Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Penanggulangan Banjir Akibat Luapan Sungai Petung, Kota Pasuruan, Jawa Timur Aninda Rahmaningtyas; Umboro Lasminto; Bambang Sarwono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.826 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25811

Abstract

Kota Pasuruan berada di jalur utama pantai utara yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Terdapat tiga sungai yang melewati Kota Pasuruan, salah satunya Sungai Petung. Ketika musim hujan tiba, beberapa daerah di Kota Pasuruan tergenang akibat luapan Sungai Petung. Genangan terbesar terjadi setinggi 1,50 meter dan alur pantura tidak dapat dilalui kendaraan.Permasalahan ini diselesaikan dengan cara melakukan analisis hidrologi, hidrolika, dan perencanaan bangunan pengendali banjir. Analisis hidrologi berupa cara mengolah data hujan, hingga diperoleh debit banjir rencana 25 tahunan. Analisis hidrolika berupa pengolahan data pasang surut yang kemudian dilakukan simulasi dengan program bantu HEC-RAS untuk mengetahui kapasitas Sungai Petung. Data yang dibutuhkan untuk simulasi HEC-RAS antara lain data pasang surut, debit banjir rencana 25 tahunan, dan detail cross section Sungai Petung. Setelah diketahui kapasitas Sungai Petung, maka langkah selanjutnya merencanakan bangunan penanggulangan banjir.Dari hasil simulasi diketahui bahwa terjadi luapan dari STA 134-0. Bangunan pengendali banjir yang digunakan berupa tanggul. Direncanakan tanggul sepanjang 5,93 km dengan kemiringan lereng tanggul 1:1, lebar mercu sebesar 3 meter, tinggi tanggul mulai dari 3 sampai 5 meter, dan tinggi jagaan sebesar 0,80 meter dari Sta 134 – Sta 0. Sehingga luapan Sungai Petung dapat ditanggulangi.
Perencanaan Drainase Daerah Aliran Sungai Guring, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Rachmatika Nurita; Umboro Lasminto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.188 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26337

Abstract

Sungai Guring berada di Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Kecamatan Kalimantan Timur, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dan bermuara di Sungai Martapura. Daerah Aliran Sungai Guring memiliki luas ± 4 km2, dengan panjang alur sungai ± 5 km. Sungai Guring sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan hebat yang semakin memperkecil kapasitas pengaliranya. Besaran badan sungai menjadi hanya sebesar parit atau got bahkan menghilang, karena banyak yang telah berubah menjadi lahan yang di atasnya dibangun pemukiman dan bangunan ruko baik secara berizin aupun tidak berizin (liar). Oleh karena itu, muka air Sungai Guring menjadi tinggi terutama saat musim hujan dan air pasang, sehingga menyebabkan beberapa kawasan pemukiman tergenang. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah genangan di pemukiman tersebut yaitu dengan merencanakan sistem drainase dan restorasi sungai yang mampu menampung limpasan air hujan dan pengaruh pasang-surut air. Untuk itu, dalam tugas akhir ini dilakukan: analisis hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS, analisis hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS, dan analisis pasang surut menggunakan metode British Admiralty. Selanjutnya, dari hasil analisis tersebut, akan dilakukan evaluasi terhadap penampang sungai eksisting. Pada tahap akhir dilakukan perencanaan ulang dimensi penampang sungai dan fasilitas penunjang. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, untuk mengatasi banjir yang ada, direncanakan dimensi saluran tersier berbentuk persegi dengan lebar 1 sampai 3 meter dengan kedalaman hingga 2 meter. Sedangkan saluran sekunder berbentuk persegi dengan lebar 1,5 sampai 5 meter dengan kedalaman hingga 2,5 meter. Sedangkan direncanakan dimensi Sungai Guring yang mencukupi sebesar 46 m di bagian hulu, kemudian semakin ke hilir dimensi saluran bertambah menjadi 50 m dengan kedalaman hingga 3 meter, dengan penambahan tanggul beton pada tepi Sungai Guring.
Prediksi Laju Sedimentasi pada Tampungan Bendungan Tugu Trenggalek Faradilla Ayu Rizki Shiami; Umboro Lasminto; Wasis Wardoyo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.545 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24577

Abstract

Hal terpenting dalam perencanaan waduk selain desain hidrolis bendungan adalah sedimentasi. Sedimen yang mengendap di waduk merupakan faktor pembatas kapasitas tampungan efektif waduk, sehingga jumlah sedimen di waduk biasa digunakan untuk menetapkan masa guna waduk. Prediksi sedimentasi yang terjadi pada waduk dilakukan dengan memperhitungkan besar laju sedimentasi berdasarkan metode perhitungan analitik, namun untuk mempermudah dalam menggambarkan sedimentasi yang terjadi pada waduk dilakukan metode pemodelan menggunakan software HEC-RAS. Program HEC-RAS sendiri merupakan salah satu program pemodelan analisis angkutan sedimen pada saluran maupun sungai. Tujuannya adalah untuk memprediksi besar laju sedimentasi pada Waduk Tugu dengan metode perhitungan analitik dan pemodelan software HEC-RAS, kemudian kedua hasilnya dibandingkan. Pada perhitungan maupun pemodelan sedimentasi menggunakan HEC-RAS data yang dibutuhkan adalah data geometri sungai, data hidrolika, debit sungai, dan parameter sedimen. Pemodelan sedimentasi dengan HEC-RAS dilakukan dengan mencoba beberapa model. Pemodelan pertama berupa sungai dan tubuh bendung. Pemodelan kedua dengan penambahan ambang pelimpah. Pemodelan ketiga, sungai yang dimodelkan hanya alur sungai bagian hilir. Pemodelan keempat penambahan culvert sebagai saluran pengambilan. Pemodelan kelima dengan menambah lateral inflow pada hulu tubuh bendung sebagai alternatif lain untuk memodelkan saluran pengambilan. Pemodelan keenam sama dengan pemodelan keempat namun dengan debit inflow pertama yang dibesarkan sebagai asumsi bahwa waduk terisi penuh baru dioperasikan. Perhitungan analitik dihitung dengan metode total load Laursen yang juga digunakan dalam pemodelan HEC-RAS dan dihitung pada penampang melintang bagian hulu. Hasil perhitungan analitik berupa besar angkutan sedimen yang kemudian dibandingkan dengan pemodelan HEC-RAS. Angkutan sedimen hasil dari perhitungan analitik cenderung lebih kecil daripada hasil dari pemodelan HEC-RAS, dimana perkiraan besar laju sedimentasi dari metode pemodelan HEC-RAS sebesar 22.000 m3/th sedangkan laju sedimentasi hasil perhitungan analitik sebesar 19.400 m3/th. hal ini dikarenakan penyederhanaan geometri penampang pada perhitungan analitik, sedangkan geometri pada model lebih detail.
Studi Kapasitas Angkut dan Gerusan Lokal Pada Penampang Sungai Brantas Akibat Pilar Jembatan Tol Mojokerto-Kertosono Aisyah Amelia; Umboro Lasminto; Bambang Sarwono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.954 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26543

Abstract

Jalan Tol Mojokerto-Kertosono melintasi sungai Brantas di Kecamatan Gedeg, Mojokerto, untuk itu dibutuhkan jembatan sepanjang 299 m. Konstruksi jembatan tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya gerusan lokal pada dasar sungai maupun perubahan morfologi sungai. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi kapasitas angkut dan gerusan lokal pada penampang sungai akibat pilar jembatan. Pada tugas akhir ini, dilakukan perhitungan debit rencana dengan metode Gumbel. Dalam analisa gerusan lokal digunakan modul Users Manual dan Reference Manual pada program Hec-Ras 5.0.3 untuk memprediksi kedalaman gerusan. Sedangkan analisa angkutan sedimen dihitung dengan permodelan sedimen pada program Hec-Ras 5.0.3. Hasil studi ini menghasilkan debit banjir rencana di sungai Brantas untuk 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun secara berturut-turut adalah 1.213,58 m3/dt, 1.444,48 m3/dt, 1.597,36 m3/dt, 1.790,53 m3/dt, 1.933,83 m3/dt, 2.076,07 m3/dt. Akibat dari contraction scour atau penyempitan sungai sebelum dibangun jembatan, pada debit 100 tahun terjadi gerusan sedalam 0,47 m di bagian kanan penampang sungai. Sedangkan setelah dibangun jembatan, diperkirakan gerusan akibat contraction scour dan pilar menjadi 7,4 m, kedalaman ini mendekati hitungan analitis sebesar 8,07 m. Angkutan sedimen sebelum ada jembatan adalah 386.551 m3 dan penurunan dasar sungai rata-rata sebesar 1,03m. Sedangkan setelah ada jembatan, volume angkutan sedimen kumulatif yang terangkut adalah 569.775 m3 dengan penurunan dasar saluran rata-rata sebesar 1,51 m.
Perencanaan Ulang Saluran Drainase pada Perumahan Sutorejo, Surabaya Timur Jagad Dhita Kustyaningrum; Umboro Lasminto; Novi Andriany Teguh
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55498

Abstract

Pembangunan pemukiman terbilang cukup tinggi pada daerah Surabaya, khususnya Surabaya Timur. Sutorejo salah satunya juga menjadi salah satu sasaran pembangunan perumahan dengan luas ±84,08 ha. Sutorejo yang terletak di dekat pantai memiliki kontur yang cukup rendah dan datar. Apabila memasuki musim penghujan dan terjadi intensitas hujan tinggi maka dapat menyebabkan banjir pada sistem drainasenya. Hal ini dikarenakan saluran eksistingnya banyak yang berubah dan tidak direncanakan dengan pembangunan saat ini, sehingga limpasan air yang terjadi mengakibatkan munculnya genangan banjir. Hal ini perlu diatasi dengan cara membuat fasilitas drainase penunjang seperti pembuatan kolam tampung, pompa, dan pintu, atau bias juga penambahan dan perubahan dimensi saluran. Metode yang akan digunakan untuk mengatasi genangan banjir pada perumahan Sutorejo yaitu dengan menggunakan analisis hidrologi dan hidrolika menggunakan program bantu Storm Water Management Model. Lalu dicek pada program bantu SWMM apakah saluran mengalami banjir atau tidak. Setelah dilakukan analisis dilanjutkan ke perencanaan ulang saluran dan penambahan fasilitas drainase yang dibutuhkan untuk menunjang agar saluran yang ada tidak mengalami banjir. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya limpasan air hujan yang dapat mengalir dari hulu sampai hilir tanpa menyebabkan munculnya genangan banjir. Kemudian didapatkan debit limpasan dari air hujan maksimum sebesar 12,01 m3/dtk ketika satu jam setelah hujan dimulai. Kolam Tampung yang berada di hilir dengan luas 1600 m2 dengan kedalaman 3 m. Pompa sebanyak 2 unit dengan model 650HW-7 dan flow 3600 m3/h atau 1 m3/dtk. Pintu air 1 yang terletak pada bagian hilir setelah kolam tampung dekat outfall 1 dengan lebar 0,8 m, tinggi 1 m, tebal 0,01 m, dan diameter stang 5 cm. Pintu air 2 yang terletak sebelum kolam tampung dengan lebar 0,8 m, tinggi 0,65 m, tebal 0,01 m, dan diameter stang 5 cm.
Perencanaan Ulang Sistem Drainase Perumahan Mulyosari, Surabaya Timur Rizaldi Firdaus Ardiyanto; Umboro Lasminto; Anak Agung Ngurah Satria Damarnegara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56706

Abstract

Abstrak—Surabaya merupakan salah satu kota yang mengalami pengembangan yang cukup pesat dalam pembangunan perumahan. Daerah yang dulunya merupakan sawah ataupun lahan kosong diubah fungsinya menjadi perumahan. Termasuk perumahan Mulyosari dengan luas ± 85,397 ha yang memiliki kondisi geografis rendah dan cenderung datar. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, terjadi permasalahan yaitu adanya genangan di beberapa titik pada daerah perumahan saat musim hujan. Hal ini dapat diatasi dengan merencanakan ulang dimensi saluran drainase serta dengan penambahan fasilitas drainase seperti pembangunan kolam tampung, pintu air, ataupun pompa. Perencanaan pada studi ini menggunakan simulasi dengan program bantu Storm Water Management Model (SWMM) 5.1 yang diawali dengan melakukan pengumpulan data, yaitu data hidrologi (data curah hujan), data peta yang terdiri dari peta topografi dan layout perumahan, dan data hidrolika yang didapat dengan cara tinjauan langsung pada lapangan. Analisis yang dilakukan dengan program bantu SWMM bertujuan untuk mengetahui apakah saluran dapat menampung debit banjir yang ada. Kemudian dilakukan perencanaan ulang dimensi dan perencanaan fasilitas drainase seperti kolam tampung dan pompa. Hasil dari studi ini adalah dengan tinggi hujan periode ulang 10 tahun sebesar 120,328 mm, didapatkan debit banjir atau maksimum pada sistem drainase Perumahan Mulyosari sebesar 12,04 m3/dtk yaitu pada jam ke-2 setelah simulasi menggunakan program bantu SWMM dimulai. Pada studi ini direncanakan kolam tampung dan pompa pada hilir dengan debit masuk sebesar 2,66 m3/dtk, dan kolam tampung direncanakan memiliki luas sebesar 500 m2 dengan kedalaman 2,5 m dan membutuhkan 4 unit pompa dengan masing-masing berkapasitas 0,65 m3/dtk. Untuk spesifikasi pintu air pada hilir sistem drainase Perumahan Mulyosari berjumlah 2 dengan pilar selebar 0,5 m di antaranya. Dimensi dari pintu air tersebut yaitu lebar 0,85 m; tinggi daun pintu 0,75 m; tebal 0,01 m; dan diameter stang 5,00 cm.
Preliminary Study of Total Suspended Solid Distribution in Coastal Ujung Pangkah Gresik Based Reflectance Value of Landsat Satellite Imagery Hendrata Wibisana; Bangun Muljo Soekotjo; Umboro Lasminto
Indonesian Journal of Geography Vol 51, No 1 (2019): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.783 KB) | DOI: 10.22146/ijg.38967

Abstract

Total suspended solid (TSS) is one of the parameters that uses for detecting health in aquatic environments. The distribution of the TSS value in the water body will affect the aquatic ecosystem. In this research will be analyzed the distribution value of TSS during 5 year period by utilizing Landsat 8 satellite image data, where the developed method is extraction of reflectance value from Landsat 8 satellite image for 5 years using SEADASS and then compiled the TSS algorithm with reflectance value that already obtained on the existing conditions, the algorithm obtained is estimated over 5 years back to get a picture of change and distribution of TSS value. As a case study , the coast of Ujung Pangkah Gresik was taken which has the mouth of the river Bengawan Solo. The results obtained from this study illustrate the decrease of TSS value during that time period, so that with this decrease can be concluded that at the point of field coordinate, TSS value was decreasing and causing the erosion in the environment.
Studi Pengaruh Perubahan Kedalaman Saluran terhadap Pengelolaan Sedimen di Saluran Box Culvert Angela Jasmine Tanya Tjahyana; Umboro Lasminto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.274 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i4.3802

Abstract

The most frequent problem that occurred in a box culvert is sedimentation. Sediments can be transported by changes in the water flow velocity, which can be influenced by changes of depth, h, of the channel bed. This research studies the change in h1 to h2 = 1,1 h1, 1,3 h1, 1,5 h1, 1,8 h1, and 2 h1, by simulation using SSIIM 1 program. The graph of the grain size distribution shows that the sediment consists of 99% of sands and 1% of silt, which its diameter of d50 = 0.8 mm and d90 = 4 mm. The discharge is 0.328 m3/s. The results, the deeper of the bed channel changes, the slower the flow velocity. The bed shear stress in changing the bed channel is smaller than the critical bed shear stress, and it makes the sediment stays. Based on the results, the variation of h2 = 1,1 h1, is preferred in sediment management.
Performance Evaluation of Irrigation System in Cikeusik Irrigation Area, Cirebon Regency West Java Province Amrizal Amrizal; Umboro Lasminto; Bahmid Tohari
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2017): The 2nd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.879 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i1.2185

Abstract

West Java Province is known as an area that plays an important role in agricultural production in Indonesia. Cirebon is a district in West Java which is in the eastern part bordering Central Java. Many areas of irrigation or Irrigation Network who experience a decrease in performance, one of whom who experience decreased performance is Cikeusik Irrigation Area. This time, the Irrigation Cikeusik Management implemented by Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Directorate General of Water Resources, Ministry of Public Works and Public Housing. The Irrigation Cikeusik receive water supplies from Dam Cikeusik in the Cisanggarung river with the area in 6899 Ha. The purpose of this research is to analyze and calculate what percentage in the performance of the Sub Regional Irrigation Maneunteung West and Sub Regional Irrigation Maneunteung East on irrigation area Cikuesik using the Regulation of the Minister of Public Works No. 32 / PRT / M / 2007 on Guidelines for Operation and Maintenance of Irrigation. Some aspects of the irrigation system set out in the Regulation of the Minister of Public Works No. 32 / PRT / M / 2007 are physical infrastructure, plant productivity, supporting facilities Maintenance Operation, Maintenance Organization Operations personnel, documentation and water user associations (P3A). The research method is by direct observation, questionnaire and test methods research is done by Structural Equation Modeling (SEM). The performance evaluation of irrigation systems shows the percentage of different figures. Assessment is based on a survey conducted in West Sub Maneunteung irrigation area is 75.95% and 71.70% based on the respondent data. A difference of 4.26%, thus the performance of the irrigation system is ranged between 71.70% up to 75.95% or an average of 73.82%. Assessment is based on a survey conducted in Sub irigation area East Maneunteung is 76.10%, while 72.41% of respondents based on the data.The difference of 3.69%, thus the performance of the irrigation system is ranged between 72.41% up to 76.10% or an average of 74.26%. Based on the percentage of those with regulation of the Minister Public Works No. 32/PRT/M/2007 condition Sub irrigation area West Maneunteng and East Maneunteung have good performance.
Infrastructure Assessment for Developing Route Evacuation of Bengawan Solo River Flood at Bojonegoro District Zharin F. Syahdinar; Umboro Lasminto
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2017): The 2nd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i1.2184

Abstract

Bengawan Solo River is the biggest watersheet in java, Indonesia. It is reach between two provinces, Central Java and East Java. The flood’s happens almost every year on this river. The floods caused by increased rainfall on rainy season, and land use in upstream has changed too. The community not want to abandon their land so, they must living and adaptable with disaster. Beside that, decrease of river’s flow capacity and catchment area are the significant factor of causing floods in Bengawan Solo river. The villages nearest with river get susceptible floods area. In Bojonegoro district there was 23 of flooded sub-district. Using supported information and map of road network, topography, provisional care, and infrastructure condition. Then assessment of infrastructure damaged such as roads, bridges, railway, etc. from that information and assessment, capable to created evacuated lines map for flood’s victim in Bojonegoro district using GIS. This map can useful as a guide the victim to safety line and nearest provisional care when flood disaster has come out.
Co-Authors Abdus Salam Afkarina Izzati Ahmad Dwi Cahyadi Aisyah Amelia Amrizal Amrizal Anak Agung Ngurah Satria Damarnegara Angela Jasmine Tanya Tjahyana Aninda Rahmaningtyas Anna A Misdanik Anwar, Nadjadji Ardelia Arlimasita Ashilah, Hafizhah Bagas Yoga Pratama Bahmid Tohari Bambang Sarwonno Bambang Sarwono Bangun Muljo Soekotjo Bangun Muljo Sukojo, Bangun Muljo Berlian Al Kindhi Brama Lesmono Budi Rahardjo Cahya Buana Catur Arif Prastyanto, Catur Arif Chandra Eko Prasetyo Chandra Murprabowo Mudjib Data Iranata Devy Amalia Dianeka, Belia Tatika Arno Dwi Retnowati Edijatno Edijatno Edijatno Edijatno Edijatno Edijatno Faradilla Ayu Rizki Shiami Farida Rahmawati Gemma Galgani Tunjung Dewandaru Habibur Rohman Hafidh Farisi Hendrata Wibisana Hera Widyastuti I Gede Tunas Irma Noor Fadhilla Istiar Jagad Dhita Kustyaningrum Jagad Dhita Kustyaningrum Lisna Isminingtyas Made Gita Pitaloka Maulana, Mahendra Andiek Mega Septia Sarda Dewi Mohamad Bagus Ansori Mohamad Bagus Ansori Muh. Fikri Ardwian Nastasia F Margini Nastasia Festy Marginia Novi Andriany Teguh Pukan, Mariano Ado Galot Rachmatika Nurita Rafika Nuramalia Riki Chandra Wijaya Risma Lupita Sari Rizaldi Firdaus Ardiyanto Rizky Saputra Rossana Margaret Kadar Yanti Safira Nur Afifah Sari, Putu Tantri Kumala Sarwono Sarwono Satria Damar Negara Satria Damar Negara Satria Damarnegara Satria Damarnegara Sharfina Cintantya Purwandani Sintya Maghfira Ismawati Sreenatha G. Anavatti Sukotjo, Bangun Muljo Tjahyana, Angela Jasmine Tanya Wahju Herijanto Wardoyo, Wasis Wijaya, Riki Chandra Yang Ratri Savitri Yang Ratri Savitri Zakiyatun Nafisah Zharin F. Syahdinar