Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Kosong di Kawasan Wisata Ubud Ni Putu Kurnia Utami; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.043 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9181

Abstract

Kecamatan Ubud adalah sebuah kecamatan di daerah Kabupaten Gianyar yang dipandang sebagai pusat seni dan budaya Bali. Setiap tahunnya jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali terus mengalami peningkatan. Jumlah properti komersial di Bali juga mengalami peningkatan. Namun hal ini tidak sebanding dengan tersedianya lahan itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan analisa untuk menentukan peruntukan lahan kosong yang berada di kawasan wisata Ubud untuk memperoleh keuntungan maksimum bagi investor. Penelitian kali ini mengambil studi kasus pada lahan kosong seluas 7343 m2 yang berada di Jalan Raya Tegalalang, Banjar Sapat, Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali. Dimana lokasi lahan masih berada di kawasan wisata Ubud. Metode yang digunakan untuk menganalisa penggunaan terbaik dan tertinggi dari suatu properti adalah metode Highest and Best Use (HBU). Kegunaan tertinggi dan terbaik untuk tanah kosong harus mempertimbangkan hubungan antara kegunaan yang ada pada saat ini dengan semua kegunaan potensialnya. Hasil yang diharapkan yaitu didapatkan nilai tertinggi dan terbaik dari suatu properti yang secara legal diijinkan, secara fisik memungkinkan, dan layak secara finansial pada lahan yang ditinjau. Hasil yang didapatkan adalah penggunaan alternatif 1 mix used antara villa 60% dan spa center 40% yang menghasilkan nilai tertinggi dan terbaik. Dimana alternatif 1 menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 829% dan nilai lahan yang didapat adalah Rp 10,263,207 per m2.
Analisa Pembiayaan Investasi Properti Perkantoran di Jakarta Selatan Anita Maulanasari; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.944 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10551

Abstract

Salah satu karakteristik dari proyek adalah selalu memerlukan biaya investasi yang relatif besar untuk pendanaan. Pendanaan proyek biasanya dengan modal sendiri dan pinjaman jangka panjang dengan komposisi tertentu. Pendanaan dengan metode seperti ini seringkali mengakibatkan cost of capital yang tidak optimal sehingga kurang menguntungkan perusahaan. Paper ini bertujuan untuk mengetahui komposisi pembiayaan yang paling menguntungkan dalam proyek pembangunan Properti Perkantoran Nifarro Office Tower- Sky18 menggunakan 4 alternatif yaitu 100% modal sendiri, 60% modal sendiri dan 40% pinjaman, 50% modal sendiri dan 50% pinjaman, serta 40% modal sendiri dan 60% pinjaman. Metode yang digunakan untuk menentukan biaya modal yang paling ringan adalah WACC (Weight Average Cost of Capital), yang kemudian akan dicari (Net Present Value)  dan IRR (Internal Rate Of Return) dari arus kas. Dari hasil perhitungan NPV akan didapatkan ROR (Rate Of Return) dan ROE (Return Of Equity) yang digunakan untuk memperoleh peluang keuangan (Leverage) dari besarnya komposisi hutang yang masih meringankan pengembalian modal. Berdasarkan hasil analisa cost of capital yang paling ringan yaitu 40% modal sendiri dan 60% pinjaman dengan nilai 11.69%, NPV sebesar Rp 302,164,947,669 dan IRR 75% serta memiliki tingkat pengembalian (Leverage) yang paling ringan dalam keadaan harapan pengembalian modal sendiri lebih besar dari pada pinjaman. Sedangkan jika bunga pinjaman lebih besar daripada harapan pengembalian modal sendiri maka alternatif pembiayaan yang dipilih adalah dengan 100% modal sendiri yang memiliki cost of capital paling ringan sebesar 10.02% dengan nilai NPV sebesar Rp 282,087,757,189 dan IRR 25%, tetapi pada 100% modal sendiri tidak memberikan tingkat pengembalian (Leverage) yang paling ringan atau yang paling positif.
ANALISA BIAYA TETAP DAN VARIABEL PADA PENETAPAN HARGA POKOK SEWA APARTEMEN DI YOGYAKARTA Gracea Elyda Safaret Sembiring; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.586 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10747

Abstract

Yogyakarta adalah salah satu kota yang banyak di datangi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Sebagian besar mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di kota ini tinggal untuk sementara yaitu selama masa pendidikan mereka. PT Jogjakarta Artha Makmur melihat masalah ini sebagai peluang untuk berinvestasi, maka dari itu PT Jogjakarta Artha Makmur membangun sebuah apartemen yang bernama Student Castle Apartement. Dalam membangun sebuah apartemen jelas ada biaya-biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membangun apartemen ini harus dikembalikan dengan harga pokok sewa, oleh sebab itu biaya tetap dan biaya variabel akan mempengaruhi harga pokok sewa. Tujuan Tugas Akhir ini untuk mengetahui berapa harga pokok sewa untuk setiap tipe per unit per tahun pada Student Castle Apartement berdasarkan simulasi keuntungan yang ditetapkan. Penetapan harga pokok sewa dilakukan menggunakan metode analisa titik  impas melalui analisa biaya tetap dan biaya variabel dari rencana investasi dengan margin keuntungan yang ditetapkan yaitu 10%, 20%, dan 30% pada setiap tipe per unit  per tahun. Dari hasil analisa yang dilakukan, didapatkan harga pokok sewa tipe studio dengan margin profit 10% adalah Rp 20,600,157.72 /unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 22,472,899.33/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 24,345,640.94/unit/tahun. Tipe Studio Deluxe dengan margin profit 10% harga pokok sewanya adalah 24,250,092.90/unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 26,454,645.80/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 28,659,200.70/unit/tahun. Tipe 1BR dengan margin profit 10% harga pokok sewanya adalah Rp 39,986,855.31/unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 43,622,023.98/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 47,257,192.64/unit/tahun. Dan tipe 2BR dengan margin profit 10% maka harga pokok sewanya adalah Rp 53,583,341.60/unit/tahun, margin profit 20% maka harga pokok sewanya adalah Rp 58,454,554.47/unit/tahun dan margin profit 30% maka harga pokok sewanya adalah Rp 63,325,767.34/unit/tahun.
Analisa Alternatif Revitalisasi Pasar Gubeng Masjid Surabaya dengan Metode Highest And Best Use Marsha Swalia Mustika; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17164

Abstract

Dalam era globalisasi ini banyak bermunculan pasar-pasar modern yang dibangun dengan segala kelebihan dan fasilitasnya. Munculnya pasar-pasar modern membuat keberadaan pasar tradisional tersudut, tidak terkecuali Pasar Gubeng Masjid Surabaya. Namun keberadaan pasar yang strategis yaitu dekat dengan perkantoran, hotel dan pusat perbelanjaan, serta stasiun kereta api membuat pasar tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi properti yang memberikan nilai lahan tertinggi dan terbaik. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa Highest and Best Use (HBU) yang dapat memberikan masukan untuk melakukan investasi terbaik. Analisa HBU ini menggunakan empat kriteria yaitu secara fisik dimungkinkan, secara legal diizinkan , secara finansial layak, dan memiliki produktivitas maksimum. Alternatif yang memiliki produktivitas maksimum tersebut dapat dijadikan sebagai nilai lahan tertinggi dan terbaik pada lahan Pasar Gubeng Masjid Surabaya. Dari hasil penelitian didapatkan alternatif yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dan produktivitas maksimum adalah alternatif pengembangan multi use pasar dengan pusat perbelanjaan.. Nilai lahan yang didapatkan sebesar Rp 46.946.524,-/m2 dengan produktivitas meningkat sebesar 312%.
Analisis Penetapan Harga Sewa Berdasarkan Tingkat Subsidi Tertentu Rusun Grudo Kota Surabaya Nuriyah Irkham; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.986 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22009

Abstract

Harga sewa yang ditetapkan pada sebuah rusun, semestinya dapat memenuhi biaya operasional, perawatan dan pemeliharaan serta dapat mengembalikan biaya investasi tetapi, harga sewa rusun Grudo tidak dapat memenuhi biaya-biaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi harga sewa yang harus diberlakukan sesuai dengan tingkat subsidi tertentu terhadap pengembalian modal investasi pada rusun Grudo. Metode peramalan biaya yang digunakan adalah metode analisis regresi dan analisis akuntansi untuk meramalkan biaya tetap dan biaya variabel. Setelah didapat persamaan biaya, metode analisis titik impas digunakan untuk menetapkan harga sewa unit yang dapat mencapai kondisi impas antara total pengeluaran dengan total pendapatan yang diterima. Dari hasil perhitungan pada penelitian ini harga sewa sebesar Rp 580.538,-/ unit/ bulan apabila ada subsidi 100% biaya investasi. Harga sewa Rp 1.574.945,-/ unit/ bulan dengan subsidi hanya biaya tanah dan harga sewa tanpa subsidi adalah sebesar Rp 1.767.225,-/ unit/ bulan.
Pemodelan Alokasi Luas Lahan Pada Analisa Highest and Best Use, Lahan di Jl. Kahuripan Raya Kav 30-34 Sidoarjo, Jawa Timur Angga Hermawan; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.224 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.23011

Abstract

Kahuripan Nirwana Village (KNV) merupakan kawasan kota mandiri yang dikembangkan oleh PT Mutiara Mahsyur Sejahtera dengan luas lahan total 375 Ha. Hingga tahun 2016 ini baru 83 Ha yang telah dikembangkan menjadi perumahan, area komersial, dan fasilitas pendukung lainnya. Salah satu lahan yang belum dikembangkan adalah lahan seluas 1,28 Ha di Jl Kahuripan Raya Kav 30-34. Guna mendapatkan alternatif terbaik pada lahan tersebut perlu dilakukan sebuah analisa, salah satu yang dapat digunakan adalah analisa Highest and Best Use. Analisa Highest and Best Use adalah penggunaan terbaik dan tertinggi yang memperhatikan aspek fisik, hukum, serta finansial dalam memperoleh produktivitas maksimum yang dapat menjadi alternatif solusi dari pemecahan masalah pengoptimalan penggunaan lahan di Jl Kahuripan Raya Kav 30-34. Pada aspek fisik analisa HBU ini akan dilakukan pemodelan untuk alokasi luas penggunaan. Hasil penelitian ini didapatkan perpaduan shopping centre dengan apartemen sebagai alternatif penggunaan lahan terbaik dengan nilai lahan tertinggi yaitu sebesar Rp 6.182.208/ m2 dengan produktivitas maksimum sebesar 18,16%
Analisa Alokasi Biaya Tetap Pada Penetapan Harga Pokok Unit Hunian di Tower 2 dan Tower 3 Apartemen Tamansari Prospero Sidoarjo-Jawa Timur Rahmawati Cahyaningsih; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.784 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.23012

Abstract

Apartemen Tamansari Prospero terletak di Jl.Kahuripan Raya Kav 23-27, kawasan perumahan Kahuripan Nirwana Village, Sidoarjo, Jawa Timur. Terdiri dari 3 tower utama dengan 2 podium dimana tower 2 dan 3 masih tahap perencanaan sehingga diperlukan penetapan harga pokok produksi sebagai tahap awal perencanaan harga guna mempertahankan persaingan dengan harga yang ditawarkan oleh perumahan disekitar tapak. Tower 2 menawarkan tipe unit hunian studio, 1BR-A, 1BR-B dan 2BR. Tower 3 menawarkan tipe unit hunian studio, 1BR-A, 1BR-B, 2BR dan 3BR. Biaya tetap bersama seperti biaya lahan, pondasi, termasuk lift dan fasilitas kolam renang dan lainnya perlu dialokasikan dengan memperhatikan posisi unit secara vertikal dan horizontal. Menggunakan metode full costing, biaya total didapatkan dengan memperhitungkan semua unsur biaya pembangunan unit hunian, biaya tetap yang sudah dialokasikan dan biaya variabel. Pengembalian biaya dalam penentuan harga pokok produksi (HPP) pada tingkat laba yang ditentukan yaitu sebesar 10%, 20% dan 30%. Didapatkan hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, biaya total dan pendapatan pada tingkat laba yang ditetapkan dalam kurva biaya pada metode titik impas. Hasil penelitian ini didapatkan dengan melakukan alokasi biaya tetap berdasarkan posisi unit dengan asumsi laba yang ditetapkan, menghasilkan Harga Pokok Produksi (HPP) unit yang berbeda-beda. HPP unit hunian di Tower 2, yaitu tipe studio berkisar 132jt-163jt. Tipe 1BR-A berkisar 199jt–244jt. Tipe 1BR-B berkisar 214jt-257jt. Tipe 2BR sekitar 265jt-326jt. HPP untuk tipe unit hunian di Tower 3, yaitu tipe studio berkisar 141jt-176jt. Tipe 1BR-A, 212jt-264 jt. Tipe 1BR-B, berkisar 227jt–278jt. Tipe 2BR, berkisar 282jt-352jt, dan 3BR berkisar 424jt- 528 jt.
Analisis Produktivitas Maksimum Penggunaan Lahan di Jalan Raya Meruyung Kota Depok Siti Nur Sarah Nur Mayangsari; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.647 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.23074

Abstract

Seiring dengan perkembangan kota Depok, dapat dijumpai beberapa lahan di kawasan kota yang tidak terdapat aktivitas diatasnya yang disebabkan oleh beberapa faktor belum munculnya aktivitas baru pada lahan yang ditinggalkan oleh aktivitas sebelumnya atau tidak berkem-bangnya aktivitas yang pernah ada sebelumnya. Salah satu lahan yang kurang termanfaatkan dengan optimal adalah lahan di Jalan Raya Meruyung. Saat ini lahan masih dalam keadaan kosong tanpa ada aktivitas diatasnya. Lahan seluas 14376 m2 ini terletak di daerah meruyung, Kota depok dan berada pada kawasan komersial yang cocok untuk dikembangkan menjadi properti komersial seperti hotel, perkantoran, ruko dan perumahan. Berdasarkan hal ini, maka perlu dilakukan penelitian untuk menetapkan produktivitas maksimum penggunaan lahan di Jalan Raya Meruyung Kota Depok tersebut. Analisis lahan di Jalan Raya Meruyung Kota Depok menggunakan prinsip dasar penilaian dengan metode Highest and Best Use (HBU). Analisis ini meliputi empat hal pokok yaitu, analisis kelayakan secara fisik, analisis kelayakan secara peraturan, analisis kelayakan secara keuangan, dan analisis produktivitas yang maksimal. Hasil penelitian ini didapatkan alternatif perkantoran sebagai alternatif terbaik dengan nilai lahan tertinggi sebesar Rp. 11,571,574 dengan produktivitas maksimum sebesar 136%.
Analisa Life Cycle Cost pada Green Building Diamond Building Malaysia Trixy Firsani; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.037 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1030

Abstract

Mengingat kenyataan bahwa seluruh emisi CO2 yang ada di dunia lebih dari sepertiganya dihasilkan oleh bangunan[1], maka dibutuhkan suatu antispasi untuk mengeliminir akan fakta tersebut, yaitu melalui penerapan suatu konsep bangunan ramah lingkungan atau biasa disebut dengan konsep green building. Salah satu bangunan yang mengadopsi konsep green building tersebut adalah Diamond Building Malaysia. Bangunan ini menghabiskan biaya yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan biaya pada pembangunan konvensional. Namun, dengan konsep green building yang memfokuskan pada pengefisiensi energi sepanjang siklus hidup proyek, penerapan konsep tersebut tentunya akan berbalik menjadi suatu keuntungan yang berkesinambungan pada biaya operasionalnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu studi analisa Life Cycle Cost untuk melihat seberapa besar biaya yang dikeluarkan oleh suatu bangunan berkonsep green building selama periode yang ditetapkan. Dalam melakukan analisa Life Cycle Cost dibutuhkan biaya-biaya yang relevan, antara lain Biaya Awal, Biaya Operasional dan Perawatan, Biaya Energi, Biaya Penggantian, dan Nilai Sisa. Analisa dilakukan dengan menggunakan Present Worth Methode, dimana periode analisa ditentukan selama 10 tahun. Dari hasil analisa Life Cycle Cost dengan kategori biaya yang terdiri dari Biaya Awal, Biaya Energi, Biaya Operasional dan Pemeliharaan, serta Biaya Penggantian, diperoleh total biaya siklus Diamond Building Malaysia adalah sebesar RM 235.096.883atau sebesar Rp 759.290.649.000. Jika memasukkan Nilai Sisa dalam kategori biaya Life Cycle Cost tersebut, total biaya hidup Diamond Building menjadi RM 186.646.883 atau sebesar Rp 559.940.649.000.
Penerapan Value Engineering pada Pembangunan Proyek Universitas Katolik Widya Mandala Pakuwon City - Surabaya Ananda Yogi Wicaksono; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.551 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1053

Abstract

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta besar di Surabaya, secara mandiri tergerak untuk mendirikan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran yang dibangun di kawasan Pakuwon City guna menanggulangi kurangnya tenaga medis di Indonesia. Adapun proyek dengan biaya pengerjaan total sebesar Rp 71.170.000.000,00 dengan luas bangunan 37.000 m2 memiliki harga per m2 sebesar Rp 1,923,513.51. Dengan membandingkan pada gedung dengan fungsi sejenis yaitu gedung Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma yang bernilai Rp 12,397,551,715.00 dengan luas bangunan 6800 m2 sehingga mempunyai harga per m2 sebesar Rp 1,823,169.37 maka harga per m2 gedung Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala lebih tinggi daripada gedung Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma. Dengan demikian terdapat potensi untuk dilakukan efisiensi biaya pada proyek tersebut. Metode value engineering digunakan dalam proyek ini karena merupakan metode yang mampu melakukan penghematan biaya tanpa mengurangi nilai fungsi yang ada. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahap seperti tahap pengumpulan data yang kemudian dilanjutkan dengan tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan, dan tahap pelaporan yang berisi rekomendasi-rekomendasi. Dari hasil penerapan value engineering dapat di jelaskan bahwa terdapat dua item pekerjaan berbiaya tinggi yaitu item pekerjaan enclosing walls/dinding dan item pekerjaan finish to ceiling/plafon. Adapun penghematan yang dapat dilakukan dari hasil value engineering dalam proyek ini adalah sebagai berikut: pekerjaan enclosing walls/dinging sebesar Rp 159,138,100.00 atau 1,11% dari total rencana Life Cycle Cost item pekerjaan terpilih sedangkan untuk pekerjaan plafon adalah sebesar Rp 2,104,255,876,62 atau 14,68% dari total rencana Life Cycle Cost item pekerjaan terpilih. Sehingga total penghematan yang didapat dalam proyek ini adalah sebesar Rp 2,263,393,976.87 atau 15,79% dari total rencana Life Cycle Cost item pekerjaan terpilih.  
Co-Authors A. Idrus Adelia Munawaroh Adi, Trijoko Wahyu Agin Abduh Khaer Ahyudanari, Ervina Akmaluddin Akmaluddin Ananda Yogi Wicaksono Andini Prastiwi Andriani O. F. D. Angga Hermawan Anita Maulanasari Anita Trisiana Anwar, Nadjadji Arazi Idrus Aristia A. Putri Azizah, Urifatul Bangun Muljo Sukojo, Bangun Muljo Bidaruni Anggarawati Bobby Yerikho Cahyono Bintang N Cahyono Bintang Nurcahyo Chairun Nisya Aziz Christsanto Wijaya Dea Deliana Dedy Farhan Fuadie Devina, Reta Sandra Dharmika, Tubagus Ihsan Aria Diah Listyaningsih Dian Pararta Laksmi Dina Yunanda Dwisa Rizki Hanundyasari Endarko Endarko Erwin Ready Fahad Fahad Farida Murti Farida Rachmawati Farida Rachmawati, Farida Fenny Herwitasari Finda Virgitta Faradiany Fitri Rahmawati Friskarindi Noor Wakhidah Gilbert Alexander Gladys, Ernesty Alvita Gracea Elyda Safaret Sembiring Herimurtti Paramastya Manggala Herlambang Sucahyo I Putu Artama Wiguna Imam Safawi Ahmad, Imam Safawi Imanuel Mbake Indriyani, Retno Indryani, Retno Indryani, Retno Jani Rahardjo Jani Rahardjo Karmila Sari Kevin Christopher Halim Kevin Kevin Lukas Adiputra M. Arif Rohman M. Arif Rohman M. Arif Rohman M. Awallutfi Andhika Putra Made Darmawan Saputra Mahardika Made Dwiyanti Purnama Ningsih Maranatha Wijayaningtyas Marsha S Mustika Marsha Swalia Mustika Maulida Herradiyanti Megawe, Lita Dewi Sandrita Mifta Afiata Mifta Afiata Miftahul Mubayyinah Mochammad Zainuri Mohammad Ryan Rama Albertino Muchamad Faridz Hidayat Muhammad Altof Syahrizal Muhammad Rofiq Dewaji N.A. Rahman Nasychun Amin Ni Putu Kurnia Utami Njo Anastasia Nugrahari, Defira Rifkiani Nugroho Priyo Negoro Nurcahyo, Cahyono Bintang Nuriyah Irkham NYOMAN DITA PAHANG PUTRA, NYOMAN Ofianto Ofianto Wahyudhi Pangestu, M. Agus Paulus Pati Richardo Tenawaheng Pratiwi, Nadiar Purwanita Setijanti Putri, Yusronia Eka Rachma Rachma Damayanti Rafael Dani Kusuma Rahmawati Cahyaningsih Ramadhan Firmansyah Marsetyo Retno I Retno Indriyani Retno Indryani Retno Indryani Rina Nufaili Rintih P A Kasih Rintih Prastianing Atas Kasih Rizki Andini Rohman, Mohammad Arif Rohman, Mohammad Arif Salsabilla Aliza Putri Pambudi Setiawan, Nanang Shahara Nur Laila Shahro Muttaqin Siti Nur Sarah Nur Mayangsari Soedarso Soedarso Soedarso Sofia Hendrastuti Sulfiah Dwi Astarini Supani Supani Surios Ramisda Susanto, Ifan Syaifuddin Zuhri T.Defi Anysa Rasyid Tri Joko Wahyu Adi Triogo Utomo Trixy Firsani Utut Oryza Septiantoro Wahyu Ika Aprilia Waliulu, Yusroniya Eka Putri Rachman Wibowo, Agung Aryo Yani Rahmawati Yani Rahmawati Yani Rahmawati, Yani Yomelda Yomelda Yuni Ulfiyati Yusronia Eka Putri Yusroniya E. P. R. W Yusroniya Eka Putri Yusuf Hartoyo Zulfia Putri Maulina