Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Pengaruh Parking On the Street Terhadap Kinerja Lalu Lintas Pada Segmen Jalan Pemuda (Depan Kantor Pos) Kota Semarang Bayu Aji, Galang; Saputra, Meidito Dewa; Handajani, Mudjiastuti; Irawati, Iin
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ces.v3i02.531

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi di darat yang penting untuk mempermudah manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu permasalahan di jalan adalah kemacetan yang meningkat, faktor kemacetan ada berbagai macam, salah satunya adalah parkir sembarangan di badan jalan khususnya di area Jalan Pemuda (depan Kantor Pos) Kota Semarang. VISSIM adalah metode yang digunakan untuk kebutuhan analisa ruas jalan di penelitian ini. Hasil analisa parkir di badan jalan menggunakan VISSIM menunjukan bahwa ruas jalan di lokasi penelitian mengalami penurunan kinerja sehingga masuk dalam kategori D (arus mulai tidak setabil) untuk level of service nya, sedangkan jalan tempat penelitian ini termasuk dalam tipe jalan arteri skunder yang seharusnya memiliki kategori B (arus stabil) Oleh sebab itu penelitian ini penting dilakukan sehingga dapat bermanfaat untuk mengurangi angka kemacetan di masa depan.
Pengaruh Pasar Johar Semarang Terhadap Kinerja Arus Lalu Lintas di Jalan K.H. Agus Salim Kurniawan, Muhammad; Dwi Saputro, Wahyu; Handajani, Mudjiastuti; Muldiyanto, Agus
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ces.v3i02.793

Abstract

Kinerja jalan merupakan suatu ruas jalan yang melayani arus lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan tersebut. Namun jika ruas jalan tersebut terjadi banyak hambatan samping, maka kinerja dari ruas jalan akan mengalami penurunan. Tidak terkecuali akibat aktifitas Pasar dapat menyebabkan penurunan kemampuan suatu ruas jalan. Dalam (MKJI 1997) segmen pada jalan perkotaan harus selalu ada kemajuan secara permanen dan menerus sepanjang atau hampir seluruh jalan, baik itu pekerkembangan berupa lahan atau buatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja jalan pada ruas jalan K.H. Agus Salim Pasar Johar. Analisa dilakukan dengan menggunakan metode MKJI 1997. Data primer yang dibutuhkan yaitu volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, kepadatan lalu lintas dan nilai hambatan samping. Data sekunder berupa peta lokasi penelitian dan jumlah penduduk di Kota Semarang. Data yang didapat dengan nilai terbesar yaitu pada hari Senin, 1 Agustus 2022 dengan nilai maksimal volume arus lalu lintas yaitu 574, 85 smp/jam. Untuk volume terendah diperoleh pada hari Minggu yaitu 431,7 smp/jam. Hasil dari analisa aktifitas didapat frekuensi bobot kejadian yang sama yaitu 100-299 kejadian, sehingga termasuk golongan “Rendah”.
PENDAMPINGAN TEKNIS PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI TERSIER KEPADA PETANI PEMAKAI AIR (P3A) DI DESA JEPANG KECAMATAN MEJOBO KABUPATEN KUDUS Istianah; Handajani, Mudjiastuti; Muldiyanto, Agus; Savera, Noora; Kristiawati, Chyntyanita
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i5.101

Abstract

Pembangunan pedesaan merupakan bagian yang penting dari pembangunan Nasional. Selama ini banyak program pembangunan yang dilakukan di Desa dirancang oleh Pemerintah.Pembangunan Desa merupakan kegiatan yang mencakup seluruh aspek kehidupan dalam masyarakat Desa. Tujuan pembangunan Desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa, serta untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan untuk penanggulangan kemiskinan. Salah satu Program di Kementrian Pekerjaan Umum adalah Kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dalam Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan merupakan kegiatan yang bersifat swakelola dimana tanggung jawab pengelolaan diberikan kepada Lembaga Perkumpulan Petani pemakai Air (P3A) dalam hal Perbaikan atau peningkatan Sistem Jaringan Irigasi terutama Jaringan irigasi Tersier yang melayani Petak tersier atau areal sawah. Hal tersebut perlu penataan sumber daya yang ada sebelum pelaksanaan fisik di lapangan yang bersifat pemberdayaan, padat karya. Inovasi dan peningkatan pada kegiatan P3-TGAI khususnya di Wilayah Desa Jepang Kabupaten Kudus menjadi suatu hal yang diperlukan guna memenuhi target pencapaian. Proyeksi Pengembangan tata kelola sebagai masukan antara lain Metode Pelatihan pelaku program, mekanisme pendampingan dan pengawasan yang efektif, infrastruktur yang berkualitas serta laporan pertanggung jawaban kegiatan fisik yakni Perbaikan sistem jaringan irigasi dan serta pendanaan dapat dikelola sesuai Pengelolaan serta prinsip dan kaidah teknis pekerjaan jaringan irigasi.Jenis kegiatan P3-TGAI terdiri atas: i) Rehabilitasi jaringan irigasi, merupakan kegiatan perbaikanjaringan irigasi guna mengembalikan fungsi danpelayanan irigasi seperti semula;ii) Peningkatan jaringan irigasi, merupakan kegiatan meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan irigasi yang sudah ada ataukegiatan menambah luas areal pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungan daerah irigasi; Semua kegiatan dilaksanakan oleh P3A (Petani Pemakai Air)
PENDAMPINGAN KEPADA PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) UNTUK MEMBUAT LAPORAN/MONITORING DENGAN APLIKASI DI DESA MEJOBO KECAMATAN MEJOBO KABUPATEN KUDUS Istianah, Istianah; Handajani, Mudjiastuti; Edy Susilo; Noora Savera; Annisa Berliana
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i2.625

Abstract

Pembangunan pedesaan merupakan bagian yang penting dari pembangunan nasional. selama ini banyak program pembangunan yang dilakukan di Desa dirancang oleh Pemerintah.pembangunan Desa merupakan kegiatan yang mencakup seluruh aspek kehidupan dalam masyarakat Desa. Tujuan pembangunan Desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa, serta untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan untuk penanggulangan kemiskinan. Salah satu program di Kementrian Pekerjaan Umum adalah Kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dalam Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan merupakan kegiatan yang bersifat swakelola dimana tanggung jawab pengelolaan diberikan kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam hal perbaikan atau peningkatan sistem jaringan irigasi terutama jaringan irigasi tersier yang melayani Petak tersier atau areal sawah. Proyeksi Pengembangan tata kelola sebagai masukan antara lain Metode Pelatihan pelaku program, mekanisme pendampingan dan pengawasan yang efektif, infrastruktur yang berkualitas serta laporan pertanggung jawaban kegiatan fisik yakni Perbaikan sistem jaringan irigasi dan serta pendanaan dapat dikelola sesuai Pengelolaan serta prinsip dan kaidah teknis pekerjaan jaringan irigasi. Untuk mendukung kegiatan tersebut agar tertib administrasi diperlukan laporan/monitoring yang Akuntabilitas dan dapat di akses semua pihak. Kata kunci: Pembangunan Pedesaan, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A),Saluran Irigasi Tersier, Laporan /Monitoring
PENDAMPINGAN CARA MEMBUAT PROPOSAL PEMBANGUNAN SALURAN TERSIER DI DESA KEMBANGARUM KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Istianah, Istianah; Handajani, Mudjiastuti; Nafisah, Chilatun; Berliana, Annisa
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 6 (2024): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i6.1559

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak dalam membuat proposal pengajuan dana hibah untuk perbaikan atau pembangunan jaringan irigasi tersier menggunakan aplikasi berbasis internet. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian metode yang meliputi penggalian informasi kebutuhan masyarakat, sosialisasi penggunaan aplikasi pembuatan proposal, pelatihan, serta praktik langsung pembuatan proposal oleh anggota P3A. Metode pengabdian yang digunakan melibatkan beberapa tahap. Pertama, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terkait proses pembuatan proposal. Kedua, memberikan sosialisasi kepada P3A mengenai aturan pengajuan dana hibah melalui aplikasi resmi dari BBWS Pemali Juana. Ketiga, melatih peserta dalam pembuatan dan pengisian data proposal secara langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Sosialisasi ini mencakup pembuatan akun pengguna, pengisian identitas, pengelolaan data usulan, serta pengisian data irigasi. Diskusi dan penyebaran daftar pre-test dan post-test dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pembuatan proposal. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum memahami proses pengajuan dana hibah melalui aplikasi. Namun, setelah pendampingan, mayoritas peserta mampu membuat dan melengkapi proposal secara mandiri. Diagram tingkat pemahaman menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta setuju bahwa pembuatan proposal melalui aplikasi mempermudah proses pengajuan dana hibah. Simpulan, bahwa pendampingan yang diberikan berhasil meningkatkan kemampuan dan kemandirian P3A Desa Kembangarum dalam pembuatan proposal pengajuan dana hibah. Hal ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program perbaikan jaringan irigasi tersier serta meningkatkan efisiensi pengelolaan irigasi di wilayah tersebut. Kata Kunci: Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Saluran Irigasi Tersier, Proposal Dana Hibah
PERFORMANCE ANALYSIS AND MODELING OF PASSENGER PUBLIC TRANSPORT SERVICES IN SALATIGA CITY Handajani, Mudjiastuti; Firmawan, Ferry; Harmini, Harmini
ASTONJADRO Vol. 11 No. 1 (2022): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v11i1.5674

Abstract

The performance condition of public transportation services in Salatiga City does have an average rating of still good, but it still has classic problems such as there is no passenger stop, public transportation takes a long time to catch up on deposits, and passengers do not know the fare per kilometer that must be paid. These conditions encourage research activities in the form of an analysis of the performance of public transport passengers in Salatiga City (Case Study of the Tamansari – Blotongan Route). The long-term goal of this research is that the resulting analysis can contribute to stakeholders in Salatiga City, especially in terms of (public transport) towards smart transportation. The specific target to be achieved from the research is the analysis and modeling of the performance of passenger public transport services that will be carried out in Salatiga City, in the form of field surveys and secondary data collection, namely: number of vehicles, number of passengers and data in the form of public transport routes: routes, schedules, speeds and Primary forms are: boarding alighting (up and down passengers) and headway (distance between two public transport vehicles). The analytical method used is the analysis and modeling of the performance of passenger public transportation services in accordance with Government Regulation No. 10 of 2012 Directorate General of Land Transportation concerning Minimum Service Standards for Road-Based Mass Transportation. The results showed that the physical condition of the passenger fleet of Salatiga City on the Tamansari - Blotongan PP route was classified as suitable for use. There are a total of 90 fleets that are sufficient for the needs of Salatiga City public transport passengers who want to travel by means of transportation. The results of the performance analysis based on various indicators show that the performance quality of public transportation services in Salatiga City has met the standards set by the Directorate General of Land Transportation. It can be seen from the results of the load factor analysis with a value of 0.72, the value is included in category A, namely > 0.8. For the level of satisfaction and level of performance, most of the indicators have met the satisfaction of public transport passengers in Salatiga City, so it is sufficient to maintain it. However, there are indicators of waiting times for public transportation that need to be improved.
Analisis Kepuasan Pengguna Terhadap Infrastruktur Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Dengan Metode EUCS-CSI BERLIANA, ANNISA; NAFISAH, CHILATUN; HANDAJANI, MUDJIASTUTI; MULDIYANTO, AGUS
Teknika Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i2.10566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengguna terhadap infrastruktur Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya bandara sebagai infrastruktur vital yang harus memenuhi kebutuhan pengguna dalam kenyamanan dan keamanan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 100 responden dengan kuesioner yang menilai lima dimensi utama EUCS: ketersediaan (content), jumlah (accuracy), kebersihan (format), kemudahan penggunaan (ease of use), dan ketepatan waktu (timeliness). Hasil analisis menunjukkan bahwa infrastruktur bandara sudah memenuhi standar dan pengguna merasa sangat puas (dengan nilai rata-rata 87,03% untuk kelima dimensi utama) dengan infrastruktur bandara, terutama pada fasilitas area tunggu keberangkatan dan kedatangan. Namun, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti fasilitas parkir dan keamanan. Kesimpulannya, infrastruktur bandara sudah memadai, namun beberapa perbaikan diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi perbaikan infrastruktur bandara dan meningkatkan pengalaman pengguna, yang diharapkan dapat diterapkan di bandara lain.
Karaketeristik Penumpang Pesawat di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Muldiyanto, Agus; Pratikso, Pratikso; Handajani, Mudjiastuti
Teknika Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i2.10775

Abstract

Pembangunan fasilitas sisi darat bandar udara di Indonesia sangat pesat untuk itu perlunya kajian tentang karakteristik penumpang pesawat, hal ini sebagai dasar nantinya mengetahui perilaku, kemampuan dari penumpang sehingga fasiitas dapat sesuai kebutuhan dimana setiap bandara akan berbeda. Karakteristik disini berdasar demografi dengan parameter melputi usia, gender, pendidikan, pendapatan, asal dan tujuan perjalanan. Metode yang digunakan menggunakan deskriptif kuantitatif, jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin, intrumen menggunakan formulir kuesioner, dilakukan dengan secara lansung dan tidak langsung (online) pada penumpang sebagai responden. Hasilnya karakteristik penumpang yaitu untuk , 58,93% laki-laki dan 41,07% perempuan, usia > 21 tahun (umur produktif) sebesar 96, 27%, pendidikan >D3 sebesar 85,86%, jenis pekerjaan 77,07% swasta dan wiraswasta, penghasilan >6juta sebesar sebesar 79,21% dan tujuan perjalan untuk urusan bisnis sebesar 59,47%. Hasil ini sesuai dengan pridikat kota semarang sebagai kota jasa dimana bandara Ahmad Yani berada.
Perbandingan BOK BRT Hybrid Menjadi BRT Listrik Ditinjau Dari Ekonomi Dan Lingkungan SAVERA, NOORA; RATNA SARI, VANIA PUTRI; HANDAJANI, MUDJIASTUTI; MULDIYANTO, AGUS
Teknika Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i2.9068

Abstract

Polusi udara menjadi masalah serius di beberapa negara, termasuk Indonesia. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 75% penyumbang pencemaran udara adalah kendaraan bermotor dan salah satunya adalah bus angkutan umum. Saat ini, rencana besar Kota Semarang adalah mengubah Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang menjadi bus listrik. Hal ini menciptakan peluang bagi sistem transportasi yang berkelanjutan dan dapat mengurangi polusi udara, emisi gas buang, dan kerusakan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh bus listrik terhadap lingkungan, mengevaluasi bus hybrid terhadap bus listrik, dan menganalisis perbandingan BOK BRT hybrid dengan BRT listrik. Pengaruh bus listrik terhadap lingkungan secara tidak langsung masih menyumbang emisi, untuk mengganti bus hybrid dengan bus listrik harus mempertimbangkan berbagai faktor. Berdasarkan hasil perhitungan BOK bus hybrid dan bus listrik, BOK bus listrik lebih tinggi dibandingkan BOK bus hybrid. Beberapa aspek yang mempengaruhi adalah biaya investasi armada, biaya operasional dan pemeliharaan, biaya awak kendaraan, dan biaya tidak langsung.
Pelatihan Software FAARFIELD Bagi Mahasiswa Teknik Sipil Di Kota Semarang Muldiyanto, Agus; Handajani, Mudjiastuti; Situmorang, Adolf; Purwanto, Purwanto
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 5, No 1 (2022): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v5i1.109

Abstract

Perkembangan teknologi sangat membantu seorang sarjana teknik sipil dalam melakukan desain di bidang teknik sipil, banyak software yang dapat digunakan untuk mendesain tebal perkerasan runway. Software yang dapat digunakan dalam melakukan desain tebal perkerasan runway yaitu, FAARFIELD. Dalam pengabdian ini tim pengabdi melakukan pelatihan menghitung tebal perkerasan runway pada bandara dengan bantuan software FAARFIELD bagi mahasiswa teknik sipil atau bagi pelaku konstruksi agar dapat memahami lebih dalam tentang desain lapis perkerasan pada runway bandara. Dalam pelaksanaan pengabdian telah dilaksanakan di Semarang bagi mahasiswa Teknik Sipil dan Pelaku Konstruksi yang ingin mengembangkan keilmuannya dalam desain tebal perkerasan.Dengan adanya pengabdian ini diharapkan mahasiswa teknik sipil yang nantinya sebagai pelaku dalam bidang konstruksi dapat merencanakan lapis perkerasan bandara dengan FAARFIELD. Hasilnya adanya peningkatan pemahaman tentang analisis perkerasan runway dari 0% yang paham menjadi 77 % paham