Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

BEHAVIOR SETTING TOKO BUNGA DI JALUR PEDESTRIAN SOLO CITY WALK ( Studi Amatan: Perempatan Nonongan - Gapura Gladak Di Surakarta) TRI HARTANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya Pemerintah Kota Solo untuk meningkatkan aktivitas komersial di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi yaitu dengan membangun ruang publik berupajalurpedestrian, yang lebih dikenal dengan Solo City Walk.  Jalur pedestrian dengan lebar ± 6 m dan panjang 6-7km dibangun mulai tahun 2008. Sebagai publik space yang ada di kawasan ini jalur pedestrian yang luas menjadi lahan yang mengundang public interest untukmengembangkan aktivitas lain yang menjadi activity support (aktivitas pendukung) fungsikawasan. Jalur pedestrian Solo City Walk sepanjang perempatan Nonongan – gapura Gladak, di jalan Slamet Riyadi Surakarta, terjadi fenomena oleh aktivitas toko-toko yang ada di sepanjang segmen ini. Yaitu terjadinya pergeseran fungsi jalur pedestrian yang keperuntukan awalnya sebagai jalur pejalan kaki, pada periode waktu tertentu mengalami pergeseran fungsi sebagai ruang membuat karangan bunga oleh pemilik toko bunga yang ada di sepanjang jalur pedestrian tersebut. Fenomena ini juga ada indikasi menyebabkan terganggunya kenyamanan pengguna jalur pedestrian. Kondisi ini berlangsung sudah cukup lama, sehingga seolah-olah sudah terbentuk ruang (behavior setting) dengan fungsi terus menerus.
Konsep tata ruang permukiman Baluwarti Keraton Kasunanan Surakarta Tri Hartanto; Abito Bamban Yuuwono
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v3i2.162

Abstract

Penelitian terkait permukiman sudah banyak dilakukan oleh para ahli baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Permukiman sebagai obyek penelitian telah lama dilakukan karena terkait dengan sosial budaya yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini memilih lokus permukiman Baluwarti, dan fokus penelitian adalah tata ruang permukimannya  yang memiliki kekhasan tersendiri. Kekhasan tata ruang permukiman Baluwarti yang dimaksud adalah bahwa permukiman ini berbeda dengan permukiman tradisional lainya karena permukiman ini berada di dalam kawasan keraton Surakarta. Dimana keraton Surakarta dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa. Sehingga permukiman tradisional lainya yang berada di Jawa, tentunya bersumber dari budaya keraton Surakarta. Paradaigma penelitian adalah Kualitatif dangan metode historical reading dan observasi, sedangkan analisis menggunakan induktif. Kebaharuan dari penelitian ini adalah akan ditemukan konsep tata ruang permukiman Baluwarti yang memiliki kekhasan, dari nilai-nilai tradisi dan budaya Keraton Surakarta Hadiningrat yang kaya akan tradisi dan budaya (budaya Jawa), karena berada di dalam kawasan keraton. Berbeda dengan penelitian-penelitian permukiman yang telah dilakukan sebelumnya dengan lokus penelitian berada di luar keraton. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa konsep tata ruang Baluwarti merupakan konsep yang dipertahankan dari permukiman ini dibangun, yaitu pada masa Paku Buwana III (1745-1788M) adalah  menjaga keharmonisan manusia dengan Tuhan, keharmonisan manusia dengan manusia (masyarakat), dan keharmonisan manusia dengan alam.
KARAKTERISTIK DAN PELAPISAN MASSA AIR DI PERAIRAN TELUK BUNGUS DAN BEBERAPA PULAU-PULAU KECIL DI KOTA PADANG Try Al Tanto; I Wayan Nurjaya; Indra Jaya; Tri Hartanto; Amir Yarkhasy; Akmala Dwi Nugraha; Soma Somantri
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v23i2.882

Abstract

Perairan Sumatera Barat merupakan tempat bertemunya massa air yang datang dari Samudera Hindia dan daratan. Kajian ini bertujuan untuk melihat distribusi, stratifikasi, kestabilan dan karakteristik massa air di wilayah kajian. Penelitian di perairan Sumatera Barat ini dilakukan menggunakan instrument CTD, berupa kedalaman, temperatur dan salinitas yang diakuisisi oleh Tim Survei IPB. Penelitian ini mencakup 2 wilayah kajian, wilayah Teluk Bungus dan pulau-pulau kecil (PPK). Terdapat 9 stasiun yang terbagi dalam 4 transek untuk dianalisis dalam kajian, yaitu transek Teluk Bungus 1 dan 2 yang berada di perairan Teluk Bungus dan transek PPK 1 dan 2 yang berada di sekitar PPK. Analisis dilakukan dengan metode DIVA dan Diagram TS menggunakan Ocean Data View dan bahasa pemrograman Python 3.8. Hasil kajian memperlihatkan bahwa di perairan Teluk Bungus memiliki karakteristik umum salinitas rendah dan temperatur yang tinggi sedangkan wilayah PPK memiliki karakteritik salinitas tinggi dan temperatur yang rendah. Teluk Bungus memiliki nilai rata-rata temperatur 29.738 oC ± 0.383, salinitas 32.784 ± 0.063 psu, densitas 20.155 Kg/m3 ± 0.175 dan Brunt Vaisala 8.62 cyc/h. PPK memiliki nilai rata-rata temperatur 29.142 oC ± 0.580, salinitas 32.973 psu ± 0.191, densitas 20.498 Kg/m3 ± 0.331 dan Brunt Vaisala 6.7 cyc/h. Daerah teluk dan dekat daratan cukup stabil sedangkan wilayah perairan dekat PPK kurang stabil. Karakteristik perairan di wilayah Teluk Bungus didominasi massa air dari daratan sedangkan wilayah PPK didominasi massa air dari samudera.
EVALUASI BANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono; Reki Arbianto; Teguh Yuono; Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Paska Wijayanti; RA Dinasty Purnomoasri; Tri Hartanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.3066

Abstract

Evaluasi struktur bangunan dibutuhkan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan struktur bangunan dan atau kualitas material. Kekuatan dan kemampuan struktur dalam menahan beban rencana menjadi unsur utama sebuah bangunan. Pada bangunan yang sudah ada, untuk mengetahui mutu kuat tekan beton dilakukan dengan metode uji tidak merusak (non-destructive test, NDT) dan uji merusak (destructive test, DT). Daya dukung tanah dapat diperoleh dari pengujian lapangan yaitu Cone Penetration Test (CPT) atau sondir. Metode evaulasi bangunan dilakukan pada material beton dan daya dukung tanah. Evaulasi material beton dilakukan dengan hammer test dan core drill pada elemen balok kolom bangunan. Sedangkan pengujian tanah menggunakan metode CPT atau sondir sebanyak 2 titik. Hasil pengujian core drill menunjukkan kuat tekan balok sebesar 6,33 MPa dan kolom sebesar 2,48 MPa. Berdasarkan penyelidikan tanah, tanah keras berada pada kedalaman 5-meter. Berdasarkan data pengujian core drill dan sondir, perlu dilakukan analisis kinerja bangunan terhadap resiko gempa. Untuk memastikan bangunan aman terhadap resiko terjadinya kegagalan pada saat terjadi gempa.
PERENCANAAN BANGUNAN MASJID SMK NEGERI 1 WONOGIRI Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono; Reki Arbianto; Teguh Yuono; Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Paska Wijayanti; RA Dinasty Purnomoasri; Tri Hartanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3671

Abstract

SMKN 1 Wonogiri yang terletak di Kabupaten Wonogiri, memiliki rencana untuk pembangunan rumah ibadah 2 lantai dengan memodifikasi bangunan existing. Perencanaan bangunan bertingkat harus dilakukan dengan baik untuk memastikan kekuatan dan kenyamanan pengguna. Analisis struktur sangat penting untuk memastikan bagaimana alur, distribusi dan dampak beban terhadap struktur yang ditinjau. Analisis struktur adalah proses menghitung dan menentukan efek akibat beban yang bekerja pada struktur (bangunan, jembatan, dermaga atau objek lainnya) yang menimbulkan reaksi berupa gaya dalam pada struktur. Perencanaan struktur dilakukan sesuai dengan peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana yang telah diatur. Keterbatasan lahan dan kebutuhan ruang SMKN 1 Wonogiri dalam pembangunan memerlukan keterlibatan tenaga ahli dalam perencanaan dan pembangunan. Perencanaan bangunan dengan melakukan analisis bangunan bertingkat menjadi sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bangunan. Berdasarkan permasalahan diatas, maka diusulkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Perencanaan Bangunan Masjid SMKN 1 Wonogiri”. Rencana kegiatan ini akan bekerja sama dengan sekolah SMKN 1 Wonogiri dan Alumni SMKN 1 Wonogiri sebagai lokasi yang akan dilakukan pekerjaan perencanaan. Berdasarkan hasil pengujian daya dukung tanah yang dilakukan, tanah keras diperoleh pada kedalaman 5 meter. Sehingga pondasi yang digunakan adalah pondasi strauss pile dia. 300mm dengan kedalaman 6 meter. Masjid SMKN 1 Wonogiri dengan kondisi exsisting yang masih difungsikan dalam proses pembangunan nantinya, maka struktur baja menjadi pilihan sebagai material struktural.
HUBUNGAN PARAMETER ARUS LAUT DAN LIFEFORM KARANG PADA BEBERAPA PULAU-PULAU KECIL DI KOTA PADANG: (The Relationship of Ocean Current Parameters and Coral Lifeform in Small Islands in Padang City) Try Al Tanto; I Wayan Nurjaya; Dietriech G. Bengen; Tri Hartanto; Saenudin; Suhaemi
Majalah Ilmiah Globe Vol. 25 No. 1 (2023): GLOBE VOL 25 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan pulau-pulau kecil (PPK) memerlukan kajian ilmiah, salah satunya berupa parameter oseanogafi perairan. Parameter oseanografi mendukung suatu ekosistem terumbu karang, seperti kondisi arus laut yang secara tidak langsung dapat menyebabkan bentuk pertumbuhan karang yang berbeda-beda. Tujuan kajian adalah menentukan karakteristik arus laut dan menduga hubungannya dengan lifeform karang. Analisis sirkulasi arus laut dilakukan dengan pemodelan spasial, dan analisis koresponden untuk melihat hubungan yang terjadi. Sirkulasi arus laut perairan PPK Kota Padang dominan dibangkitkan oleh gaya pasang surut. Terdapat hubungan cukup erat antara kecepatan arus laut dengan lifeform karang, dengan nilai sebesar 81,40%. Arus laut cukup tinggi terjadi di Perairan Pulau Sirandah mencapai 0,49 m/dt, terdapat karang jenis submassive (CS) dominan mencapai 77,33-85,27%. Arus laut cukup lemah di Perairan Pulau Pasumpahan kisaran maksimum 0,13-0,28 m/dt dan rata-rata 0,04-0,08 m/dt, memiliki jenis lifeform karang yang banyak dan beragam, yaitu semua jenis karang non-acropora dan acropora jenis bercabang (ACB). Bentuk karang bercabang (ACB dan CB) dan massive (CM) mendominasi keberadaannya di perairan ini. Arus laut di Perairan Pulau Sikuai memiliki kecepatan maksimum 0,46 m/dt (BBL) dan 0,38 m/dt (TTG) dan rata-rata sebesar 0,12 m/dt. Arus laut di Pulau Sironjong cukup rendah, maksimum 0,20 m/dt dan rata-rata 0,09 m/dt. Kondisi karang di Perairan Pulau Sikuai dan Pulau Sironjong memiliki total % cover rendah (0,2-17,53%). Pada Pulau Sikuai paling tinggi jenis heliophora sebesar 13,46%, sedangkan Pulau Sironjong dominasi ACB sebesar 1,77%. Jenis submassive paling rendah pada ke dua pulau yaitu sebesar 0,07%.
PERIODICAL MAINTENANCE SERVICE VOLVO TRUCK FMX 440 DI PT. MADHANI TALATAH NUSANTARA Darsini, Darsini; Hartanto, Tri
Injection: Indonesian Journal of Vocational Mechanical Engineering Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/injection.v2i2.1483

Abstract

Periodical Service is engine care to reduce the frequency of damage and duration of the injury. Good and efficient care can keep the tool's operating times, keep it in production, reduce the cost of unexpected damage. The purposes are to: (1) Perform Periodical Service activities during the activity, (2) Find when Periodical Service consists of PS 250, PS 500, PS 1000 and PS 2000, (3) Know the results of Periodical Service. Implementation of the Periodical Service fulfilled at PT. Madhani, especially in Volvo trucks, includes changing engine oil, changing engine oil filters, changing transmission oil and filters, changing final drive oil to the battery and electrical checks. With the Periodical Service data program showing PA (Physical Avelaibelity) results of over 95%, MTBF (Mean Time Between Failures) of over 3000 hours, and MTTR (Mean Time To Repair) of less than 20 hours, this is very effective and efficient to increasing production.
Palace traditions and culture form; the spatial structure of the Baluwarti settlement “Manunggaling Kawula Ian Gusti” Hartanto, Tri; Dharoko, Tony Atyanto; Subroto, Tarcicius Yoyok Wahyu
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 2 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2024 ~ Agustus 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i2.3141

Abstract

According to Paku Buwana I, Radya Laksana is a form and core image of the culture of the Surakarta Palace. The literal meaning is physical and mental behavior to uphold the country. Its elements consist of the king, Sentana's son, courtiers, people, the physical building, government, and region. The Surakarta palace's culture is Islamic, but when it pertains to rituals and palace traditions, it has remained inextricably associated with Hindu culture. This is the belief in reciprocal relationships and parallels between the macrocosm and microcosm, where the king, as the center of the microcosm, gave rise to numerous traditional ceremonies that are practiced in the palace, including Grebeg, Kirab-Jamasan Pusaka, Labuan, Malem Selikuran, Mahesalawung, Tingalan Jumenengan Dalem, Tingalan Dalem, and Pasowanan Ngabekten. The Surakarta Palace region includes the Baluwarti village. Most of the individuals are courtiers for the king, who have the expertise required by the king and palace. The phases of the past and present are examined in this study method. Investigations into past lives are conducted through historical reading research. The data is collected through interviews with the public and observation. The results of the research show that the spatial structure of settlement forms a system of manunggaling Kawula lan Gusti.
SEBARAN ARUS GEOSTROPIK DAN TRANSPOR MASSA AIR DI PERAIRAN PULAU SUMBA, NUSA TENGGARA TIMUR Tanto, Try Al; Hartanto, Tri
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.19.2.2021.691

Abstract

Arus geostropik dapat terjadi akibat perbedaan gradien tekanan, serta dipengaruhi oleh gaya coriolis sehingga menyebabkan pembelokkan arah aliran yang terjadi. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui sebaran arus geostropik dan transport massa air di perairan barat daya P. Sumba - NTT pada musim berbeda (musim timur dan peralihan I). Data yang digunakan adalah data sekunder, data hasil reanalysis karakteristik massa air seluruh lautan dunia. Pengolahan data dilakukan dalam perangkat lunak ODV, juga perhitungan grafik arus geostropik dengan pengolah data Excel. Kisaran nilai densitas potensial (σt) adalah 1022.18 – 1027.61 kg/m3(musim timur) dan 1021.33 – 1027.60 kg/m3 (musim peralihan I), nilai densitas pada musim timur lebih tinggi. Sebaran kedalaman dimanik menunjukkan aliran air terjadi dari ST 5 yang berada pada laut lepas dari P. Sumba menuju ST 1 berdekatan dengan pesisirnya, searah dengan angin muson tenggara. Arus geostropik terjadi terutama menuju ke arah barat, dengan pembelokkan oleh gaya coriolis. Kecepatan arus geostropik pada musim timur antara ST 1 dan ST 2 adalah 0.09 – 10.45 cm/s, ST 2-3 sebesar 0.07 – 14.52 cm/s, ST 3-4 sebesar 0.03 – 7.14 cm/s, dan ST 4-5 sebesar 0.02 – 2.49 cm/s. Kecepatan aliran arus pada musim peralihan I antara ST 1 dan ST 2 sebesar 0.03 –8.55 cm/s, ST 2-3 sebesar 0.06 – 9.71 cm/s, ST 3-4 sebesar 0.0037 – 3.32 cm/s, dan ST 4-5 sebesar 0.0004 – 0.99 cm/s. Nilai transport massa air pada perairan barat daya P. Sumba musim timur mencapai 1.35 - 4.46 Sv, untuk musim peralihan I lebih rendah sebesar 0.32 – 3.43 Sv.
PAVING BLOK K-200 UNTUK AREA PARKIR MOBIL RECYCLE LIMBAH PAVING LAMA Yuono, Teguh; Hartanto, Tri; Nursetyo, Gatot; Alif Widiyanto, Al Ibra
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i1.3924

Abstract

Students use private vehicles with the aim of making it easier to mobilize from their residence to the University Campus environment. This influences the intensity of motorists in the university area to be high, so quality road infrastructure is needed so that students can drive comfortably and safely. One way to develop quality road infrastructure is by installing paving blocks. Generally, apart from installation on university roads, paving blocks are installed on sidewalks, pedestrians, parking areas, even in hotel and factory areas. Apart from roads, parking areas also need to be planned using paving. The ease of installation and costs required are considered cheaper and meet the aesthetic aspect because they have various shapes, making the use of paving blocks increasingly popular. The use of paving blocks as road pavement and parking areas is also needed in the Tunas Pembangunan Surakarata University environment. The conventional method of making paving blocks is done using a block tool with a compaction load that affects the energy of the person doing the work. The materials used in making paving blocks are Portland Cement, sand (old/paving waste), and water. In this research, 6 samples were made, with a ratio of 1:3. After 14 days, a press test of the paving was carried out and it was discovered that the new paving (recycled) had a strength of more than K-200 , so it could be used for roads and parking in the UTP Surakarta campus area.. Keyword: recycle paving, pressure test, old paving, K-200, parking