This Author published in this journals
All Journal Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Dakwah Tabligh Al-Hikmah AL-Fikr Jurnal Adabiyah Intizar Jurnal Pilar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Berita Sosial JICSA Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Journal Research and Multidisciplinary (JRM) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Ecoment Global: Kajian Bisnis dan Manajemen Jurnal Al-Dustur JURNAL ILMU PERPUSTAKAN (JIPER) JPS Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal Peqguruang: Conference Series Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Citizenship Virtues El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education International Journal of Islamic Studies Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Intelek Insan Cendikia Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah
Claim Missing Document
Check
Articles

JEWS IN EUROPE AND THE BEGINNING OF ARAB-JEWISH CONFLICTS Lydia Megawati; Hasaruddin Hasaruddin
JICSA : Journal of Islamic Civilization in Southeast Asian Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jicsa.v8i2.12007

Abstract

This article discusses the development of Judaism in European and the history of the Arab-Jewish conflict. Researchers in this case uses qualitative methods by collecting library data. The historical approach is an alternative research in tracing the traces of Jews in Europe and the beginning of the Arab-Jewish conflict. The author comes to the conclusion that a change of power, conquest, war has brought the Jewish nation to the pain of continuing suffering. Get discriminatory treatment to be the lowest class and intolerance treatment from the authorities who control the area where they settled. The unfair treatment they received from the authorities until 70 AD when the Jews under Roman rule broke out but ended in failure and caused damage to their own diei. The Temple of Solomon which was the center of their religious worship in Jerusalem was destroyed. These conditions caused the Jewish people to scatter to the outside world which became known as The Great Diaspora.
MADRASAH PADA MASA ISLAM KLASIK: Analisis Historis atas Metode yang Digunakan Hasaruddin Hasaruddin
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 8 No 1 (2011)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.356 KB) | DOI: 10.24239/jsi.v8i1.90.121-138

Abstract

Abstract: The Institute of Islamic education is foremost on the classic era is the mosque. However, because of the demands of Muslim society to education has increased and the demands of the welfare of the teachers have also increased the education that was originally held in the mosque developing into education held at the madrasah. Therefore, madrasah educational institutions were  the development of the mosque, the mosque khan then increased to madrasah. Learning methods used in the madrasah also experienced growth. The method of learning at the madrasah  such as  al-samā' (dictation), and al-ijāzah (diploma) was not found in the learning in the mosqueKata Kunci: madrasah, masa Islam klasik, metode pengajaran
Pergolokan Kaum Bangsawan terhadap Kesultanan Buton pada Abad XIX Hasaruddin Hasaruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pembagian kelompok bangsawan di wilayah kesultanan Buton. Kelompok bangsawan yang dibagi dalam tiga kamboru-mboru pada akhirnya menimbulkan persoalan kekecewaan pada kelompok bangsawan tertentu. Perasaan kekecewaan tersebut diimplementasikan dalam sebuah gerakan yang ditujukan pada pusat pemerintahan kesultanan Buton di abad XIX. Dalam penelitian ini menggunakan metode yang terdiri dari empat tahapan yang terdiri atas : heuristik, kritik, interpretasi, histografi. Hasil peneltian menunjukan bahjwa akibat adanya pembagian kekuasaan menimbulkan adanya perpecahan atau perlawanan atau pergerakan yang dilakukan oleh kelompok bangsawan lain. Khusus pada abad XIX ada dua gerakan yang dilakukan oleh kelompok bangsawaan yang oposisi yaitu gerakan yang berlangsung di wilayah Kamaru dan di Loji. Di Kamaru dipimpin oleh La Manepa dan dapat melakukan pemberontakan tetapi belum sempat masuk dalam wilayah pusat pemerintahan pemberontakan tersebut dapat dipadamkan oleh utusan Sultan Muh. Isa yaitu Kapitalao Kamaru. Gerakan yang dilakukan di Loji dipimpin oleh La Ode Japere Yarona Kaedupa yi Loji. Gerakan yang dilakukan dapat diselesaikan dengan tingkat diplomasi.
Jejak-jejak Kolonial Belanda di Pulau Binongko Hasaruddin Hasaruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir seluruh wilayah Indonesia pernah menjadi tempat singgah oleh Belanda di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu kawasan atau wilayah yang menjadi tempat persinggahannya adalah gugusan pulau Buton yang berada di kawasan timurnya yaitu pulau Binongko. Daerah ini menjadi salah satu daerah yang menghasilkan rempah-rempah pada masa silam sehingga mengundang bangsa lain untuk singgah di wilayah ini tidak terkecuali bangsa Belanda yang kemudian meninggalkan beberapa jejaknya di kawasan tersebut. Disamping itu, Belanda menjadikan pulau Binongko sebagai tempat persinggahan untuk mengisi perbekalan menuju kawasan atau wilayah timur nusantara yaitu Ternate. Untuk mendapatkan jejak-jejak peninggalan Belanda di pulau Binongko maka dilakukan sebuah kajian dengan berpedoman pada metode penelitian sejarah yang terdiri atas: heuristik, kritik,interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kolonial Belanda telah berada di wilayah pulau Binongko yang ditandai dengan adanya pembuatan jalan yang mengelilingi pulau Binongko yang dibuat oleh Belanda. Di samping itu, penggunaan mata uang gulden juga diberlakukan di wilayah tersebut.
The Political History of Iran: From Monarchy to Islamic Republic Herman Pelani; Hasaruddin Hasaruddin
Journal of Research and Multidisciplinary Vol 6 No 1 (2023): Journal of Research and Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Sembilan Tiga Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jrm.v6i1.75

Abstract

Iran, formerly known as Persia, is one of the oldest countries in the world and has a rich history of approximately 18 dynasties, including the Mede, Sassanian, Samanid, Seljuk, Safavid, Zand, Qajar, and Pahlevi dynasties. The country has undergone significant political changes, transitioning from a monarchy system to an Islamic republic. The Islamic revolution began in 1978 with massive demonstrations against the legitimate government of Reza Pahlevi and was led by Ayatollah Khomeini. Finally, the legitimate government was overthrown, and Iran formally transitioned into the government of the Islamic Republic on April 1, 1979, with the broad Iranian public agreeing to a national referendum. In December of the same year, the country accepted the concept of a theocratic constitution, making Iran an Islamic Republic with the al-Faqih region.
DINASTI MURABITUN DI SPANYOL (1080-1147 M) (Kajian Pendidikan Islam) Rizka Ratu; Syamsudduha Saleh; Hasaruddin Hasaruddin
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 1: APRIL 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i1.50

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan dan mengidentifikasi sejarah berdirinya dinasti Murabhitun, 2) mengemukakan tentang masa kemajuan dinasti Murabhitun pada masa Yusuf bin Tasyfin, 3) menganalisis faktor faktor kemunduran dinasti Murabhitun setelah kepemimpinan Yusuf bin Tasyfin. Dalam menjawab persoalan tersebut penulis menggunakan pendekatan historis, pendekatan politik, pendekatan sosiologis. Penelitian ini tergolong dalam penelitian library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinasti Murabhitun adalah berawal dari sebuah kelompok kecil yang di bangun oleh Yahya bin Ibrahim dan Abdullah bin Yasin untuk mengenalkan kepada sukunya mengenai Islam yang sempurna namun dalam proses mengenal agama dan semangat jihad yang di tanamkan oleh Yahya bin Ibrahim dan Abdullah bin Yasin, kemudian seiring perkembanganya Murabhitun bukan hanya berjuang dengan semangat jihad dalam agama ketika di pimpin oleh Yusuf bin Tasyfin, perjuangan Yusuf bin Tasyfin dalam memperjuangkan Islam dengan membawa Murabhitun msenjadi sebuah dinasti dan sampai ke Spanyol adalah sebuah puncak kegemilangan Islam di Spanyol. Setelah kepemimpinan Yusuf bin Tasyfin, dinasti Murabhitun mengalami kemunduran dan di gantikan dengan dinasti Muwahidun. Hal ini menjelaskan bahwa, puncak keemasan dinasti Murabhitun hanya terjadi pada masa Yusuf bin Tasyfin , sebab Yusuf bin Tasyfin mampu membawa dinasti Murabhitun dengan misi agama yang seimbang dengan misi politik.
Islam and Politics: The Basic Propaganda of The Islamic State by Masyumi in Selayar Rahmatul Yushar; Hasaruddin Hasaruddin; Syamzan Syukur
International Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2023): June
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v3i1.32958

Abstract

The purpose of this study is (i) to describe the struggle of Islam and politics (the basic debate of the state) as an initial analysis, (ii) the basic propaganda of the state based on Islam (the implementation of Islamic teachings and laws in the life of a person, society, state) as the goal of the party. Masyumi, (iii) the basic propaganda of the Islamic state by Masyumi in Selayar. This study uses a qualitative descriptive analytic research. This research focuses on the Selayar area, which became the site of the campaign carried out by Masyumi in 1950. This research uses historical research steps that are generally carried out, starting with Heuristics, Source Criticism, Interpretation, and Historiography. The research uses a religious, social and political theory approach. The results of this study indicate that (i) there are different views among Islamic scholars in responding to political positions in Islam, (ii) Masyumi is an Islamic party that fights for Islam as a foundation in personal, community and state life through the constituent line (iii) Massive propaganda The basis of an Islamic state carried out by Masjumi cadres in Selayar has become a real thing in sharpening its influence to local level politics (Selayar). The implications of this research are expected to be able to provide insight regarding Masyumi's activities in achieving its goals. In addition, this research is expected to be the first step in revealing further the turbulence of thinking about the ideal state basis at that time.
MUHAMMAD ALI PASHA DAN IDE PEMBAHARUANNYA DI MESIR Srianti Permata; Hasaruddin Hasaruddin; Syamzan Syukur; Reynaldo Reynaldo; Abd Rizal
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v8i1.2156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah mengenai tokoh Muhammad Ali Pasha dan bagaimana perjuangan Muhammad Ali Pasha dalam mengembangkan Islam di Mesir. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan telaah pustaka (library research) yaitu semua data-data berasal dari bahan-bahan tulisan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yaitu memaparkan penjelasan-penjelasan mengenai bahasan materi yang diambil dari bahan-bahan rujukan yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammad Ali Pasha adalah orang yang pertama kali meletakkan landasan kebangkitan modern di Mesir. Ia adalah seorang perwira yang berhasil merebut kekuasaan di Mesir setelah tentara Perancis kembali ke Eropa pada tahun 1801 M. Muhammad Ali Pasha kemudian menjadi penguasa penuh Mesir. Untuk memajukan Mesir, Muhammad Ali Pasha melakukan pembenahan di bidang pendidikan, ekonomi dan militer. Usaha-usaha pembaharuan Muhammad Ali Pasha inilah yang berhasil membawa mesir menuju sebuah negara modern. Berkat jasa-jasanya, Muhammad Ali Pasha pun diberi gelar The Founder of Modern Egypt (Bapak pembaharuan Mesir modern). Pembaharuan yang di lakukan Muhammad Ali Pasha hanya berupa keduniawian saja, Namun dengan terangkatnya kehidupan dunia ummat Islam, sekaligus terangkat pula derajat keagamaannya.
Hubungan Islam Dan Kristen Di Abad Modern (1800 M – sekarang) Ruslan R; Hasaruddin H
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1459

Abstract

Hubungan diantara agama samawi satu sama lainnya sangat berkaitan, dan saling menyempurnakan. Perkembangan Islam dan Kristen di dunia tidak terlepas dari berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Hubungan Islam dan Kristen pada era modern tidak terlepas dari sejarah masa pertengahan yang diliputi dengan konflik yang disebut perang salib. Gerakan renaisans melahirkan perubahan-perubahan besar dalam sejarah dunia. Abad ke-16 merupakan abad kejayaan bagi Kristen, sementara pada akhir abad ke-17 itu pula dunia Islam mengalami kemunduran. Pada abad modern ini orientalis Kristen mempunyai kepentingan besar yaitu, menjaga status quo budaya Barat. Pertengahan abad ke 21, hubungan Kristen dan Islam nampaknya memburuk. Hal ini ditandai dengan geliatnya pihak Barat mendukung agresi militer Israil ke Palestina. Meletusnya serangan terhadap gedung World Trade Centre (WTC) dan Pentagon, hal ini memperkeruh hubungan Barat dan Islam. Tragedi konflik antara Kristen dan Islam bukan berarti bahwa kedua agama ini tidak bisa hidup rukun. Justru dengan tragedi tersebut memperlihatkan jati dirinya kepada dunia Kristen bahwa Islam adalah agama rahmatan li al-alamin dan dapat hidup secara harmonis.
Zionis Dalam Lintasan Sejarah Firman Firman; Hasaruddin Hasaruddin
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1499

Abstract

Setelah Jerman kalah pada perang dunia pertama yang membuat warganya termasuk Adolf Hitler sendiri menjadi sangat kaget. Betapa tidak, sebab berdasarkan pada perjanjian Versailles pada Juni 1919 yang menjadi bagian penting dari perang dunia pertama itu maka Jerman diminta untuk bertanggung jawab atas perang tersebut karena dianggap sebagai penyebab pecahnya kejadian tersebut. Setelah Hitler tampil sebagai kanselir, maka pada tahun 1934, ia bersama pimpinan partai Nazi lainnya memakai peraturan- peraturan yang ada dalam upaya melemahkan dan merusak sistem pemerintahan Jerman yang telah berjalan dengan baik dengan penuh kesewenang-wenangan serta menjadikan komunitas yahudi sebagai pemicu utama terjadinya berbagai permasalahan di Jerman termasuk kalahnya Jerman dalam Perang Dunia I. Meningkatnya antisemitisme disebabkan karena Nazi mempercayai bahwa masyarakat Jerman memang termasuk masyarakat yang kuat lagi berkualitas. Bagi partai Nazi begitu pula masyarakat Jerman yang lain menganggap bahwa bangsa Jerman yang asal usulnya berasal dari keturunan yang berkualitas tidak mungkin bergaul bersama dengan kelompok masyarakat yang ada di bawahnya. Menurut partai Nazi dan masyarakat Jerman lainnya, bahwa salah satu masyarakat yang dianggap paling rendah dan penuh dengan ancaman adalah masyarakat Yahudi. Olehnya itu, masyarakat Yahudi harus dilenyapkan.. Dengan munculnya stigma seperti ini ditambah dengan kebijakan Inggris dan Perancis sebagai bagian dari pemenang perang dunia pertama maka membuat kemudian orang-orang Yahudi yang semakin tersudutkan, justru menjadikan hal ini sebagai pemantik lahirnya sebuah paham atau gerakan yang kemudian dikenal dengan Zionis.
Co-Authors Abd Rizal Abdul Chadjib Halik Adriani Ahmad M Sewang Ahmad Sandi ahmad yani Ana Fergina Andi Eliyah Humairah Andriani, Hesti Apriyasni Melati Asni Djamereng Asriyana Asriyana Daniel Happy Putra Daryanti Daryanti Deflis Babuta DEWI SARTIKA Firman Firman Gregorius Anung Hanindito H, Sopyan Hamid, Rahmat Harisa , Rahmawati Herman Pelani Hermawansyah Hermawansyah Hesti Andriani Hesti Andriani Ibadurrahman, Muhammad Idrus, Husni Indah Sari Dewi Irfa Dewi Anugrah Ismail Hannanong Kamus Kamus Kholifatun, Umi Nur Koentarto, Ilham M Yusuf K Marni Basir Maulana Maulana Megawati, Lydia Misbahuddin Misbahuddin Muh Fahruddin Muh Ilham Muh. Ilham Muh. Nasir MUHAMMAD ILHAM Muhammad Nuril Huda Muhammad Wahyuddin Abdullah Muhammad Yahdi Muhammad Yahya Mukhtar Galib Munadiyah, Munadiyah Murniati . Musyarif Musyarif, Musyarif Naldi Naldi Nove Anggrayini Pardede, Sihar Permata, Srianti Pirdianto, Ade Pajar Pranoto, Toni Pudjiastuti, Sri Rahayu Rachman, Muhammad Aditya Rahmatul Yushar Rahmawati Ramli Ramli Ramli Reynaldo Reynaldo Risa, Risa Rizka Ratu Rohmelawati, Rohmelawati Ruslan Ruslan Saifuddin Saifuddin Samzan Syukur Sara, Darma Yana Saribunga Saribunga Setyorini, Winarti Sitti Mania, Sitti SRI WAHYUNI St Syamsudduha Subiyantoro, Aditya Ferry Sudarmi Sudarmi Susmihara Syahdino Sahdana Syahruddin, Muhammad Syamsudduha Saleh Syamzan Syukur Syarif, Aidil Akbar Tamsir, Tamsir Tarhan, Raden Muhammad Tasbih Tasbih Titin Kurniati Wati Trisno Wardy Putra Tuti Wahyuni Wa Ode Zalmatin Yuni Purnama Sari Yusawinur Barella Zanilha, Muflihah Zuhdiah, Zuhdiah