Claim Missing Document
Check
Articles

RITUAL BELA DIRI KUTAU DALAM MASYARAKAT DESA SURO, KABUPATEN MUSI RAWAS Lidiantari, Aulini; Muliati, Roza; Nursyirwan, Nursyirwan; Minawati, Rosta
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 14, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the Kutau martial arts ritual practiced by the people of Suro Village, Muara Beliti District, Musi Rawas Regency, South Sumatra Province. Kutau is one of the ancestral heritages consisting of a set of rituals. Kutau takes the form of traditional martial arts that has been developed by the Suro Village community. Applying the qualitative approach, this study aimed to systematically document all forms of rituals in Kutau and its functions within the Suro community. Data were collected through observation, interviews, and documentation, which were then analyzed using Victor Turner’s ritual approach and Talcot Parsons’ function approach. Results show that Kutau is a medium of communication between the community and their ancestors to pass down the Kutau knowledge, which is closely related to Suro people’s belief system. Kutau still prevails thanks to the latency function of the Kutau community, so that the whole system is able to survive and adapt to the current society.
Kreativitas Sebagai Strategi Pengembangan Musik Kompang Grup Delima di Bantan Tua Bengkalis Rosta Minawati; Nursyirwan Nursyirwan
PANGGUNG Vol 28 No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i3.507

Abstract

ABSTRACTThis article aims to discover the strategy of creativity used by performers of Kompang music in Bantan Tua, Bengkalis. The data was collected through observation, interviews, and documentation. The Kompang Delima Group is one of the kompang groups that has developed kompang as performing art. In 2012 the Delima Group started to include creative movements in their performances. The movement creativities were inspired by the social and cultural life of the people. “Nunduk” is one of the characteristic movements of the Delima Group in Bantan inspired by menoreh (harvesting a rubber). The creativities are developed through the elements of local culture, including movements, formations, and floor patterns, and the emphasis on the clarity of articulation in each line of the recitation of the barzanzi text in order to gain more aesthetic impression of performance.Keywords: creativity, Kompang music, Delima group, BengkalisABSTRAKTulisan ini bertujuan mengungkap strategi kreativitas pemain musik Kompang di Bantan Tua Bengkalis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Grup Kompang Delima adalah salah satu grup Kompang yang mengembangkan musik Kompang sebagai seni pertunjukan. Pada tahun 2012, Grup Delima mulai memasukkan gerak yang kreatif di dalam pertunjukannya. Hasil kreativitas yang dilakukan dengan menggarap gerak yang terinspirasi dari kehidupan sosial dan kultur masyarakatnya. Nunduk adalah gerakan yang khas yang dimiliki grup Delima di Bantan Tua yang terinspirasi dari menoreh (mengambil karet). Kreativitas dilakukan dengan mengembangkan gerak, formasi dan pola lantai, serta penekanan pada kejelasan artikulasi setiap syair barzanji yang dilafalkan agar tercapai kesan estetik dalam penampilannya.Kata kunci: kreativitas, musik Kompang, grup Delima, Bengkalis
Struktur dan Bentuk Lagu Pararakan Kuntu Rantau Subayang pada Permainan Calempong Unggan Di Nagari Unggan Kabupaten Sijunjung Febriani, Hanirma; Nursyirwan, Nursyirwan; Syahputra, Ade; Novatianus, Wilman Ismira; Martarosa, Martarosa
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4716

Abstract

Calempong Unggan merupakan salah satu pertunjukan musik tradisi yang di mainkan dalam prosesi adat. Calempong Unggan dimainkan oleh empat orang yang hanya dimainkan oleh perempuan dewasa. Instrumen yang digunakan adalah satu Calempong, dua Gondang dan satu Oguang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa secara mendalam bentuk dan struktur lagu Pararakan Kuntu Rantau Subayang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dengan tujuan untuk menganalisi struktur dan bentuk musik pada lagu Pararakan Kuntu Rantau Subayang di Nagari Unggan Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung dengan aktifitas melihat, mengamati, mendengar dan mengumpulkan informasi serta kemudian menggambarkan secara tepat. Teori yang digunakan pada penelitian ini ialah teori dari Leon Stein, Scheneck dan Berger dan beberapa teori pendukung yakni teori Pono Banoe dan Prier Hasil penelitian ini menemukan Dalam bentuk permainan nya terdiri dari dua aspek yaitu (1) aspek instrumen (2) aspek pemain. Kata Kunci: Calempong Unggan, Lagu Pararakan Kuntu Rantau Subayang, bentuk musik
EKSPRESI MUSIKAL DALAM PERTUNJUKAN RAPAI BUBEE DI MEE PANGWA TRIENGGADENG PIDIE JAYA PROVINSI ACEH Intan Rizki Intan; Ediwar Ediwar; Andar Indra Sastra; Nursyirwan Nursyirwan
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49103

Abstract

Rapai Bubée is traditional music typical of the people of Gampong Mee Pangwa, Trienggadeng District, Pidie Jaya Regency, Aceh Province. The form of the Rapai Bubée art performance is different from other Rapai performances. Rapai Bubée uses Bubée as a performance property and the Rapai musical instruments as a sound medium. This research uses several theories related to musical and aesthetic expression by Mondro, whose contents state that, there are three characteristics that become good (beautiful) qualities or build aesthetics from aesthetic objects in general, namely: 1 (one) unity (unity) : 2 (two) complexity : 3 (three) seriousness (intensity).The aim of this research is related to the problem raised, namely uncovering the problem of musical expression in the Rapai Bubée performance in Gampong Mee Pangwa, Trienggadeng District, Pidie Jaya Regency, Aceh Province. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques were carried out using observati techniques, interview techniques and documentation techniques.Keywords: expression, musical, rapai bubée.AbstrakRapai Bubée merupakan musik tradisional khas masyarakat di  Gampong Mee Pangwa Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Bentuk pertunjukan kesenian Rapai Bubée berbeda dengan pertunjukan Rapai lainnya. Rapai Bubée menggunakan Bubée sebagai properti pertunjukan dan alat musik Rapai sebagai media bunyi. Penelitian ini mengunakan beberapa teori yang berhubungan dengan ekspresi musikal dan estetika oleh mondro, yang isinya menyebutkan bahwa, ada tiga ciri yang menjadi sifat-sifat baik (indah) atau membangun estetis dari objek estetis pada umumnya yaitu : 1 (satu) kesatuan (unity) : 2 (dua) kerumitan (complexity) : 3 (tiga) kesungguhan (intensity). Tujuan penelitian ini berkaitan dengan masalah yang diangkat yakni mengungkap masalah ekspresi musikal dalam pertunjukan Rapai Bubée di  gampong Mee Pangwa Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi.Kata Kunci: ekspresi, musikal, rapai bubée. Authors:Intan Rizki Junita Utami : Institut Seni Indonesia PadangpanjangEdiwar : Institut Seni Indonesia PadangpanjangAndar Indra Sastra : Institut Seni Indonesia PadangpanjangNursyirwan : Institut Seni Indonesia Padangpanjang References:Azis, A. C. K., Mesra, M., & Sugito, S. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Micro Teaching Bagi Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 223-229.Ediwar, E. (2010). Kesenian Bernuansa Islam Suku Melayu Minangkabau. Jurnal UKM, 5(1), 227-249.Nugroho, P. A., Fenriana, I., & Arijanto, R. (2020). Implementasi Deep Learning Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) pada Ekspresi Manusia. Algor, 2(1), 12-20.KBBI. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Marzuwan, M. (2019). Seni Tari Rapai Bubѐe Pidie Jaya. Penerbit: Bravo Darussalam.Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35-40.Sanjaya, Wina, (2013). Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.Soeharto, M. (1992). Kamus Musik. Jakarta: Gramedia Widia Serana Indonesia.
EKSPRESI MUSIKAL DALAM PERTUNJUKAN RAPAI BUBEE DI MEE PANGWA TRIENGGADENG PIDIE JAYA PROVINSI ACEH Intan, Intan Rizki; Ediwar, Ediwar; Sastra, Andar Indra; Nursyirwan, Nursyirwan
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49103

Abstract

Rapai Bubée is traditional music typical of the people of Gampong Mee Pangwa, Trienggadeng District, Pidie Jaya Regency, Aceh Province. The form of the Rapai Bubée art performance is different from other Rapai performances. Rapai Bubée uses Bubée as a performance property and the Rapai musical instruments as a sound medium. This research uses several theories related to musical and aesthetic expression by Mondro, whose contents state that, there are three characteristics that become good (beautiful) qualities or build aesthetics from aesthetic objects in general, namely: 1 (one) unity (unity) : 2 (two) complexity : 3 (three) seriousness (intensity).The aim of this research is related to the problem raised, namely uncovering the problem of musical expression in the Rapai Bubée performance in Gampong Mee Pangwa, Trienggadeng District, Pidie Jaya Regency, Aceh Province. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques were carried out using observati techniques, interview techniques and documentation techniques.Keywords: expression, musical, rapai bubée.AbstrakRapai Bubée merupakan musik tradisional khas masyarakat di  Gampong Mee Pangwa Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Bentuk pertunjukan kesenian Rapai Bubée berbeda dengan pertunjukan Rapai lainnya. Rapai Bubée menggunakan Bubée sebagai properti pertunjukan dan alat musik Rapai sebagai media bunyi. Penelitian ini mengunakan beberapa teori yang berhubungan dengan ekspresi musikal dan estetika oleh mondro, yang isinya menyebutkan bahwa, ada tiga ciri yang menjadi sifat-sifat baik (indah) atau membangun estetis dari objek estetis pada umumnya yaitu : 1 (satu) kesatuan (unity) : 2 (dua) kerumitan (complexity) : 3 (tiga) kesungguhan (intensity). Tujuan penelitian ini berkaitan dengan masalah yang diangkat yakni mengungkap masalah ekspresi musikal dalam pertunjukan Rapai Bubée di  gampong Mee Pangwa Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi.Kata Kunci: ekspresi, musikal, rapai bubée. Authors:Intan Rizki Junita Utami : Institut Seni Indonesia PadangpanjangEdiwar : Institut Seni Indonesia PadangpanjangAndar Indra Sastra : Institut Seni Indonesia PadangpanjangNursyirwan : Institut Seni Indonesia Padangpanjang References:Azis, A. C. K., Mesra, M., & Sugito, S. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Micro Teaching Bagi Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 223-229.Ediwar, E. (2010). Kesenian Bernuansa Islam Suku Melayu Minangkabau. Jurnal UKM, 5(1), 227-249.Nugroho, P. A., Fenriana, I., & Arijanto, R. (2020). Implementasi Deep Learning Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) pada Ekspresi Manusia. Algor, 2(1), 12-20.KBBI. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Marzuwan, M. (2019). Seni Tari Rapai Bubѐe Pidie Jaya. Penerbit: Bravo Darussalam.Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35-40.Sanjaya, Wina, (2013). Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.Soeharto, M. (1992). Kamus Musik. Jakarta: Gramedia Widia Serana Indonesia.
Interpretasi Elemen Musikal Dalam Pertunjukan Saluang Pauah Pada Lagu Silaing Padangpanjang Di Kota Padang Safina, Vanesha; Nursyirwan, Nursyirwan; Irwan, Irwan; In, Wilman; Emridawati, Emridawati
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5342

Abstract

Penelitian ini mengkaji interpretasi elemen musikal dalam pertunjukan Saluang Pauah pada lagu "Silaing Padangpanjang" di Kota Padang. Masalah yang diangkat adalah bagaimana bentuk elemen musikal, seperti melodi, ritme, dan harmoni, saling berinteraksi dalam konteks pertunjukan tradisional ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengiterpretasikan elemen musikal Saluang Pauah secara mendalam tentang lagu Silaing Padangpanjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dengan tujuan untuk menganalisis interpretasi elemen musikal dalam pertunjukan Saluang Pauah pada lagu Silaing Padangpanjang di Kota Padang dengan aktifitas melihat, mengamati, mendengar dan menggumpulkan informasi serta kemudian menggambarkan secara tepat. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori dari Hugh M Miler, C. Simanjuntak, dan De With H. Parker. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang kekayaan musik tradisinal dan pentingnya pelestarian di era modern
Pertunjukan Solis Saxophone Dengan Repertoar Let’s Get It On, You Make Me Feel Brand New Dan Nurlela Dalam Iringan Combo Band Dan Brass Band Nainggolan, Daniel Steven; Kustilo, Anton; Tindaon, Rosmegawaty; Nursyirwan, Nursyirwan; In, Wilman
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5191

Abstract

Abstrak Pertunjukan musik merupakan ekspresi seni yang memadukan elemen-elemen musikal seperti melodi, ritme, harmoni, dan dinamika untuk menyampaikan pesan emosional dan naratif kepada audiens. Dalam konteks pertunjukan ini, penyaji menghadirkan tiga repertoar jazz instrumental menggunakan alat musik saxophone, yaitu Let’s Get It On karya Marvin Gaye, You Make Me Feel Brand New dari The Stylistics, dan Nurlela ciptaan A.R. Ahmad. Ketiga karya ini dipilih berdasarkan tingkat kesulitan teknis, variasi ekspresi, dan potensi untuk mengeksplorasi interpretasi musical. Repertoar Let’s Get It On, You Make Me Feel Brand New dan Nurlela di eksplorasi melalui harmoni akor yang kaya dan melodi puitis dengan iringan combo band, menonjolkan karakter emosional balada soul serta diinterpretasikan dalam format jazz instrumental dengan pendekatan melankolis dan nuansa Melayu yang khas, menyajikan elemen tradisional dalam aransemen modern. Melalui pertunjukan ini, penyaji berusaha memberikan pengalaman musikal yang mendalam, tidak hanya sebagai reproduksi teknis karya tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan makna emosional dan estetis dari setiap repertoar. Interpretasi ini bertujuan menjembatani pesan musikal dari komposer kepada audiens, menciptakan hubungan emosional yang autentik melalui keunikan saxophone sebagai instrumen utama. Kata kunci: Pertunjukan Musik, Jazz Instrumental, Saxophone, Interpretasi Musikal, Repertoar
Pelaksanaan Pembelajaran Ansambel Lagu Fa’omuso Dodogu, Maena Dan Tano Niha Dalam Format Medley Di Gereja Bethel Indonesia Bukittinggi Zebua, Ester Oniati; Nursyirwan, Nursyirwan; Kustilo, Anton; Nurkholis, Nurkholis; Aluna, Aluna
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.4717

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pelaksanaan pembelajaran ansambel lagu Fa’omuso dodogu, Maena, dan Tano Niha Medley kepada anak-anak di Gereja Bethel Indonesia Bukittinggi. Metode Penelitian ini menggunakan jenis ansambel campuran. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dari pelaksanaan pembelajaran lagu Nias kepada Anak-anak Gereja Bethel Indonesia cabang Bukittinggi, mengembangkan pengetahuan bagi buat peserta dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. pedekatan penelitian tindakan ( action research ), metode pembelajaran yang menggunakan siklus untuk mendapatkan hasil dari proses pembelajaran ansambel lagu Nias. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengalaman baru buat peserta dan pembaca tulisan ini, dan dapat dijadikan sebagai acuan referensi bagi peneliti selanjutnya. Hasil dari penelitian ansambel yang memuaskan sehingga layak untuk dipertunjukkan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan musik baik dalam musik tradisional.Kata Kunci: Ansambel; Action Research;Lagu Nias; musik Tradisi. 
Exploring the Dynamics of Conflict: The Case of Tuah Sarumpun Dance Studio and the Government of Nagari Limau Lunggo Solok Regency Haqqi, Iqbal Rahmatull; Ernida, Ernida; Erlinda, Erlinda; Nursyirwan, Nursyirwan
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i2.54442

Abstract

This paper discusses the problem of Conflict Analysis between the art group Tuah Sarumpun and the Government of Nagari Limau Lunggo, Lembang Jaya District, Solok Regency. This case occurred because of the disharmonious communication between the Nagari government and the Tuah Sarumpun group. This problem continued and escalated when the Nagari government established a new group by providing facilities and financial support to ensure the health of the group. This triggered a conflict between the two camps. However, the conflict had a positive impact. For sanggar Tuah Sarumpun, the conflict can help maintain their social structure in the community. In fact, the conflict can also unite group members and reaffirm their group as members of sanggar Tuah Sarumpun. Their group identity as members of sanggar Tuah Sarumpun is positive. This research is classified as qualitative research that produces descriptive data. Related to that, the data collection methods used were interviews, observations, document studies, and group discussions. For the analysis of the main study is using conflict theory. As Corser (2010: 126) says, conflict is not only seen from the negative side, but positively conflict helps maintain social structures. Also, conflict can positively strengthen groups.
Interpretasi Musikal Flight of the Bumblebee dalam Pertunjukan Solis Trombone Beriringan Big Band Rahmanda, Fajri; Nursyirwan, Nursyirwan; HR, Hafif; Munafri, Sastra; Nofridayati, Nofridayati
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.4722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi interpretasi musikal repertoar Flight of the Bumblebee karya Nikolay Rimsky-Korsakov dalam pertunjukan solis trombone dengan iringan big band. Objek kajian penelitian ini adalah partitur dan praktik pertunjukan Flight of the Bumblebee yang dianalisis melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi pertunjukan, serta analisis teknik permainan trombone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi musikal dalam repertoar ini menuntut penguasaan teknik pernapasan, kecepatan (speed), artikulasi, serta pemahaman karakter musikal karya sebagai musik programa. Tempo cepat menjadi elemen utama dalam membangun imaji musikal pergerakan lebah, yang diwujudkan melalui teknik kromatis, staccato, legato, dan tonguing. Interpretasi yang efektif hanya dapat dicapai melalui pemahaman struktural karya, konteks historis penciptaan, serta latihan teknis yang terstruktur dan berkelanjutan.
Co-Authors Abdul Majid Abdul Majid Abdul Majid, Abdul Majid Ahmad Wanda Alfalah Alfalah Aluna, Aluna Andar Indra Sastra Andiko, Benny Arnia Hartipa Iskandar Asep Saepul Haris, Asep Saepul Asral, Kairul Auliyaa ul Laytsy Benny Andiko Darmansyah Darmansyah Darmansyah Darmansyah, Darmansyah Darmansyah DASYI PURNAWIRAWAN Delfi Enida Delfi Enida Deria sepdwiko Ediwar Ediwar Emridawati Emridawati Erlinda Erlinda Ernida, Ernida Fadilla, Siti Fattahul Anughara Fauzan Alhaq Bukharla Febri Yulika Febriani, Hanirma Guslian, Indra Hanefi Hanefi Hanefi, Hanefi Haqqi, Iqbal Rahmatull Hasna, Hasna Herawati Herawati Herawati Herawati Hidayat, Hengki Armez Hidayat, Hengki Armez HR, Hafif Ibnu Sina IMAL YAKIN In, Wilman Intan Rizki Intan Intan, Intan Rizki Irwan Irwan Kairul Asral Karnisah, Karnisah Karya Mansyah Kumala, Ofa Yutri Kumala, Ofa Yutri Kumala Yutri Kurniawan, Al Wahyu KUSTILO, ANTON Laila Okta Triani Lidiantari, Aulini Mahdi Bahar Mahdi Bahar Mahdi Bahar Mahdi Mahdi, Mahdi Bahar Martarosa Martarosa Martion Martion Megi - Hardani Nainggolan, Daniel Steven Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati, Nilawati Nilawati NOFRIDAYATI, NOFRIDAYATI Nora Anggraini Novatianus, Wilman Ismira Nurkholis Nurkholis Nurwijayanti Ofa Yutri Kumala Rahmanda, Fajri Rizdki Rizdki Rizdki, Rizdki Rosmegawaty Tindaon Rosta Minawati Roza Muliati Rustim Rustim Safina, Vanesha Sastra Munafri, Sastra sepdwiko, Deria Silva Yusalim Sulaeman Sulaeman Sulaiman Juned Sulaiman Sulaiman Supriando, Supriando Suranti Utami Susas Rita Loravianti SYAHPUTRA, DWIVA NANDA Utami, Suranti Vani Sasri Wahyuni Wahyuni, Vani Sasri Yoga Surya Dirgantara Yogian Hutagama Yogian Hutagama Yosi Ramadona Yosi Ramadona Yosi Ramadona Yusril, Yusril Zebua, Ester Oniati