Gunawan Dwi Haryadi
Department Of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 85 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEGAGALAN POROS HYDRAULIC POWER UNIT (HPU) PADA POMPA HYDRAULIC AXIAL 1000 LPS Mhd. Brian Awiruddin; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Peranan utama dalam transmisi seperti itu dipegang oleh Poros. Poros ini mendapat beban puntir murni atau puntir dan lentur. Poros dalam sebuah mesin berfungsi untuk meneruskan tenaga melalui putaran mesin. Sistem Pompa Hydraulic Axial 1000 LPS yang terdapat di PT. Adhirajasa Bangun Mandiri berfungsi untuk memindahkan air banjir yang ada di Kota Semarang menuju Banjir Kanal Timur untuk diteruskan dibuang menuju laut. Salah satu komponen dari sistem Hydraulic Axial Pump 1000 LPS adalah Poros, dimana komponen ini mengalami kegagalan berupa patah di pangkal Poros Hydraulic Power Unit (HPU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kegagalan poros HPU dengan melakukan beberapa metode seperti pengujian visual, pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, dan pengujian kekerasan. Hasil pengamatan visual menunjukkan kegagalan yang dialami poros HPU adalah kegagalan fatik dikarenakan tidak ada deformasi plastis yang signifikan serta serangkaian beach marks pada permukaan retak yang menunjukkan perambatan retak. Dari pengujian komposisi kimia, poros HPU memenuhi standar material AISI 4140. Dari hasil pengujian metalografi menunjukan material berfasa perlit dan martensit. Hasil pengujian kekerasan menunjukan nilai kekerasan rata-rata 295 HV pada bagian initial crack.  
PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT TERHADAP PENGELASAN SMAW PADA MATERIAL AISI 1045 TERHADAP LAJU KOROSI DI AIR LAUT Nurul Widiyanto; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dengan luas wilayah yang didominasi oleh lautan, tentu diperlukannya sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat. Salah satu material yang banyak digunakan untuk konstruksi tersebut adalah baja AISI 1045. Luasnya penggunaan pengelasan karena biayanya lebih terjangkau dan pelaksanaannya yang relatif lebih cepat. Namun dalam proses pengelasan, bagian yang dilas menerima siklus pemanasan setempat dan selama proses berjalan, suhunya berubah, sehingga distribusi suhu tidak merata. Tegangan sisa akibat pengelasan akan mengurangi umur pakai material karena akan memicu atau mempercepat timbulnya korosi. Tujuan penelitian ini dilakukan, untuk mengetahui laju korosi dan nilai kekerasan pada material uji tanpa post weld heat treatment dengan spesimen uji lainnya yang diberikan variasi suhu post weld heat treatment 400°, 500°, 600° dengan holding time masing-masing 1, 2, dan 4 jam. Metode yang digunakan dalam pengujian laju korosi adalah elektrokimia, sesuai standar ASTM G102-89, 2015 dan metode kekerasan vickers sesuai standar ASTM E92. Dari hasil penelitian spesimen uji non post weld heat treatment memiliki nilai laju korosi yang paling tinggi yaitu 0,3040 mmpy; 0,3098 mmpy; dan 0,3066 mmpy. Sedangkan spesimen uji dengan post weld heat treatment variasi suhu 600° dan holding time 4 jam memiliki nilai laju korosi paling rendah yaitu adalah 0,1292 mmpy; 0,1256 mmpy; dan 0,1278 mmpy. Nilai rata-rata kekerasan pada daerah weld metal, HAZ, dan base metal yang paling tinggi yaitu pada variasi non post weld heat treatment dengan nilai kekerasan berurutan sebesar 228 HV, 391 HV, dan 333 HV. Sedangkan nilai kekerasan terendah yaitu pada variasi post weld heat treatment 600° dan holding time 4 jam, dengan nilai rata-rata kekerasan berurutan pada daerah weld metal, HAZ, dan base metal yaitu 155 HV, 239 HV, dan 217 HV.
Pemindaian 3D Telapak Kaki dan Cara Menghasilkan Koordinat Konturnya untuk Keperluan Perancangan Sepatu Ortotik Wibowo, Dwi Basuki; Haryadi, Gunawan Dwi; Saputra, Eko
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2435

Abstract

Pemindaian 3D telah banyak diterapkan di berbagai bidang kedokteran, forensic, anthropology, anthropometry, topography, hingga reverse engineering. Penelitian ini mengkaji pemindaian 3D telapak kaki dan cara menghasilkan koordinat kontur xyz–nya. Alat pemindai yang digunakan adalah 3D scanner for foot orthotic buatan Vismach Technology China yang dilengkapi software untuk menghasilkan luaran berekstensi standard dxf/stl/wrl/obj/ply/asc. Koordinat kontur xyz diperoleh dari software AutoCAD dan MS Excel yang sudah terdapat coding khusus untuk membaca koordinat dari file AutoCAD. Struktur data koordinat xyz di MS Excel berbentuk baris pertama menyatakan ujung jari jempol dan baris terakhir menyatakan ujung tumit. Dari hasil koordinat ini evaluasi panjang dan lebar telapak kaki, menentukan ukuran sepatu, mendesain sepatu orthotic bagi penderita flat foot dan calcanea spur, dan pembagian area telapak kaki untuk pengukuran beban menjadi mudah dilakukan. Disamping itu luaran scanner berbentuk 3D mesh dan citra berekstensi stl bermanfaat dalam memodelkan kontak telapak kaki menggunakan MEH serta merancangbangun prototype sol sepatu dengan bantuan software SOLIDWORKS dan Rhinoceros.
Pengaruh Variasi Temperatur Quenching Dan Media Pendingin Terhadap Tingkat Kekerasan Baja AISI 1045 Haryadi, Gunawan Dwi; Utomo, Angelius Fredy; Ekaputra, I Made Wicaksana
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2633

Abstract

Baja AISI 1045 merupakan baja yang memiliki kadar karbon sebesar 0,45%. Baja jenis ini banyak digunakan pada komponen kendaraan sepeda motor seperti: roda gigi, poros, dan bantalan. Pada penerapannya, baja sering mengalami keausan akibat dari gesekan dan tekanan. Untuk menjaga agar umur baja lebih tahan lama terhadap gesekan maka perlu dilakukan perlakuan panas quenching. Perlakuan panas quenching ini sangat berperan penting dalam upaya meningkatkan sifat mekanik yang terdapat pada baja AISI 1045. Perlakuan panas quenching yang digunakan pada penelitian ini yaitu 800oC, 850oC, dan 900oC holding time selama 25 menit dengan menggunakan media pendingin air dan oli SAE 20W-50. Hasil beberapa data pengujian selanjutnya diolah dan dibandingkan tingkat kekerasan pada setiap variasi temperatur. Data yang diperoleh dari pengujian kekerasan Vickers (HV) sangat bervariasi. Pada baja AISI 1045 tanpa perlakuan (raw material) didapat nilai rata-rata kekerasan sebesar 202,78 HV. Selanjutnya nilai rata-rata kekerasan dengan media pendingin air pada temperatur 800oC sebesar 398,48 HV, 850oC sebesar 457,02 HV, dan 900oC sebesar 496,42 HV. Berikutnya, nilai rata-rata kekerasan dengan media pendingin oli SAE 20W-50 pada temperatur 800oC sebesar 252,87 HV, 850oC sebesar 402,55 HV, dan 900oC sebesar 476,92 HV. Nilai kekerasan optimal pada baja AISI 1045 terdapat pada suhu 900oC dengan media pendingin jenis air sedangkan nilai kekerasan paling rendah terdapat pada baja tanpa perlakuan (raw material).
ANALISIS SEM DAN KEGAGALAN POROS HYDRAULIC POWER UNIT PADA SISTEM POMPA HYDRAULIC AXIAL BERKAPASITAS 1000 LPS Juan Pratama Anandika; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Peranan utama dalam transmisi seperti itu dipegang oleh Poros. Poros ini mendapat beban puntir murni atau puntir dan lentur. Poros dalam sebuah mesin berfungsi untuk meneruskan tenaga melalui putaran mesin. Sistem Pompa Hydraulic Axial 1000 LPS yang terdapat di PT. Adhirajasa Bangun Mandiri berfungsi untuk memindahkan air banjir yang ada di Kota Semarang menuju Banjir Kanal Timur untuk diteruskan dibuang menuju laut. Salah satu komponen dari sistem Hydraulic Axial Pump 1000 LPS adalah Poros, dimana komponen ini mengalami kegagalan berupa patah di pangkal Poros Hydraulic Power Unit (HPU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kegagalan poros HPU dengan melakukan beberapa metode seperti pengujian visual, pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, pengujian kekerasan, dan pengujian SEM. Hasil pengamatan visual menunjukkan kegagalan yang dialami poros HPU adalah kegagalan fatik dikarenakan tidak ada deformasi plastis yang signifikan serta serangskaian beach marks pada permukaan retak yang menunjukkan perambatan retak. Dari pengujian komposisi kimia, poros HPU memenuhi standar material AISI 4140. Dari hasil pengujian metalografi menunjukan material berfasa perlit dan martensit. Hasil pengujian kekerasan menunjukan nilai kekerasan rata-rata 295 HV pada bagian initial crack. Hasil pengujian SEM mendukung bahwa kegagalan poros tidak diakibatkan oleh struktur dan sifat material.
ANALISA RELIABILITY DAN KEANDALAN KOMPONEN KRITIS MENGGUNAKAN METODE WEIBULL DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA HYDRAULIC AXIAL PUMP BERKAPASITAS 250 LPS Arya Erlangga; Gunawan Dwi Haryadi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin dikatakan ideal pada prinsipnya apabila seluruh energi yang dihasilkan dapat diubah menjadi kerja. Walaupun demikian tidak ada yang ideal dari hasil rancangan manusia karena sebagian energi akan terbuang menjadi bentuk energi yang lain, salah satunya dalam bentuk getaran mekanik. Saat ini mesin-mesin modern dirancang untuk berjalan secara otomatis, dan pada umumnya mesin-mesin tersebut beroperasi pada putaran ataupun kecepatan tinggi, dimana getaran yang timbul merupakan getaran dengan frekuensi tinggi dan tidak lagi dapat dirasakan oleh indra manusia. Salah satu mesin mekanis yang beroperasi pada putaran tinggi adalah pompa. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui keandalan dari setiap komponen kerusakan pada pompa. Fault Tree Analysis adalah metode yang tepat untuk menentukan penyebab kerusakan, kemudian menggunakan metode distribusi kerusakan untuk menentukan tingkat kegagalan atau kerusakan dari pola data yang terbentuk. Hasil yang diperoleh dari pengujian pompa dengan kapasitas 250 liter per detik terdapat tujuh komponen kritis dengan nilai keandalan (reliability) dan MTTF, beberapa daintaranya yaitu hose – AP.250.83 dan AP.250.84 adalah 53,49% pada 764,508 jam, hose – AP.250.85 dan AP.250.86 adalah 54,00% pada 980,08 jam. Sehingga dapat ditentukan jadwal periodic maintenance komponen-komponen pompa tersebut.
ANALISIS KEGAGALAN PADA CONNECTING ROD SEPEDA MOTOR KAPASITAS 97 CC Yonathan Jalu Bagaskara; Sri Nugroho; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Connecting rod dalam sepeda motor merupakan komponen penting dalam kendaraan, dimana connecting rod digunakan sebagai penghubung antara psiton dengan poros engkol untuk meneruskan gaya dari piston ke poros engkol. Pada penelitian ini connecting rod mengalami kegagalan berupa bengkok sehingga akan dilakukan beberapa pengujian untuk menganalisis mekanisme dan penyebab dari kegagalan tersebut. Pengujian yang dilakukan yaitu pengamatan visual, pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, pengujian kekerasan dan simulasi FEM. Hasil pengamatan visual menunjukkan kegagalan yang dialami connecting rod berupa bengkok dan ada sedikit retakan pada bagian bawah small end. Dari pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa material yang digunakan adalah baja AISI 4130 dimana baja ini merupakan baja paduan rendah. Struktur mikro yang terbentuk adalah fasa ferit dan perlit pada bagian yang gagal dan martensit pada bagian yang jauh dari bagian gagal, dikarenakan oli pada mesin habis sehingga tidak ada pelumas dan pendingin sehingga suhu naik dan menyebabkan connecting rod mengalami penurunan nilai kekersan, hasil pengujian kekerasan menunjukkan jika material memiliki kekerasan rata-rata 500 HV pada bagian yang jauh dari gagal dan 350 HV pada bagian yang gagal hal ini membuktikan bahwa penyebab utama kegagalan pada connecting rod adalah menurunnya nilai kekerasan. Pada hasil simulasi FEM menunjukkan bahwa deformasi total akibat mekanisme gerak mesin berada pada bagian yang mengalami gagal hal ini juga mendukung kenapa connecting rod dapat mengalami kegagalan.
Analisis Reliability Komponen Kritis dengan Metode Perhitungan Lifetime Prediction dan Fault Tree Analysis pada Pompa Hydraulic Axial 250 LPS Ikhsan Aresy; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir menjadi suatu permasalahan umum yang dihadapi oleh kota-kota besar di Negara Indonesia dan salah satunya adalah Kota Semarang. Masalah di Kota Semarang terutama di pinggiran mulai dari Kaligawe sampai Genuk yaitu banjir rob, atau masuknya air laut yang menggenangi daratan secara berkala, bahkan permanen serta  dikarenakan genangan yang cukup lama. Rumah pompa merupakan suatu fasilitas yang dibutuhkan untuk mengatasi dan menanggulangi banjir. Salah satu pompa yang digunakan pada Rumah Pompa Banjardowo, Genuk, Kota Semarang yaitu pompa jenis Hydraulic Axial Pump berkapasitas 250 liter per detik. Oleh karena itu, pompa memiliki peranan yang besar dan penting untuk menanggulangi masalah banjir. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari setiap komponen kerusakkan pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode distribusi kerusakkan serta fault tree analysis digunakan untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah tujuh komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.250.83 adalah 54,39% pada 786,191 jam, hose – AP.250.84 adalah 54,39% pada 786,191 jam, hose – AP.250.85 adalah 55,78% pada 943,167 jam, hose – AP.250.86 adalah 55,78% pada 943,167 jam, Oil Seal– AP.250.70 adalah 49,53% pada 1018 jam, Seal Ring– AP.250.6 adalah 49,53% pada 1018 jam, dan Seal Ring- AP.250.33 adalah 49,53% pada 1018 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
ANALISIS RISIKO KOMPONEN KRITIS HYDRAULIC AXIAL PUMP 2000LPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK BASED INSPECTION (RBI) Glenn Natanael Samudera; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk menaikkan tekanan cairan dari cairan bertekanan rendah ke cairan yang bertekanan tinggi dan juga sebagai penguat laju aliran pada suatu sistem jaringan perpindahan. Dalam menjamin performa suatu pompa bisa beroperasi dengan baik dan optimal diperlukan adanya suatu sistem perawatan yang baik karena kelancaran proses produksi dipengaruhi oleh perawatan yang diterapkan. Perawatan atau yang biasa disebut sebagai maintenance merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi suatu fasilitas (mesin, peralatan, serta sebuah sistem) tetap berada pada kondisi dimana sistem tersebut dapat beroperasi/berfungsi dengan baik yang dilakukan dengan cara membatasi dan menghilangkan kerusakan pada sistem tersebut. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari masing - masing komponen kritis pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode risk based inspection untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah enam komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu pada interval 600 HM jam, o-ring – AP.850.76 adalah 56,84% pada 1826,57 jam, o-ring – AP.850.80 adalah 56,84% pada 1826,57 jam, out ring – AP.850.43 adalah 56,84% pada 1826,57 jam, wear ring – AP.850.44 adalah 56,84% pada 1826,57 jam, bellmouth – AP,850.42 adalah 55,02% pada 2204,11 jam, bearing – AP.850.20 adalah 54,88% pada 2626,83 jam.
CARBON SIZE AND TEMPERATURE EFFECTS TO JIS S45C CARBURIZED STEEL Ekaputra, I Made Wicaksana; Wibisono, Yustinus Akas; Haryadi, Gunawan Dwi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i1.1499

Abstract

Wear on a metal can be naturally found in components that operate in a friction environment, such as in a transmission system. However, it can be a substantial problem when the wear rate is not within the permitted limit. Surface hardening is a popular way to improve surface wear resistance for metals with various parameters that can be controlled during the process. In this study, pack carburizing was conducted for plain carbon steel JIS S45C. The carburizing process is conducted on the steel by varying the carbon size and temperature during the heating process. The carbon size consisted of mesh sizes of 5 and 15. The heating process was conducted for 2 hours at 800oC and 900oC. The carbon media and catalyst used in this study were coconut charcoal and calcium carbonate (CaCO3). In addition, the hardness Vickers test was conducted to evaluate the surface hardness. It was found that the hardness of Vickers increased with an increase in heating temperature and mesh size of carbon.
Co-Authors A.P. Bayu Seno Adhityo Sarwo Nugroho Adibawa, Adham Adhwa Adityo Ristyanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agy Randhiko Al Azis, Bimasakti Sulthan Amrizal, Abdi Gilang Andrea Tri Wibowo Arijanto Arijanto Arya Erlangga Athanasius Soedira Aulia Rahman Berlin, Rilo Billy Boazter Sebastian Siregar Bintang Satria Hartadi Budi Setiyana Butarbutar, Martin Chrisman Chrisman Deivandra Ginanjar Bhakti Deka Setyawan Diwonsyah, Fadel Muhammad Djarot B Darmadi Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Ekaputra, I. M. W. Eko Saputra Farhani, Ilham Fakhri Fidrioza Althaf Ferdinand Fitriyana, Deni Fajar Garry Rahadian Muslim Glenn Natanael Samudera Grandy Yustisio Rizaldi Ginting Haira, Mahmuda Hanif, Dimas Naufal Hanifa, Kana Hanny Widura Septriana Harlian Kadir Heru Danarbroto Hocky Adiatmika Huda Fathu Rohman I Made Wicaksana Ekaputra I.M.W EKAPUTRA Ian Wiharja Ian Yulianti, Ian Ignatius Devin Gunawan Ikhsan Aresy Ismoyo Haryanto Ismoyo Haryanto Jericho Jericho Joga Dharma Setiawan Joshua Misael Juan Pratama Anandika Karomi, Dimas Adib Khoiri Rozi Khoiri Rozi Khoiri Rozi Kim Jeon Korna Ariesta Kustomo, Himawan Kristian Kustomo, Himawan Kristian Lie, Calvin M Rafly Rafiqi Matheus Agung Putra Yoga Mhd. Brian Awiruddin Mochammad Ariyanto Mohammad Fauzan Muhammad Ali Yafi Muhammad Fachry Ramadhany Muhammad Fakhri Aji Pratomo Muhammad Zahran Ramadhan Munadi Munadi Norman Iskandar Norman Iskandar Nurul Widiyanto Ojo Kurdi Pratomo, Muhammad Fakhri Aji Purbonugroho, Hanindhieto Dias Andra Purwiantoro, Arman Rafi Ziyad Akbar Rando Tungga Dewa Reihan Rahmadi Rhyienaldi Hardian Dhammaputra Rifky Ismail Rusaily, A. Wildan Sadrach Othniel David Raja Seon Jin Kim Seon Jin Kim Setyoko, Adi Tri Sianipar, Daniel Sri Nugroho Sri Nugroho Stefanus Prasetyo Sulardjaka Sulardjaka Sumar Hadi Suryo Susanto, Alexander Eka Susilo Adi Widyanto Sutopo, Farrel Rico Alifta Utomo, Angelius Fredy Wahyu Eko Purnomo Waruwu, Kezia Gracelynn Wibisono, Yustinus Akas Yonathan Jalu Bagaskara Yusuf Umardani