Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Imageability terhadap Identitas Kawasan Kampung Heritage Kayutangan Putri, Putu Ratih Deandra; Ernawati, Jenny
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang dikenal dengan kesan visual sejarah kolonial Belanda. Kampung Heritage Kayutangan yang merupakan kampung tua di Kota Malang dengan peninggalan bangunan khas gaya arsitektur kolonial. Namun, seiring waktu tidak sedikit fungsi dan bentuk bangunan yang mengalami perubahan sebagai adaptasi zaman. Perubahan tidak dapat dihindari, sehingga hal yang dapat dilakukan secara signifikan adalah meningkatkan kesan visual kawasan. Penelitian memiliki tujuan untuk membahas pentingnya imageability karena memiliki peran dalam penguatan karakter yang dapat mempengaruhi suatu identitas kawasan. Penelitian ini menggunakan metode gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa imageability memiliki pengaruh penting dalam membentuk identitas kawasan. Elemen imageability yang terdiri dari variabel visual scope, motion, color, dominance, singularity, time series, material, directional differentiation, form simplicity, clarity of joint, name and meaning, dan continuity memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap identitas kawasan. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pelestarian dan peningkatan kualitas visual dalam membentuk imageability yang memperkuat karakter dan identitas suatu kawasan, khususnya dalam konteks pelestarian kawasan heritage.
Kualitas Visual Taman Kota Malang sebagai Taman Kota Ideal menurut Evaluasi Masyarakat Dewantara, I Dewa Agung Wasthu Devasya; Ernawati, Jenny
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik dalam perkotaan berupa taman kota telah lama menjadi integral dari masyarakat setempat dan berfungsi sebagai tempat berkumpulnya komunitas, ekspresi budaya, dan kegiatan rekreasi. Seiring berkembangnya teknologi dan pengetahuan membawa masyarakat pada era digitalisasi mengakibatkan kian menurunya tingkat partisipasi generasi y dan z dalam mengisi kehidupan di sebuah taman kota. Saat ini juga terlihat bagaimana menurunnya jumlah pengunjung pada taman kota di Kota Malang yang dikarenakan ketidakidealan taman kota malang dalam memfasilitasi masyarakat. Mengetahui pandangan masyarakat akan sebuah taman kota ideal di Kota Malang merupakan tujuan penelitian ini. Penggunaan metode penelitian campuran untuk menghasilkan interpretasi data yang mendalam. Hasil penelitian memperlihatkan bagaimana penilaian masyarakat terhadap kualitas visual taman dipengaruhi oleh parameter konseptual penilaian. Parameter konseptual penilaian yang terdiri dari variabel safety, maintenance, economic impact, activity, coherence, built environment, naturalness, order, comfort, complexity, dan excitement memiliki pengaruh positif dan siginifikan terhadap kualitas visual taman kota. Hasil juga memperlihatkan bagaimana generasi y dan z memiliki kecenderungannya sendiri terhadap persepsi mereka akan taman kota ideal. Dari penelitian didapatkan bahwa penilaian masyarakat terhadap taman kota malang sebagai taman kota ideal sangat dipengaruhi oleh parameter konseptual kualitas visual.
Pengaruh Kualitas Komponen Daya Tarik Wisata Terhadap Revisit Intention Dengan Kepuasan Wisatawan Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Wisata Bahari Lamongan) Nabila Az Zuhroh; Ernawati, Jenny
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peningkatan kepadatan aktivitas dapat memicu terjadinya stres pada masyarakat. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan mendapatkan hiburan seperti pergi ke taman hiburan. Salah satu pengembangan taman hiburan adalah taman hiburan tematik (theme park). Wisata Bahari Lamongan (WBL) merupakan salah satu contoh theme park di Indonesia yang memiliki peningkatan jumlah pengunjung tiap tahunnya. Namun terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan saat setelah pandemi Covid-19 (2022) yang tidak mencapai jumlah kunjungan saat sebelum pandemi Covid-19 (2019), sehingga secara tidak langsung mengungkapkan adanya penurunan kepuasan wisatawan dan minat berkunjung kembali wisatawan (revisit intention). Revisit intention dipengaruhi oleh kualitas komponen daya tarik wisata dan kepuasan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kualitas komponen daya tarik wisata pada Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan mengeksplorasi pengaruhnya terhadap kepuasan wisatawan serta revisit intention pada Wisata Bahari Lamongan (WBL). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan accidental sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh komponen daya tarik wisata yang terdiri dari attrcations, amenities, accessbilities, ancillary, activities, human resources, images, dan prices pada Wisata Bahari Lamongan (WBL) memiliki kualitas baik. Selain itu, didapatkan temuan bahwa komponen daya tarik wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, serta terhadap revisit intention melalui kepuasan wisatawan.
Kualitas Visual Fasad Bangunan Kolonial di Kota Blitar berdasarkan Persepsi dan Pengetahuan Publik Al Farisa, Zai Dzar; Santosa, Herry; Ernawati, Jenny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.420

Abstract

Kota Blitar yang terkenal dengan warisan sejarahnya, memiliki banyak bangunan kolonial yang menjadi identitas kota. Fasad bangunan kolonial berperan penting dalam membentuk estetika kota sekaligus merefleksikan nilai sejarah. Namun, fasad bangunan tersebut mengalami penurunan kualitas akibat kurangnya pemeliharaan dan rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pelestarian, sedangkan pelestarian menjadi hal penting dalam upaya city branding sebagai kota heritage. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara pengetahuan masyarakat dan persepsi mereka terhadap kualitas visual fasad bangunan kolonial di Kota Blitar. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang fokus pada karakteristik fisik fasad atau persepsi visual secara umum, penelitian ini mengintegrasikan dimensi pengetahuan masyarakat, meliputi gaya, fungsi, lokasi, sejarah, dan usia bangunan. Pendekatan kuantitatif-deskriptif digunakan, dengan 6 bangunan kolonial yang dipilih melalui purposive sampling dan melibatkan 100 orang masyarakat umum dan 100 orang masyarakat profesional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert dan dianalisis mean menggunakan SPSS. Temuan pada penelitian ini adalah, pengetahuan masyarakat umum lebih dominan pada aspek lokasi, sedangkan masyarakat profesional lebih memahami gaya bangunan, dan pengetahuan tentang sejarah memiliki nilai terendah di kedua kelompok. Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual memiliki pengaruh lebih besar terhadap persepsi dibandingkan pengetahuan tentang bangunan, mendukung urgensi edukasi publik untuk meningkatkan apresiasi terhadap nilai sejarah bangunan kolonial.
Persepsi Visual Fasad Bangunan di Kawasan Taman Ismail Marzuki Jakarta Sebagai Pembentuk Citra Kawasan Annisa Tjahya Fitrianty; Herry Santosa; Jenny Ernawati
RUAS Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2024.022.01.8

Abstract

Challenges related to the visual aspects of the urban environment arise from the diverse interests, abilities, and perceptions of the community. These differences have an impact on the physical condition of the area, causing the visual process to be complicated and difficult to recognize. The revitalization of the Taman Ismail Marzuki area aims to revive the area as a center for arts and educational facilities. This effort includes the construction of a new building with various facilities. This study aims to examine the suitability of the visual elements of the façade of the building after revitalization, as well as its influence on the formation of the image of the area. This study uses a quantitative descriptive method. Data collection through surveys (questionnaires). The selection of respondent samples was carried out by accidental sampling, then analyzed using mean score analysis and multiple linear regression. The results show that the characteristics of the visual elements of the façade significantly affect the image of the area. Of the eight variables of the study, three main visual elements—architectural style, walls, and sun shading—highlight the characteristics of the area and play an important role in enhancing the image of Taman Ismail Marzuki.
Implementasi Sustainable Streetscape pada Koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang berdasarkan Persepsi Masyarakat Fanda, Aigan Mubiena; Ernawati, Jenny; Santoso, Joko Triwinarto
RUAS Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2024.022.02.4

Abstract

However, not all cities have uniformly implemented sustainable streetscape, particularly in the context of historic corridors, despite its critical role in enhancing urban success and boosting tourist appeal. The goal of this study is to look at how to create sustainable streetscapes using urban and social principles and public opinion. The Jalan Jenderal Basuki Rahmat corridor after the changes was used as an example. This research utilizes a descriptive quantitative method to identify the actual conditions through direct observations and public impressions, using questionnaires with a Likert scale, which are then analyzed through mean score analysis. The characteristics of this study include legibility, comfort, safety, beauty, liveliness, and healthy urban communities. The study's results show that, in the public's opinion, the implementation of a sustainable streetscape along the Jalan Jenderal Basuki Rahmat corridor meets urban and social principles. The variables of attractiveness and liveliness got the highest mean scores. The Malang City Government anticipates this research to play a significant role in facilitating the city's success.
PERSEPSI PUBLIK TENTANG KUALITAS VISUAL FASAD BANGUNAN KOLONIAL DI KOTA BLITAR Al Farisa, Zai Dzar; Santosa, Herry; Ernawati, Jenny
JURNAL DARMA AGUNG Vol 33 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v33i1.4998

Abstract

Kota Blitar memiliki kekayaan bangunan kolonial yang menjadi elemen penting dalam membentuk karakter visual dan citra kota. Namun, banyak fasad bangunan kolonial mengalami penurunan kualitas akibat kurangnya pemeliharaan serta rendahnya apresiasi masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas visual fasad bangunan kolonial di Kota Blitar berdasarkan persepsi masyarakat umum dan profesional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis mean. Data diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 200 responden dari masyarakat umum dan profesional, serta dokumentasi visual dari 6 bangunan kolonial yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen bentuk mendapatkan apresiasi tertinggi dari masyarakat umum, sedangkan elemen ornamen lebih dihargai oleh kelompok profesional. Elemen warna dan pintu secara konsisten mendapatkan nilai terendah dari kedua kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan persepsi publik dalam pelestarian bangunan kolonial untuk menjaga kualitas visual dan citra Kota Blitar sebagai kota heritage. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penyusunan pedoman teknis pemeliharaan fasad serta program edukasi dan pelestarian yang melibatkan berbagai pihak.
Penilaian Persepsi Masyarakat Terhadap Bangunan Besejarah Di Koridor Kayutangan, Malang, Indonesia Azis, Baskoro; Santosa, Herry; Ernawati, Jenny
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 11 No. 1 (2019): January 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v11i1.2514

Abstract

Malang is well-known for colonial buildings. Visual quality of historic buildings in the Kayutangan corridor makes it an icon of Malang City. Assessment of visual quality is affected by daytime conditions. Day lighting are factors that influenced the visual quality assessment of historic buildings. This study meant to assess the visual quality of historic buildings and aspects that influence by society during the day. This study used a descriptive quantitative method explaining public perception about the visual quality of historical buildings in Kayutangan street corridors during the day. Semantic Differential Scale (SD) was the instrument to describe the respondents’ perceptions (positive and negative ones). From the result showed that visual quality of 1 of 10 historic buildings in Kayutangan was below the average scores and the most influential variables by society with day lighting in the historic building.DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v11i1.2514
Unravelling Third Space as Urban Design Quality through Behavior Mapping in Kayutangan Street, Malang, Indonesia Esperanza, Dhiba; Ernawati, Jenny; Kusdiwanggo, Susilo
RUAS Vol. 23 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2025.023.01.8

Abstract

The third space is an interaction space that connects spatiality, history, and social aspects. As a space that surpasses other spaces, the third room should also show good urban design quality. This study seeks to reveal the characteristics of the Third Space in the historical street of Kayutangan and its relationship with the Quality of Urban Design through behavior mapping techniques based on Naturalistic Observation. The research uses a qualitative approach with observation units of activity type, frequency, direction of face, spatial distance, duration of activity, gender, age, and environmental stimulus in observing the character of the Third Space. This unit was analyzed using the dimensions of imageability: sense of place, place identity, and attractiveness. It was found that there are 13 symptoms of the Third Space in the area and their relationship with the quality of urban design. These aspects are the heterogeneity of activities, the participation of informal actors, the existence of street vendors, cultural heritage, permeability, sense of healing, sense of navigation, sense of reflection, architectural didacticism, the completeness of street furniture, social interaction, interaction between street furniture and informal actors, and the existence of iconic buildings.
Perubahan Ruang pada Tradisi Sedekah Laut di Kampung Nelayan Karangsari Kabupaten Tuban Ramantika, Helena; Murti Nugroho, Agung; Ernawati, Jenny
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 16, No 2 (2014): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v16i2.2776

Abstract

Tradition “Sedekah Laut” often done by fishing communities is one of Indonesian culture. Karangsari village is one of the villages that still maintain this tradition. It becomes  a form of gratitude in daily life, after their needs can be fulfilled well, the health of local residents guaranteed, and they got  abundant catches. This study aimed to identify space changes in either micro, meso and macro scales of the tradition. The method used in this research is qualitative descriptive exploring the space and activities in it. The result showed that there was a change in the space in the tradition activity which occurs either in micro, meso and macro scales. The space chages followed the needs of the process in the tradition. Tradisi sedekah laut yang sering dilakukan masyarakat nelayan merupakan salah satu kebudayaan Indonesia. Kampung Karangsari merupakan salah satu kampung yang masih mempertahankan tradisi sedekah laut. Kegiatan sedekah laut ini adalah suatu bentuk ungkapan syukur dalam kehidupan sehari-hari, dimana kebutuhan hidup dapat tercukupi dengan baik, kesehatan warga setempat terjamin, dan hasil laut dapat menghasilkan tangkapan yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan ruang baik skala mikro, meso dan makro dalam tradisi sedekah laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan mengeksplorasi ruang dan aktivitas yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan ruang ketika aktivitas tradisi sedekah laut terjadi baik skala mikro, meso dan makro. Perubahan ruang tersebut mengikuti kebutuhan proses kegiatan sedekah laut.
Co-Authors Abidzar Al Ghifari Abraham M. Ridjal Adelia Ayu Astrini Adisty Yoeliandri Putri Agung Murti Nugroho Agus Dwi Wicaksono Aisyah Ridha Rahmawati Al Farisa, Zai Dzar Aldo Wicaksono Siregar Aldy Adyargha Almira Ramadanti Ana Adiba Anggie Nabila Pitaloka Annisa Sukma Ningrati Annisa Tjahya Fitrianty Antariksa Antonio Heltra Pradana ariadne hartati Ashiddiqy Adha Atikah Hardiyana Aurelia Karen Ayunastuti Dian Pratiwi Baskoro Azis Budi Tri Wijaya Chairil Budiarto Amiuza Cynthia Luna Kanadeva Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Dea Andia Desy Suryya Fatmaningtyas Dewantara, I Dewa Agung Wasthu Devasya Dita Ayu Alferina Dyaning Wahyu Primasari Elita Merry Pratiwi Ema Y. Titisari Eni Zuliana Erisa Ardiansari Erwin Feisal Fahmi Esperanza, Dhiba Faisal Bahar Faizal Ardiansyah Sangadji Fanda, Aigan Mubiena fenny widiana frida ayu auliyah ardina Gabira Prakhasa Harianto Galih W. Pangarsa Ganesha Alif Ramadhan Haru Agus Razziati Helena Ramantika Herry Santosa Herry Santosa Herry Santosa I Kadek Rama Saputera Imroatin Nurillah Indyah Martiningrum Jhon Andrew Hasudungan Joko Triwinarto Joko Triwinarto Santoso Juniawan Adhari Kartika Lestari Gladysia Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Lilla Arifah Lisa Dwi Wulandari M. Miftah Luqmanul Hakim Made Bayu Permana Antara Mala Azizatul Mukhoyyaroh Mohammad Amarullah Mohammad Bisri Muhammad Nurhasbi Mutiah Abdat Nabila Az Zuhroh Nabila Marsha Herawati Nadia Pusparini Ni Putu Tenesya Mutiara Oktamaya Laksmi Noviani Suryasari Olivia Caterine Dora Maran PANGARSA, Galih Widjil Pertiwi, Nanda Dewi Putri, Putu Ratih Deandra Rahadian Nugroho Rendy Utama Retty Puspasari Reza Hidayatullah Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Dwi Lestari rizkiyana syafira zahra Rr. Putri Salsabila Azka Nadya Halim saviratri sekar nusa Savria Vilia Roza Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas sindyarti mulia jaya Slamet Slamet Sofie Ikharul Januarti Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Susilo Kusdiwanggo, Susilo Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Tyas Pinendita U Bayu Santosa Vanbalden Halasson Sihaloho Vidya Septianty Viriya Panna Peksirahardjo Wasiska Iyati Wayan Gita Tresna Anggari WENTI HIDAYAH NUR SYADZA Widya Agatha Putri Wildha Mardhatillah Woro Nimas Sekar Ayu Intan Kartikasari Wulan Astrini Zai Dzar Al Farisa Zati Ulwa Lina Fadia