p-Index From 2021 - 2026
4.997
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Jurnal Ekonomi & Bisnis PNJ (JEKBIS PNJ) Proceeding Fakultas Ekonomi Kompak : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi Jurnal S2 Teknologi Pendidikan Students´ Journal of Accounting and Banking Students´ Journal of Economic and Management Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Proceeding SENDI_U KEUNIS SEIKO : Journal of Management & Business CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan (JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jambura Early Childhood Education Journal Journal of Management - Small and Medium Enterprises (SME's) Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Devotion: Journal of Research and Community Service AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Global Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Transekonomika : Akuntansi, Bisnis dan Keuangan Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya Parsimonia: Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Bisnis EPIGRAM (e-journal) Journal of Applied Sciences in Accounting, Finance, and Tax Industrial Research Workshop and National Seminar BHAKTI PERSADA Jurnal Aplikasi IPTEKS (Journal of Applied Sciences and Technology) Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Berita Kedokteran Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Intisabi Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman Dan Pendidikan Moneta : Journal of Economics and Finance Jurnal Komunikasi Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

PERLINDUNGAN KONSUMEN MELALUI KONTROL SOSIAL FORMAL DAN INFORMAL Ida Nurhayati; Elisabeth Yance M.
Ekonomi & Bisnis Vol 10 No 1 (2011): Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v10i1.477

Abstract

Abstrak Upaya pemberdayaan konsumen adalah sangat penting, karena tidak mudah mengharapkan kesadaran pelaku usaha yang pada dasarnya prinsip ekonomi pelaku usaha adalah mendapat keuntungan yang semaksimal mungkin dengan modal seminimal mungkin. Di sisi lain, kondisi dan fenomena tersebut dapat mengakibatkan kedudukan pelaku uasaha dan konsumen menjadi tidak seimbang dan konsumen berada pada posisi yang lemah. Untuk meningkatkan harkat dan martabat konsumen perlu peningkatan kesadaran, pengetahuan, kepedulian, kemampuan, dan kemandirian konsumen untuk melindungi dirinya serta menumbuh kembangkan sikap pelaku usaha yang bertanggungjawab. Di Indonesia, dengan berlakunya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) No 8 Tahun 1999, maka sejak 20 April 2000, baik melalui negosiasi ataupun melalui LPSK persoalan pelanggaran konsumen dapat diselesiakan. Oleh karena itu atas dasar kondisi tersebut, maka perlu upaya pemberdayaan konsumen melalui undang-undang yang dapat melindungi kepentingan konsumen secara integratif dan komprehensif serta dapat diterapkan secara efektif di masyarakat sehingga perlindungan terhadap konsumen yaitu masyarakat Indonesia dapat terwujud. Key words: perlindungan, konsumen,kontrol sosial
PELANGGARAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM PERBANKAN SEBAGAI BAGIAN DARI WHITE COLLAR CRIME Ida Nurhayati; Elisabeth Yanshe Metekohy
Epigram Vol 14 No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1825.054 KB) | DOI: 10.32722/epi.v14i1.964

Abstract

AbstrakPenelitian ini sebagai bagian kecil dari disertasi yang membahas tentang Kejahatan Perbankan Dalam Perspektif Kriminologi, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik nalisa menggunakan sebagian dari dimensi perilaku kejahatan Clinard-Quinney, yang terdiri dari 2 (dua) dari 5 (lima) dimensi perilaku kejahatan. Pelanggaran prinsip Good Corporate Governance dalam perbankan merupakan salah satu bentuk dari white collar crime, seperti dikemukakan oleh Sutherland, karena ciri-ciri yang dikemukakan telah terpenuhi oleh para pelakunya. Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 Tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Hasilnya, dalam rangka menghadapi kompleksnya risiko, untuk meningkatkan kinerja, melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat dalam perbankan (stakeholders), kepatuhan terhadap perundang-undangan, serta nilai-nilai etika perbankan. Dalam keadaan seperti ini, hampir setiap bentuk kejahatan di dalam korporasi dapat terjadi. Eksekutif korporasi pada tataran tinggi dapat mengelak dari tanggung jawab dengan dalih bahwa cara-cara tidak sah dalam mencapai tujuan korporasi yang dirumuskan secara umum sudah merupakan sarana yang tersedia tanpa dapat dikendalikannya.Kata kunci: Prinsip Good Corporate Governance, Perbankan, White Collar Crime
PELANGGARAN ETIKA PROFESI BANKIR DALAM DIMENSI KEJAHATAN PERBANKAN Ida Nurhayati; Rita Farida
Epigram Vol 15 No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.164 KB) | DOI: 10.32722/epi.v15i1.1221

Abstract

Abstract This research is part of my dissertation that discusses ethical violations including banking crimes, which are subtle (criminogenic). This study aims to explain that ethics can be used as a guideline in running banking activities in addition to the legal regulations that accompany banking activities. This research uses a qualitative approach using a model put forward by Graaf-Huberts (2008) that is "Monster Grid". Violation of ethics in banking crime is one form of white collar crime, as proposed by Sutherland, because the characteristics presented have been met by the perpetrators. First, the perpetrators all feel guilty, because such work has been long and repeatedly done. Second, they feel no harm to customers / community. Stay in good relationship with the victim, in this case the client. In this study, only to the point why ethics can be used as guidance in running the profession of bankers ?. This can happen, among others, because: 1.Lemahnya internal supervision; 2. Supervision should be integrated with non-formal factors, such as lifestyle factors, association, and community culture; 3. Not strictly adhered to with full awareness of the principles of professional code of ethics, because it is only the Principle of Bankers Code of Conduct. Keywords: dimension, banking crime, criminigenic Abstrak Penelitian ini bagian dari disertasi saya yang membahas tentang pelanggaran etika termasuk kejahatan perbankan, yang bersifat halus (criminogenic). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa etika dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan kegiatan perbankan selain peraturan hukum yang menyertai kegiatan perbankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan model yang dikemukakan oleh Graaf-Huberts (2008) yaitu “Monster Grid”. Pelanggaran etika dalam kejahatan perbankan merupakan salah satu bentuk dari white collar crime, seperti dikemukakan oleh Sutherland (, karena ciri-ciri yang dikemukakan telah terpenuhi oleh para pelakunya. Pertama, para pelaku semuanya merasa tidak bersalah, karena pekerjaan seperti itu telah lama dan berulang kali dilakukan. Kedua, mereka merasa tidak merugikan nasabah/masyarakat.Tetap berhubungan baik dengan korbannya, dalam hal ini nasabahnya. Pada penelitian ini, hanya sampai pada sebab mengapa etika dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan profesi bankir?. Hal tersebut  dapat terjadi antara lain, karena: 1.Lemahnya pengawasan internal; 2. Pengawasan sebaiknya terintegrasi dengan faktor-faktor non formal, misalnya faktor gaya hidup, pergaulan, dan budaya masyarakat; 3. Belum ditaati secara ketat dengan penuh kesadaran prinsip-prinsip kode etik profesinya, karena hanya bersifat Prinsip Kode Etik Bankir. Keywords : dimensi, kejahatan perbankan, criminogenic PELANGGARAN ETIKA PROFESI BANKIR DALAM DIMENSI KEJAHATAN PERBANKAN Ida Nurhayati1 dan Rita Farida21Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Jakarta 2Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri JakartaEmail : 1ida.nurhayati@akuntansi.pnj.ac.id Abstract This research is part of my dissertation that discusses ethical violations including banking crimes, which are subtle (criminogenic). This study aims to explain that ethics can be used as a guideline in running banking activities in addition to the legal regulations that accompany banking activities. This research uses a qualitative approach using a model put forward by Graaf-Huberts (2008) that is "Monster Grid". Violation of ethics in banking crime is one form of white collar crime, as proposed by Sutherland, because the characteristics presented have been met by the perpetrators. First, the perpetrators all feel guilty, because such work has been long and repeatedly done. Second, they feel no harm to customers / community. Stay in good relationship with the victim, in this case the client. In this study, only to the point why ethics can be used as guidance in running the profession of bankers ?. This can happen, among others, because: 1.Lemahnya internal supervision; 2. Supervision should be integrated with non-formal factors, such as lifestyle factors, association, and community culture; 3. Not strictly adhered to with full awareness of the principles of professional code of ethics, because it is only the Principle of Bankers Code of Conduct. Keywords: dimension, banking crime, criminigenic Abstrak Penelitian ini bagian dari disertasi saya yang membahas tentang pelanggaran etika termasuk kejahatan perbankan, yang bersifat halus (criminogenic). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa etika dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan kegiatan perbankan selain peraturan hukum yang menyertai kegiatan perbankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan model yang dikemukakan oleh Graaf-Huberts (2008) yaitu “Monster Grid”. Pelanggaran etika dalam kejahatan perbankan merupakan salah satu bentuk dari white collar crime, seperti dikemukakan oleh Sutherland (, karena ciri-ciri yang dikemukakan telah terpenuhi oleh para pelakunya. Pertama, para pelaku semuanya merasa tidak bersalah, karena pekerjaan seperti itu telah lama dan berulang kali dilakukan. Kedua, mereka merasa tidak merugikan nasabah/masyarakat.Tetap berhubungan baik dengan korbannya, dalam hal ini nasabahnya. Pada penelitian ini, hanya sampai pada sebab mengapa etika dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan profesi bankir?. Hal tersebut  dapat terjadi antara lain, karena: 1.Lemahnya pengawasan internal; 2. Pengawasan sebaiknya terintegrasi dengan faktor-faktor non formal, misalnya faktor gaya hidup, pergaulan, dan budaya masyarakat; 3. Belum ditaati secara ketat dengan penuh kesadaran prinsip-prinsip kode etik profesinya, karena hanya bersifat Prinsip Kode Etik Bankir. Keywords : dimensi, kejahatan perbankan, criminogenic
Analisis Dampak Penerapan PSAK 73 Atas Sewa Terhadap Kinerja Keuangan Pada Industri Manufaktur, Pertambangan dan Jasa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 Amelia Safitri; Utami Puji Lestari; Ida Nurhayati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.768 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1447

Abstract

IFRS 16 merupakan standar akuntansi sewa terbaru yang akan diadopsi oleh PSAK 73 di Indonesia. Dalam PSAK 73 mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas sewa khususnya bagi penyewa dengan hanya memperbolehkan mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan sehingga aset dan liabilitas atas transaksi sewa diakui dalam laporan posisi keuangan, terdapat pengecualian opsional untuk sewa jangka-pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak penerapan PSAK 73 atas sewa terhadap penilaian kinerja keuangan perusahaan dengan rasio keuangan. Sampel dalam penelitian ini adalah sembilan perusahaan dari masing-masing tiga perusahaan pada industri manufaktur, pertambangan dan jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018. Penelitian ini menggunakan model kapitalisasi konstruktif sewa yang dikembangkan oleh Imhoff, Lipe dan Wright (1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kapitalisasi sewa terbesar terjadi pada industri jasa kemudian disusul oleh industri pertambangan dan manufaktur dengan rata-rata kenaikan dari Debt to Asset (DAR), Debt to Equity (DER) dan penurunan dari Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE).
TANTANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID 19 Ida Nurhayati; Anis Rosyidah; Yogi Widiawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi virus Corona tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan, virus yang dikenal sebagai Covid-19 ini telah menimbulkan masalah di sektor lainnya seperti sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus Corona telah membuat pelaku UMKM di Indonesia mulai menurun.. Di desa Tegal ini, usaha bakso yang diolah dengan peralatan yang sudah mengenal teknologi, meskipun masih sederhana, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, sehingga akan menaikkan pendapatan. Usaha bakso ini sangat diminati warga desa Tegal, namun dengan keterbatasan keterampilan, modal, dan keahlian lainnya, maka melalui kegiatan pelatihan, pendampingan pembuatan bakso, pengemasan, pemasaran secara online, dan pembukuan usaha diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masayarakat di masa pendemi covid19 ini. Metode dilakukan pelatihan dan praktik oleh ahli dan berpengalaman, yang diikuti oleh warga desa Tegal yang berminat menjadi penghasil dan penjual bakso. Hasilnya mereka dapat berwirausaha berjualan bakso, baik secara matang dan frozen di masa pandemi covid19 ini. Dengan demikian penjadi peluang usaha bagi warga meskipun kondisi pandemi covid 19, sekaligus sebagai bentuk peluang dalam peningkatan pendapatan dan kesempatan untuk berusaha.
Keberadaan Komisaris Independen, Risk Management Comitee, Ukuran Perusahaan dan Pengaruhnya terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management Hardiyanti, Widhian; Nurhayati, Ida; Kartika, Andi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.11 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i12.1338

Abstract

Artikel ini menguji seberapa berpengaruhnya keberadaan komisaris independen, Risk Management Committee (RMC) serta besarnya sebuah perusahaan terhadap pengungkapan enterprise risk management (ERM) di perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2017-2020. Peneiitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdapat pada BEI periode tahun 2017-2020 sebagai populasi. Sedangan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga dipero1eh sebanyak 70 perusahaann. Total sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 280 sampel. Analisis data yang digunakan adalah ana1isis regresi linier berganda dengan alat hitung ap1ikasi SPSS versi 25. Hasi1 penelitian menunjukkan bahwa keberadaan komisaris independen, Risk Management Committee (RMC) dan besarnya sebuah perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan enterprise risk management. Sedangkan secara parsial, komisaris independen dan Risk Management Committee berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan enterprise risk management. Sedangkan Seberapa besar ukuran sebuah perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan enterprise risk management.
Sufism’ Channels of Communication in Contemporary Era Putro, Zaenal Abidin Eko; Nurhayati, Ida; Utami, Pradiptia Wulan
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is widely known that Sufi order group (kelompok tarekat) has grown in many areas of Indonesia since the influx on Islam in archipelago several centuries ago. The religious group is currently still persistence elsewhere in Indonesia until nowadays. Usually, a Sufi order member has a special obligation to recite some sort of Quranic verses given by their Sufi teacher. Generally, the goal they want to achieve by joining sufi order is to calm their mind over worldly problems. Here, this is the importance to look at how they communicate with one another, especially delivering a message from the teacher to the member. In the rising of Islam of the Archipelago discourses (Islam Nusantara) among scholars as well as the undergo modernization within the Muslim community, the existence of the Sufi order needs to be more explained. Data from the research show that the persistent of this group is a result from continuously transferring tenets from the old generation to new generations one. In this regard, it is reasonable to see that channels of communication are very much used in this group so that they could still exist today. This article is steamed from qualitative research aiming at studying channels of communication operated in Sufi order group. Overall, although Sufi order is regarded as a rather traditional group, but its adaptation and adoption to modern communication technology could help it to continue its existence until the contemporary era.
Pelatihan Associate Certified Public Accountant pada Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta Nurhayati, Ida; Putri Rokhimah, Zulaika; Rona Makom, Maharani; Al farizi, Musyafa; Eviyanti, Novitasari
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.755 KB) | DOI: 10.51577/globalabdimas.v1i1.84

Abstract

Salah satu profesi yang dituntut untuk bersaing di era global adalah profesi akuntan. Akuntan memiliki peran yang sentral dalam entitas bisnis. Ikatan Akuntan Publik Indonesia menyelenggarakan ujian profesi akuntan publik yang disebut juga “CPA of Indonesia Exam” sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Republik Indonesia. CPA of Indonesia Exam dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: Ujian Tingkat Dasar (A-CPA), Ujian Tingkat Profesional (CPA) dan Ujian penilaian kompetensi rekan perikatan audit. Kegiatan telah dilaksanakan dengan lancar pada tanggal 27 Februari 2021 mulai pukul 13.00 – 17.30 WIB. Kegiatan dilakukan secara daring mengingat masih berlakunya keadaan tanggap darurat Covid-19 yang berlaku di daerah Istimewa Yogyakarta. Dari 70 peserta yang dijadwalkan mengikuti kegiatan, terdapat dua peserta yang tidak dapat mengikuti kegiatan secara penuh. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pre-test, motivasi, empat pokok bahasan, latihan soal dan post-test. Berdasarkan hasil dari pre test dan post test yang diberikan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan dan pengamatan selama kegiatan pelatihan A-CPA berlangsung memberikan beberapa hasil. Pertama, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa UST Yogyakarta tentang materi ujian tingkat dasar (A-CPA). Kedua, meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri mahasiswa dalam ujian kompetensi rekan perikatan audit.
Does Math Anxiety Influence Students’ Self-Regulated Learning? A Predictive Relationship Study at Two Vocational Schools at Bandung Regency Nurhayati, Ida; Akbar, Muhamad Fijar Rotul; Putra, Harry Dwi; Fitriani, Nelly
(JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Vol. 7 No. 3 (2024): VOLUME 7 NUMBER 3, SEPTEMBER 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jiml.v7i3.21547

Abstract

While mathematics is immensely imperative and regarded as a fundamental subject serving as one of the graduation requirements at every level of education in Indonesia, including vocational schools, adverse perceptions associated with it as a challenging subject are deeply ingrained in society, particularly among students. Despite there is a wealth of research exploring math anxiety and elf-regulated learning, a discernible gap exists in the literature, specifically within the Indonesian context, particularly among Vocational Students in the Bandung area. This research aims to explore the predictive relationship between math anxiety and students' self-regulated learning within the context of vocational education. Employing linear regression statistical analysis, and survey data collection method, this quantitative study involved 99 participants from two vocational schools in Bandung Regency. The results indicate a statistically significant impact of math anxiety on students' self-regulated learning. However, it's noteworthy that the degree of correlation is considered low. Furthermore, no significant differences were identified concerning variables such as age, sex, streaming, and class level. These findings contribute to the understanding of the dynamics between math anxiety and self-regulated learning, particularly within the context of vocational education in the Bandung region, and can serve as a valuable insight for future research in similar topics.
MENAKAR PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN INDUSRI BERKELANJUTAN Putro, Moh. Zaenal Abidin Eko; Nurhayati, Ida
Parsimonia - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 11 No 2 (2024): Parsimonia: Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/parsimonia.v11i2.1045

Abstract

The local community's ongoing agreement regarding plans to establish industries, as well as ongoing industries, certainly raises sociological and anthropological questions, namely what kind of relationship between the two, industry and society, has occurred so far. The most obvious case in this case can refer to the rejection of the people of Rempang Island, Batam City towards the plan to build Rempang Eco City, last September 2023. Seen from the perspective of the academic world, the problem of disharmony between the industrial world and local communities is important, apart from focusing on the relationship between the academic world and the industrial world. This paper with a desk research approach aims to describe the disharmonious relationship between the local community and the corporate community or the industrial world, looking for the root of the problem of rejection of investment and what offers universities can provide to the phenomenon of disharmony between the local community and the industrial world. The results of this research show that the implementation of a social permit to operate (SLO) is one of the agreements made to reconcile relations between local communities and investment and industry. In an effort to popularize SLO as a solution to the parameters of the relationship between the industrial world and local communities, the role of universities is very necessary.
Co-Authors 03.05.52.0069 Umi Kulsum 07.05.52.0022 Agus Suprapto 07.05.52.0151 Lois Fransnawati Stefanus 08.05.52.0045 Lena Rohayati 08.05.52.0145 Iin Ariani 09.05.52.0108 Anita Eviana 09.05.52.0149 Andhika Putri Pratiwi 10.05.52.0007 Ermi Astutik 10.05.52.0048 Mita Rachmawati 10.05.52.0053 Listiyani 10.05.52.0054 Savina Pravasti Rimawan 10.05.52.0163 Dhenadia Nandhita 10.05.52.0193 Irawan Endhardianto 11.05.52.0023 Muhamad Rizal Firmansah, 11.05.52.0023 11.05.52.0139 Ninik Widyawati, 11.05.52.0139 11.05.52.0181 Wahyu Putra Wicaksana, 11.05.52.0181 12.05.52.0074 Seli Theresia Wantania, 12.05.52.0074 12.05.52.0128 Ersita Damayanti, 12.05.52.0128 12.05.52.0130 Isselia Naftali Erfiyanto, 12.05.52.0130 Achmad Badjuri Agung Hidayat Qisthie, 13.05.52.0122 Agung Hidayat Qisthie, 13.05.52.0122 Ainunnisa, Swa Zulfa Akbar, Muhamad Fijar Rotul Al Farizi, Musyafa Amelia Safitri Anis Rosyidah Annisa Resty Amalia, 12.05.52.0087 Annisa Resty Amalia, 12.05.52.0087 Ardiyanti Pratika, Aristi Ari Tanjung Noor, 15.05.52.0292 Arianti Exi Cahyawati, Fernia Arrezqi, Misbakhul Arumsari, Vita Arzania, Nauril Atika Dwi Astuti, 13.05.52.0137 Atika Dwi Astuti, 13.05.52.0137 bahrudin, ahmad ghulam Bambang Sudiyatno Batara Daniel Bagana Bidhari, Sandhika Cipta Cahyani Nuswandari Christina D C M, 14.05.52.0038 Christina D C M, 14.05.52.0038 Cittadila Prila Kartini, 14.05.52.0163 Desfauza, Evi Desi Yuni Pratiwi, 13.05.52.0064 Desi Yuni Pratiwi, 13.05.52.0064 Dhian Septiara, 14.05.52.0136 Dhian Septiara, 14.05.52.0136 Dinda Puspitasari, 13.05.52.0045 Dinda Puspitasari, 13.05.52.0045 Diyan Kurnia Puspita Saputri, 14.05.52.0158 Doni Dharmawan Anjasmara Putra, 15.05.52.0058 Dwi setiyawan, 15.05.52.0111 Dwi Wina Adani Dwicahyu, Ade Indah Elen Puspitasari Elisabeth Y Metekohy Elisabeth Y.M. Elisabeth Yance M. Elisabeth Yance M. Elisabeth Yanshe Metekohy Ema Lisa Hs Ningrum, 12.05.52.0055 Ema Lisa Hs Ningrum, 12.05.52.0055 Eviyanti, Novitasari Fadilah, Yulhita Nur Febrina Indrasari Hardiyanti, Widhian Harry Dwi Putra, Harry Dwi Hasan Abdul Rozak Hasanah, Amalia Uswatun Iis Mariam Irianti, Evi Irmawati Irmawati Iwan Budiyono, Iwan Kartika Andi Karyanti, Tutik Dwi Khusnul Faizin, 12.05.52.0126 Kurniasih, Neng Lastari, Lastari Lestari, Firda Lestari, Utami Puji Listyorini Wahyu Widati Lucky Aryo Prabowo, 13.05.52.0167 Lucky Aryo Prabowo, 13.05.52.0167 Mahdiah Mahdiah Marsita Prasetyana, 13.05.52.0202 Marsita Prasetyana, 13.05.52.0202 Maryono . Miedya Wulansari, 13.05.52.0219 Miedya Wulansari, 13.05.52.0219 Mirati, Elly Mirati, R. Elly Moh Zaenal Abidin Eko Putro Muhammad Ridwan, 14.05.52.0125 Nasution, Zuraidah Nelly Fitriani, Nelly Nining Latianingsih Nobita Sugiarto, 13.05.52.0039 Nobita Sugiarto, 13.05.52.0039 Novi Perwitasari, 15.05.52.0063 Novita Suryaningsih, 14.05.52.0110 Novita Suryaningsih, 14.05.52.0110 Novrian Puji Hartanto, 14.05.52.0300 Novrian Puji Hartanto, 14.05.52.0300 Nugraha, Nyata Nurul Hidayah, 12.05.52.0078 Nurul Hidayah, 12.05.52.0078 Nurul Hidayanti, 14.05.52.0149 Nurul Hidayanti, 14.05.52.0149 Nurul Khikmah, 11.05.52.0195 Nurul Khikmah, 11.05.52.0195 Pancawati Hardiningsih Patricia Gladys Perdianti, 14.05.52.0040 Poerwati, Rr Tjahjaning Prabowo, Adia Adi Pratama, Arizal Putra Pratiwi, Prisma Laras Puruhitasari, Iryana Putro, Moh. Zaenal Abidin Eko Rahmat Hidayat Ratna Zahara Retnowulan, 13.05.52.0007 Retnowulan, 13.05.52.0007 Rimenda, Tetty Rita Farida Rokhimah, Zulaika Putri Rona Makom, Maharani Rr. Tjahjaning Poerwati Sai’in, Ali Sai’in, Ali Samani Sapta, Andriyan Eka Sekar Arum, Putri Farah Setyorini, Fany Shelly Elinda Maulidina, 14.05.52.0152 Shelly Elinda Maulidina, 14.05.52.0152 Sonjaya, Iwan Sri Sudarsi Susi Susanti Titiek Suwarti Tjahjaning Poerwati Utami, Pradiptia Wulan Vidyasari, Rahmanita Wahyu Meiranto Warda, Eliza Wardana, Yanuar Wendy yanto, Efri Yogi Widiawati Yulia Dini Hakiki, 15.05.52.0315 Yuni Susianti, 12.05.52.0044 Yuni Susianti, 12.05.52.0044 Yusuf Hidayat Yusuf Hidayat Zulhaida Lubis