3) perlunya keberadaan seorang pengawas yang mengatur antrean chassis truck di gantry crane maupun di container yard.Kata-kata kunci: peti kemas, lapangan penumpukan, pola operasi
TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN BONGKAR-MUAT BARANG PADA TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG Mudjiastuti Handajani; Yoeli Janto
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 1 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.045 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i1.1847.%p

Abstract

Abstract This study aimed to analyze the level of consumer expectations and the performance of the service and the satisfaction level of stevedoring service users at the Container Terminal of Semarang. It also analyzes the factors that have to be maintained, the main priority, and low priority of customer satisfaction. The samples are 73 respondents (companies) with the data analysis performed using the Important Performance Analysis. Based on the Cartesian diagram analysis, it is known that factors considered essential are in accordance with the reality perceived by the customer so that the satisfaction level is relatively high for the clarity of service personnel, service personnel discipline, fairness of service, and comfort environment. While the factors that are considered less important by customers and in fact not very special are service procedures, service attendant responsibilities, service speed and courtesy and hospitality workers. Key words: performance, interest, satisfaction, service, quality  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat harapan konsumen dan kinerja layanan serta tingkat kepuasan pengguna jasa bongkar muat pada Terminal Peti Kemas Semarang. Selain itu juga menganalisis faktor yang harus dipertahankan, prioritas utama dan  prioritas rendah dari kepuasan customer. Sampel yang digunakan sebanyak 73 responden (perusahaan) dengan analisis data menggunakan Important Performance Analysis. Berdasarkan hasil analisis diagram Kartesius diketahui bahwa faktor-faktor yang dianggap penting telah sesuai dengan kenyataan yang dirasakan oleh pelanggan sehingga tingkat kepuasan relatif tinggi terdapat pada kejelasan petugas pelayanan, kedisiplinan petugas pelayanan, keadilan mendapatkan pelayanan dan kenyamanan lingkungan. Sedangkan faktor-faktor yang dianggap kurang penting oleh pelanggan dan pada kenyataannya tidak terlalu istimewa adalah faktor prosedur pelayanan, tanggungjawab petugas pelayanan, kecepatan pelayanan, serta kesopanan dan keramahan petugas. Kata-kata kunci: kinerja, kepentingan, kepuasan, layanan, kualitas
ANALISIS GRADIEN PDRB TERHADAP KONSUMSI BBM (STUDI KASUS KOTA-KOTA DI JAWA) Mudjiastuti Handajani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkotaan merupakan daerah yang mempunyai angka urbanisasi yang tinggi, sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat termasuk meningkatnya Pendapatan Regional Domestik Bruto (PDRB). Analisis gradien adalah salah satu metode untuk membandingkan pola trend (kecenderungan) dari beberapa lokasi dengan mengamati tingkat kemiringan garis yang menghubungkan antara dua buah variabel. Dalam tulisan ini analisis gradien digunakan untuk mengamati hubungan linear antara variabel PDRB dan konsumsi BBM. Analisis gradien ini menunjukkan bahwa kemiringan garis (gradient) hubungan linear antara PDRB dan konsumsi BBM memiliki pola yang relative sama, yaitu kemiringan rendah di kota sedang dan kemiringan tinggi di kota metropolitan. Untuk kota besar konsumsi premium terjadi sedikit penurunan. Analisis gradien hubungan linear antara variabel PDRB  dan konsumsi total BBM untuk kota sedang dan kota besar, konsumsi BBMnya meningkat lebih cepat dibanding peningkatan PDRB, sedangkan di kota metropolitan peningkatan PDRB lebih cepat dibanding peningkatan konsumsi BBMnya. Kata kunci : Analisis Gradien, PDRB , Konsumsi BBM,
ANALISIS HUBUNGAN JUMLAH PENDUDUK DAN KEPADATAN PENDUDUK DENGAN BAHAN BAKAR MINYAK TRANSPORTASI KOTA Mudjiastuti Handajani; Bambang Riyanto
TATALOKA Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.218 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.15.4.278-292

Abstract

Fuel oil and transport is important to study because it relates to the environment and the local economy, nationally and globally. Fuel  for urban transport is influenced by the number and density of population. The purpose of the study is to analyze the population density of the city and fuel consumption/capita for metropolitan cities in the world, in Indonesia, the metropolitan city of Semarang and large city of Surakarta. The analysis is performed using bivarate. Metropolis developed countries shows: the more densely populated cities, fuel consumption/capita is the lower. For Indonesian cities and metropolitan cities of Semarang and Surakarta big show: the more densely populated city, fuel consumption does not always decreased. To be efficient fuel consumption city, the city's transportation system using mass public transportation and land use arrangements made compact. Efficient fuel consumption, can improve the health and economy of the State.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN PELAYANAN KALIBRASI ALAT NAVIGASI PENERBANGAN DENGAN PENDEKATAN METODE IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Munadi Munadi; Ismiyati Ismiyati; Mudjiastuti Handajani
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 26, No 1 (2021): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v26i1.2646

Abstract

Flight safety is very much determined by the performance of navigation aids, as well as thecorrectness of flight procedure guidelines. The BBKFP Center as the only aviationequipment calibration service agency has a strategic role for aviation safety in asustainable manner. The purpose of this research is to map the performance of BBKFPand the assessment of users of calibration services to provide recommendations, inparticular, the future calibration service development strategy, and the management ofcalibration of aviation navigation equipment in general. The research method uses a casestudy with the Importance-Performance Analysis method approach to measuring the extentof the relationship between the level of user satisfaction and the performance of flightnavigation tool calibration services based on 12 standard service indicators. The resultsfound that the highest level of service was the standard document calibration process of100% and the lowest level of service was timeliness of service by 64%. The factor that stillneeds immediate improvement is the timeliness of service and the Management System andService Procedures. While the factors that must be corrected but not immediately theircharacteristics include Complaint Services; Demand-Supply Balance, Service Rates,Service and Internal Supervision Meeting.
ANALISIS HALTE BUS TRANS SEMARANG (Studi Kasus Koridor I) Dika Septavian Agita; Mudjiastuti Handajani; Ismiyati Ismiyati
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2021): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v26i2.3129

Abstract

The construction of shelters that were not carried out simultaneously resulted in theconstruction of shelters along the Penggaron – Simpang Lima Semarang routeexperiencing differences even though they were in the same location. There is a needfor a review from the government regarding the capacity of the bus stops, thecondition of the shelters, the layout of the shelters and the distance of the bus stopsthat are still less than the standard. The lack of facilities owned by some TransSemarang bus stops and the distance from the bus stop users to the destination stopis still quite far, so people prefer to use private vehicles. From several analysisresults, there are several criteria that must be met for the placement of the positionand the distance of the bus stop that will affect the speed of the Trans Semarang busin determining the optimal location for a bus stop, one of the important factors isknowing the location of requests from BRT users where the location of the bus stoprequest is a source of generation. and the attraction of population movement and thelocation of the mode change before or after using the selected one.
PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PEMODELAN PENUMPANG PESAWAT Agus Muldiyanto; Mudjiastuti Handajani
Teknika Vol 15, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.834 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i2.2683

Abstract

Adanya keinginan dari Pemerintah Kota Jember untuk mengembangkan bandara Notohadinegoro menjadi bandara Embarkasi Haji, maka peneliti melakukan kajian tentang permintaan penumpang pesawat dibandara tersebut, karena untuk haji setahun hanya digunakan sekali. Untuk mengetahui permintaan atau prediksi pertumbuhan penumpang pesawat diperlukan pemodelan, penelitian ini dengan menggunakan dua metode analisis pemodelan yaitu dengan regresi dan jaringan syaraf tiruan, kemudian dibandingkan hasilnya serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya pada analisis tersebut. Dengan viabel bebas tunggal PDRB, hasil persamaan yang didapat dari analisis regresi, untuk penumpang datang adalah Y1 = 2669,038 X – 100694,375, dan untuk penumpang berangkat Y2 = 2693,266 X – 101150,266, dan total penumpang pesawat Y3 = 5362,062 X – 201844,641 Sedangkan dari analisis jaringan syaraf tiruan dengan variabel bebas tunggal PDRB tidak didapatkan persamaan baik untuk penumpang datang maupun berangkat, hal ini kemungkinan karena jumlah data maupun variabel yang hanya satu/tunggal, sehingga untuk kajian dengan analisis jaringan syaraf perlu kajian lebih lanjut.
Co-Authors Abrar Putra Harjanto Adolf Situmorang Adolf Situmorang Agus Muldiyanto AGUS MULDIYANTO Agus Muldiyanto, Agus AGUS WIDODO Ahmad Hakim Bintang Kuncoro Anak Agung Gede Sugianthara Andi Kurniawan Annisa Berliana ANNISA BERLIANA Anwar, Nik Syahrim Nik Arien Zahra Sal Sabila Aulia Nur Permata, Aulia Nur Ayunina Lathifah, Fita Bambang Riyanto Bambang Tutuko Bayu Aji, Galang Berliana, Annisa CHILATUN NAFISAH Dika Septavian Agita Dwi Saputro, Wahyu Edy Susilo Edy Susilo Erialdi Bin Syahrial Febiani Dwi Utari Ferry Firmawan Fita Ayunina Lathifah Fitria Maya Lestari Fitriyani Sanmas Gado, Alfridus Harmini, Harmini Iin Irawati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati ISTIANAH Istianah Istianah Istianah Kristiawati, Chyntyanita La Ode Nggawu Mega Fatimah Rosana Mita Nurul Azkia MM. Shinta Pratiwi Moh Luthfi Nurul Afif Muhammad Ikhsan Setiawan Muhammad Khoirul Muhammad Latif Muhammad Latif Munadi Munadi Mustakim Aksa Nafisah, Chilatun Naufal Akbar Purnayudha Aji Noora Savera NOORA SAVERA Nur Indah Paramita, Nur Indah Paramita, Nur Indah Permata, Aulia Nur Pramucitra, Sinta Pramucitra Pratikso Pratikso Purwanti, Hani Purwanto Purwanto Purwanto Reza Juliansa Prastica Risdiana Ch. Afifah Rohadi Rohadi Rohadi Rohadi Safrinal Sofaniadi Samba , Prasasta Sanmas, Fitriyani Saputra, Meidito Dewa Saputro, Yayan Adi Satria Pinandita SATRIYAS ILYAS Setyati Budiningrum, Diah Sri Budi Sri Budi Wahjuningsih Sutini Sutini Sutini syifafauziah ara putri Tatas Transinata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri VANIA PUTRI RATNA SARI Wangsa, Samba Yesina Intan Pratiwi Yoeli Janto Yoeli Janto, Yoeli Yoga Dwi Affandi Yudho Putranto, Ardi Yuzri Andrean Zulhaq Dahri Siqhny