Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

RITUAL AQIQAH DI DESA KALEMANDALLE KECAMATAN BAJENG BARAT KABUPATEN GOWA (TINJAUAN DAKWAH KULTURAL) Munadiyah, Munadiyah; Hasaruddin, Hasaruddin
Jurnal Berita Sosial Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/beritasosial.v6i2.17562

Abstract

Aqiqah Ritual in Kalemandalle Village, West Bajeng Subdistrict, Gowa Regency has several series outside of the aqiqah implementation that should be, so research This aims to determine the process of the implementation of aqiqah in Kalemandalle Village, West Bajeng District, Gowa Regency and to know the Da'wah message in the implementation of aqiqah in Kalemandalle Village, West Bajeng District, Gowa Regency. The results of this study indicate that there are five aqiqah implementation processes in Kalemandalle Village, namely, slaughtering goats, Barzanji, giving names, cutting children's hair and providing jajjakkang. As for those containing the message of da'wah in the implementation of aqiqah there are three processes namely, slaughtering goats, cutting hair, and giving names. All three processes are recommendations of the Prophet Muhammad. As for the implementation of aqiqah in Kalemandalle Village, West Bajeng District, Gowa Regency, which is merely a tradition, does not contain the message of preaching, but is only limited to customary messages.Aqiqah Ritual in Kalemandalle Village, West Bajeng Subdistrict, Gowa Regency has several series outside of the aqiqah implementation that should be, so research This aims to determine the process of the implementation of aqiqah in Kalemandalle Village, West Bajeng District, Gowa Regency and to know the Da'wah message in the implementation of aqiqah in Kalemandalle Village, West Bajeng District, Gowa Regency. The results of this study indicate that there are five aqiqah implementation processes in Kalemandalle Village, namely, slaughtering goats, Barzanji, giving names, cutting children's hair and providing jajjakkang. As for those containing the message of da'wah in the implementation of aqiqah there are three processes namely, slaughtering goats, cutting hair, and giving names. All three processes are recommendations of the Prophet Muhammad. As for the implementation of aqiqah in Kalemandalle Village, West Bajeng District, Gowa Regency, which is merely a tradition, does not contain the message of preaching, but is only limited to customary messages.
Kejayaan Abbasiyah: Pembentukan Sistem Kerajaan yang Mengubah Sejarah Rachman, Muhammad Aditya; Hasaruddin, Hasaruddin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 10, No 3 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.56000

Abstract

This research examines the development of Islamic education from the era of Prophet Muhammad SAW through three significant regimes - Khulafaur Rasyidin, Umayyad, and Abbasid - with a special focus on the Abbasid period. It studies how Islamic education evolved from the foundational phase during Prophet Muhammad's time, through its developmental phase in the Khulafaur Rasyidin era, to its zenith during the Abbasid dynasty, known as the golden age in all fields, including education. This study delves into how Islamic educational institutions flourished and played a role in creating new civilizations and cultures among Muslims. This research hopes to inspire the modern Muslim community to adapt and modify effective educational approaches, creating better and more effective educational institutions to prepare students for the future.
WAHABISME: AL-HARAKAH AL-TANDHIFIYAH AL-ISLAMIYYAH Andriani, Hesti; Hasaruddin, Hasaruddin; Susmihara , Susmihara
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v6i1.2888

Abstract

Dalam sejarah dunia Islam modern, gerakan revivalisme Islam merupakan gerakan untuk memajukan suatu negara dengan berlandaskan syariat Islam. Revivalisme muncul dengan gagasan dari berbagai tokoh untuk menghilangkan praktek-praktek yang tidak sesuai dengan syariat Islam di kehidupan bermasyarakat yang dapat merusak ajaran Islam dengan kembali berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadis, melalui gerakan tajdid dan purifikasi. Penelitian ini merupkan penelitian kepustakaan atau library research dengan mengambil referensi dari buku atau jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Syekh Muhammad bin Abdul Wahab merupakan tokoh penggagas lahirnya gerakan revivalisme di Saudi Arabia khususnya gerakan Wahabi/Wahabisme. Melalui gerakan Wahabi, Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab melakukan dakwah tentang tauhid atau pemurnian agama (al-Harakah al-Tandhifiyah al-Islamiyah). Muhammad bin Abdul Wahab menemukan berbagai praktek-praktek yang dapat merusak ajaran Islam seperti menyembah pepohonan dan ziarah ke tempat-tempat keramat.
LITERASI BUDAYA DALAM MENYIKAPI EKSISTENSI BUDAYA TRADISI MASSEWE SAEYYANG PATTU’DUQ DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT Arwadiah, Arwadiah; Megawati, Megawati; fadhilah, Andi Nila Nur; Hasaruddin, Hasaruddin
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 6, No.2 (2024): September dan CFP Konferensi Internasional
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v6i2.23563

Abstract

Messawe di Saeyyang pattu’duq adalah merupakan tradisi luhur masyarakat mandar, tradisi ini memiliki unsur yang sangat signifikan dalam kehidupan masyarakt mandar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (Library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa budaya saeyyang pattu’duq dan khatam al-Qur’an memiliki keterkaitan satu Budaya saeyyang pattu’duq diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada seorang anak yang telah khatam al-quran. Bentuk pengapresiasian yang dilakukan dalam hal ini adalah ketika anak tersebut menuggangi kuda terlatih samnil diiringi oleh irama rebana yang meriah serta kalindaqdaq atau lebih dikenal sebagai puisi masyarakat Mandar yang berupa pujian-pujian kemudian anak tersebut diarak mengelilingi kampung. Tradisi kuda menari atau akrab disebut dengan tradisi Saeyyang pattu’duq adalah sebuah budaya yang menarik yang dimiliki oleh dari suku Mandar Sulawesi Barat, Tradisi Saeyyang Pattu’duq dilaksanakan dengan iringan pukulan rebana yang meriah dan lantunan syair bernuansa Islam-Mandar. Tradisi ini kerap kali dijumpai pada pesta penikahan, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW (Pammunuang) serta pada prosesi khatam Al-Qur’an.
PENGUATAN LITERASI BUDAYA RIMPU: MEMPERKUAT EKSISTENSI PEREMPUAN ISLAM DI TANAH BIMA Wati, Titin Kurniati; Fahruddin, Muh; Babuta, Deflis; Hasaruddin, Hasaruddin
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 6, No.2 (2024): September dan CFP Konferensi Internasional
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v6i2.23510

Abstract

Rimpu culture as a symbol of the existence of Islamic women in the land of Bima. Rimpu is a sarong used to cover the private parts and has been an important part of the culture of the Bima people since the beginning of the spread of Islam in the region. This research uses library methods to gain a deeper understanding of Rimpu culture. The research results show that Rimpu is made from sarong material and has existed in Bima since the beginning of the arrival of Islam, where Rimpu was applied to the Bima sultanate. Rimpu has several types, including ordinary Rimpu and Rimpu Mpida. Rimpu is usually divided into Rimpu Colo and Rimpu Cili, while Rimpu Mpida consists of Rimpu Mpida, Rimpu Gala, and Rimpu Cili.Rimpu has a dual function in responding to current developments. First, as a religious identity, where the use of Rimpu is one way for Bima women to show their religious beliefs. Second, Rimpu is also a characteristic of Bima culture which is embedded in the daily life of its people. And third, Rimpu acts as a protector for women in interacting with the opposite sex, protecting their honor and chastity. Currently, the Bima government is trying to preserve Rimpu culture by holding a cultural parade every year. This effort aims to promote and introduce Rimpu culture to the wider community and encourage understanding and appreciation of cultural heritage.
Pendampingan Digital Marketing pada UKM Kuliner di Kotawaringin Barat untuk Meningkatkan Daya Saing Hanindito, Gregorius Anung; Hasaruddin, Hasaruddin; Pirdianto, Ade Pajar; Ibadurrahman, Muhammad; Pranoto, Toni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i4.7724

Abstract

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, industry wisata kuliner kebanyakan dilakukan oleh penggiat usaha kecil dan menengah (UKM). Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UKM di Kotawaringin Barat adalah kurangnya media pemasaran yang baik, sehingga jangkauan pemasaran bagi para penggiat UKM hanya sebatas informasi dari mulut-ke mulut, dan pemasaran melalui toko-toko terdekat. Hal ini juga terjadi pada Kelompok UKM Kapitan Mandiri, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dari permasalahan tersebut, maka program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan digital marketing bagi para penggiat UKM khususnya kelompok UKM Kapitan Mandiri. Dengan program pelatihan digital marketing ini para peserta dapat diberikan pengetahuan baru terkait pembuatan, pengeditan, serta publikasi konten digital. Dengan kemampuan di bidang digital tersebut, diharapkan para pelaku UKM dapat semakin keratif dalam mempromosikan produk yang dimiliki di media sosial seperti: Instagram dan facebook sehingga jangkauan pemasaran produk UKM menjadi lebih luas. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan dampak yang baik bagi para peserta. Kegiatan PkM ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan dalam pemasaran. Dengan kegiatan PkM ini para anggota telah memiliki akun sosial media yang dikelola secara mandiri hasil dari kegiatan PkM yang telah dilaksanakan.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) (STUDI KASUS: UKM ROTI MANIS DI KOTA PANGKALAN BUN) Hasaruddin, Hasaruddin; Apriyasni Melati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 5: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data yang di rilis oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UMKM) sepanjang 2022 UMKM di Tanah Air tercatat tumbuh begitu baik, angkanya sudah mencapai 8,71 juta unit. UMKM tersebut didominasi oleh pelaku usaha mikro yang berjumlah 98,68% dengan daya serap tenaga kerja sekitar 89%. Sementara itu sumbangan usaha mikro terhadap PDB hanya sekitar 37,8%. Salah satu UMKM yang berkembang diantaranya adalah Roti Manis pangkalan bun, sebuah UMKM yang bergerak di bidang perdagangan, dengan fokus bisnis pada usaha penjualan jajanan yang dititipkan oleh produsen roti manis atau produksi sendiri. Para pelaku usaha UMKM menghadapi tantangan yang cukup berat terkait dengan pengembangan usahanya, diantaranya masih kecil dalam pemanfaatan teknologi informasi, padahal pemanfaatan TI dapat meningkatkan transformasi bisnis melalui kecepatan, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi berbasis web yang dapat digunakan sebagai media komunikasi pemasaran modern. Pemanfaatan media sosial yang tersedia dalam berbagai platform telah dimanfaat oleh para pemilik atau pengelola roti manis. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti mengungkapkan suatu keadaan maupun suatu objek dalam konteksnya, menemukan makna (meaning) atau pemahaman yang mendalam tentang suatu masalah yang sedang dihadapi baik berupa gambar, kata dan kejadian.Setelah melakukan analisis internal dapat diambil beberapa jawaban yang menyangkut tentang pengunaan media sosial terhadap usaha roti manis tersebut. Berdasarkan hasil observasi terhadap UKM dan media sosial yang digunakan, UKM yang berhasil meningkatkan penjualan hingga lebih dari 100% karena menggunakan media sosial sebagai ujung tombak pemasaran dan komunikasi informasi UKM, selalu melakukan update informasi produk dan perusahaan setiap hari. Sedangkan UKM dengan peningkatan penjualan kurang dari 50%, sebagian besar karena relatif jarang untuk melakukan update informasi dengan frekuensi update mingguan bahkan bulanan instagram, dan whatshapp sedangkan pemanfaatan website oleh produsen roti manis pangkalan bun masih sangat kecil, hal ini dikarenakan membutuhkan biaya yang besar, fungsi penggunaan internet sebagai media teknologi informasi sangat menunjang proses bisnis roti manis khususnya berkaitan dengan pemasaran, media sosial sebagai sarana komunikasi antara pelaku usaha dengan pelanggannya dan dari media sosial dapat mengetahui perkembangan atau strategi dari kompetitor. Saran untuk para pemilik atau pengelola roti manis untuk lebih meningkatkan pemanfaatan media sosial yang telah ada karena tidak memerlukan biaya yang besar, konten-konten dari media sosial yang disampaikan lewat media sosial untuk lebih interaktif agar memudahkan para konsumen memahami produk yang dimiliki oleh pengusaha roti manis dan memanfaatkan mediamedia sosial lainnya
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN WISATA DUMP KOLAM RENANG MELALUI DESAIN POSTER DAN PROMOSI DIGITAL DI DESA PANGKALAN TIGA Hasaruddin, Hasaruddin; Rohmelawati, Rohmelawati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pangkalan Tiga. wisata Dump kolam renang menawarkan keindahan alam dan fasilitas rekreasi yang menarik, Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh wisata Dump di desa pangkalan tiga adalah kurangnya media pemasaran yang baik, sehingga jangkauan pemasaran bagi para pelaku wisata hanya sebatas informasi dari mulut-ke mulut, dan pemasaran masyarakat di desa-desa se-kecamatan pangkalan lada, Dengan program pendampinagn desain poster dengan digital marketing ini pengelola diberikan pengetahuan baru terkait pembuatan, pengeditan, serta publikasi konten digital. Poster-poster ini kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter untuk menarik perhatian pengunjung baru, Dengan kemampuan di bidang digital tersebut, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung, pengelola dapat semakin kreatif dalam mempromosikan produk yang dimilikinya, sehingga jangkauan pemasaran pariwisata dengan kemampuan untuk menjangkau audiens luas dan membangun interaksi langsung. Melalui upaya ini Wisata Dump Desa Pangkalan Tiga dapat menarik perhatian lebih banyak wisatawan dan meningkatkan visibilitas serta kunjungan ke lokasi tersebut
PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH BERBASIS 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) DI DESA PANGKALAN TIGA KECAMATAN PANGKALAN LADA Hasaruddin, Hasaruddin; Apriyasni Melati; Rohmelawati, Rohmelawati; Nove Anggrayini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat yang berlokasi di Desa Pangkalan Tiga, terdapat beberapa permasalahan yang ada di lokasi, antara lain lingkungan, pendidikan, kesehatan, sosial dan masyarakat. Objek-objek permasalahan tersebut yang kemudian dianalisis dan diseleksi menurut skala prioritas serta kepentingan dan kebutuhan masyarakat antara lain, Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pengelolaan sampah, Tidak aktifnya perkumpulan karang taruna sehingga tidak ada wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi dan potensi terkait pengelolaan sampah dan Kurangnya kegiatan yang mengedukasi masyarakat terkait sampah. Tujuan pengabdian ini yaitu, Meningkatkan kesadaran, kepedulian dan memahamkan masyarakat, pengelolaan sampah yang baik dan benar, Menemukan cara atau ide untuk penyaluran aspirasi dan potensi khususnya generasi muda.
Implementasi Nilai-Nilai Edukatif Dalam Tradisi Assuro Ammaca Pada Masyarakat Modern (Studi Kasus Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa) Syarif, Aidil Akbar; Hasaruddin, Hasaruddin; Syukur , Syamzan
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i1.221

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai tradisi Assuro Ammaca dalam kehidupan masyarakat modern di Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis eksistensi, prosesi pelaksanaan, nilai filosofis, serta pengaruh tradisi ini dalam kehidupan masyarakat saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan historis dan sosiologis dengan metode lapangan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan sumber tertulis. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kritik internal, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Assuro Ammaca masih dilaksanakan dalam momen tertentu seperti Idul Fitri, Idul Adha, hajatan pernikahan, sunatan, dan aqiqah sebagai bentuk doa kepada Allah SWT. Tradisi ini dijalankan secara sederhana dan merupakan solusi masyarakat masa lalu atas keterbatasan ilmu. Dalam konteks masyarakat modern, tradisi ini mempengaruhi spiritualitas individu serta mempererat hubungan sosial melalui kegiatan silaturahmi.