Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Penentu Setting Fisik Dalam Beraktifitas Di Koridor Jalan Sebagai Ruang Publik (Studi Kasus Kampung Kauman Desa Pakuncen Kabupaten Nganjuk) Erisa Ardiansari; Jenny Ernawati; Agung Murti Nugroho
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.111 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.3

Abstract

The development of a village to be reduced along with the erosion of cultural values and traditions of their ancestors. In the allotment of a village for the first time in the spotlight is the hall way, be interesting if the tersebeu corridor there are various activities that becomes the center point of a village or town. This study took a study in the Village Pakuncen Nganjuk. Where in the village there is a road corridor is quite interesting, because there is a historic building that became a benchmark for the appearance of the village. It is necessary for the arrangement of the physical setting of the corridor in order to meet their needs as a public space that can accommodate activities that occur in buildings in the corridor area. The cornerstone of the theory used in this research is the theory of the behavior setting with descriptive qualitative method. With the method centered place and person-centered maps maps can be obtained results form the physical arrangement of the road corridor settings that affect day-to-day activities that occur.Keywords : Road corridors, public spaces, activities and behavior
Faktor-Faktor Pembentuk Identitas Suatu Tempat Jenny Ernawati
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 3, No 2 (2011): July 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v3i2.1391

Abstract

Dalam dua puluh lima tahun belakangan ini identitas suatu tempat (place identity) telah menjadi issue yang penting dalam perencanaan dan perancangan kota (Wikipedia, 2009). Sejalan dengan gerakan global untuk melindungi tempat-tempat yang memiliki warisan budaya yang signifikan, maka keprihatinan terhadap hilangnya individualitas dan distinctiveness antara satu tempat dengan tempat yang lain sebagai dampak dari globalisasi budayapun meningkat. Tulisan ini dimaksudkan untuk menyajikan hasil penelitian yang dimaksudkan untuk menggali dimensi yang mendasarievaluasimasyarakat terhadap identitas suatu tempat (place identity). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan metode survei, dan Kota Malang sebagai lokus penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah self administered questionnaire denganmenggunakan skala Likert. Responden sejumlah 240 orang dipilih secara random dari daftar nama pada buku telepon terbaru. Konsep place identity dievaluasi berdasarkan 5 aspek: continuity, familiarity, attachment, commitment, dan external evaluation. Selanjutnya faktor-faktor pembentuk identitas suatu tempat (place identity) berdasarkan evaluasi masyarakat terhadap identitas kota tempat tinggalnya diungkap melalui analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dimensi yang mendasarievaluasimasyarakat terhadap place identity, yaitu Faktor Hubungan Personal, Faktor Lingkungan Fisik dan Faktor Komitmen.
Visual Quality of the Facade of Cultural Heritage Buildings in the Historic Area of Jalan Semeru Malang City Faisal Bahar; Herry Santosa; Jenny Ernawati
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5237

Abstract

Jalan Semeru Malang City is one of the historical areas that plays an important role in the development of the western part of Malang City which has many historical buildings from the Dutch colonial heritage. The purpose of this study was to find out the similarities and differences in perceptions between the public and practitioners and academics in the field of architecture in assessing the visual elements on the facades of cultural heritage buildings, as well as to find out the visual elements of the facades that were significant according to the public, practitioners and academics in the field of architecture on the visual quality of the facades of historic buildings along the way. the corridor of Jalan Semeru Malang City. The development and construction along the Jalan Semeru corridor, Malang City, which does not pay attention to the context of the area as a historic area, can slowly cause a shift in the shape and meaning of the city structure which can affect the visual character of building facades in the area. The shift in the visual character of the building facade that does not pay attention to the regional context in a historic area can have a negative impact on environmental aesthetics, causing a decrease in the visual quality of the historic area. This study uses quantitative research methods with a public perception approach. To measure people's perceptions, a differential semantic scale is used which contains two opposite words. The results of this study indicate that the assessment between two groups of respondents with different occupational and educational backgrounds has different assessment results on each facade element. Facade elements that are significant to the visual quality
Nilai Signifikansi Budaya Bangunan Lama di Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang Berdasarkan Persepsi Masyarakat fenny widiana; Herry Santosa; Jenny Ernawati
RUAS Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : RUAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.01.5

Abstract

Historic buildings that still survive for a long time can affect the image of an area. To study this, this research identified people's perceptions of historical buildings in the Merdeka Square area of Malang. This study used multiple rating scales measuring instruments and photos of eight historic buildings around the Merdeka Square, Malang City as stimuli to investigate the similarities and differences in perceptions between three groups of respondents: the general public, professionals in the field of Architecture (lecturers and students majoring in Architecture, and members of the Indonesian Architectural Association), and the Government (Bappeda, Culture and Tourism Department, and Malang City DPUPR). The results of this study indicated that the order of the most influential cultural significance factors in shaping the image of the Merdeka Square area of Malang is the intangible value and the visual quality of the facade of the old building. It was also found that there were differences in assessment between groups of respondents in assessing the visual quality of the building facade in its effect on the image of the area.
Kualitas Visual Fasad Bangunan di Kawasan Pecinan Kota Makassar Berdasarkan Persepsi Masyarakat Wildha Mardhatillah; Jenny Ernawati; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.61 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5054

Abstract

Dalam perkembangan Kawasan Pecinan Kota Makassar mengalami degradasi vitalitas yang tidak relevan dengan statusnya sebagai pusaka kota dan penurunan kualitas visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian masyarakat umum dan professional di bidang arsitektur tentang peranan elemen fasad terhadap kualitas visual Kawasan Pecinan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode analisis independent sample t-test, analisis faktor dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penilaian kedua kelompok responden. Persepsi kelompok arsitektur menunjukkan bahwa kualitas visual kawasan hanya dipengaruhi oleh bidang perulangan bentuk pada bangunan klenteng. Sedangkan, persepsi kelompok non arsitektur penilaiannya dipengaruhi oleh material untuk property pada bangunan ruko; material bidang dan efek visual pada bangunan pertokoan; material bidang dan efek visual pada bangunan klenteng; dan railing dan perulangan bentuk pada bangunan klenteng.
OBJEK AMATAN PADA TIPO-MORFOLOGI RUANG PONDOK PESANTREN SALAF-TRADISIONAL Ririn Dwi Lestari; Antariksa; Jenny Ernawati
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.237 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i02.250

Abstract

Pondok Pesantren Salaf-Tradisional merupakan model sistem sosial sekaligus sistem intelektual yang pertama dan tertua di Indonesia. Sebutan di Jawa, Sunda dan Madura adalah Pesantren atau Pondok, di Minangkabau Surau (Dayah), di Aceh dinamakan Rangkang (Meunasah). Lembaga ini bertujuan untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral agama sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari. Melalui pengkajian kitab klasik atau kitab kuning, dengan metode sorogan, bandongan atau wetonan, dan hafalan serta halaqoh. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui objek amatan apa saja yang dapat menjadi panduan untuk mengamati tipo-morfologi tipe ‘ibu’ atau tipe dasar/tradisional penyelenggaraan ruang-ruangnya. Melalui elaborasi teori ruang dan sintesa objek amatan dari penelitian terdahulu yang terkait, diperoleh objek amatan pada Ruang Luar berupa, (1)Organisasi Massa, (2)Lay-Out dan (3)Tatanan Massa dengan variabel amatan (a)Bentuk Massa, (b)Konfigurasi Massa, (c)Orientasi Massa, (d)Pola Sirkulasi, (e)Hirarki Massa dan (f)Transformasi Massa. Objek Amatan pada Ruang Dalam yaitu, (1)Organisasi Ruang, (2)Denah Ruang, (3)Teritori Ruang dan (4)Tatanan Ruang dengan variabel amatan (a)Bentuk Ruang, (b)Konfigurasi Ruang, (c)Orientasi Ruang, (d)Sirkulasi Ruang, (e)Elemen Pembatas Ruang, (f)Teritori Pemanfaatan Ruang, (g)Hirarki Ruang dan (h)Transformasi Ruang. Tanpa mengetahui tipe dasarnya, tidak mungkin bisa mengenal peran pentignnya dalam sejarah perjuangan bangsa hingga sekarang, apalagi mampu melestarikan nilai-nilai tradisi/kultur luhur yang dimilikinya.
PROSES PERUBAHAN RUANG SOSIOANTROPOLOGI ARSITEKTUR DI KAWASAN PONDOK PESANTREN BUNGKUK SINGOSARI Mohammad Amarullah; Agung Murti Nugroho; Jenny Ernawati
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v2i01.2641

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses perubahan ruang sosioantropologi arsitektur dikawasan Pondok Pesantren Bungkuk Singosari Malang. Metode yang digunakan yaitu kualitatif analisis deskriptif berdasarkan 12 alur proses perubahan ruang dengan strategi pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perubahan ruang sosioantropologi arsitektur di Kawasan Pondok Pesantren Bungkuk dipengaruhi oleh tradisi keislaman NU yang mampu membentuk karakter masyarakat yang sarat dengan kearifan lokal dalam hubungan sosial dengan lingkungannya.
Aspect Shaper Facade Visual Quality Building on Jalan Pasar Besar Malang Eni Zuliana; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.5956

Abstract

Malang City is a a city designed by the Dutch Colonial nice and structured based on rule aesthetics caring environment facade visual quality building. Jalan Pasar Besar Malang is one of the the path that has score history and role important to development physical city of Malang. Research objectives this is for identify as well as describe aspect Influential visual quality significant to facade visual quality building on Jalan Pasar Besar Malang. Method used is quantitative with analysis linear regression. Based on analysis that has been conducted declared that aspect facade visual quality influential building significant to facade visual quality the building on Jalan Pasar Besar Malang is rhythm, coherence, scale, homogeneity, proportion and balance.
Preferensi Masyarakat Terhadap Setting Elemen Fisik Ruang Terbuka Publik Nabila Marsha Herawati; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya ketidakmerataan aktivitas di antara fasilitas Taman Singha Merjosari Malang, yaitu adanya ruang yang sepi pengunjung menyebabkan timbulnya pertanyaan apakah pengunjung tidak nyaman dalam beraktivitas di fasilitas taman atau apakah terdapat elemen-elemen fisik yang tidak disukai pengunjung. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat umum termasuk pengunjung yang sudah pernah menggunakan fasilitas Taman Singha Merjosari. Pada taman teridentifikasi empat jenis elemen fisik yang paling banyak ragamnya dan paling sering digunakan. Empat jenis elemen fisik yaitu tempat duduk, tempat sampah, jalur pedestrian dan pola vegetasi merupakan objek amatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner online. Penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Foto sebagai stimuli dinilai oleh masyarakat menggunakan multiple rating scale tujuh skala. Hasil kuesioner diolah dengan analisis mean score. Dari hasil yang diperoleh terlihat kecenderungan masyarakat pada elemen tempat duduk, tempat sampah dan jalur pedestrian tipe 1.Kata kunci: preferensi, setting elemen fisik, ruang terbuka publik
Pola Ruang Aktivitas pada Koridor Jalan Dr. Sutomo Jombang Akibat Peralihan Fungsi Ruang saat Pandemi COVID-19 Woro Nimas Sekar Ayu Intan Kartikasari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019 Pandemi COVID-19 datang dan mengakibatkan berhentinyaaktivitas yang terjadi di ruang public, pandemi yang terjadi lebih dari 2 tahunlamanya menyebabkan kebutuhan psikologis manusia beraktivitas di luar rumahsemakin meningkat. Hal ini mendorong pemerintah Kota Jombang untukmenciptakan Ruang Publik baru dengan memanfaatkan koridor jalan kota di Jalan Dr.Sutomo menjadi Kuliner Jombang. Selain menjawab kebutuhan lama juga akanmenimbulkan permasalahan baru lainnya. Salah satunya adalah PKL bisa keluar dariruang publik baru tersebut bila pengunjung tidak tertarik masuk ke dalam KulinerJombang. Oleh karena itu di perlukan kajian terakait ruang aktivitas yang terbentukdi dalam koridor jalan Dr. Sutomo, agar dapat diketahui apa saja faktor yangmembentuk aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganmelakukan observasi pemetaan behavior dalam beberapa kurun waktu yang telahditentukan. Hasil dari penelitian ini menunjukan pola ruang aktivitas berupa radialdan linier secara mikro pada masing-masing segmen yang dipengaruhi oleh elemenfisik berupa alas duduk, kursi plastik, meja, gerobak dagangan PKL dan lamanyamemasak. Sedangkan secara makro pola pesebaran PKL sepanjang koridor tertataberbentuk linier, namun bila dilihat dari intensitas tinggi aktivitasnya polapersebaran secara makronya adalah radial dengan focus agglomeration berupa salingberdekatannya penempatan PKL dengan dagangan yang sejenis.
Co-Authors Abidzar Al Ghifari Abraham M. Ridjal Adelia Ayu Astrini Adisty Yoeliandri Putri Agung Murti Nugroho Agus Dwi Wicaksono Aisyah Ridha Rahmawati Al Farisa, Zai Dzar Aldo Wicaksono Siregar Aldy Adyargha Almira Ramadanti Ana Adiba Anggie Nabila Pitaloka Annisa Sukma Ningrati Annisa Tjahya Fitrianty Antariksa Antonio Heltra Pradana ariadne hartati Ashiddiqy Adha Atikah Hardiyana Aurelia Karen Ayunastuti Dian Pratiwi Baskoro Azis Budi Tri Wijaya Chairil Budiarto Amiuza Cynthia Luna Kanadeva Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Dea Andia Desy Suryya Fatmaningtyas Dewantara, I Dewa Agung Wasthu Devasya Dita Ayu Alferina Dyaning Wahyu Primasari Elita Merry Pratiwi Ema Y. Titisari Eni Zuliana Erisa Ardiansari Erwin Feisal Fahmi Esperanza, Dhiba Faisal Bahar Faizal Ardiansyah Sangadji Fanda, Aigan Mubiena fenny widiana frida ayu auliyah ardina Gabira Prakhasa Harianto Galih W. Pangarsa Ganesha Alif Ramadhan Haru Agus Razziati Helena Ramantika Herry Santosa Herry Santosa Herry Santosa I Kadek Rama Saputera Imroatin Nurillah Indyah Martiningrum Jhon Andrew Hasudungan Joko Triwinarto Joko Triwinarto Santoso Juniawan Adhari Kartika Lestari Gladysia Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Lilla Arifah Lisa Dwi Wulandari M. Miftah Luqmanul Hakim Made Bayu Permana Antara Mala Azizatul Mukhoyyaroh Mohammad Amarullah Mohammad Bisri Muhammad Nurhasbi Mutiah Abdat Nabila Az Zuhroh Nabila Marsha Herawati Nadia Pusparini Ni Putu Tenesya Mutiara Oktamaya Laksmi Noviani Suryasari Olivia Caterine Dora Maran PANGARSA, Galih Widjil Pertiwi, Nanda Dewi Putri, Putu Ratih Deandra Rahadian Nugroho Rendy Utama Retty Puspasari Reza Hidayatullah Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Dwi Lestari rizkiyana syafira zahra Rr. Putri Salsabila Azka Nadya Halim saviratri sekar nusa Savria Vilia Roza Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas sindyarti mulia jaya Slamet Slamet Sofie Ikharul Januarti Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Susilo Kusdiwanggo, Susilo Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Tyas Pinendita U Bayu Santosa Vanbalden Halasson Sihaloho Vidya Septianty Viriya Panna Peksirahardjo Wasiska Iyati Wayan Gita Tresna Anggari WENTI HIDAYAH NUR SYADZA Widya Agatha Putri Wildha Mardhatillah Woro Nimas Sekar Ayu Intan Kartikasari Wulan Astrini Zai Dzar Al Farisa Zati Ulwa Lina Fadia