Claim Missing Document
Check
Articles

Tahapan Perkembangan Hubungan Antar Individu Menggunakan Aplikasi Kencan Online Bumble dalam Menuju Hubungan Romantis Aulia Triwardhana Noor Fathan Ramadhan,; Nurul Hasfi; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perkembangan hubungan di zaman kemajuan teknologi ini pastinya memiliki peluang mengalami sebuah perubahan proses atau tahapan. Sebagaimana perkembangan hubungan yang biasanya dilakukan secara tatap muka atau langsung, kini dapat dilakukan dengan menggunakan mediasi oleh aplikasi kencan online Bumble yang merupakan salah satu bukti kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tahapan perkembangan hubungan antar individu menggunakan aplikasi kencan online Bumble dalam menuju hubungan romantis dengan menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif dan paradigma post-positifistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara mendalam serta teknik analisis Miles dan Huberman yang didasari oleh Model Tahapan Perkembangan Hubungan Menuju Komitmen Mark Knapp’s, dibantu oleh Teori Penetrasi Sosial dan Teori Proses Informasi Social (SIP). Hasil penelitian menunjukan bahwa proses tahapan perkembangan hubungan Mark Knapp’s setelah di implementasikan pada komunikasi antar pribadi pengguna aplikasi kencan online Bumble menjadi empat tahap meliputi initiating, experimenting, intensifying, dan integrating. (1) Pada tahapan pertama, intiating terdapat pembentukan citra atau image selaras dengan Selective Self-Presentation pada Teori Proses Informasi Sosial dan pemilihan kata di pesan pertama. (2) Tahap kedua yakni experimenting, ditemukan bahwa terdapat kegiatan bertukar informasi dengan menggunakan pertanyaan umum/pengetahuan serta kegiatan seperti stalking dan screening. (3) Tahap ketiga intensifying, terdapat pembahasan informasi bersifat privasi didasari pengungkapan diri. Pada tahap ketiga dan keempat terjadi kegiatan pengungkapan diri / Self-Disclosure yang selaras dengan Teori Penetrasi Sosial. (4) Tahap keempat integrating, hubungan antar individu memutuskan untuk menuju hubungan sebagai pasangan romantis “pacar” serta menghapus aplikasi kencan online Bumble sebagai bentuk komitmen. Simpulan penelitian ini yakni tahapan perkembangan hubungan menuju komitmen Mark Knapp’s terjadi dari tahap initiating, experimenting, intensifying, dan integrating dengan kegiatan yang dilakukan oleh informan di setiap tahapan. Penelitian ini merekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti perkembangan hubungan romantis di aplikasi kencan online, dimana trend yang terjadi pada riset penelitian ini dapat diterapkan atau tidak di aplikasi kencan online lain. Serta perluasan pada bentuk perkembangan hubungan romantis selain “pacaran” yang terjadi di aplikasi kencan online.
PEMBINGKAIAN ATLET PEREMPUAN PADA AJANG OLIMPIADE TOKYO 2020 DI MEDIA ONLINE OKEZONE.COM DAN KOMPAS.COM Chrisintya Mauli Sitorus; Wiwid Noor Rakhmad; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media reporting on female athletes still has some problems. Starting from stereotypes, sexism, objectification, commodification, and their voices that aren't represented proportionally. In Indonesia, the masculine culture embedded in sports and media often ignores the abilities and achievements of female athletes. This study used the critical constructivism paradigm to find out how female athletes are represented through the framing in the online media Okezone.com and Kompas.com during the 2020 Tokyo Olympics. This study used Zhongdang Pan and Gerald M Kosicki's framing analysis. This model divides framing into four elements; syntactic structure, script structure, thematic structure, and rhetorical structure. Ten news, each from online media Okezone.com and Kompas.com from 22 July - 23 August 2021 used as data for this study. Findings from this study indicate that news titles published by Okezone.com are the result of commodification based on the objectification of female athletes' physical appearances. This can be seen through the syntactic structure used in headlines and leads. The dominant script structure prioritizes "who" and "what" and didn't fulfill the news comprehensiveness as it should. The thematic structure can be seen by the choice of words and how the sentences used in the news tend to objectify women by reducing their appearance. The dominant rhetoric emphasizes diction that focused on physical appearance. Meanwhile, Kompas.com news headline shows gender sensitivity in reporting female athletes. This can be seen by how Kompas.com's syntax emphasizes female athletes' struggles and their career journeys. The syntactic structure of news presented by Kompas.com fulfills the 5W+1H element of news and emphasizes the "how" element. The thematic structure highlights female athletes' achievement as the main theme. The rhetorical structure of the selected photos or images shows the professionalism of female athletes. Findings from this study also show that the representation of female athletes through the media framing of Okezone.com is that female athlete are described as attractive-looking figures seen from their style of dress, glamor life, and their appearance on the field. Meanwhile, there are five representations of female athletes by Kompas.com; (1) Tough, (2) Achievers, (3) Having a high fighting spirit, (4) Responsible, (5) Able to penetrate gender boundaries in sports and (6) Sportive.
Pengalaman Remaja Perempuan Menjalani Kekerasan dalam Pacaran Zahra Adiba Salsabila; Hedi Pudjo Santosa; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam pacaran (KDP) merupakan pola perilaku yang kasar, tidak menyenangkan, dan digunakan untuk mengerahkan kontrol serta kekuasaan atas pasangan. Hal kekerasan ini dapat dimaknai sebagai tindakan terhadap pasangan yang belum terikat pernikahan meliputi kekerasan fisik emosional, ekonomi, ataupun pembatasan aktivitas dalam sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendalami mengenai pengalaman remaja perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran dan bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh korban. Berdasarkan hasil penelitian, keempat informan remaja perempuan mengkonfirmasi adanya kekerasan dalam pacaran yang dilakukan oleh pasangannya sendiri. Dalam penelitian ini mengetahui bagaimana informan menunjukkan perasaan dan mengkomunikasikannya dengan pasangan. Terdapat 5 (lima) bentuk kekerasan yang ditemukan, yaitu fisik, verbal, seksual, ekonomi, dan pembatasan aktivitas. Penelitian ini menemukan alasan mempertahankan hubungan kekerasan selain hasrat, keintiman, komitmen oleh masing-masing informan, faktor lain yang menjadi alasan bertahan juga didasari karena adanya kedekatan hubungan keluarga karena adanya alasan ketidaktegaan untuk mengakhiri sebuah hubungan yang sudah terjalin dengan melibatkan banyak pihak selain antar pasangan. Sebagai remaja yang memiliki usia rentan dalam memaknai hubungan membuat beberapa diantara mereka memaklumi setiap tindakan kekerasan. Adapun proses komunikasi yang dilakukan tiga dari empat informan memilih untuk mengkomunikasikan saat konflik sudah mereda sedangkan informan lain menghadapi sebuah konflik dengan menyelesaikan dan mencari solusi pada saat itu juga.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PROGRAM SUMUR RESAPAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA DI MEDIA ONLINE Hilmy Zharief Hidayatullah; Nurul Hasfi; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan permasalahan yang belum terselesaikan di DKI Jakarta. Kebijakan penanggulangan banjir yang diupayakan Pemprov DKI Jakarta selalu menuai sorotan publik. Hal tersebut tidak terlepas dari peran media massa yang memberikan porsi khusus seputar pemberitaan banjir Jakarta. Media online arus utama seringkali memiliki perbedaan perspektif, ideologi, dan agenda media. Perbedaan tersebut menciptakan bingkai tertentu yang berdampak pada bagaimana khalayak memahami sebuah isu atau peristiwa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimana pembingkaian media online (Detik.com, Kompas.com, dan Tempo.co) terhadap program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta; (2) Mengevaluasi pemberitaan program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta dalam perspektif etika jurnalisme lingkungan. Media massa perlu memperhatikan etika jurnalisme dalam memberitakan isu lingkungan sehingga mampu mendorong publik untuk peduli terhadap perubahan dan perbaikan kualitas lingkungan hidup. Peneliti memilih dan menganalisis sejumlah 30 berita dari ketiga media selama periode 1-31 Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis framing model Zhongdang Pan dan M. Kosicki. Hasil penelitian ini menemukan bahwa media online menggunakan tiga tema dalam memberitakan program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta, yaitu: (1) Anggaran program sumur resapan; (2) Perjalanan proyek sumur resapan; dan (3) Efektivitas program sumur resapan. Masing-masing tema memiliki sentimen framing yang berbeda untuk mendukung atau menentang program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta. Kompas.com membingkai secara negatif dengan cenderung menentang program sumur resapan sebagai upaya penanggulangan banjir Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan dalam bingkai Detik.com dan Tempo.co, keduanya cenderung membingkai secara positif dengan mendukung pihak Pemprov DKI Jakarta selaku penyelenggara program sumur resapan. Pembingkaian Detik.com tidak sepenuhnya positif karena menekankan normalisasi sungai sebagai solusi yang tepat dalam penanggulangan banjir Jakarta pada tema efektivitas program sumur resapan. Selain itu, ketiga media masih belum seutuhnya menerapkan tiga poin kode etik jurnalisme lingkungan dari International Federation of Environmental Journalists (IFEJ). Temuan ini menegaskan bahwa pemberitaan ketiga media online agar lebih berimbang dan memperhatikan etika jurnalisme lingkungan.
Produksi Program Feature “Jawa Tengah Hari Ini” di Stasiun TVRI Jawa Tengah (Peran : Reporter) Muhammad Fazer Mileneo; Nurul Hasfi; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TVRI Jawa Tengah adalah lembaga penyiaran publik yang bertugas menyiarkan informasi dengan nilai edukasi kepada masyarakat. Sebagai salah satu wujud tanggung jawab dalam menjadi sarana pelestarian budaya dan nilai-nilai kearifan lokal, TVRI Jawa Tengah memiliki salah satu program berita yaitu Jawa Tengah Hari Ini. Program ini memuat salah satu segmen Mini Feature yang berisi informasi berita ringan. Feature sendiri merupakan liputan berita yang sifatnya informatif, edukatif, menghibur, meyakinkan, serta memberi nilai-nilai kemanusiaan (human interest) sehingga bisa membuat simpati atau empati yang menontonnya tergugah dan tidak terikat waktu (timeless). Pelaksanaan karya bidang ini hadir untuk mengisi segmen Mini Feature tersebut dengan konten yang mengangkat tema besar tentang budaya sesuai dengan tugas TVRI sebagai lembaga penyiaran publik. Adapun tema besar tersebut dibagi dalam beberapa kategori meliputi kesenian, wisata, kuliner, sejarah, dan ritual/tradisi. Pelaksanaan karya bidang ini berlangsung dengan memproduksi sebanyak 48 konten liputan dengan durasi rata-rata 5-7 menit penayangan. Konten liputan ini tayang di Stasiun TVRI Jawa Tengah pada bulan April-Juli 2022 dan ditayangkan ulang melalui kanal YouTube “Karbid TVRI”. Dalam pelaksanaannya, terdapat 4 jobdesk utama dalam proses praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi : produser, director, reporter, dan juru kamera.
MEMAHAMI FENOMENA KOMUNIKASI HYPERPERSONAL DI INSTAGRAM : STUDI PENGGUNAAN SECOND ACCOUNT OLEH PENGGUNA INSTAGRAM Yasirul Amri Muhammad; Yanuar Luqman; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pengguna Instagram tidak hanya memiliki satu akun saja, namun juga memiliki akun kedua lainnya untuk membagikan hal – hal pribadi kepada teman dekat saja. Penelitian ini bertujuan tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pengguna second account melakukan komunikasi hyperpersonal dengan teman dekat yang menjadi pengikutnya melalui pengalaman subjektif dari individu yang mengalami realitas secara langsung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah self-expansion theory, komunikasi hyperpersonal dan teori aturan hubungan atau relationship rules theory. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan paradigma interpretatif, di mana penelitian untuk memahami perilaku pengguna akun Instagram anonim sebagai subjek penelitian. Subyek penelitian terdiri dari enam informan yang memiliki dan aktif selama minimal 1 tahun untuk berinteraksi mempertahankan hubungan pertemanannya melalui second account Instagram. Hasil temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pengguna second account melakukan komunikasi hyperpersonal untuk dapat mempertahankan hubungan pertemanan dekat melalui berbagai fitur yang dimiliki. Hubungan pertemanan yang terjadi antar pengguna second account dalam penelitian ini adalah friendship of reciprocity dan receptivity dimana didalam hubungan tersebut telah muncul mutual positive regard dengan adanya kepercayaan, dukungan emosional, dan berbagi hal – hal yang diinginkan. Selanjutnya pengguna second account menggunakan fitur private account untuk membatasi dan memilih siapa saja yang dapat terhubung dengan akunnya. Pengguna second account memiliki caranya sendiri untuk mengatasi konflik apabila terjadi pada teman yang terhubung di second account seperti tindakan avoiding dengan cara mute atau hide di instagram story serta fitur block dan remove followers.
Peran Produser dalam Produksi Berita Feature pada Segmen Mini Feature Program “Jawa Tengah Hari Ini” di Stasiun TVRI Jawa Tengah Fendardi Yudha Pratama; Nurul Hasfi; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TVRI Jawa Tengah is a public broadcasting institution tasked with broadcasting information with educational value to the public. As a form of responsibility in becoming a means of preserving culture and local wisdom values, TVRI Jawa Tengah has one of the news programs, namely Jawa Tengah Hari Ini. This program contains one of the Mini Feature segments which contains light news information. Feature itself is news coverage that is informative, educative, entertaining, convincing, and provides human values (human interest) so that it can make the sympathy or empathy of those watching it moved and not bound by time (timeless). This project is present to fill the Mini Feature segment with content that raises a big theme about culture in accordance with TVRI's duties as a public broadcasting institution. The big theme is divided into several categories including arts, tourism, culinary, history, and rituals/traditions. This project took place by producing 48 contents with an average duration of 5-7 minutes. This content was aired on TVRI Jawa Tengah Station in April-July 2022 and rebroadcast through the YouTube channel "Karbid TVRI". In its implementation, there are 4 main job desks in the pre-production, production, and post-production processes: producer, director, reporter, cameraman.
PEMBERITAAN RAMAH GENDER PADA ARTIKEL KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI MEDIA FEMINIS MAGDALENE Ranti Dinda Cintya; Nurul Hasfi; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 11, No 2: April 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

News related to sexual violence against women in mainstream media often lacks a gender perspective and fails to adhere to the applicable journalistic code of ethics. As a result, this contributes to the perpetuation of the stigma of victims in society and hinders efforts to eradicate cases of sexual violence. Magdalene is one of the feminist media that has the mission of fighting patriarchy and bringing feminist issues closer to the public. This research aims to look at the framing of news related to sexual violence issues in the Magdalene media and how the news can accommodate the principles of gender journalism. The theories used are Agenda Setting Theory and Social Reality Construction Theory and Robert N. Entmant's framing analysis model is used as the research method. The research results show framing Magdalene has the propensity to voice difficulties associated with the subject of sexual violence by looking at it from the victim's perspective and the injustices encountered by the victim. Based on the results of framing analysis on 21 articles on sexual violence against women in Magdalene, four representations were found to consist of, the issue of sexual violence as a result of strong patriarchal ideology, the issue of sexual violence has not been handled because it is still considered a private issue, the legal system for cases of sexual violence in Indonesia has not been in the perspective of the victim, and the handling of sexual violence cases in Indonesia has not taken the side of the victim. The whole article at Magdalene related to the issue of sexual violence against women have accommodated the principles of journalism from a gender perspective, this is demonstrated by the existence of a perspective that is pro-victim, efforts to prioritize the psychological condition of victims and their recovery, as well as advocacy aimed at making social changes to help victims get better treatment in their environment and society, and the fulfillment of human rights that provide legal protection and justice. In addition, it is displayed through selecting topics that focus on gender inequality, including labeling in society, stereotypes against female victims, and marginalization and subordination.
Critical Phenomenology : The Essence of @Tarabasro Instagram Followers Experience about Beauty Standards Vira Amalia Riansyah; Sunarto Sunarto; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 11, No 2: April 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find the essence of @tarabasro instagram followers' experience about beauty standards using a critical phenomenology approach. Beauty standards are one of the social issues that are happening in today’s society and have impacted many women. In Indonesia, beauty standards have been constructed since the colonial era and the understanding of beauty in Indonesia still looked up to the western standards. The method used in this research is using a qualitative approach using Clark Moustakas theoretical underpinnings of phenomenology to assist a step-by-step process of conducting a phenomenological study with the object of women who follow Tara Basro between the age of 18 to 34 years old. The primary data used through an in-depth interview from four informants and relevant journals. The key findings of this research is that the informants are experiencing the negative effect of beauty standards in Indonesia, resulting in body dysmorphia, eating disorders and lack of self- acceptance. After finding Tara Basro's Instagram page the informants have a new perspective in how they see beauty standards which inspires them to love herself and embrace their natural appearance without having to meet beauty standards in Indonesia and thus in Indonesia it need more representation from actresses or influencer who have big following to not pushing the agenda of beauty standards rather that to spread the awareness of the importance to love their body without limits.
Navigating the Hidden Politics of Water Resource Bureaucracies in Indonesia: Mapping Issue-Elements and Alliances Muhammad Alif K. Sahide; Micah R. Fisher; Nurul Hasfi; Emban Ibnurusyd Mas’ud; Ahsan Yunus; Fatwa Faturachmat; Siti Halimah Larekeng; Ahmad Maryudi
Hasanuddin Law Review VOLUME 9 ISSUE 1, APRIL 2023
Publisher : Faculty of Law, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/halrev.v9i1.4304

Abstract

Water resource politics are often overlooked for jurisdictional perspectives, or difficult to comprehend for the politics unfolding behind the scenes. Using Indonesia as a case study, we synthesized all water-related bureaucracies to generate a list of “Water resource Issue-Elements,” which served as a framework for translating actor-centered power dynamics. The data is based on policies reviewed from 2014 to 2017, coinciding with the beginning of a new presidential administration with heightened interests in water resource management. The study found that while the central coordinating and planning bureaucracies wield the strongest network power, two sectoral bureaucracies hold tremendous influence in guiding water resource management, which unfold under conditions of highly fragmented politics. On the one hand, the Ministry of Environment and Forestry influences water resources through its land management mandate and seeks to enlarge its bureaucratic power beyond state forest boundaries through the concept of watersheds. On the other hand, The Ministry of Public Works and Housing maintains its traditional mandate for managing river basins, wielding large budgets and networks to control information and determine project-related disbursements. As these two bureaucracies shape alliances administering water resources, their delegating responsibilities also refract to regional bureaucracies, shaping a new set of subnational contestations.
Co-Authors Abdulhakim Arrofi Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Utama, Pradipta Aditya Ihatra, Dzikri Agus Iswanto Agus Naryoso Ahmad Maryudi Ahmed, Jamshaid Ahsan Yunus Ahsani Taqwim Aminuddin Aji Nurkafi, Fabi Alda Retania, Vira Amida Yusriana Amida Yusriana Amida Yusriana Annisa Hidayati Arif Hidayat Armaulida, Annisa Asri Bryllianissa, Fadhilla Aulia Triwardhana Noor Fathan Ramadhan, Avian Savitri, Lulu Bramantyo Utomo, Abdiel Chrisintya Mauli Sitorus Daeng Lanta Mutiara Rato R Daniel Panogari Dinaharilala Olivia, Randrianarison Elfa Dhiotami, Adeillia Emban Ibnurusyd Mas’ud Erica Pinasthika, Emilia Faizal Maghriza, Mukhammad Fatwa Faturachmat Fendardi Yudha Pratama Fillmore Galih Wibisana, Kuirinus Firdaus, Muhammad Rifki Gonçalves, Miguel Gono, Joyo Hanny Nurmalita Anggadewi Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pujo Santoso Himmatul Ulya I. Nabila, Dethisa Inny Aisyah Irsyadiah, Uli Zahro Islahuddin, Islahuddin Joyo NS Gono Kartoredjo, Ruiz Levay Jonothan Kevina Ukraina, Vadhillah Khairunnisa, Almira Larassati Setiawan, Zahwa Lintang Ratri Rahmiaji Louisa Yunita Pia Duna Luthfi Maulana Adhari Luz Rimban Maharani, Mandu Micah R. Fisher Moch Lukluil Maknun, Moch Lukluil Mochammad Imron Awalludin Muchamad Yulianto Muhammad Adnan Muhammad Alif K. Sahide Muhammad Bariqi Najman Muhammad Fazer Mileneo Muhammad Nur Rohman Rachman Nadya Nadya Nayla Zahra Luthfia Noven Harjadi, Christian Noviananda, Dhandy Nur Hidayati, Ayuk Nurist Surayya Ulfa Nurul Syifa, Salsa Pamungkas, Yoma Bagus PRAJWALITA PRAJWALITA Pravidya Salsabiila Primada Qurrota Ayun Rafika Thalia Utami Rahadianto, Anugrah Rahma Aulia, Zulfa Rahma Az Zahra Laksmitha Raihan Triaffandra Raina Arundati Putri Ranti Dinda Cintya Razania Sani, Inatsan Retno Palupi Rifat Farihi, Haikal Roch Aris Hidayat, Roch Aris S Rouli Manalu Sandy Allifiansyah Siti Halimah Larekeng Siwi Gayatri SUNARTO Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunyoto Usman Sunyoto Usmand Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Theresa Christya A Tia Nanda Dwi Hernawati Triswanti, Ririn Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo U Simanullang, Friska Ulfa Mawaddah Afriliani Vira Amalia Riansyah Widya Hapsari, Arinta Wijayanto Wijayanto Wike Widyaswarawati Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yasirul Amri Muhammad Yofiendi Indah Indainanto Yudhistira Dwiputra Handoko Yuwanto Yuwanto Zahra Adiba Salsabila Zulfalia Az Zahra, Annisa