Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan pembuatan Jamu racikan Obat Batuk Berbasis Tanaman Lokal Di Desa Piloliyanga Kabupaten Boalemo Hasan, Hamsidar; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Anggai, Rifka Anggraini; Latif, Multiani S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36578

Abstract

Penggunaan Coleus scutellarioides dalam meredakan batuk merupakan praktik tradisional yang didasarkan pada potensi efek ekspektoran atau antitusif dari senyawa- senyawa tertentu yang terkandung di dalamnya. Batuk seringkali merupakan respons tubuh terhadap iritasi atau inflamasi pada saluran pernapasan, dan senyawa yang mampu mengurangi peradangan atau mengencerkan dahak dapat membantu meredakan gejala ini. Secara tradisional, olahan daun, seperti rebusan, diyakini dapat memberikan efek melegakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan, memfasilitasi pengeluaran dahak, dan mengurangi frekuensi batuk. Kombinasi dengan bunga belimbing wuluh akan lebih meningkat efektifitas mukolitik dari ramuan tersebut. Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan racikan obat batuk dari tanaman local yang terdiri dari daun miana dan bunga belimbing wuluh. Dosis penggunaan bahan didasarkan pada penelitian ramuan sebelumnya yang mempunyai efek maksimal pada konsentrasi 15 % untuk bunga belimbing wuluh dan 30 persen untuk daun miana. Metode pengabdiannya Adalah sosialisasi tentang tanaman local yang berpotensi mengobati batuk, kemudian mempratekkan secara langsung cara meracik ramuan tersebut. Pembagian kuisioner sebelum dan sesudah sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari Masyarakat setempat.Untuk aspek penilaian pengetahuan tentang tanaman local persentase peningkatannya sebesar 32 %, Pemahaman senyawa berkhasiat sebesar 27%, Pengetahuan Teknik peracikan sebesar 34% dan sanitasi serta keamanan pengolahan sebesar 26%. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terbukti pada saat evaluasi, hamper semua Masyarakat tahu tentang topik pengabdian dan cara pengolahan ramuan antibatuk.
Analisis Kadar Antioksidan Pada Hasil Infusa Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum), Kombinasi Kunyit (Curcuma Longa) dan Sereh (Cymbopogon citratus) Sabunge, Annisa; Isa, Ishak; Hasan, Hamsidar; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Ramadani, Fika Nuzul
Jambura Journal of Chemistry Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v8i1.35606

Abstract

Jahe merah, kunyit, dan sereh merupakan tanaman rempah yang dikenal memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan terpenoid yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian aktivitas antioksidan pada kombinasi infusa jahe merah–kunyit dan jahe merah–sereh untuk mengetahui potensi keduanya sebagai sumber antioksidan alami. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode infusa pada suhu 90°C selama 15 menit, kemudian dilakukan analisis kualitatif melalui uji skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT), serta analisis kuantitatif menggunakan metode ABTS pada panjang gelombang 734 nm dengan spektrofotometri UV-Vis dan vitamin C sebagai pembanding. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua kombinasi infusa positif mengandung flavonoid, fenolik, dan terpenoid yang berperan sebagai senyawa antioksidan. Nilai IC₅₀ infusa jahe merah–kunyit sebesar 35,83 µg/mL dan jahe merah–sereh sebesar 51,68 µg/mL. kombinasi jahe merah-kunyit termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat (IC₅₀ 50 µg/mL) dan jahe merah-sereh termasuk kategori kuat (IC₅₀ 100 µg/mL). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi infusa jahe merah–kunyit dan jahe merah–sereh memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan dalam sediaan herbal farmasi.Kata kunci: Antioksidan, Infusa, Jahe merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum), Kunyit (Curcuma Longa), Sereh (Cymbopogon citratus), ABTS, IC₅₀
PENAPISAN FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITASFRAKSI DAUN KAYU PUTIH (Malaleuca leucadendraL.) DENGAN METODEBrine Shrimp Lethality Test (BSLT) A. Djakaria, Abdul Rahman; Hasan, Hamsidar; Taupik, Muhammad; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Uno, Wiwit Zuriati; Anggai, Rifka Anggraini
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melaleuca leucadendramerupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai obat tradisional.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen kimia dan menguji efek toksisitasdengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) pada fraksi daunkayu putih (Malaleuca Leucadendra).Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi bertingkat dengan pelarut berdasarkan tingkat kepolaran yang berbeda yaitu n-heksan, klorofrom, etil asetat dan metanol.Identifikasi komponen kimia dengan menggunakan uji tabung dan uji KLT, pengujian toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).Hasil skrining fitokimia semua fraksi yaitu n-heksan, klorofrom, etil asetat dan methanol positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid. Hasil pengujian toksisitas menggunakan larva udang dengan fraksi n-heksan, kloroform, etil asetat dan metanol didapatkan diperoleh nilai LC50masing-masing sebesar 218,43µg/mL; 81.20 µg/mL; 111,85 µg/mL; dan 58,52 µg/mL. Semua nilai LC50 termasuk kedalam kategori toksik.
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Endofit Penghasil Enzim Katalase dari Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Pakaya, Mahdalena Sy.; Taupik, Muhammad; Hasan, Hamsidar; sri, Sri Budiarti Utami
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.138

Abstract

Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan mampu membentuk koloni dalam jaringan tumbuhan tanpa memberikan efek negatif pada inangnya. Mikroba Endofit dapat berupa bakteri maupun jamur. Bakteri atau jamur tersebut dapat menghasilkan senyawa metabolit yang dapat berfungsi sebagai antibiotik, antivirus, antikanker, antidiabetes, antimalaria, antioksidan, antiserangga, zat pengatur tumbuh dan penghasil enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi serta mengkarakterisasi secara makroskopik dan mikroskopik mikroba endofit dari tanaman manggis (Garcinia mangostana L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan metode Direct planting untuk isolasi serta pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi. Hasil Isolasi didapatkan 6 isolat mikroba endofit yaitu 2 isolat bakteri endofit (BA1 dan BA2) dan 4 isolat jamur endofit (JA1, JD1, JD2 dan JK) dengan ciri karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain.