Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENDEKATAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI DAKWAH DALAM MENANAMKAN NILAI–NILAI AGAMA ISLAM PADA SISWA KELAS VII SMP IT INSAN CENDIKIA YAYASAN ULUL ‘ILMI PACCERAKKANG Syahruddin, Muhammad; Sara, Darma Yana; Ramli, Ramli; Hasaruddin, Hasaruddin
PILAR Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Psikologi Komunikasi Dakwah dalam Menanamkan Nilai-nilai agama Islam pada Siswa Kelas VII SMP IT Insan Cendikia yayasan Ulul ‘Ilmi Paccerakkang. Dibimbimg oleh Sudir Koadhi  dan Muhammad Syahruddin.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam pada siswa kelas VII SMP IT Insan Cendikia Yayasan Ulul ‘Ilmi Paccerakkang.Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar yang berlangsung 2 bulan dari  Februari sampai April 2022. Teknik penentuan sample dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam pada siswa kelas VII SMP IT Insan Cendikia Paccerakkang yang dilakukan oleh guru SMP IT Insan Cendikia yaitu pembiasaan; eskul mentoring; senantiasa memberikan nasehat dan memotivasi siswa; memberikan contoh; berkomunikasi dengan baik, sopan dan santun; serta menceritakan kisah positif yang dapat diaplikasikan. Dalam melakukan penanaman nilai-nilai agama Islam, tidak lepas dari faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yaitu sarana yang memadai; kemampuan guru memiliki pengetahuan yang luas tentang Islam; adanya siswa yang antusias dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diadakan di sekolah; serta adanya dukungan dari orangtua siswa dan guru. Adapun faktor penghambat yaitu Interaksi siswa dengan lingkungan luar sekolah; beberapa siswa kurang dapat berkomunikasi dengan baik kepada  gurunya; dan masih ada penilaian orangtua siswa bahwa nilai kognitif lebih utama daripada nilai spritual.  Kata Kunci: Agama Islam, Dakwah, Komunikasi, Psikologi
Pendampingan Pemasaran Digital pada Kelompok UKM Kapitan Mandiri dengan framework RACE: Digital Marketing Assistance for the Kapitan Mandiri SME Group Using the RACE Framework Hanindito, Gregorius Anung; Hasaruddin, Hasaruddin; Pirdianto, Ade Pajar; Subiyantoro, Aditya Ferry; Ibadurrahman, Muhammad; Pranoto, Toni
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 12 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i12.8056

Abstract

West Kotawaringin Regency has substantial potential, especially in tourism. This regency boasts international tourist destinations capable of attracting visitors. Such conditions should ideally drive the development of other industries in West Kotawaringin, including the culinary tourism sector. The culinary tourism industry in West Kotawaringin is largely driven by Small and Medium Enterprises (SMEs). One SME group in this region, Kapitan Mandiri in Sungai Kapitan Village, has promising local fish-based products like amplang (fish crackers), fish chips, fish sticks, and more. However, product marketing has not been optimal due to limited digital literacy among its managers. This community service program aims to provide digital marketing assistance using the RACE (Reach, Act, Convert, Engage) framework to help Kapitan Mandiri design and implement a digital marketing strategy. The program consists of several phases: preparation, implementation, and evaluation. Results show an increase in social media followers, audience engagement, and sales growth of 15-20%. This program is expected to serve as a digitalization assistance model for other SMEs in similar areas.
Tradisi Bepapas Masyarakat Melayu Sambas Tarhan, Raden Muhammad; Hasaruddin, Hasaruddin; Susmihara, Susmihara
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan cara pelaksanaan tradisi Bepapas dan juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam konteks masyarakat Melayu Sambas. Metode penelitian yang diterapkan mencakup wawancara, dan referensi dari jurnal-jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bepapas memiliki signifikansi yang dalam bagi masyarakat Melayu Sambas. Mulai dari bahan yang digunakan hingga tahapan pelaksanaannya, semua memiliki makna dan nilai yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tidak jarang masyarakat Melayu Sambas menggunakan tradisi Bepapas sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan adab kepada generasi muda serta masyarakat secara umum. Dengan demikian, setiap tradisi, termasuk tradisi Bepapas, memiliki tujuan serta makna dan nilai tersendiri yang dapat diambil sebagai pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Kualitas Layanan Pelaku Wisata Terhadap Tingkat Kepuasan Wisatawan Mancanegara Di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat Koentarto, Ilham; Hasaruddin, Hasaruddin
Jurnal Ecoment Global Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi Februari 2021
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.768 KB) | DOI: 10.35908/jeg.v6i1.1166

Abstract

Indonesian tourism in 2019 provided the second largest contribution after CPO in providing foreign exchange. With this development, currently various regions in Indonesia are developing tourism, one of which is in West Kotawangin Regency with the Tanjung Puting National Plant (TNTP) destination. To develop regional tourism, extra services are needed by tourism actors such as guides, Klotok, food and so on in order to provide satisfaction for both foreign tourists (tourists) and domestic tourists (Wisnus). Therefore, this study aims to 1) determine the effect of the quality of tour kelotok services, on the satisfaction level of foreign tourists visiting Tanjung Puting National Park. 2) Knowing the effect of the quality of tour guide services on the level of satisfaction of foreign tourists visiting Tanjung Puting National Park. 3) Knowing the effect of the quality of food and baverage services on the level of satisfaction of foreign tourists visiting the Tanjung Put National Park. and 4) Knowing the effect of hotel service quality on the level of satisfaction of foreign tourists visiting Tanjung Puting National Park. The research method used. in this research is quantitative with data analysis using Multiple Linear Regression Analysis. The results of the study show that the service quality of tourist services has an effect on the level of satisfaction of foreign tourists, both tour group services, guide services, food and baverage services and hotel services as a whole (simultaneously) have an effect of 60.1% on the level satisfaction of foreign tourists.
Mallekke’ Toja: Pengambilan Air dari Tujuh Sumur Arajang di Kabupaten Bone Hesti Andriani; Susmihara, Susmihara; Hasaruddin, Hasaruddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6652

Abstract

Studi ini mendokumentasikan kekayaan budaya lokal yang selama ini tersembunyi di Kabupaten Bone. Ini akan membantu pemerintah lokal untuk lebih memperhatikan keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia dengan mendukung dan mendorong pertumbuhan budaya di seluruh Indonesia di era globalisasi, khususnya di Kabupaten Bone. Diharapkan penelitian ini akan memberi tahu masyarakat luas bahwa masyarakat setempat memiliki banyak pesona budaya yang patut dilihat oleh dunia. Fokus penelitian ini adalah eksistensi dan perkembangan budaya di tengah arus modernisasi. Data dikumpulkan melalui observasi, rekam, catat, dokumentasi, dan wawancara dengan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi dan perkembangan ritual mallekke’ toja dapat dilakukan dengan cara yaitu: Pelestarian melalui generasi muda, adaptasi dengan teknologi dan media sosial, penyelenggaraan acara kebudayaan oleh pemerintah dan komunitas, integrasi dengan kegiatan kehidupan modern, makna sosial dan spiritualitas yang relevan, pemberdayaan komunitas adat, kesadaran global tentang pentingnya pelestarian budaya.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat Dayak Pangkalanbun Kalimantan Tengah Pudjiastuti, Sri Rahayu; Hasaruddin, Hasaruddin; Setyorini, Winarti; Pardede, Sihar
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 4 No. 1 (2024): Harmoni Budaya: Pendidikan Karakter, Kesadaran Hukum, Kearifan Lokal, dan Parti
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v4i1.1961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila berbasis kearifan local pada masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan nara sumber, pengamatan melalui video documenter, dan pengumpulan deskripsi dari literasi-literasi yang terkait dengan tema penelitian. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitisan ini adalah bahwa nilai-nilai Pancasila berbasis kearifan local pada masyarakat Dayak merupakan nilai-nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dengan yang lainnya sebagai acuan perilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi. Kearifan local yang dilaksanakan oleh masyarakat Dayak selama ini sudah mencerminkan implementasi dari nilai-nilai Pancasila yaitu; memiliki kebersamaan, memiliki sikap rela berkorban untuk kepentingan bersama, memiliki rasa kesetiakawanan/toleransi, memberikan penghargaan terhadap warisan leluhur, menjunjung tinggi nilai kerohanian atau keagamaan. Apabila nilai-nilai budaya Dayak dilaksanakan dengan baik, maka nilai-nilai Pancasila sudah terimplementasi, dan selanjutnya akan perbengaruh terhadap pembentukan perilaku yang baik pada masyarakat.
Musu' Selleng Dalam Hegemoni Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan (Studi Tentang: Islamisasi Kerajaan Wajo 1582-1626) Sartika, Dewi; Harisa , Rahmawati; Hasaruddin, Hasaruddin
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i2.68

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; pertama, mendeskripsikan kondisi Kerajaan Wajo pra Islam. Kedua, mendeskripsikan dan mengalisis terjadinya musu’ selleng dalam proses islamisasi di Kerajaan Wajo. Ketiga, mendeskripsikan dan mengalisis perkembangan Kerajaan Wajo pasca Islamisasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian library research (kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan sosiologi agama dan politik. Adapun langkah-langkah penelitian ini adalah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini terungkap bahwa; pertama, terbentuknya Wajo sebagai suatu kerajaan diperkirakan pada pertengahan abad ke XV yang diawali dengan kedatangan seseorang membuka perkampungan Lampulungeng yang bernama Puangnge Lapulungeng, dilanjutkan Puangge ri Tempengeng yang kemudian membuka perkampungan Boli yang tidak berlangsung lama lalu hancur. Fase berikutnya dilanjutkan dengan kedatangan bangsawan yang bernama La Paukke putera Datu Cina, kemudian merintis Kerajaan Cinnotabi yang kemudian pada perkembangan selanjutnya menjadi cikal bakal terbentuk Kerajaan Wajo. Dalam sistem pemerintahan Kerajaan Wajo pada prinsipnya jabatan Arung Matowa Wajo tidak diwariskan secara satu garis keturunan akan tetapi dipilih oleh 39 Pungnge ri Wajo sebagai lembaga pemegang kedaulatan tertinggi di Wajo yang dikenal dengan Arung Patappuloe. Masyarakat wajo sebelum menganut agama Islam menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, dewata seuwae, kepercayaan Tolotan. Kedua, penerimaan Islam di Wajo sebagai agama resmi oleh elite kerajaan melalui musu’ selleng yang dilancarkan Kerajaan Gowa, Penerimaan tersebut pada hari Selasa 15 Safar 1019, jika dikonversikan bertepatan dengan Ahad 9 Mei 1610 oleh Arung Matowa Wajo La Sangkuru Patau kemudian memeluk agama Islam dengan gelar Sultan Abd. Rahman. Ketiga, penerimaan Islam oleh kerajaan dan masyarakat Wajo telah membawa perubahan besar dalam struktur pemerintahan dan struktur sosial. Namun kehadiran Islam berusaha untuk tidak mengganggu asas-asas kehidupan yang ada, melainkan enkulturasi nilai-nilai Islam dan budaya yang ada.
Abbasid Power Under Abu Ja’far Al-Mansur Through Ibn Khaldun’s Ashabiyah Concept H, Sopyan; M. Sewang, Ahmad; Hasaruddin, Hasaruddin; Zanilha, Muflihah
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 13 No 02 (2025): History and Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Abbasid dynasty, one of the most successful in Islamic history, emerged from a revolution that overthrew the Umayyad Caliphate. This study examines the role of Abu Ja'far al-Mansur, the second Abbasid caliph, in establishing power and upholding the dynasty's stability and legitimacy. Using a qualitative methodology rooted in historical research, a comprehensive literature review analyzes the historical context of the Abbasid revolution, al-Mansur's contributions, and Ibn Khaldun's concept of ashabiyah. The findings demonstrate that al-Mansur's diverse strategies, including urban development, economic reform, military organization, and ideological governance, were crucial in strengthening Abbasid power. The establishment of Baghdad as the capital, the integration of various ethnic groups, and the promotion of religious legitimacy through alliances with the ulama were key factors in enhancing the dynasty's resilience. The Umayyad dynasty served as a common enemy, fostering solidarity (asabiyyah) among various factions and facilitating the rise of the Abbasids. Al-Mansur's inclusive policies strengthened loyalty and resolved divisions within the empire. This study concludes that al-Mansur was a transformative leader who successfully unified the political, religious, and social spheres, embodying the principles of asabiyyah and establishing a pattern of ideological solidarity that sustained Abbasid rule for centuries. The implications of these findings highlight the importance of an interdisciplinary approach, the relevance of the concept of asabiyyah in the modern context, the significance of the common enemy narrative, and the need for further social theory studies on al-Mansur's leadership.   Dinasti Abbasiyah, salah satu dinasti yang paling sukses dalam sejarah Islam, muncul dari sebuah revolusi yang menggulingkan Kekhalifahan Umayyah. Studi ini meneliti peran Abu Ja'far al-Mansur, khalifah kedua Abbasiyah, dalam memantapkan kekuasaan dan menegakkan stabilitas serta legitimasi dinasti tersebut. Menggunakan metodologi kualitatif yang berakar pada penelitian sejarah, dengan tinjauan pustaka komprehensif menganalisis konteks sejarah revolusi Abbasiyah, kontribusi al-Mansur, dan konsep ashabiyah dari Ibn Khaldun. Temuan menunjukkan bahwa strategi al-Mansur yang beragam, termasuk pengembangan kota, reformasi ekonomi, organisasi militer, dan pemerintahan ideologis, sangat penting dalam memperkuat kekuasaan Abbasiyah. Pendirian Baghdad sebagai ibu kota, integrasi berbagai kelompok etnis, serta promosi legitimasi keagamaan melalui aliansi dengan para ulama menjadi faktor kunci dalam meningkatkan ketahanan dinasti tersebut. Dinasti Umayyah berperan sebagai musuh bersama, mendorong solidaritas (ashabiyah) di antara berbagai faksi dan memfasilitasi kebangkitan Abbasiyah. Kebijakan inklusif al-Mansur memperkuat loyalitas dan mengatasi perpecahan di dalam kekaisaran. Studi ini menyimpulkan bahwa al-Mansur adalah pemimpin transformatif yang berhasil mempersatukan ranah politik, agama, dan sosial, mewujudkan prinsip-prinsip ashabiyah dan membangun pola solidaritas ideologis yang menopang kekuasaan Abbasiyah selama berabad-abad. Implikasi dari temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner, relevansi konsep ashabiyah dalam konteks modern, signifikansi narasi musuh bersama, serta perlunya studi-teori sosial lebih lanjut tentang kepemimpinan al-Mansur.
PENGARUH PROGRAM DANA DESA TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI DESA KUMPAI BATU BAWAH KECAMATAN ARUT SELATAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Rohmelawati, Rohmelawati; Hasaruddin, Hasaruddin
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengaruh Program Dana Desa Terhadap Tingkat Pengangguran Di Desa Kumpai Batu Bawah Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dari wawancara mendalam disajikan secara deskriptif untuk mendukung dan memperkuat analisis kuantitatif. Alat analisis data menggunakan SPSS 16.0 dengan Analisis Regresi Linier Sederhana, Koefesien Korelasi, Koefesien determinasi (r2), dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai Sig. = 0,01, berarti Sig.> dari kriteria signifikan (0,05). Dengan demikian model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah signifikan, atau model persamaan regresi memenuhi kriteria. Hasil penelitian secara parsial (Uji T) pada tabel 4. t test antara X (Dana Desa) dengan Y (Tingkat Pengangguran) menunjukkan t hitung =1.062. Sedangkan t tabel (α = 0.01 ; db residual = 1) adalah sebesar 6,313. Karena t hitung < t tabel yaitu 21.062 < 6,313 atau nilai sig t (0.01) > α = 0.05, maka pengaruh X (Dana Desa) terhadap Pengangguran adalah signifikan. Hal ini berarti H0 ditolak . Tetapi tidak terdapat pengaruh antara dana desa terhadap tingkat pengangguran. Berdasarkan analisis data angket respon, rata-rata masyarakat terhadap Pengaruh Program Dana Desa Terhadap Tingkat Pengangguran Di Desa Kumpai Batu Bawah Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat dari 50 responden 18% sangat setuju, 63% menyatakan setuju 18% menyatakan kurang setuju dan 1% menyatakan tidak setuju. Alasan kurang setuju bahwa program dari dana desa di Kumpai Batu Bawah tidak berpengaruh dan mampu mengentaskan Kurangnya keterampilan masyarakat untuk mengatasi pengangguran.