Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Perkembangan Bisnis UMKM dengan Menggunakan Aplikasi Pesan - Antar Makanan Online Sebagai Media Penjualan di Kota Padang Susanti, Elva; Handayani, Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5494

Abstract

Layanan pesan-antar makanan online telah menjadi industri yang berkembang pesat, memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk memesan makanan dari restoran favorit mereka dan mengirimkannya ke rumah. UMKM dikota Padang, Sumatera Barat, telah lama menjadi favorit di kalangan masyarakat dalam pemesanan makanan secara online. Di Padang, Sumatera Barat tersedia banyak aplikasi pesan antar makanan online seperti Go-Food, dan Grabfood. Peningkatan minat pembeli menggunakan aplikasi online ini membuat peneliti tertarik menganalisis perkembangan bisnis pada UMKM yang menggunakan aplikasi pesan antar makanan online sebagai media penjualan di kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah bersifat kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah dengan menggunakan pendekatan deskriptif, dimana data yang peneliti temukan akan peneliti uraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pesan antar makanan online Go- Food dan Grabfood dapat membantu perkembangan bisnis UMKM dikota Padang dalam meningkatkan omset penjualan, menambah pelanggan baru dan adanya repeat order, sekaligus memberikan kontribusi empiris dalam memperkaya kajian mengenai peran platform digital terhadap peningkatan omzet, perluasan pelanggan, dan keberlanjutan usaha UMKM di sektor kuliner.
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Penggunaan Qris Sebagai Alat Pembayaran Digital Di Kota Padang Handayani, Sari; Susanti, Elva ²
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7093

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap sistem pembayaran di Indonesia, salah satunya melalui implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Meski penggunaannya semakin meluas, tingkat adopsi QRIS di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran digital, mencakup persepsi konsumen dan pelaku usaha mengenai manfaat, kemudahan, hambatan, serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan mereka terhadap inovasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang terdiri dari 10 konsumen dan 10 pedagang di 11 kecamatan Kota Padang. Analisis dilakukan dengan teknik analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat Kota Padang memiliki persepsi positif terhadap QRIS. Sebagian besar responden menilai QRIS sebagai media pembayaran yang mudah, cepat, efisien, higienis, dan aman. Namun, sejumlah kendala juga ditemukan, seperti keterbatasan jaringan internet, potensi kegagalan transaksi, rendahnya literasi digital pada kelompok usia tertentu, serta kekhawatiran pedagang terhadap biaya MDR (Merchant Discount Rate). Meskipun demikian, QRIS dipandang sebagai solusi strategis dalam mendukung digitalisasi ekonomi dan peningkatan efisiensi transaksi di masyarakat, sehingga hasil penelitian ini berimplikasi bagi pemerintah daerah, perbankan, dan penyedia layanan pembayaran digital untuk merumuskan strategi peningkatan literasi digital, perbaikan infrastruktur jaringan, serta penyesuaian kebijakan biaya MDR yang lebih adaptif guna mendorong adopsi QRIS secara lebih inklusif dan berkelanjutan di Kota Padang.