Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PAVING BLOK K-200 UNTUK AREA PARKIR MOBIL RECYCLE LIMBAH PAVING LAMA Yuono, Teguh; Hartanto, Tri; Nursetyo, Gatot; Alif Widiyanto, Al Ibra
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i1.3924

Abstract

Students use private vehicles with the aim of making it easier to mobilize from their residence to the University Campus environment. This influences the intensity of motorists in the university area to be high, so quality road infrastructure is needed so that students can drive comfortably and safely. One way to develop quality road infrastructure is by installing paving blocks. Generally, apart from installation on university roads, paving blocks are installed on sidewalks, pedestrians, parking areas, even in hotel and factory areas. Apart from roads, parking areas also need to be planned using paving. The ease of installation and costs required are considered cheaper and meet the aesthetic aspect because they have various shapes, making the use of paving blocks increasingly popular. The use of paving blocks as road pavement and parking areas is also needed in the Tunas Pembangunan Surakarata University environment. The conventional method of making paving blocks is done using a block tool with a compaction load that affects the energy of the person doing the work. The materials used in making paving blocks are Portland Cement, sand (old/paving waste), and water. In this research, 6 samples were made, with a ratio of 1:3. After 14 days, a press test of the paving was carried out and it was discovered that the new paving (recycled) had a strength of more than K-200 , so it could be used for roads and parking in the UTP Surakarta campus area.. Keyword: recycle paving, pressure test, old paving, K-200, parking
ASESMEN BANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN 3 LANTAI KAMPUS 2 UTP SURAKARTA Reki Arbianto; Suryo Handoyo; Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono; Teguh Yuono; Erni Mulyandari; Paska Wijayanti; Atika Candra Yulia; Tri Hartanto; Tiara Cika Kusuma; Muhammad Taufik Kristianto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4528

Abstract

Bangunan gedung lantai 3 UTP Surakarta Kampus II dibangun sekitar tahun 1990an dengan material beton bertulang. Bangunan gedung bertingkat ini berlokasi di jalan Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. Gedung ini berfungsi sebagai tempat perkuliahan pada lantai 1 dan 2, serta ruang olahraga pada lantai 3. Dalam proses perencanaan bangunan gedung, perhitungan struktur menjadi salah satu elemen kunci yang tak dapat diabaikan. Dokumen perhitungan struktur merupakan rangkaian detail yang menjelaskan analisis dan perhitungan teknis terhadap kekuatan dan stabilitas suatu struktur bangunan. Dokumen teknis bangunan gedung lantai 3 UTP Surakarta perlu dibuat dalam upaya untuk menganalisis kekuatan struktur terhadap resiko bencana kegempaan saat ini. Asesmen bangunan gedung perlu dilakukan untuk menjadi pedoman dalam perencanaan dan perubahan fungsi bangunan yang mungkin dilakukan kedepannya. Berdasarkan permasalahan diatas, maka diusulkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Asesmen Mutu Beton Dan Tulangan Bangunan Gedung Perkuliahan 3 Lantai Kampus 2 UTP Surakarta”. Tahapan dan teknis pelaksanaan pengabdian msyarakat ini difokuskan pada kegiatan survey dan pengujian lapangan. Kegiatan survey dan pegujian lapangan sendiri terdiri dari beberapa tahap mulai dari persiapan, survey denah dan pelaksanaan pengujian lapangan. Hasil survei pada elemen stuktur beton bertulang menunjukkan kondisi yang masih baik dan tidak terjadi retak struktural. Hasil survei pada struktur atap baja, menunjukkan karat pada profile sturktur. Tetapi kondisi karat tidak mendegradasi penampang elemen yang dapat mengurangi kekuatan. Hasil destructive test yang dilakukan menunjukkan kuat tekan beton minimal sebesar 11.70 MPa dan terbesar 22.50 MPa.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN DESAIN REST AREA DESA PACALAN KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN Krisnawati, Eny; Hartanto, Tri; Yuuwono, Bamban; Rully, Rully; Setyo Wibowo, Angga; Ridlwanulhaq, Faiz
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.4737

Abstract

Desa Pacalan yang terletak di kecamatan Plaosan kabupaten Magetan, provinsi Jawa Timur. Dahulunya desa Pacalan adalah tanah “perdikan” Keraton Jogjakarta yang terletak di lereng Gunung Lawu. Desa ini memiliki sumberdaya alam dan budaya yang memiliki potensi untuk diolah, dimanfaatkan, dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Sebagai pamasok sayuran untuk wilayah sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur, juga adanya objek wisata umbul, maka desa pacalan cukup potensial untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Guna mendukung desa Pacalan menjadi desa wisata perlu suatu sarana atau fasilitas transportasi sebagai area transit kendaraan wisatawan. pemenuhan kebutuhan kehidupan masyarakat sekitar yang harus dilestarikan keberadaannya. Rest Area merupakan salah satu sarana transportasi yang digunakan sebagai area transit wisatawan. sehingga rest area ini dapat berfungsi sebagai area berdagang dalam rangka memperkenalkan hasil bumi desa Pacalan. Dalam strategi pengembangan pariwisata khususnya desa wisata, langkah awal dalam upaya perencanaan kegiatan berbasis masyarakat adalah penyusunan master plan objek wisata yang ada di desa Pacalan tahap kedua pengembangan desain Rest Area dengan konsep keberlanjutan. Perencanaan desain Rest Area ini dirancang dan direncanakan dengan konsep keberkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat secara terus menerus kepada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa Pacalan.
REVITALISASI KAWASAN JALAN SUMUR BOR SEBAGAI SHOPPING STREET DI COLOMADU KARANGANYAR Hanjaya, Harry Cipta; Hartanto, Tri
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4625

Abstract

Pemerintah Kabupaten Karanganyar berencana merevitalisasi lahan eks rumah dinas Pabrik Gula Colomadu di sepanjang Jalan Sumur Bor menjadi kawasan bisnis baru guna meningkatkan sumber pendapatan daerah. Lahan ini memiliki nilai strategis karena masih berada dalam kompleks De Tjolomadoe Convention Hall, serta berdekatan dengan exit Tol Solo-Yogya dan Bandara Adi Soemarmo, yang menjadikannya area potensial untuk pengembangan ekonomi. Revitalisasi ini akan diwujudkan dalam bentuk Shopping Street, sebuah pusat perdagangan yang menggabungkan unsur pelestarian cagar budaya dengan konsep modern. Bangunan rumah dinas yang sebelumnya terbengkalai akan direnovasi dan dialihfungsikan menjadi area komersial yang dapat menampung berbagai merek ternama, tenant fesyen, gerai makanan dan minuman, serta UMKM. Proyek ini dirancang dengan memperhatikan aspek tata ruang yang baik, termasuk jalur kendaraan, trotoar, serta pengaturan bangunan agar menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung. Proyek ini akan dilaksanakan sesuai dengan regulasi tentang pelestarian cagar budaya, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta peraturan daerah dan nasional terkait lainnya.
TRI HANAKARA AS A SPATIAL LAYOUT PERSISTENCE CONCEPT OF BALUWARTI SETTLEMENT IN SURAKARTA Hartanto, Tri; Dharoko, Tony Atyanto; Subroto, Yoyok Wahyu
Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 47 No. 2 (2020): DECEMBER 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.506 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.47.2.99-108

Abstract

Elements of settlement spatial layout (physical aspect) and community’s social-cultural life with any rites (non-physical aspect) are still performed by some people in Baluwarti Settlement until today, leading to a distinctive peculiarity. It is this peculiarity that makes Baluwarti Settlement environment located inside the court (palace) different from other settlements (outside the court) in Surakarta. Considering the qualitative research paradigm and historical reading method, this research could find out that the spatial layout concept of Baluwarti Settlement namely Tri Hanakara. In which the kings reigning after Paku Buwana III constructed this Baluwarti settlement to forward the previous King’s wish. 
Optimalisasi Peningkatan Keterampilan Kelompok Perempuan Aisyiyah dalam Pemanfaatan Lahan Kebun untuk Memenuhi Kebutuhan Sayuran yang Sehat dan Aman: Optimization of Increasing the Skills of the Aisyiyah Women’s Group in Use of Garden Land to Fulfill the Need for Healthy and Safe Vegetables Dewi, Sukuriyati Susilo; Mulyono, Mulyono; Hartanto, Tri; Ngafwan, Ngafwan
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 12 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i12.7012

Abstract

Insights and skills in the intensification of yard land to be more productive and provide added value to the community, and the potential of human and natural resources in Gamping District. To achieve the predetermined objectives, methods have been carried out, namely, counseling, which is carried out by gathering organizational leaders and worshipers to attend counseling on women's empowerment, yard land management, and technology for utilizing family waste into organic fertilizer, with resource persons from the Implementation Team, Demonstrations and training are carried out by simulating healthy vegetable cultivation practices using equipment and materials that have been prepared by program implementers, cultivation practices by utilizing the land to produce products, and periodic mentoring to foster and assist partners until they succeed in cultivating healthy vegetables by utilizing vacant land to achieve optimal results. Healthy vegetable cultivation application of healthy vegetable cultivation technology with land utilization and healthy vegetable cultivation skills there is an increase in understanding, this is known from the results of the questionnaire distributed, the advantage of utilizing narrow yard land Innovation Technology can maintain family food health and increase family economy as evidenced by the results of joint harvests carried out together and periodically.
PENGEMBANGAN WISATA PANTAI WATU KARUNG BERBASIS BUDAYA LOKAL DAN POTENSI SELANCAR DI KABUPATEN PACITAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Sahputro, Ridho Dwi; Hartanto, Tri
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.4061

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan daerah pesisir pantai selatan yang memiliki ombak cukup besar dengan posisi terlindung dari palung dan Samudra hindia yang berpotensi untuk wisata selancar. Potensi selancar di Pantai Watu Karung sangat banyak diminati wisatawan terutama wisatawan dari beberapa negara, dikarenakan ombak di Pantai Watu Karung cukup dibilang tinggi sehingga cocok untuk dijadikan tempat untuk berselancar. Selain terkenal dengan wisata alam yang indah, Kabupaten Pacitan juga memiliki banyak kebudayaan lokal yang sampai saat ini masih terus di lestarikan yaitu kesenian Rontek Pacitan yang sering diadakan event festival disetiap tahun. Posisi strategis dan potensi Wisata Pantai Watu Karung menguatkan alasan untuk adanya kegiatan pariwisata berbasis budaya lokal dan potensi selancar, terkait banyaknya kebudayaan lokal di pacitan serta mendukungnya situasi untuk melakukan kegiatan olahraga selancar. Pengembangan Wisata Pantai Watu Karung Berbasis Budaya dan Potensi Selancar di Kabupaten Pacitan sangat di perlukan untuk meningkatkan potensi daya Tarik wisata Pantai Watu Karung yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyakat lokal maupun pengunjung dibidang sosial, ekonomi, khususnya di bidang kebudayaan, dan dibidang selancar.