Gunawan Dwi Haryadi
Department Of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 85 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUJIAN LAJU KOROSI PADA PERANGKAT ORTODONTIK DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL 316L PADA PENERAPAN LARUTAN SALIVA DAN KEKASARAN PERMUKAAN Joshua Misael; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia bahkan dunia yang mengalami maloklusi, baik perempuan maupun laki laki. Menurut WHO tahun 2003, hasil survei melalui Dental Aesthetic Index (DAI) menunjukan angka kejadian maloklusi sebanyak 66,67% (Kristianingsih, 2014). Kawat ortodonti (archwire) merupakan komponen aktif dari alat ortodonti cekat yang digunakan untuk menggerakkan gigi. Kawat ortodontik stainless steel merupakan kawat yang paling sering digunakan saat ini dalam perawatan ortodontik. Kawat ortodonti stainless steel lebih banyak digunakan karena sifat superelastisitas yang dimilikinya (O’Brian, 2002). Salah satu tipe stainless steel yang digunakan untuk kawat ortodonti adalah tipe 316L. Di dalam rongga mulut kawat stainless steel 316L selalu berkontak langsung dengan saliva dan dapat menyebabkan korosi, oleh sebab itu pengujian dilakukan dengan menggunakan metode weight loss dan metode polarisasi linier. Perbedaan kekasaran permukaan pada stainless steel 316L mempengaruhi laju korosi spesimen tersebut. Kekasaran permukaan dengan nilai kekasaran 0,172µm menghasilkan nilai laju korosi sebesar 0,1629 mm/y, sedangkan permukaan dengan nilai kekasaran 0,042µm menghasilkan nilai laju korosi sebesar 0,0815mm/y pada perendaman saliva buatan selama 8 minggu menggunakan metode weight loss. Untuk metode polarisasi linier didapati nilai laju korosi sebesar 0,00067mm/y pada kekasaran permukaan dengan nilai 0,024µm, sedangkan untuk kekasaran permukaan dengan nilai 0,176µm didapati nnilai laju korosi sebesar 0,16356mm/y. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kasar permukaan spesimen maka semakin tinggi nilai laju korosi yang diperoleh. Penggunaan material stainless steel 316L dapat digunakan untuk kawat ortodonti selama memiliki nilai kekasaran permukaan tidak melebihi 0,051µm.
ANALISIS STABILITAS BELOK BUS LISTRIK MEDIUM DENGAN VARIASI KECEPATAN DAN KONDISI JALAN Rafi Ziyad Akbar; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bus listrik merupakan kendaraan yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara sehingga dapat mengurangi efek rumah kaca karena tidak menggunakan bahan bakar fosil sebaagai penggerak utamanya, dengan digerakkan dengan motor listrik menggunakan energi listrik yang disimpan pada baterai atau tempat penyimpanan energi, Bus listrik dapat menjadi solusi dari bertambahnya volume lalu lintas dan pencemaran udara di Indonesia. Bus yang merupakan transportasi massal, sudah seharusnya diperhatikan faktor keselamatan dan keamanannya. Kestabilan merupakan hal yang sangat penting sehingga harus diperhitungkan pada kendaraan agar dapat mengetahui batas batas perilaku arah kendaraan terutama saat kendaraan sedang melakukan gerakan belok. Gerakan belok akan menunjukkan nilai kritis kestabilan kendaraan yaitu oversteer dan understeer. Pentingnya faktor keselamatan dan keamanan bus, maka diperlukan analisis stabilitas pada bus. Analisis stabilitas dilakukan dengan variasi kecepatan, sudut belok, kemiringan melintang jalan, dan permukaan jalan. Analisis yang digunakan adalah dengan melakukan analisis slip, analisis skid, dan analisis guling. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah bus listrik medium akan cenderung mengalami oversteer, hal ini juga ditunjukkan dengan sudut slip roda depan lebih kecil dari sudut slip roda belakang, batas kecepatan skid roda depan lebih besar dari batas kecepatan skid roda belakang, batas kecepatan guling roda depan lebih besar dari batas kecepatan guling roda belakang.
ANALISIS STRUKTUR CHASSIS SEMI-MONOCOQUE BUS LISTRIK MEDIUM DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Ignatius Devin Gunawan; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kendaraan, khususnya kendaraan listrik di Indonesia diatur dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Regulasi ini ditujukan untuk meningkatkan penggunaan kendaraan berbasis baterai (listrik) sebagai alat transportasi umum ataupun pribadi. Pada pengembangan bus listrik ukuran medium ini dibutuhkan sebuah rangka chassis yang berfungsi sebagai penopang semua beban kendaraan. Chassis harus memiliki kekuatan untuk menahan beban dan dapat mendistribusikan beban yang baik, serta harus cukup kaku untuk menahan kejutan, twist, getaran dan tekanan lainnya. Oleh karenanya tegangan maksimum, derformasi, dan kekakuan torsional merupakan kriteria penting untuk desain chassis. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui model pembebanan dan constrain yang bekerja pada chassis semi-monocoque, mengetahui nilai tegangan, deformasi, dan safety factor dari chassis semi-monocoque yang dirancang terhadap pembebanan vertikal dan lateral, serta mengetahui nilai kekakuan torsional chassis semi-monocoque dalam menahan beban torsi. Pembebanan vertikal berasal dari gaya normal keseluruhan komponen yang ditopang chassis bus. Pembebanan lateral berasal dari gaya normal dan gaya sentrifugal yang dialami bus ketika berbelok dengan kecepatan dan radius belok ackerman tertentu. Pembebanan torsional berdasarkan distribusi gaya yang diterima pada bagian depan dan belakang suspensi bus listrik untuk menentukan nilai front torsional stiffness dan rear torsional stiffness. Bus listrik medium menggunakan 2 material penyusun struktur chassis, yaitu SS 201 dan SPA-H dengan variasi ketebalan 1 mm – 8 mm. Simulasi dilakukan menggunakan software ANSYS Workbench 2021 R2. Analisa pembebanan vertikal menunjukan chassis semi-monocoque mengalami distribusi tegangan sebesar 126,36 MPa, deformasi total sebesar 2,472 mm, deformasi arah Z terbesar pada 2,044 mm, dan safety factor 2,31. Analisa pembebanan lateral dengan variasi kecepatan dan radius belok ideal dalam menghadapi beban lateral terbesar senilai 13394,364 N dengan kecepatan sebesar 5,55 m/s dan radius belok 15 m, menunjukan bahwa chassis mengalami distribusi tegangan maksimal 136,04 Mpa, deformasi total 2,199 mm, dan safety factor sebesar 2,146.  Analisa pembebanan torsional menghasilkan nilai front torsional stiffness sebesar 11,589 kNm/deg dan rear torsional stiffness sebesar 6,525 kNm/deg. Berdasarkan keseluruhan analisa, chassis semi-monocoque bus listrik medium dinyatakan tergolong aman untuk digunakan.
PENGARUH DISSOLVED OXYGEN (DO) TERHADAP LAJU KOROSI STAINLESS STEEL 304 PADA LARUTAN NaCl 0,1 M Reihan Rahmadi; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stainless steel 304 merupakan paduan baja austenitik yang mengandung lebih dari 18% Cr dan 8% Ni. Stainless steel 304 memiliki kemampuan kombinasi kekuatan luluh rendah dengan perpanjangan tinggi, ketahanan korosi yang sangat tinggi, dan berfungsi baik pada suhu tinggi [1]. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh dissolve oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 304 pada larutan natrium klorida 0,1 M, dan menentukan apakah material stainless steel 304 merupakan material yang tahan terhadap laju korosi larutan natrium klorida 0,1 M. Penelitian dengan tentang pengaruh dissolve oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 304 dalam larutan natrium klorida 0,1 M terdiri dari 5 (lima) tahapan. Pertama, membuat 12 spesimen uji yang dilakukan untuk 4 variasi. Kedua, variasi waktu pemberian gelembung oksigen pada larutan NaCl 0,1 M. Ketiga, pengujian surface roughness. Keempat, membandingkan hasil foto makrostruktur untuk melihat permukaan yang akan sebelum dan setelah pengujian korosi. Kelima, pengujian korosi dengan metode Potensiostat. Hasil pengujian laju korosi pada stainless steel 304 dalam larutan elektrolit NaCl 0,1 M dengan 4 (empat) variasi waktu pemberian gelembung oksigen selama 0-7 menit menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai DO maka laju korosi semakin meningkat, dengan laju korosi terbesar diperoleh pada pemberian gelembung oksigen selama 7 menit dengan konsentrasi DO sebesar 5,570 ppm dan nilai laju korosi 0,010085333 mmpy. Stainless steel 304 merupakan baja yang tahan korosi, sesuai dengan hasil yang ditunjukkan pada pengujian makrostruktur, korosi yang terjadi pada stainless steel 304 sangat sedikit.
ANALISA STRUKTUR DAN PERFORMA IMPELLER POMPA SENTRIFUGAL DENGAN MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC AND FINITE ELEMENT METHOD Gunawan Dwi Haryadi; Ismoyo Haryanto; I.M.W. Ekaputra; Rando Tungga Dewa; Deka Setyawan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 13 No. 3 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v13i3.1199

Abstract

Centrifugal pumps are divided into two main components, namely the impeller and the volute. The impeller is a rotating pump component, while the volute is a stationary pump component. The current problem in the industrial world is that the pump capacity that operates is not in accordance with the written capacity so that the pump does not work optimally. In addition, the structural analysis of the pump is minimally carried out so that damage to the pump often occurs. To overcome this, it is necessary to analyze the performance and structure of the centrifugal pump design using computational fluid dynamics and static structural analysis methods on variations in the number of blades & impeller rotation speed. The results of the CFD analysis obtained are validated using existing product specifications and studies that have been carried out. The maximum value of the resulting von-mises stress is 20,238 Mpa, the maximum value of the resulting strain is 0.00010133, while the maximum total deformation value is 0.051984 mm. The three maximum values ​​occur in the variation of the 7 blade impeller with a rotational speed of 1800 rpm.
ANALISIS KEGAGALAN PADA PIRINGAN GEAR BELAKANG SEPEDA MOTOR KAPASITAS 150 CC Billy Boazter Sebastian Siregar; Sri Nugroho; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gear atau roda gigi adalah salah satu komponen structural paling fundamental pada proses gerak dan transmisi daya. Roda gigi berguna untuk menstransmisikan daya atau putaran yang cepat. Pada sepeda motor, transmisi daya berupa sistem mekanik yang terbentuk dari 2 gear (dihubungkan dengan rantai) untuk menghasilkan penambahan torsi dan pengurangan RPM pada roda belakang yang memerlukan torsi lebih besar dari output yang dikeluarkan oleh motor. Dari komponen tersebut akan dilakukan beberapa pengujian untuk menganalisis mekanisme dan penyebab dari kegagalan tersebut. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian spektrometri, pengujian metalografi, pengujian kekerasan, serta uji visual (analisis tegangan dan buckling). Hasil pengujian visual menunjukkan jika kegagalan terjadi dikarenakan adanya beban berlebih. Dari pengujian komposisi kimia menunjukkan jika material yang digunakan adalah AISI 1010, yang kemudian juga dibuktikan dengan pengujian metalografi yang menunjukkan struktur mikro dari AISI 1010. Pengujian kekerasan menunjukkan jika material memiliki kekerasan rata-rata 131,35 HV pada daerah kegagalan dan 106,94 HV pada daerah jauh dari kegagalan. Pengujian simulasi menunjukkan jika desain dari gear dapat menahan beban normal yang terjadi. Terjadi strain hardening pada material, yang menunjukkan bahwa kegagalan terjadi karena beban berlebih seperti jatuh atau tertimpa.
ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN KRITIS MENGGUNAKAN METODE WEIBULL DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA HYDRAULIC AXIAL PUMP BERKAPASITAS 350 LPS Fidrioza Althaf Ferdinand; Gunawan Dwi Haryadi; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang sangat besar. Hampir setiap musim hujan di Kota Semarang terjadi banjir, terdapat beberapa hal yang menyebabkan banjir yaitu pendangkalan sungai karena sampah atau sedimentasi, gorong-gorong yang tersumbat serta debit air yang terlalu tinggi. Salah satu upaya mencegah dan mengurangi dampak dari bencana banjir yaitu diperlukannya pompa untuk memindahkan air yang tergenang menuju sungai. Salah satu pompa yang dipergunakan pada daerah rawan banjir yaitu Genuk Babon adalah Hydraulic Axial Pump berkapasitas 350 lps. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui keandalan dari setiap komponen kerusakan pada pompa. Fault Tree Analysis adalah metode yang tepat untuk menentukan penyebab kerusakan, kemudian menggunakan metode distribusi kerusakan untuk menentukan tingkat kegagalan atau kerusakan dari pola data yang terbentuk. Hasil yang diperoleh dari pengujian pompa dengan kapasitas 350 liter per detik terdapat tujuh komponen kritis dengan nilai keandalan (reliability) dan MTTF, beberapa daintaranya yaitu hose – AP.350.83 dan AP.350.84 adalah 53,49% pada 764,508 jam, hose – AP.350.85 dan AP.350.86 adalah 54,00% pada 980,08 jam. Sehingga dapat ditentukan jadwal periodic maintenance komponen-komponen pompa tersebut.
Analisia Perhitungan Kehandalan Dengan Metode Fishbone Serta Lifetime Prediction Untuk Kapasitas Pompa 1000 Liter Per Detik Muhammad Ali Yafi; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kota Semarang hampir setiap musim hujan mengalami bencana banjir yang disebabkan karena tidak terkendalinya aliran sungai akibat kenaikan debit, adanya kerusakan lingkungan pada daerah hulu (wilayah atas Kota Semarang, atau daerah tangkapan air). Dalam menghadapi permasalahan tersebut, diperlukan pompa yang digunakan untuk memindahkan suatu fluida dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara mengalirkan fluida. Salah satu pompa yang digunakan di Kota Semarang adalah Hydraulic Axial Pump berkapasitas 1000 liter per detik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari masing-masing komponen kritis pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode probability plot dan fishbone root cause analysis untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah enam komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.600.83 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.600.84 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.600.85 adalah 55,81% pada 945,149 jam, hose – AP.600.86 adalah 55,81% pada 945,149 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
ANALISIS RELIABILITY KOMPONEN KRITIS HYDRAULIC AXIAL PUMP KAPASITAS 1000 LPS MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DAN DISTRIBUSI KERUSAKAN Matheus Agung Putra Yoga; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan wilayah di Indonesia yang berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara yang dipenuhi perbukitan, pantai dan juga daerah rendah yang rawan banjir. Banjir dapat menyebabkan kerugian secara fisik, sosial, ekonomi serta dapat menyebabkan korban jiwa. Rumah pompa merupakan suatu fasilitas yang dibutuhkan untuk menanggulangi banjir. Salah satu pompa yang digunakan pada Rumah Pompa Banjardowo, Genuk, Kota Semarang yaitu pompa jenis Hydraulic Axial Pump berkapasitas 1000 liter per detik. Oleh karena itu, pompa memiliki peranan yang penting untuk mengatasi masalah banjir. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari setiap komponen kerusakkan pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode fault tree analysis serta distribusi kerusakan untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah tujuh komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.600.83 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.600.84 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.600.85 adalah 55,81% pada 945,149 jam, hose – AP.600.86 adalah 55,81% pada 945,149 jam, Oil Seal– AP.600.70 adalah 49,53% pada 1018 jam, Seal Ring– AP.600.6 adalah 49,53% pada 1018 jam, dan Seal Ring- AP.600.33 adalah 49,53% pada 1018 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
Analisis Reliability Komponen Kritis dengan Metode Probability Plot dan Root Cause Analysis pada Pompa Hydraulic Axial 500 LPS Sadrach Othniel David Raja; Gunawan Dwi Haryadi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan suatu wilayah di Indonesia yang berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara yang dipenuhi perbukitan, pantai dan juga daerah rendah yang tak luput dari peristiwa bencana banjir. Banjir dapat menyebabkan kerugian secara fisik, sosial, ekonomi serta dapat menyebabkan korban jiwa. Rumah pompa merupakan suatu fasilitas yang dibutuhkan untuk mengatasi dan menanggulangi banjir. Salah satu pompa yang digunakan pada Rumah Pompa Terboyo, Genuk, Kota Semarang yaitu pompa jenis Hydraulic Axial Pump berkapasitas 500 liter per detik. Oleh karena itu, pompa memiliki peranan yang besar dan penting untuk menanggulangi masalah banjir. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari setiap komponen kerusakkan pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode distribusi kerusakkan serta fault tree analysis digunakan untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah tujuh komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.500.83 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.500.84 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.500.85 adalah 55,81% pada 945,149 jam, hose – AP.500.86 adalah 55,81% pada 945,149 jam, Oil Seal– AP.500.70 adalah 49,53% pada 1018 jam, Seal Ring– AP.500.6 adalah 49,53% pada 1018 jam, dan Seal Ring- AP.500.33 adalah 49,53% pada 1018 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
Co-Authors A.P. Bayu Seno Adhityo Sarwo Nugroho Adibawa, Adham Adhwa Adityo Ristyanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agy Randhiko Al Azis, Bimasakti Sulthan Amrizal, Abdi Gilang Andrea Tri Wibowo Arijanto Arijanto Arya Erlangga Athanasius Soedira Aulia Rahman Berlin, Rilo Billy Boazter Sebastian Siregar Bintang Satria Hartadi Budi Setiyana Butarbutar, Martin Chrisman Chrisman Deivandra Ginanjar Bhakti Deka Setyawan Diwonsyah, Fadel Muhammad Djarot B Darmadi Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Ekaputra, I. M. W. Eko Saputra Farhani, Ilham Fakhri Fidrioza Althaf Ferdinand Fitriyana, Deni Fajar Garry Rahadian Muslim Glenn Natanael Samudera Grandy Yustisio Rizaldi Ginting Haira, Mahmuda Hanif, Dimas Naufal Hanifa, Kana Hanny Widura Septriana Harlian Kadir Heru Danarbroto Hocky Adiatmika Huda Fathu Rohman I Made Wicaksana Ekaputra I.M.W EKAPUTRA Ian Wiharja Ian Yulianti, Ian Ignatius Devin Gunawan Ikhsan Aresy Ismoyo Haryanto Ismoyo Haryanto Jericho Jericho Joga Dharma Setiawan Joshua Misael Juan Pratama Anandika Karomi, Dimas Adib Khoiri Rozi Khoiri Rozi Khoiri Rozi Kim Jeon Korna Ariesta Kustomo, Himawan Kristian Kustomo, Himawan Kristian Lie, Calvin M Rafly Rafiqi Matheus Agung Putra Yoga Mhd. Brian Awiruddin Mochammad Ariyanto Mohammad Fauzan Muhammad Ali Yafi Muhammad Fachry Ramadhany Muhammad Fakhri Aji Pratomo Muhammad Zahran Ramadhan Munadi Munadi Norman Iskandar Norman Iskandar Nurul Widiyanto Ojo Kurdi Pratomo, Muhammad Fakhri Aji Purbonugroho, Hanindhieto Dias Andra Purwiantoro, Arman Rafi Ziyad Akbar Rando Tungga Dewa Reihan Rahmadi Rhyienaldi Hardian Dhammaputra Rifky Ismail Rusaily, A. Wildan Sadrach Othniel David Raja Seon Jin Kim Seon Jin Kim Setyoko, Adi Tri Sianipar, Daniel Sri Nugroho Sri Nugroho Stefanus Prasetyo Sulardjaka Sulardjaka Sumar Hadi Suryo Susanto, Alexander Eka Susilo Adi Widyanto Sutopo, Farrel Rico Alifta Utomo, Angelius Fredy Wahyu Eko Purnomo Waruwu, Kezia Gracelynn Wibisono, Yustinus Akas Yonathan Jalu Bagaskara Yusuf Umardani