Claim Missing Document
Check
Articles

Workshop Penyusunan Instructional Design Berbasis Context Untuk Mengoptimalkan Kompetensi Pedagogi Dan Profesional Guru Ipa Di Era Society 5.0 Hastuti, Purwanti Widhy; Wilujeng, Insih; Anjarsari, Putri; Anantanukulwong, Roseleena; Tyas, Rizki Arumning
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 8 No. 2 (2024): Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v8i2.77252

Abstract

Banyak tantangan yang akan dihadapi di era society 5.0, salah satunya adalah di bidang pendidikan yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Guru harus melek teknologi untuk mengembangkan proses pembelajaran yang terus mengaktifkan siswa untuk melatih keterampilan yang dibutuhkan di era society 5.0 dan mengintegrasikan sumber belajar yang mengedepankan sumber belajar yang ada di sekitar siswa. Oleh karena itu, guru IPA dituntut untuk mengemas pembelajaran agar dapat mengikuti hakikat pembelajaran IPA dengan tidak mengesampingkan ketercapaian pembelajaran yang sesuai dengan hakikat IPA. Dalam pembelajaran, guru harus memberikan pengalaman belajar kontekstual yang bermakna bagi siswa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran yang membantu siswa memahami materi ajar dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari atau yang lebih dikenal dengan pembelajaran berbasis konteks. Workshop ini merupakan diseminasi hasil penelitian tim pengabdian mengenai penerapan produk penelitian tentang pembelajaran berbasis konteks dalam pembelajaran IPA. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru di era society 5.0. Kegiatan yang dilakukan adalah mendiseminasikan hasil penelitian tim pengabdian tentang pengembangan perangkat berbasis konteks, meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan desain pembelajaran khususnya yang berbasis konteks dan mengintegrasikan teknologi, serta membantu guru menganalisis kebutuhan untuk merancang pembelajaran berbasis konteks.  Kegiatan PPM dilakukan melalui tutorial (tatap muka virtual), workshop, penugasan terstruktur, dan konsultasi. Penugasan terstruktur, yaitu penyusunan Desain Instruksional Berbasis Konteks yang mengintegrasikan sumber belajar kontekstual pada mata pelajaran IPA. Konsultasi tugas, yaitu konsultasi yang dilakukan melalui email/WA/HP terutama bagi peserta pelatihan yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas terstruktur dan kegiatan evaluasi melalui angket, observasi, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa guru-guru IPA SMP di Kabupaten Sleman Yogyakarta memiliki kompetensi pedagogik dan profesional dalam menyusun Desain Instruksional Berbasis Konteks dalam pembelajaran IPA. Selain itu, hasil kegiatan workshop menjadi bahan kajian, jurnal, atau referensi dalam kegiatan workshop serupa.
PEMBERDAYAAN KARANGTARUNA DENGAN KETERAMPILAN LAS KACA - LISTRIK UNTUK PENGEMBANGAN WIRAUSAHA KERAJINAN KACA - LOGAM Purwanti Widhy Hastuti, Juli Astono, Slamet MT,
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1783.554 KB) | DOI: 10.21831/ino.v18i2.3071

Abstract

The rasional purpose of KKN-PPM (College for Society) is reaching theenterpreneur of glass and iron handycraft as the city commodity that is done byempowermwnt Karangtaruna with the ironing skill training based on glass andelectronic iron, the targets of this program (1) improve the youth skill withtraining program in ironing skill of glass and electronic by workshop andapproachement; (2) relationing the college to improve skill making enterpreneurskill of handycraft in their city as cultural tourist resort; (3) make the stakeholderas the enterpreneur groups and meke the market share with the college;(4) make the cooperative to improve skill, capital and larger market accesibility.The method that is used is based on the prospect of entrepreneur, count of productand human skill, technology and social affect.The project methods in KKN-PPM is workshop sharing by intensivetraining until fixed the handycraft product as the commodity of cultural touristresort city in Yogyakarta regency. It can make a continuous market acces. Thetraining is done in the Mechanical Laboratory of FMIPA (Sains and MathematicsFaculty) Yogyakarta State University. The trainer is the master from RyanJaya Welding in Banguntapan Bantul and the others glass welding master.Some results of this programs (KKN-PPM) are: the Karangtaruna ofJaya Kusuma and the college have new skill of welding using electrical andglass. They can make handycraft product that can be used by the society, second,the Karangtaruna of Jaya Kusuma and the colege can make some kinds ofhandycraft, laboratory equipments like reaction tube, U tube, glass stick toteach IQRA and some welding products like book case and iron windowblocker. Eventhough this program needs several long time to mastery the skills,because the cooperative relationship must be kept continuosly and multi-yearprograms.
Modul IPA Berbasis Sains Teknologi Masyarakat (STM) untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Kemampuan Kognitif Siswa Uswatun, Din Azwar; Wilujeng, Insih; Hastuti, Purwanti Widhy
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2016): Utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v2i2.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kelayakan modul IPA berbasis Sains Teknologi Masyarakat (STM) berdasarkan hasil penilaian dosen ahli dan guru IPA, serta (2) mengukur keefektifan modul IPA berbasis Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam meningkatkan kemandirian belajar dan kemampuan kognitif siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) yang mengadaptasi model penelitian dan pengembangan Thiagarajan. Prosedur penelitian ini meliputi 4-D yaitu terdiri dari (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, angket, dan tes. Data dikumpulkan melalui pedoman wawancara, lembar angket validasi, soal pretes-postes, dan lembar observasi. Teknik analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif kelayakan modul, persentase peningkatan kemandirian belajar, dan peningkatan hasil belajar kognitif siswa dengan gain score. Hasil penelitian pengembangan ini adalah modul IPA yang mempunyai karakteristik: (1) materi disajikan secara terpadu; (2) tema dapat dikaji dari aspek biologi, fisika, dan kimia; (3) penekanan pada pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM); (4) penyajian modul dengan karakter self-instructional. Hasil validasi dan uji coba produk menunjukkan bahwa modul IPA (1) layak digunakan dalam pembelajaran dan (2) efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar dan kemampuan kognitif siswa. Peningkatan kemandirian belajar siswa sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran menggunakan modul melalui angket sebesar 3,14% sedangkan melalui lembar observasi sebesar 41,96%. Selain itu, pembelajaran menggunakan modul juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa yang ditunjukkan oleh gain score pretes-postes sebesar 0,56 termasuk dalam kriteria sedang.
Empowering 21st-Century Skills through Ethno-PjBL: The Case of ‘Geplak’ in Science Education Rahmat, Shafira Ramadhina; Tyas, Rizki Arumning; Wilujeng, Insih; Hastuti, Purwanti Widhy; Susilowati
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol. 8 No. 2 (2025): Semesta: Journal of Science Education and Teaching
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta/vol8-iss2/735

Abstract

Developing 21st-century skills—such as critical thinking and communication—is essential to prepare students for real-world challenges, yet these skills remain underdeveloped in many science classrooms. This study investigates the effect of the Project-Based Learning (PjBL) model integrated with ethnoscience content based on the traditional food "Geplak" on students’ critical thinking and communication skills in the context of science education. It also examines whether significant differences exist between students taught using ethnoscience-based PjBL and those taught using the Discovery Learning model on the topic of food additives. A quasi-experimental design was employed with eighth-grade students, divided into an experimental group and a control group. The experimental group received learning through the PjBL model with ethnoscientific integration, while the control group followed the Discovery Learning model. Data were collected through pretest-posttest assessments on critical thinking, communication skill questionnaires, and observation sheets. MANOVA and effect size analyses revealed that the PjBL model significantly enhanced students’ critical thinking and communication abilities. The findings suggest that integrating local cultural content such as traditional food into science learning can meaningfully contribute to the development of essential 21st-century skills.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU IPA MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR INOVATIF TERINTEGRASI POTENSI LOKAL UNTUK OPTIMALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Tyas, Rizki Arumning; Wilujeng, Insih; Hastuti, Purwanti Widhy; Susilowati, Susilowati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37683

Abstract

Digitalisasi dan kecerdasan buatan telah membawa perubahan signifikan dalam peradaban manusia di Era Society 5.0, di mana manusia menjadi komponen utama dalam penggunaan teknologi modern. Dalam konteks pendidikan, tantangan utama muncul dalam pengembangan sumber daya manusia, terutama bagi guru yang perlu melek teknologi dan melatih keterampilan literasi siswa, termasuk numerasi, sains, dan kewarganegaraan. Peningkatan kompetensi profesional dan pedagogi guru sangat penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang inovatif dan menarik. Salah satu pendekatan yang efektif adalah mengintegrasikan potensi lokal dalam pembelajaran IPA. Namun, banyak guru yang masih menghadapi kendala dalam penerapan metode ini. Oleh karena itu, kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang mendukung kurikulum merdeka serta mengintegrasikan potensi lokal menjadi sangat diperlukan untuk menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan bagi peserta didik. Program ini ditujukan untuk 25 guru IPA SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman, bertujuan melatih mereka dalam mendesain pembelajaran IPA yang inovatif dan terintegrasi dengan potensi lokal, mendukung implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan dilakukan melalui tutorial, workshop, penugasan terstruktur, dan konsultasi online. Evaluasi dilakukan melalui angket, observasi, dan pendampingan. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa guru-guru tersebut memiliki kompetensi yang baik dalam mengembangkan modul ajar IPA terintegrasi potensi lokal.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Berisi STEAM untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pramitasari, Nesya; Hastuti, Purwanti Widhy; Tyas, Rizki Arumning; Anjarsari, Putri; Roektiningroem, Ekosari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.8985

Abstract

Science process skills as an approach is very important, due to it fosters experience in science learning process. This study aims to analyze the influence of STEAM-based inquiry learning models on students' science process skills. The type of research used is experimental research. The research design used is a quasi-experiment with a nonequivalent control group design. The research data were collected using test techniques using pretest and posttest questions of science process skills, non-test techniques in the form of observation sheets of learning implementation, and observation sheets of science process skills. The data analysis technique used was percentage analysis of the learning implementation sheet and science process skills observation sheet, hypothesis prerequisite test in the form of normality test and homogeneity test, hypothesis testing with independent sample t-test, and effect size test. The results of the independent sample t-test test have a significance value of 0.013 <0.05, which shows a significant difference between the experimental and control classes. The magnitude of the treatment effect is measured by the effect size test, resulting in a value of 0.642, which is included in the strong category. Based on the analysis results, it can be concluded that the STEAM-based inquiry learning model significantly affects students' science process skills.
PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DIPADU DENGAN EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP Laely, Aisyatun Nur; Nurohman, Sabar; Hastuti, Purwanti Widhy
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 7 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (November, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan keterampilan proses sains pada kelas dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD dipadu dengan eksperimen dengan kelas dengan model pembelajaran ceramah dipadu eksperimen (2) mengetahui perbedaan kemampuan kognitif pada kelas dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD dipadu dengan eksperimen dengan kelas dengan model pembelajaran ceramah dipadu eksperimen.Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi penelititan adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Jatibarang pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian ini adalah kelas VIIA dan VIIC. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Kelompok yang diberikan perlakuan dengan model cooperative learning tipe STAD dipadu dengan eksperimen adalah kelas VII A dan kelompok sampel yang diberikan perlakuan model pembelajaran ceramah dipadu eksperimen adalah kelas VII C. Instrumen pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja peserta didik. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi keterampilan proses sains, dan tes kemampuan kognitif. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan tes tertulis. Uji validitas soal menggunakan ITEMAN. Teknik analisis data menggunakan uji-t independent sample t-test, dengan bantuan SPSS 16.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada kelas yang diberi perlakuan cooperative learning tipe STAD dipadu dengan eksperimen dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran ceramah dipadu eksperimen ditinjau dari keterampilan proses sains dan kemampuan kognitif peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji independent t-test dengan nilai Sig 0,0000,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima jadi terdapat perbedaan signifikan pada keterampilan proses sains dan kemampuan kognitif peserta didik antara kelas kontrol dan kelas eskperimen setelah diberi perlakuan.Kata Kunci : Cooperative Learning, STAD, Kemampuan Kognitif, Keterampilan Proses SainsAbstrack
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DITINJAU DARI KETERAMPILAN KOOPERATIF DAN HASIL BELAJAR Herdinawati, Noviastri; Wilujeng, Insih; Hastuti, Purwanti Widhy
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 8 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (December, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan model pembelajaran langsung ditinjau dari keterampilan kooperatif dan hasil belajar kognitif siswa, serta efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) ditinjau dari keterampilan kooperatif dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest, soal posttest, dan lembar observasi. Pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian hipotesis menggunakan uji independent samplet t-test. Efektivitas model TGT dianalisis dengan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelas yang diberi perlakuan pembelajaran TGT dengan kelas yang diberikan perlakuan pembelajaran langsung ditinjau dari keterampilan kooperatif dan hasil belajar kognitif siswa, serta pembelajaran model TGT lebih efektif ditinjau dari keterampilan kooperatif dan hasil belajar kognitif siswa. Ukuran efek yang diberikan model TGT dalam peningkatan keterampilan kooperatif dan hasil belajar kognitif termasuk kategori besar.Kata kunci: Team Games Tournament (TGT), keterampilan kooperatif, hasil belajar kognitif
PENGEMBANGANMODUL IPABERBASISMODELPROJECT BASED LEARNINGPADA POKOKBAHASAN PERUBAHAN BENDA-BENDA DI SEKITAR KITA UNTUKMENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTADIDIK SMPKELAS VII Syahrul Hudda, Karina; Rosana, Dadan; Widhy Hastuti, Purwanti
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (May, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianinibertujuan   menghasilkanmodulIPAberbasismodelPjBLpadapokokbahasanPerubahan Benda-bendadiSekitarKitayangvaliduntukmenumbuhkan keterampilanberpikirkritispesertadidik  serta mengetahuiefektivitasmodulIPA untukmenumbuhkanketerampilanberpikirkritispesertadidik,salahsatu topik dalam pokok bahasaniniadalahperubahanmateridalam pembuatanbatik tancep.Penelitianpengembanganmodul IPA inimenggunakanmodel4Dyangmeliputi tahapdefine (pendefinisian),design (perencangan),develop (pengembangan),dandisseminate(penyebaran).Subjekdalam penelitianiniadalah24pesertadidikkelasVII H SMPN1 Wonosari.Instrumenyang digunakanpadapenelitian inimeliputiangketvalidasimodulIPA,lembar observasiketerlaksaanpembelajaran,angketresponpesertadidik,lembarobservasiketerampilanberpikirkritis, soalberpikirkritispadamodulIPA,dansoalpretest-posttest.Datayangdiperolehadalahdatakelayakanmodul IPA yang  dikonversikan ke dalamskala  likert empat poin, persentase, gain  score dan uji signifikansi t-test berkorelasiuntuk mengetahuipertumbuhanketerampilanberpikirkritis. Hasildaripenelitiandanpengembangan berupamodulIPAberbasismodelPjBLpadapokokbahasanPerubahanBenda-bendadiSekitarKita.Penilaian ahlidan responpesertadidik terhadapmodulIPAsecarakeseluruhanmemperolehnilaiAdengankategorisangat baik.Modulinidapatmenumbuhkanketerampilanberpikirkritispesertadidik SMPkelasVIIsecarasignifikan setelah diujitberkorelasi.Hasilpenilaiandidukungolehpertumbuhanketerampilanberpikirkritisdarilembar observasisebesar19,70%, kemudianmelaluisoalpadamodulIPAdiperolehnilaipertumbuhansebesar17,13%. Sedangkanmelaluisoalpretest-posttestdenganperhitungangain scoremenunjukkanangka0,54yang termasuk dalamkategorisedang. Katakunci:Modul IPA, ProjectBased Learning,keterampilan berpikir kritis,batiktancep
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REPRESENTASI GANDA (GAMBAR DAN VERBAL) TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA Badriyah, Yuli Emi; Wilujeng, Insih; Hastuti, Purwanti Widhy
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 8 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (December, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran representasi ganda (gambar dan verbal) terhadap: (1) keterampilan komunikasi dan (2) pemahaman konsep IPA peserta didik kelas VII. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji independent sample t-test dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran representasi ganda (gambar dan verbal) terhadap keterampilan komunikasi peserta didik dengan kategori kuat, dan (2) terdapat pengaruh yang signifikan model representasi ganda (gambar dan verbal) terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik dengan kategori sedang.Kata kunci: representasi ganda, keterampilan komunikasi, pemahaman konsep IPAAbstract