Gunawan Dwi Haryadi
Department Of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 85 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT (PWHT) – TEMPERING PADA SAMBUNGAN MEDIUM CARBON STEEL NP-42 DENGAN LAS THERMIT TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Korna Ariesta; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.366 KB)

Abstract

Material baja high carbon merupakan material yang diaplikasikan pada suatu sistem yang memerlukan nilai kekerasan dan ketangguhan yang tinggi. Pada sarana transportasi kereta api, tentunya diperlukan rel baja yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan agar kenyamanan serta keselamatan penumpang selalu terjamin.Salah satu faktor yang harus diperhatikan pada rangkaian baja rel kereta api adalah pada sambungan las. Proses pengelasan yang tidak sesuai akan menyebabkan material menjadi getas akibat pemanasan dan pendinginan yang tidak terkontrol. Hal ini dapat menimbulkan retak pada sambungan tersebut yang dapat membahayakan bagi pengguna kereta api. Oleh sebab itu, diperlukan perlakuan proses Post Weld Heat Treatment (PWHT) untuk mengembalikan kondisi struktur material tersebut. Dalam penelitian post weld heat treatment – tempering ini bertujuan untuk memperbaiki struktur butir akibat adanya tegangan sisa saat pengelasan thermit, selain itu untuk meningkatkan nilai kekerasannya. Baja rel yang digunakan adalah baja NP-42 yang merupakan medium-carbon steel  (0,56%C). Setelah dilakukan proses tempering, didapat nilai kekerasan yang relatif turun, sebagai akibat pemanasan ulang yang diharapkan mampu menurunkan kegetasannya tetapi masih memiliki nilai kekerasan yang tinggi sesuai dengan standar yang berlaku.
EVALUASI SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BIJI KAPUK RANDU BERPENGUAT RESIN POLYESTER DENGAN PEMBANDING BRAKE SHOES DAN BRAKE PAD PABRIKAN Wahyu Eko Purnomo; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.644 KB)

Abstract

Brake is a vehicle component that serves to slow or stop the vehicle comfortably. Composite is a kind of new material engineered consisting of two or more materials where each material properties different from each other both chemical and physical properties and remain separate from each other and the material. In the present study the researchers wanted to know the effect of weight percent polyester that are added to the ash kapok seed as the composite material is applied to the motor vehicle brake shoes in the review of the nature of the wear rate, flexibility, and hardness. From the test results in getting the results of the wear rate is highest in the specimen 3 with a polyester resin composition ratio of the smallest is 7: 3 between ash and polyester resin, while the lowest wear rate is the ratio of specimen 2 7: 9 between ash and polyester resin. Value flexibility composite brake shoes kapok seed is highest in the specimen 1 with the composition ratio of 3: 2 between ash and polyester resin, while the lowest flexibility is a specimen 2 in the ratio of polyester resin compositions, most notably 7: 9 between ash and polyester resin. The highest hardness value is the specimen with composition 7: 9 Abu + Polyester Resin is 78.62 HV. While most low hardness values are specimens with composition 5: 3 Abu + Polyester Resin is 67.21 HV.
PENGARUH PROSES NORMALIZING TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN LAS THERMITE BAJA NP-42 Adhityo Sarwo Nugroho; Gunawan Dwi Haryadi; Agus Tri Hardjuno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.056 KB)

Abstract

Sambungan pada rel kereta api atau disebut baja NP-42 merupakan salah satu faktor penting dalam kenyamanan perjalanan kereta api. Oleh karena itu dibutuhkan metode penyambungan yang tepat untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Metode yang digunakan dalam penyambungan baja NP-42 yaitu dengan proses pengelasan thermite.Hasil pengelasan dari kedua sisi bahan baja NP-42 menghasilkan tiga daerah utama yaitu daerah logam dasar (base metal), daerah terpengaruh panas (Heat Affected Zone - HAZ), dan daerah logam las (weld metal). Dalam proses pengelasan thermite, bagian sambungan yang di las menerima panas pengelasan setempat dan selama proses berjalan suhunya terus berubah sehingga distribusi menjadi tidak merata. Karena panas tersebut, maka pada bagian terjadi pengembangan thermal, sedangkan bagian yang dingin tidak berubah sehingga terbentuk penghalang pengembangan yang menyebabkan terjadinya peregangan. Akibat peregangan ini akan timbul tegangan tetap yang disebut tegangan sisa. Dari pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa adanya penyetaraan nilai kekerasan dari base metal, HAZ, dan weld metal yang disebakan adanya pengaruh post weld heat treatment normalizing. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah base metal terletak pada temperatur 850 ˚C, kekerasan tertinggi pada daerah HAZ terletak pada temperatur 850˚C, dan kekerasan tertinggi pada daerah weld metal terletak pada temperatur 825 ˚C.
PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT (PWHT) T6 PADA ALUMINIUM ALLOY 6061-O DAN PENGELASAN LONGITUDINAL TUNGSTEN INERT GAS TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO Agy Randhiko; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.435 KB)

Abstract

Penggunaan aluminium paduan di dunia industri pada saat ini terus berkembang pesat karena aluminium memiliki sifat mekanik yang baik, seperti tahan korosi, bobot yang ringan, kekuatan dan kekerasan yang tinggi, serta mampu di daur ulang. Pengelasan merupakan salah satu penyebab terjadinya kegagalan pada sebagian besar komponen di dunia industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro dari Aluminium Alloy 6061-O dengan arah pengelasan tungsten inert gas (TIG) longitudinal yang di-post weld heat treatment (PWHT) ataupun yang tidak di PWHT, kemudian menyimpulkan hasil perubahan sifat mekanik dari material uji. Penelitian ini menggunakan perlakuan panas T6 dengan temperatur solution 520oC dan quenching air dingin, kemudian artificial aging dengan temperatur 175oC dan variasi waktu selama 8 jam, 18 jam, dan 24 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kekuatan tarik material mengalami peningkatan setelah di-PWHT dengan kekuatan tarik tertinggi yaitu PWHT 24 jam sebesar 389.492 MPa, ini lebih besar dari material PWHT 18 jam yaitu 378.021 MPa dan PWHT 8 Jam yaitu 365.294 MPa. Adanya penurunan regangan pada material yang telah di-PWHT 8 jam, 18 jam, dan 24 jam masing-masing sebesar 5.9%, 2.4%, dan 3.2%. Nilai kekerasan mengalami peningkatan setelah di-PWHT. PWHT selama 8 jam memiliki nilai kekerasan tertinggi pada daerah heat affected zone (HAZ) yaitu sebesar 109.7 Hv. Sedangkan material pengelasan tanpa PWHT dan PWHT 8 jam dan 24 jam masing-masing hanya memiliki nilai kekerasan tertinggi 81.4 Hv, 100.2 Hv, dan 104.7 Hv. Dari gambar struktur mikro terlihat adanya perbedaan struktur butir, material tanpa PWHT memiliki ukuran butir yang lebih besar dibanding material yang di-PWHT. Mg2Si banyak terbentuk pada material yang telah di-PWHT. PWHT T6 sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik dari material pengelasan Al 6061-O. Proses PWHT meningkatkan kekuatan tarik dan nilai kekerasan, tetapi menurunkan sifat elastis dari material. Material PWHT 8 jam memiliki sifat mampu bentuk yang paling baik, sedangkan kekuatan material tertinggi yaitu PWHT selama 24 jam.
ANALISA RISIKO DAN PREDICTION REMAINING LIFETIME PADA PIPA GAS LURUS Ø 14” MENGGUNAKAN METODE RISK BASED INSPECTION BERASARKAN API 581 Gunawan Dwi Haryadi; Agus Suprihanto; Jericho Jericho; Ismoyo Haryanto
JURNAL CRANKSHAFT Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Crankshaft Vol.3 No.1 Maret 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v3i1.4130

Abstract

Telah dilakukan inspeksi serangan korosi pada pipa minyak berdiameter 14” yang telah digunakan selama 8 tahun. Hasil analisis menggunakan metode risk based inspection (RBI) menunjukkan kategori 1C. Hal ini menunjukkan bahwa kategorinyadalah low medium risk. Metode perawatan yang diusulkan adalah corrective maintenance. Usulan inspeksi selanjutnya dilakukan 3 tahun kemudian. Metode inspeksi yang digunakan adalah pemeriksaan visual, ultrasonic straight beam, eddy current, flux leakage, radiography, dan pengukuran dimensi.
ANALISIS KEGAGALAN PADA KOMPONEN KRITIS HYDRAULIC AXIAL PUMP DENGAN KAPASITAS 2000 LITER PER SECOND MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS Grandy Yustisio Rizaldi Ginting; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa Mesin dikatakan ideal pada prinsipnya jika semua energi yang dihasilkan dapat berhasil diubah. Saat inimesin-mesin modern didesain untuk bekerja secara otomatis,dan padaumumnya mesin-mesin tersebut bekerja dengan kecepatan tinggi atau putaran, dimana getaran yang terjadi merupakan getaran frekuensi tinggi dan tidak lagi  dirasakan oleh indera manusia. Salah satu jenis mesin mekanik yang bekerja pada kecepatan tinggi adalah pompa. Pompa adalah mesin yang mengubah energi mekanik menjadi tekanan dalam fluida yang disirkulasikannya. Pompa yang telah lama beroperasi memerlukan penilaian keandalan untuk mengetahui keandalan sistem dan penyebab kegagalan/kerusakan masing-masing komponen. Elemen pompa biasanya menggunakan bantalan bola untuk membantu rotasi poros..Jika sistem mekanis, seperti pompa, menggunakan komponen bantalan beban, indikasi masalah pemesinan dapat diidentifikasi dari pola getaran yang dihasilkan oleh bantalan. Dalam bisnis, kegagalan sering terjadi karena suku cadang, seperti poros dan bantalan pompa, aus dan memiliki masa pakai yang pendek. Perusahaan menerapkan sistem hidrolik untuk mendapatkan gaya yanglebih besar dari gaya awal yang dilepaskan. Sebagai bagian dari kegagalan pompa, penulis melakukan analisis kegagalan  komponen  pompa menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) sehingga penulis dapat menentukan penyebab kegagalan pompa.
ANALISIS KEHANDALAN PADA KOMPONEN KRITIS HYDRAULIC AXIAL PUMP KAPASITAS 2000 LPS MENGGUNAKAN METODE FISHBONE DIAGRAM DAN DISTRIBUSI KERUSAKAN Garry Rahadian Muslim; Gunawan Dwi Haryadi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam utama yang dihadapi Kota Semarang adalah banjir dengan genangan yang cukup lama. Salah satu upaya mencegah dan mengurangi dampak dari bencana banjir yaitu dengan menggunakan pompa di daerah titik – titik rawan banjir di Kota Semarang. Pompa mengubah energi mekanik dari suatu penggerak menjadi energi potensial berupa head, sehingga fluida cair tersebut berpindah dan memiliki tekanan sesuai dengan head yang dimilikinya. Pompa yang digunakan yaitu hydraulic axial pump. Hydraulic axial pump ini digerakkan secara mekanis oleh motor yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik dengan cara menekan fluida hi rolik ke dalam sistem. Diperlukan juga maintenance yang tepat untuk memaksimalkan peforma dari Hydraulic Axial Pump. Dengan tujuan memaksialkan peforma, diperlukan sistem perawatan yang tepat untuk  meminimalisirkan downtime. Weibull adalah metode yang tepat untuk menentukan yang termasuk bagian kritis dan bagian tidak kritis dan sering digunakan dalam menentukan tingkat kegagalan atau kerusakan dari pola data yang terbentuk. Hasil yang diperoleh dari pengujian 1 pompa dengan menggunakan metode ini terdapat 3 komponen kritis yang sama pada tiap pompa dari Hydraulic Axial Pump yaitu pada mechanical seal, bearing, shaft. Nilai MTTF dari mechanical seal 1, bearing 1, shaft 1 adalah 182.914905 jam, 381.080594 jam, 755.678231 jam. Nilai keandalan mechanical seal 1, bearing 1, shaft 1 adalah 52%, 52%, dan 53%. Periodic Maintenance yang diperoleh berdasarkan hour meter (HM) dari tiap pompa.
Penggunaan metode Reliability-Centered Maintenance untuk menjaga keandalan material belt conveyor Djoeli Satrijo; Agus Suprihanto; Ojo Kurdi; Dwi Basuki Wibowo; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani; Khoiri Rozi; Muhammad Fakhri Aji Pratomo
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Material Teknologi Proses Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.054 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.66163

Abstract

Alat transportasi berperan penting dalam mengangkut material konsentrat untuk diolah dalam pabrik smelter secara kontinyu. Peralatan tersebut dijaga agar selalu beroperasi tanpa ada kerusakan. Kerusakan alat dapat mengakibatkan terhentinya proses produksi. Oleh karena itu manajemen peralatan pabrik sangat penting, dengan melakukan maintenance secara berkala untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Permasalahan yang sering terjadi pada salah satu alat yaitu belt conveyor adalah adanya tumpahan material ketika beroperasi. Penelitian ini menerapkan metode Reliability Centered Maintenance untuk mengetahui solusi yang tepat atas permasalahan sehingga material belt conveyor memiliki kehandalan yang tinggi dan umur pakainya meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa failure mode yang terjadi pada belt conveyor merupakan kategori C dan memiliki persentase terbesar sehingga dampak kerugian ekonominya relatif kecil. Namun tetap demikian kemungkinan terjadinya outage pada plant tetap harus diperhatikan.
ANALISIS RELIABILITY KOMPONEN KRITIS MENGGUNAKAN PROBABILITY PLOT DAN FISHBONE ROOT CAUSE ANALYSIS PADA HYDRAULIC AXIAL PUMP 250 LPS M Rafly Rafiqi; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena adanya dampak pemanasan global (global warming), maka meningkatnya suhu rata-rata atsmosfir, laut, dan daratan bumi. Maka mencairkan lapisan es Antartika dan menghangatkan lautan sehingga meningkatnya muka air pada lautan dan mengakibatkan tinggi muka air lebih tinggi dibandingkan permukaan daratan Semarang yang mengakibatkan banjir dan genangan di kawasan ini, maka dari itu studi yang saya lakukan untuk menanggulangi banjir dengan menggunakan sistem pompa agar air yang ada di kawasan tampungan tidak melimpas pada tanggul dan diturunkan tinggi muka airnya.Banjir tidak dapat dicegah, tetapi bisa dikontrol dan dikurangi dampak kerugian yang ditimbulkannya.Dalam menghadapi permasalahan tersebut, diperlukan yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara mengalirkan fluida. Salah satu pompa yang digunakan di Kota Semarang adalah Hydraulic Axial Pump berkapasitas 250 liter per detik. Pompa yang telah beropersi dengan waktu yang cukup lama perlu dilakukan evalusi keandalan untuk mengetahui keandalan sistem dan kerusakan masing-masing komponen. Pompa yang telah beropersi dengan waktu yang cukup lama perlu dilakukan evalusi kehandalan untuk mengeatahui kehandalan sistem dan kerusakan masing-masing komponen. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari masing-masing komponen kritis pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode probability plot dan fishbone root cause analysis untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah tujuh komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.250.83 adalah 55,42% pada 796,092 jam, hose – AP.250.85 adalah 55,42% pada 796,092 jam, hose – AP.250.86 adalah 55,76% pada 1048,26 jam, hose – AP.250.84 adalah 55,76% pada 1048,26 jam, oil seal – AP.250.70 adalah 32,59% pada 1069,47 jam, seal ring ­– AP.250.6 adalah 32,59% pada 1069,47 jam, seal ring ­– AP.250.33 adalah 32,59% pada 1069,47 jam Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
ANALISIS RELIABILITY KOMPONEN KRITIS DENGAN METODE DISTRIBUSI KERUSAKAN DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA POMPA HYDRAULIC AXIAL 500 LPS Muhammad Zahran Ramadhan; Gunawan Dwi Haryadi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan suatu wilayah di Indonesia yang berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara yang dipenuhi perbukitan, pantai dan juga daerah rendah yang tak luput dari peristiwa bencana banjir. Banjir dapat menyebabkan kerugian secara fisik, sosial, ekonomi serta dapat menyebabkan korban jiwa. Rumah pompa merupakan suatu fasilitas yang dibutuhkan untuk mengatasi dan menanggulangi banjir. Salah satu pompa yang digunakan pada Rumah Pompa Terboyo, Genuk, Kota Semarang yaitu pompa jenis Hydraulic Axial Pump berkapasitas 500 liter per detik. Oleh karena itu, pompa memiliki peranan yang besar dan penting untuk menanggulangi masalah banjir. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari setiap komponen kerusakkan pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode distribusi kerusakkan serta fault tree analysis digunakan untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah tujuh komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.500.83 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.500.84 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.500.85 adalah 55,81% pada 945,149 jam, hose – AP.500.86 adalah 55,81% pada 945,149 jam, Oil Seal– AP.500.70 adalah 49,53% pada 1018 jam, Seal Ring– AP.500.6 adalah 49,53% pada 1018 jam, dan Seal Ring- AP.500.33 adalah 49,53% pada 1018 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
Co-Authors A.P. Bayu Seno Adhityo Sarwo Nugroho Adibawa, Adham Adhwa Adityo Ristyanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agy Randhiko Al Azis, Bimasakti Sulthan Amrizal, Abdi Gilang Andrea Tri Wibowo Arijanto Arijanto Arya Erlangga Athanasius Soedira Aulia Rahman Berlin, Rilo Billy Boazter Sebastian Siregar Bintang Satria Hartadi Budi Setiyana Butarbutar, Martin Chrisman Chrisman Deivandra Ginanjar Bhakti Deka Setyawan Diwonsyah, Fadel Muhammad Djarot B Darmadi Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Ekaputra, I. M. W. Eko Saputra Farhani, Ilham Fakhri Fidrioza Althaf Ferdinand Fitriyana, Deni Fajar Garry Rahadian Muslim Glenn Natanael Samudera Grandy Yustisio Rizaldi Ginting Haira, Mahmuda Hanif, Dimas Naufal Hanifa, Kana Hanny Widura Septriana Harlian Kadir Heru Danarbroto Hocky Adiatmika Huda Fathu Rohman I Made Wicaksana Ekaputra I.M.W EKAPUTRA Ian Wiharja Ian Yulianti, Ian Ignatius Devin Gunawan Ikhsan Aresy Ismoyo Haryanto Ismoyo Haryanto Jericho Jericho Joga Dharma Setiawan Joshua Misael Juan Pratama Anandika Karomi, Dimas Adib Khoiri Rozi Khoiri Rozi Khoiri Rozi Kim Jeon Korna Ariesta Kustomo, Himawan Kristian Kustomo, Himawan Kristian Lie, Calvin M Rafly Rafiqi Matheus Agung Putra Yoga Mhd. Brian Awiruddin Mochammad Ariyanto Mohammad Fauzan Muhammad Ali Yafi Muhammad Fachry Ramadhany Muhammad Fakhri Aji Pratomo Muhammad Zahran Ramadhan Munadi Munadi Norman Iskandar Norman Iskandar Nurul Widiyanto Ojo Kurdi Pratomo, Muhammad Fakhri Aji Purbonugroho, Hanindhieto Dias Andra Purwiantoro, Arman Rafi Ziyad Akbar Rando Tungga Dewa Reihan Rahmadi Rhyienaldi Hardian Dhammaputra Rifky Ismail Rusaily, A. Wildan Sadrach Othniel David Raja Seon Jin Kim Seon Jin Kim Setyoko, Adi Tri Sianipar, Daniel Sri Nugroho Sri Nugroho Stefanus Prasetyo Sulardjaka Sulardjaka Sumar Hadi Suryo Susanto, Alexander Eka Susilo Adi Widyanto Sutopo, Farrel Rico Alifta Utomo, Angelius Fredy Wahyu Eko Purnomo Waruwu, Kezia Gracelynn Wibisono, Yustinus Akas Yonathan Jalu Bagaskara Yusuf Umardani