Claim Missing Document
Check
Articles

Rancangan Kampanye Pengaduan Penyalahgunaan KIP-K Fathariq Fathur; Nasywa Salsabila Kamal; Syifa Chairunnisa Viandra; Anisa Silvina Putri; Gibra Alhamdi; Mira Hasti Hasmira
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.159

Abstract

Penyalahgunaan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) masih sering terjadi dan menimbulkan ketidakadilan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Mahasiswa yang secara ekonomi tidak layak namun mampu memanipulasi data sering kali lolos sebagai penerima bantuan, sedangkan mereka yang benar-benar membutuhkan justru tersisih. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye humas yang mendorong kesadaran dan pelaporan terhadap penyalahgunaan KIP-K. Metode yang digunakan adalah perencanaan kampanye berbasis pendekatan komunikasi strategis melalui media sosial. Proses perancangan meliputi riset latar belakang masalah, analisis kebutuhan, penentuan tujuan kampanye, segmentasi khalayak, serta pengembangan strategi komunikasi seperti publisitas, persuasi, argumentasi, dan penguatan citra. Hasil dari tahapan ini berupa produk kampanye yang terdiri dari konten edukatif berbentuk video simulasi, poster informasi, serta panduan pelaporan penyalahgunaan KIP-K. Seluruh materi disesuaikan dengan karakteristik target audiens, yaitu mahasiswa usia 17–25 tahun. Kampanye ini juga dilengkapi dengan hashtag tematik untuk meningkatkan jangkauan dan keterlibatan audiens di media sosial. Produk kampanye ini diharapkan dapat digunakan oleh lembaga pendidikan atau organisasi masyarakat sebagai alat advokasi dalam memperjuangkan keadilan akses pendidikan.
Strategi Kuliah Sambil Bekerja Oleh Mahasiswa (Studi Kasus: Mahasiswa Bekerja di Universitas Negeri Padang) Hakim, Arif Rahman; Hasmira, Mira Hasti
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 1 (2022): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.989 KB) | DOI: 10.24036/nara.v1i1.6

Abstract

This research is motivated by the number of students who study while working but can finish their studies on time, based on this, this study aims to determine the strategies of students who work in completing their studies. The purpose of this study is in line with the analytical theory for the case of "Lecture Strategy while working by Padang State University students". The method used is a qualitative approach with the type of case study and the informant selection technique is a purposive sampling technique with a total of 12 informants. Data was collected by means of observation, interviews, documentation with data analysis techniques from Miles and Huberman. The results of the study show how the strategies of students studying while working at Padang State University are: (1) Focusing on goals such as determining priorities and optimizing time, (2) Communication at work, (3) Maintaining college grades, (4) Maintaining rest patterns.
Fungsi Keluarga pada Pasangan Pernikahan Dini Laori Zola Endria; Hasmira, Mira Hasti
Jurnal Perspektif Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i1.1431

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pasangan pernikahan dini di Desa Kebun Baru menjalankan fungsi ekonomi keluarga serta strategi adaptasi yang mereka lakukan dalam kondisi serba terbatas. Pernikahan dini merupakan persoalan sosial yang masih banyak terjadi di berbagai wilayah Indonesia, di Desa Kebun Baru, pernikahan usia muda menjadi persoalan yang harus di perhatikan karena banyak pasangan memasuki kehidupan rumah tangga tanpa kesiapan mental dan finansial, ataupun pendidikan yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksplanatoris. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 informan yang di pilih dengan metode purposive dengan kriteria pasangan yang menikah di usia dini (perempuan: dibawah 19 tahun dan laki-laki: di bawah 21 tahun), orangtua pasangan, tetangga, dan pengurus desa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, triangulasi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian juga analisis dengan menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan masih mengalami ketergantungan ekonomi pada keluarga besar karena pendapatan yang tidak menentu. Suami umumnya bekerja pada sektor informal, sedangkan istri membantu melalui pekerjaan sambilan atau usaha kecil-kecilan. Pembagian peran bersifat fleksibel, ditentukan oleh kebutuhan dan tekanan ekonomi yang berubah-ubah. Pasangan mengembangkan strategi bertahan hidup seperti hidup hemat, serta menggabungkan sumber daya keluarga besar. Temuan ini menunjukkan bahwa proses adaptasi dan integrasi menjadi kunci bagi keberlangsungan fungsi ekonomi keluarga muda. Penelitian ini menegaskan perlunya program pendampingan keluarga muda untuk memperkuat ketahanan ekonomi di pedesaan
Tantangan Pengasuhan Anak oleh Kakek dan Nenek di Kelurahan Limau Manis Selatan Nada, Azzahra Qhutrun; Hasmira, Mira Hasti
Jurnal Perspektif Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i1.1440

Abstract

Pengasuhan terhadap anak idealnya dilakukan oleh orangtua secara langsung baik dalam memenuhi kebutuhan fisik, emosional, sosial serta pendidikan terhadap anak. Faktanya, banyak orantua yang tidak dapat menajalankan tanggung jawab penagsuhan dengan baik karena kesibukan yang dimiliki. Pengasuhan anak banyak dilakukan oleh keluarga terutama oleh kakek dan nenek. Peneilitian ini bertujuan untuk menganalisisbagaimana tantangan pengasuhan anak yang dihadapi oleh kakek dan nenek di masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi non-partisipan, teknik wawancara dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak 18 orang yang dipilih secara purposive. Data yang diperoleh kemuadian di analisis menggunakan Model Miles dan Huberman dimana data di reduksi, kemudia data di sajikan dan penarikan kesimpulan. Untuk menganalisis permasalahan ini digunakan Teori Beban Peran oleh William J.Goode.Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh kakek dan nenek dalam pengasuhan anak diantaranya adalah Perbedaan pola asuh dan keterbatasan pengetahuan pengasuhan modern, beban peran kakek dan nenek dalam pengasuhan anak, pengurangan aktivitas sosial serta minimnya dukungan sosial terhadap kakek dan nenek.
Stigmatisasi Terhadap Generasi Z di PT. Delapan Belas Sejahtera Kota Padang Khairani Rizky; Hasmira, Mira Hasti
Jurnal Perspektif Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i1.1466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stigmatisasi yang dialami Generasi Z di PT. Delapan Belas Sejahtera. Kondisi ini menarik untuk dipahami sebab proses pelabelan yang memengaruhi motivasi, kepercayaan diri, dan perilaku kerja generasi muda karna perannya dalam masa depan tenaga kerja Indonesia. Dengan metode kualitatif tipe studi kasus. Informan berjumlah 10 orang yang dipilih melalui teknik purposive, adapun kriteria informan yaitu karyawan Generasi Z (18–27 tahun) yang sedang aktif bekerja di perusahaan, karyawan Generasi Milenial (28–40 tahun) yang memiliki pengalaman kerja lebih stabil, serta pihak HRD yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya manusia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori labeling Edwin M. Lemert digunakan untuk memahami bagaimana penyimpangan awal (primary deviance) dapat berkembang menjadi penyimpangan sekunder (secondary deviance) akibat pelabelan sosial yang terus berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigmatisasi terhadap Generasi Z terbentuk melalui konstruksi sosial yang berlangsung dalam interaksi sehari-hari. Terdapat tiga bentuk stigma yang muncul, yaitu: (1) stigma terhadap loyalitas kerja, dimana Generasi Z dianggap mudah bosan dan sering berpindah pekerjaan; (2) stigma terhadap etos kerja, berupa anggapan bahwa mereka bekerja berdasarkan suasana hati dan kurang konsisten; serta (3) stigma terhadap ketahanan mental, dimana mereka dipandang mudah stres dan tidak tahan tekanan. Penelitian ini menekankan perlunya pemahaman lintas generasi yang lebih inklusif agar stigma tidak menghambat perkembangan profesional Generasi Z.
Pendampingan Nagari dalam Mewujudkan Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik Ganefri, Ganefri; Erianjoni, Erianjoni; Hadi, Ahmaddul; Hasti Hasmira, Mira; Yusra, Alfajri
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1750

Abstract

Program pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat Nagari VII Koto Talago dalam mengakses informasi publik secara lebih transparan dan akuntabel. Metode pelaksanaan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada kelompok masyarakat sebagai upaya memperkuat literasi informasi dan kemampuan advokasi warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai hak atas informasi publik, terbentuknya kelompok peduli keterbukaan informasi, serta meningkatnya jumlah permohonan informasi resmi yang diajukan kepada pemerintah nagari. Program ini berkontribusi dalam membangun budaya transparansi di tingkat nagari dan memperkuat hubungan kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Nagari Tangguh Bencana Berbasis Modal Sosial dan Kearifan Lokal Syafrini, Delmira; Mardhiah, Desy; Ikhwan; Fahmi, Khairul; Hasmira, Mira Hasti; Nora, Desri; Saputra, Hanafi; Kartika, Rani; Deptiana Sari, Manya; Saputri, Fadilla; Arone, Chikita
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1732

Abstract

Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh, yang terletak di Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, adalah sebuah wilayah yang diberkahi dengan kekayaan alam. Dengan ketinggian 900–1.200 meter di atas permukaan laut, nagari ini memiliki tanah yang subur, membuat sebagian besar penduduknya mengandalkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan perhutanan. Namun, di balik keindahan alamnya, nagari ini juga menyimpan potensi kerentanan bencana yang tinggi, seperti gempa bumi, erupsi gunung, longsor, dan banjir bandang. Sayangnya, pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan dan mitigasi bencana masih sangat rendah. Permasalahan ini mendorong pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan nagari tangguh bencana berbasis modal sosial dan kearifan lokal. Sebagai solusi, dilakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan. Masyarakat diberikan edukasi mengenai jenis dan karakteristik bencana di wilayah perbukitan dan pegunungan. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai gejala alam yang menjadi pertanda bencana, serta tindakan spontan yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Edukasi ini juga menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai panduan dalam memperkuat tindakan kolektif. Pengetahuan ini sangat krusial karena dapat memengaruhi keselamatan masyarakat. Bentuk kegiatannya berupa sosialisasi dan pelatihan yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang potensi bencana, tanda-tanda alam, risiko, serta aspek kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Hal ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun ketahanan masyarakat Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Media Sosial Sebagai Sarana Kritik Masyarakat Terkait Paslon Gubernur di Sumatera Barat Maharani, Nurhaliza; Qavka Navisa; Muhammad Rizki Alvarizi; Nurida Wita; Ramadani Fitriyah Harahap; Hasmira, Mira Hasti; Novia Amirah Azmi; AB Sarca Putera
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.38

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran media sosial sebagai sarana ataupun alat bagi  masyarakat dalam menyampaikan kritik. Berdasarkan perspektif teori media kritik yang diusulkan oleh Frankfurt School, media itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyampaian informasi saja, akan tetapi juga berfungsi sebagai agen tertentu yang dapat membantu dan membentuk kesadaran sosial dan politik. Media sosial dianggap sebagai platform yang efektif untuk menyampaikan kritik dan aspirasi masyarakat, karena di media sosial siapapun bisa berkritik tanpa diketahui identitas sekalipun, terutama dalam kegiatan politik yang kompetitif seperti pilkada. Melalui pendekatan studi pustaka serta wawancara dengan beberapa mahasiswa, ditemukan bahwa media sosial memfasilitasi partisipasi politik masyarakat dengan cara menyediakan ruang untuk kritik publik terhadap kandidat. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa media sosial menjadi alat yang dapat memengaruhi persepsi atau pandangan politik publik dan membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini juga berfokus pada bagaimana media sosial meskipun sering sekali menjadi sarana informasi, media sosial tetap berperan penting dalam mengungkapkan suara masyarakat yang tidak terdengar oleh media konvensional.
Perkembangan Teknologi Informasi Menciptakan Inovasi di Bidang Transportasi Online: Ojek Online Annatasya; Hasmira, Mira Hasti; Difo Hanggoro; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Nasywa Salsabila Kamal
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.39

Abstract

Kemajuan yang sangat pesat dalam teknologi informasi telah merusak banyak industri, termasuk sektor transportasi. Lahirnya layanan ojek online adalah bukti nyata tentang seberapa cepat inovasi dapat mengubah cara transportasi konvensional dilakukan. Ojek online menawarkan cara yang praktis, nyaman, dan terjangkau untuk orang-orang di kota melalui aplikasi mobile. Sistem sosial mengadopsi ojek online setelah menyebar melalui saluran komunikasi digital, menurut teori difusi inovasi. Keuntungan relatifnya, kompatibilitas, dan kemudahan penggunaan telah mempercepat adopsinya. Persaingan mendorong inovasi, meskipun menghadapi masalah seperti konflik dengan regulasi dan transportasi konvensional. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa inovasi ojek online tersebar dengan cara yang paling efektif. Secara keseluruhan, ojek online menunjukkan cara teori difusi inovasi dapat menjelaskan bagaimana inovasi diterima masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana inovasi menyebar dan diterima oleh masyarakat dengan menggunakan teori difusi inovasi. Penelitian menunjukkan bahwa ojek online memiliki fitur penting seperti keunggulan dan kemudahan penggunaannya, yang membuatnya diterima masyarakat. Komunikasi adalah bagian penting dari proses difusi inovasi, menurut penelitian ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang seberapa pentingnya mendukung inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan menggunakan teori difusi inovasi, penelitian ini menyelidiki bagaimana inovasi, dalam hal ini layanan ojek online, menyebar dan diterima oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengkaji penyebaran dan adopsi inovasi layanan ojek online di Indonesia berdasarkan teori difusi inovasi.
Peran Urang Tuo dalam Menyampaikan Informasi pada Masyarakat yang Terhambat Teknologi dan Infrastruktur Darmiati, Yeni; Hasmira, Mira Hasti
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2025)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v7i2.205

Abstract

Artikel penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Urang Tuo dalam menyampaikan informasi pada masyarakat Korong Kubu Alahan Kuranji Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena di tengah kemajuan teknologi komunikasi saat ini masih terdapat daerah yang terkendala dalam memperoleh informasi. informasi yang dimaksud adalah informasi dari nagari mengenai bantuan dan infrastruktur yang disebabkan oleh jarak yang jauh, jaringan telekomunikasi yang buruk .Urang Tuo merupakan salah satu pimpinan dalam suatu kampung memiliki tugas secara adat. Berdasarkan permasalahan tersebut pertanyaan peneliti adalah bagaimana peran Urang Tuo sebagai tokoh masyarakat yang membantu masyarakat dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori peran Biddle dan Thomas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan terdiri dari Datuak Mudo, Urang Tuo dan anggota masyarakat Korong Kubu Alahan Kuranji. Pengumpulan dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah dalam penyampaian informasi pada masyarakat Urang Tuo memiliki peran sebagai berikut: (1) menjembatani informasi dari nagari kepada masyarakat, (2) menjamin kebenaran informasi kepada masyarakat (3) menyampaikan aspirasi masyarakat kepada nagari.
Co-Authors AB Sarca Putera Abdul Hadi Abdul Razak Agnes Frisischa Aulia Ahmaddul Hadi, Ahmaddul Alfajri Yusra Alfirdausy Alfirdausy Alim Vernando Alzena, Raihani Sava Anisa Silvina Putri Annatasya Annisa Mulyasri Annisa Putri Aprizon Putra Ardian Ardian Arif Rahman Hakim Arman A Arone, Chikita Aruni Widya Kusuma Aufa Raihan Aura Fairana Ayu Adriyani Azizah Rihadatul Aisya Bima Abie Budiono Chevy Maidie Arzulan Chici Amedea Darmiati, Yeni Delmira Syafrini Dendy Marta Putra Deptiana Sari, Manya Difo Hanggoro Dwi Marsiska Driptufany Dwita, Vidyarini Eni Kamal Enjelita Esa Putri Erda Fitriani Eri Barlian Erianjoni Erianjoni Fajri Utama Fajrin Fajrin Fathariq Fathur Fitra Ramadhan Arman Fitri, Nabilla Dzakia Ganefri . Gary Dea Satriani Gibra Alhamdi Hanafi Saputra, Hanafi Handayuni, Linda Hasra Nofriani Henny Yulius Hesty Diana Ikhwan Indang Dewata Intan Putri Savira Intan Triva Alhamra Iswandi U Julia Putri Ayu Kartika, Rani Khairani Rizky Khairul Fahmi Kristin Okvita Laori Zola Endria Lia Amelia Lidya Putri Muchlisa Loveni Vebri M. Dzaky Putra S M.Robby Fadli Maharani, Nurhaliza Mardhiah, Desy Muhammad Afghan Arrazy Muhammad Algifari Muhammad Fadhil Muhammad Hidayat Muhammad Rizki Alvarizi Muhammad Rizky Mutiara Maharani Mutiara Mita Nada Akrami Nada, Azzahra Qhutrun Nadia Kirana Velisa Nasywa Salsabila Kamal Nasywa Salsabila Kamal Nayla Clarissa Olivia Firdaus Nora, Desri Novia Amirah Azmi Nurida Wita Nurlizawati Nurul Husni Olivia Anjani Osronita Osronita Pebyola Mayestika Pricilia Vesky Putri Elastia Qavka Navisa Rabiatul Adawia Raihani Syaidah Rajul Muttaqin Caniago Ramadani Fitriyah Harahap Rammadani Yusran Randha Rizky Resa Afriani Reskika Ade Sastia Reva Lina Putri Reynaldi Aprinel Putra Rina Rasyada Rori Nofianri Sahdatul Atira Santalia Hasugian Santi, Titen Darlis Saputri, Fadilla Sefrilina Sefrilina Septrizola, Whyosi Serly Mutia Sari Sri Wahyuni Suci Azriani Syifa Chairunnisa Viandra Taufik Paku Alam Uli Arta Meritua Samosir Veithzal Rivai Zainal Vilnia Asista Viola Ramadhani Lubis Widia Widia Yemade Laura Puti Anjungan Yunhendri Danhas yusra, alfajri Zahara Syahranti Zikra Adiyofa