Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Language Learning through Instructional design by using Tubequizard in EFL Classroom Muthmainnah Muthmainnah; Besse Darmawati; Umar Sidik; Saidna Zulfikar Bin Tahir; Ahmad Al Yakin; Hasan Hasan
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 7, No 2 (2023): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v7i2.35968

Abstract

Abstract. In today's information technology-integrated education, designing teaching activities for digital learning and flexibly using technology tools is the most important issue. The design of authentic materials and materials in English as a second or foreign language via Tubequizard's innovative web has a significant impact on language learners at the university level, according to this paper. Applying a mixed method, this study highlighted the undergraduate students’ perceptions of their experience with Tubequizard as ELT materials during COVID 19. By using purposive sampling, this study sample involved 71 students and five students for an online interview at the computer science faculty of Universitas Al Asyariah Mandar located at West Sulawesi, Indonesia. By conducting an online survey, the instruments of this study used a questionnaire and interviews. The findings of this study resulted in Tubequizard content being helpful to students to engage and motivate them in learning English, and their respondents strongly believe that Tubequizard is a technology innovation for lecturers in designing their teaching materials to be more interesting, easy to understand, Tubequizard materials according to the student’s needs, supported accelerate learning, suitable for all English skills, engage students in active and autonomous learning, expand students’ knowledge, meet positively students expectations in English class, encourage students to think creatively and critically, and suitable to give ideas for EFL classroom than the traditional model. Thus, it can be concluded that for teaching foreign languages, authentic and culturally appropriate materials are essential.Keywords: Digital language learning, developing materials, EFL, Technology and Tubequizard
Multiple Network Interaction in Destination Competitive Advantage hasan hasan; Retno Kusumaningrum
International Journal of Management, Business, and Social Sciences Vol 1, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ijmbs.v1i1.6780

Abstract

AbstractThis research provides a complete model of entrepreneurial learning enhancement and focus on the importance of multiple network interaction factors in creating a destination competitive advantage. The proposed model contributes to the theory of social exchange, learning organization, dynamic capability and knowledge management into the context of marketing strategies and sustainable tourism development. This study aims to determine how entrepreneurial learning will produce potential multiple network interactions to create a tourism competitive advantage. Key word :destination competitive advantage; multiple network interaction; crowdworking,
Implementasi Sensor RFID dan Sel Fotovoltaik sebagai Penerangan Jalan Hemat Energi di Desa Ciramahilir Kabupaten Purwakarta Epa Rosidah Apipah; Dani Usman; Yoga Amundiasmo; Hasan Hasan; Jejen Supriadi
Jurnal Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kemitraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jkm.v2i2.1469

Abstract

Ciramahilir Village in Purwakarta Regency faces a serious problem due to the lack of street lighting, which negatively impacts the safety, comfort, and socio-economic activities of the community. This community service program aimed to improve the quality of life for residents by installing solar-powered street lights at strategic locations within the village. The approach used was Participatory Action Research (PAR), involving the community actively in every stage of the program—from problem identification and planning to implementation and evaluation. The results show that the street lighting intervention had a positive impact on residents' sense of security, increased night-time activities, and strengthened collective awareness to maintain public infrastructure. Additionally, technical training and assistance enhanced the community's capacity to sustain the installed systems. This activity also demonstrated that appropriate renewable energy technology can serve as an effective tool for promoting sustainable social change in rural areas.
Pengaruh Narasi dan Budaya Lokal dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap terhadap Komunikasi Pariwisata melalui Ulasan Penonton Hasan Hasan; Hengky Dar Praguseno; Muhammad Fattah Rinjani; Nabila Putri Hendriyani; Echa Ghaissani Putri Anugerah; Nariswari Nismara Nitisara; Arsih Amalia Chandra Permata; Wiyata Wiyata
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Mei: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v3i2.1853

Abstract

This research aims to analyze the representation of Batak culture in the film Missing Home by Bene Dion Rajagukguk in relation to interpersonal communication and its impact on the development of tourism in North Sumatra, particularly Bukit Holbung. The method used is a qualitative approach with in-depth analysis of questionnaire data based on audience reviews. The findings indicate that the film successfully portrays the values of custom, interpersonal communication, and the dynamics of Batak families authentically, thereby increasing public interest in visiting the filming locations. Additionally, the increase in tourist visits to Bukit Holbung following the film's screening has a positive impact on the local economy through the development of facilities and products managed by local BUMDES (village-owned enterprises). The implications of this research emphasize the importance of film media as an effective means of promoting culture and tourism, while also encouraging the preservation of traditional values in a modern context. This research is expected to serve as a reference for the development of culture-based tourism and intercultural communication in Indonesia.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DI KABUPATEN GOWA Wahyu Agung Wijaya; Syamsurijal Syamsurijal; Hasan Hasan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen perpustakaan dengan fokus pada pelayanan pengguna di Perpustakaan Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala perpustakaan, staf sirkulasi, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen perpustakaan mencakup tiga aspek utama: perencanaan layanan (strategi penambahan koleksi, penyediaan fasilitas, dan kesiapan staf), pelaksanaan layanan (penerimaan pengunjung, peminjaman buku, dan penyampaian informasi), serta evaluasi pelayanan berdasarkan kepuasan pengguna. Hambatan yang dihadapi meliputi kekurangan staf, jam operasional yang terbatas, dan penataan buku yang kurang rapi. Sebagai solusi, perpustakaan berupaya memberikan pelayanan optimal meski dengan keterbatasan yang ada.
ANALISIS FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 3 ENREKANG Amin Rais; Sumarlin Mus; Hasan Hasan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Fungsi Perpustakaan Sekolah Di SMA 3 Enrekang meliputi 5 indikator sub fokus pencapaian yaitu fungsi informatif, fungsi pendidikan, fungsi rekreasi, fungsi tanggung jawab administrasi, dan fungsi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai analisis fungsi perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 3 Enrekang mulai dari penyedian informasi petugas perpustakaan kepada siswa, seperti apa peran perpustakaan mengembangkan potensi siswa dalam lingkup pendidikan, bagaimana pihak petugas perpustakaan menyajikan informasi penting dan menghadirkan efek refresh bagi siswa, bagaimana pencatatan dan pengarsipan yang dilakukan oleh pihak perpustakaan yang ada di sekolah, bagaimana peneliti dapat menyediakan berbagai informasi mengenai perpustakaan di sekolah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskripsi. Teknik pengumpulan data menggunakan Model Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Sekolah SMA Negeri 3 Enrekang baik melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi maka diperoleh analisis fungsi perpustakaan yaitu fungsi informatif, fungsi pendidikan, fungsi rekreasi, fungsi tanggung jawab administrasi, dan fungsi penelitian. Wujud fungsi analisis perpustakaan dapat dilihat dari perpustakaan menjadi pusat sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang ada di sekolah.
EFEKTIFITAS PENERAPAN SISTEM APLIKASI IPUSBANTAENG Naufal Ahmad Mujahid; Muh. Ardiansyah; Hasan Hasan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta bahwa pengelolaan perpustakaan digital berbasis aplikasi dapat mendukung ketersediaan informasi bagi masyarakat dengan cara yang cepat, akurat, tepat, mudah, terjangkau, dan spesifik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan system aplikasi iPusBantaeng serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat daIam penerapan system aplikasi iPusBantaeng. Sumber data dari penelitian ini yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng, Kepala Bidang Penyelenggara Perpustakaan, dan juga Operator iPusBantaeng. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa 1). Penerapan perpustakaan digital berbasis aplikasi melibatkan tiga tahapan utama, yaitu a) proses digitalisasi dokumen, pada proses ini digitalisasi belum dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng; b) proses penyimpanan dokumen, pada proses ini juga belum dilakukan oleh  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng ; c) proses pencarian kembali dokumen proses ini bisa dilakukan oleh pengguna dengan mengunduh aplikasi ini di Play Store. 2) Faktor pendukung dialami oleh pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng meliputi,kerja sama yang baik dengan pihak Aksaramaya, evaluasi dan pengawasan dari Kepala Dinas dan Kepala bidang penyelenggara perpustakaan kabuptaen Bantaeng, masyarakat yang responsif dengan aplikasi ini. Adapun faktor penghambatknya ialah, terbatasnya alokasi anggaran untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, keterbatasan daIam penguasaan kendali terhadap aplikasi iPusBantaeng, hanya bisa diakses oleh pengguna android belum bisa di akses oleh pengguna iOS.
Sistem Pemeliharaan Suhu Kandang Ayam Boiler pada Umur 0 – 30 Hari Menggunakan Arduino UNO Epa Rosidah Apipah; Aryo Nurman Wardhana; Nining Yulianingsih; Audi Murfi Siregar; Hasan Hasan; Dadang Hidayat
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v4i2.6420

Abstract

Maintaining stable cage temperature is a crucial factor in the success of broiler chicken farming, especially in close house systems that rely on optimal microclimate control. Temperature instability can lead to thermal stress, reduced growth rates, and increased mortality in broilers, particularly during the early stages of life (0 to 30 days old). This study aims to design and implement an automatic temperature control system based on the Arduino Uno microcontroller integrated with a DHT11 temperature and humidity sensor in the broiler chicken cages of PT. Barokah Restu Utama. The system is designed to read temperature and humidity in real-time and automatically activate or deactivate cooling devices such as fans or heating devices like incandescent lamps, depending on the temperature range required for each growth phase. The ideal temperature range used as a reference in this system includes 30–32°C for chickens aged 0–7 days, 29°C for ages 8–14 days, 28°C for ages 15–21 days, and 26–27°C for chickens aged 22–30 days. Testing results show that the system is capable of maintaining stable temperatures according to the specified standards for each growth phase. With this automatic control system in place, broiler chicken maintenance becomes more efficient and effective. The risk of mortality due to heat stress is significantly reduced, and chicken growth becomes more optimal. This technology offers a practical and economical solution, especially for small- to medium-scale broiler chicken farmers who use close house systems. The system is easy to operate and relatively affordable to install, making it an accessible innovation that supports better livestock management through automation and smart farming practices.
Kalindaqdaq Sebagai Karya Sastra Warisan Suku Mandar Hasan Hasan; Haryeni Haryeni; Muslimat Muslimat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i4.113

Abstract

Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari etnis suku Mandar, Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, berkarakteristik layaknya sebuah pantun juga puisi. Kalindaqdaq adalah sebuah ungkapan perasaan dari seseorang, sehingga juga disebut sebagai puisi mandar. Puisi Mandar ini biasanya bertujuan untuk merayu wanita, perjuangan, sindiran, ataupun motivasi. Asal kata dari kalindaqdaq berasal dari suku kata Kali (Gali) dan daqdaq (dada), jadi secara bahasa, Kalindaqdaq dapat diartikan ’isi dada’ atau cetusan perasaan dan pikiran yang dinyatakan dalam kalimat-kalimat yang indah. Kalindaqdaq yang merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Mandar, pertama kali disyairkan oleh rakyatnya pada saat raja ke-empat kerajaan Balanipa, Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda Pattudu. kalindaqdaq digolongkan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama yang bernuangsa syaria’ah maupun tasawuf, percintaan, patriotisme sampai ke-yang jenaka (humor). Kalindaqdaq Mandar disampaikan oleh seorang penutur, biasanya pemuda, atau lelaki paruh baya, bahkan biasanya orang tua, singkatnya ia dilakoni oleh kaum pria. Kalindaqdaq dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah Mandar, utamanya dalam acara-acara khusus sepertia; Mettumae (melamar), Pelantikan Raja dan acara mappatammaq (orang khataman Al Qur’an menunggangi kuda penari).
PELAKSANAAN PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SD INPRES CILALLANG KOTA MAKASSAR Annisa Friya Ardini; Wahira Wahira; Hasan Hasan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Inpres Cilallang Kota Makassar serta faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data dari Kepala Sekolah, tenaga pustakawan, dan guru disekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian di analisis mengunakan teknik pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan akhir. Keabsahan data diperiksa menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Inpres Cilallang Kota Makassar dilaksanakan berdasarkan tahap pembiasaan, tahap pengembangan, tahap pembelajaran. Pada tahap pembiasaan melakukan kegiatan membaca 15-20 menit sebelum pembelajaran dimulai, menyediakan perpustakaan, menyediakan pojok baca dikelas dan halte literasi diluar kelas. Pada tahap pengembangan meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan-kegiatan literasi yang beragam dan menarik, pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan literasi. Pada tahap pembelajaran mengintegrasikan pembelajaran literasi kedalam kurikulum sekolah, Memberikan pelatihan kepada guru dan staf perpustakaan berbasis literasi, serta melibatkan melibatkan orang tua dalam mendukung kegiatan literasi di rumah dan di sekolah. Faktor Pendukung dalam pelaksanaan program gerakan literasi sekolah di SD Inpres Cilallang Kota Makassar yaitu sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan yang kondusif, dan program dan kegiatan literasi yang beragam. Faktor Penghambat dalam pelaksanaan program gerakan literasi di SD Inpres Cilallang Kota Makassar yaitu rendahnya minat baca sebagian siswa, minimnya variasi dan ketersediaan bahan bacaan yang menarik serta sarana pendukung yang kurang maksimal.
Co-Authors Abdul Kadir Adhi Aqwam Ahmad Al Yakin Akbar M Shardi Alfi Syahrin, Alfi Amelia Putri Amin Rais Aminullah Aminullah Andi Sadapotto Annisa Friya Ardini Anton Al Mubarok Arsih Amalia Chandra Permata Aryo Nurman Wardhana Asriani alimuddin Asryadin Asryadin Audi Murfi Siregar Besse Darmawati dadang hidayat Dani Usman Dijan Rahajuni Echa Ghaissani Putri Anugerah Efriyan Imantika ELIHAMI, ELIHAMI Emir Khaddafi Enni Aisyah Epa Rosidah Apipah Fahrul Annas Haerul Annas Hafiz Hafiz Haryeni Haryeni Hasanuddin B Hasanuddin Hasanuddin Hasmiwarni Hasmiwarni Hasnida Hasnida Hengky Dar Praguseno Hetti Koes Endang Hilmi Hambali Husnul Khatimah Iksan Maulana Iriyana Agustina Ismail Ismail Israjunna Israjunna Ita Sarmita Samad Jainab Jasri Jasri Jejen Supriadi Jumratul Nurhidayah Khaeriyah Adri M Nurzin R Kasau M. Abd. Kaharm M. Ichwanul Muslimin Madaling Madaling Masnur Masnur Mufi Datunisa Muh. Ardiansyah Muh. Tamrin Muhammad Afif Muhammad Akbari Muhammad Fattah Rinjani Muhammad Hanafi M Muhammad Rahadian Muhtar Rahman Muslimat Muslimat Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Muthmainnah Muthmainnah Nabila Putri Hendriyani Naim Irmayani Nariswari Nismara Nitisara Naufal Ahmad Mujahid Nining Yulianingsih Nisma Nisma Nur Asmawati Nurdin Nur Dewi Nur Fadilah A Nurlaila Nurlaila Nurlailah Nurlailah Nurliana Sari Nurul Nurul fazirah Nurul Islamy Oki Anggraeni Panitra. A Pratiwi Riski Puteri Nor Adha Rahima Rahima Ridhatullah Assya’bani Risman Risman Rizka Khairunnisa Rusman Rusman Sadapotto Sadapotto Saidna Zulfiqar Bin-Tahir, Saidna Zulfiqar Sam Hermansyah Sari Luthfiah Selicha Putri Selvi Rahmawaty Simaharani Simaharani Sitti Fatimah St. Mayangsari Sumarlin Mus Syamsuddin Syamsuddin Syamsunir Syamsunir Syamsurijal Syamsurijal Ulfa Aulia Umar Sidik Usman M Usman M Usman Usman Usman Usman USWATUN HASANAH Wahira Wahira Wahyu Agung Wijaya Wendhi Yuniarto Wiyata Wiyata Yoga Amundiasmo