Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Mahasiswa Terhadap Kenyamanan Spasial Ruang Tebruka Publik di Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ana Adiba; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampus merupakan analogi dari sebuah kota dalam bentuk mikro. Terdapat berbagai aktivitas, kulturasi budaya dan sosial yang ada dalam satu kawasan. Mayoritas aktivitas selain aktivitas akademika pada kampus berada di ruang terbuka publik kampus, dengan elemen serta fitur pada ruang untuk menunjang aktivitas, seperti aktivitas berkumpul, sosialisasi dan lainnya. Maka itu perlu perhatian terhadap elemen, fitur dan desain ruang terbuka publik karena dapat memberikan pengaruh terhadap kenyamanan spasial pengguna pada ruang tersebut. Objek penelitian ini adalah Kampus I UIN Syarif Hidayatullah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap kenyamanan spasial ruang terbuka publik di Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Permasalahan yang ada pada objek penelitian ini yaitu berupa minimnya signage yang mampu berfungsi untuk menunjukkan arah, kepadatan dalam dan luar kampus yang berasal dari ketidakaturan ruang parkir dalam kampus dan dimensi sirkulasi pada kawasan kampus. Penelitian ini menggunakan mix-methods, kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini, berdasarkan observasi dan penilaian mahasiswa, menunjukkan 5 faktor yang berpengaruh baik dan signifikan terhadap kenyamanan spasial ruang terbuka publik di Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu faktor kemudahan aksesibilitas, kenyamanan ruang terbuka hijau, kemudahan aksesibilitas signage yang berfungsi dan memberikan arah, keamanan dan kenyamanan ruang terbuka non hijau dengan banyak fitur yang ada. Sedangkan terdapat beberapa faktor dan saran untuk Kampus I UIN Jakarta ini berkembang lebih baik.Kata kunci:
Kualitas Walkability pada Masa Pandemi di Kawasan Transit Oriented Development Blok M, Jakarta Almira Ramadanti; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas walkability menjadi hal yang penting di masa pandemi COVID-19. Hal ini dikarenakan perlu adanya penyesuaian di masa pandemi pada jalur pedestrian untuk kegiatan berjalan kaki yang merupakan moda transportasi mendasar. Selain itu, kawasan transit oriented development Blok M yang memiliki mobilitas perkotaan tinggi menjadikan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut rentan terhadap COVID19. Walkability akan dinilai berdasarkan sepuluh variabel yang diklasifikasikan menjadi keempat aspek mendasar, yaitu aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, estetika, dan penyesuaian terhadap pandemi. Dari hasil penelitian, kualitas walkability di kawasan Blok M hanya mencapai kategori “cukup”, sehingga belum sesuai dengan konsep kawasan yang transit oriented.Kata kunci: mobilitas perkotaan, walkability, pandemi COVID-19, kawasan transit oriented development.
Adaptasi Berhuni Mahasiswa pada Hunian Indekos di Kota Malang Damayanti Asikin; Rinawati P. Handajani; Jenny Ernawati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.113 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i2.158

Abstract

Kota Malang merupakan “Kota Pendidikan” yang menarik sebagai tempat untuk menempuh pendidikan tinggi bagi pemuda dari luar kota Malang. Hunian indekos sebagai tempat tinggal banyak dipilih selama mereka menempuh pendidikan. Tempat tinggal baru tersebut menuntut mahasiswa dapat menyesuaikan diri agar tujuan dan harapan selama menempuh pendidikan bisa tercapai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui elemen adaptasi berhuni mahasiswa dan penerapannya pada hunian indekos sebagai tempat tinggal selama menempuh pendidikan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari hasil kuesioner 135 responden yang dikumpulkan dalam kurun waktu tiga minggu. Adaptasi pada hunian indekos dijumpai pada elemen lingkungan fisik, elemen lingkungan sosial budaya, dan elemen perilaku dalam membentuk teritori personal dan komunal. Elemen adaptasi diterapkan pada aspek non struktural dan aspek struktural, dengan strategi penyesuaian, strategi mengubah, serta menarik diri atau meninggalkan lingkungannya. Konsep adaptasi berhuni mahasiswa mencakup aspek non struktural berupa perilaku dan fungsional pada elemen adaptasi lingkungan sosial budaya dan perilaku dalam skala meso hunian kos, serta aspek struktural pada elemen adaptasi lingkungan fisik dan perilaku dalam skala mikro kamar kos.
Visual Perception of the Heritage Building Facades in the Administrative Center Area of Malang City Faisal Bahar; Herry Santosa; Jenny Ernawati
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6206

Abstract

The Administrative Center Area of Malang city, which is located around the tugu square, is one area that plays an important role in the development of the eastern part of Malang City, which has many historic buildings from the Dutch colonial heritage. The purpose of this study is to find out the similarities and differences in perceptions between the public and practitioners and academics in the field of architecture in assessing the visual elements on the historic building facades and to find out which facade visual elements are significant according to the public, practitioners, and academics in the field of architecture on the visual quality of the historic building facades in the Administrative Center Area of Malang city. Developments and constructions in the Administrative Center Area of Malang city, which do not pay attention to the area context as a historic area, can slowly cause a shift in the shape and meaning of the city structure which can affect the visual character of the building facades in the area. The shift in the visual character of the building facades that do not pay attention to the area context in a historic area can harm environmental aesthetics, causing a decrease in the visual quality of the historic area. This study uses quantitative research methods with a public perception approach. To measure people's perceptions, a differential semantic scale is used which contains two opposite words. The results show that the assessment between two groups of respondents with different occupational and educational backgrounds has the similar assessment results on each facade element. Facade elements that are significant to the visual quality of the historic building facades in the Administrative Center Area of Malang City are the facade shape and color.
Citra Destinasi Wisata Religi Berdasarkan Pengalaman Wisata pada Prosesi Semana Santa di Kota Larantuka Olivia Caterine Dora Maran; Herry Santosa; Jenny Ernawati
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i1.688

Abstract

Larantuka was once a catholic kingdom with a religious tradition called Semana Santa which lasted hundreds of years. Semana Santa, which now has developed into a religious tourism attraction, is a combination of history and religious rituals which together with the physical environment together form the image of religious tourism in Larantuka City. However, in its development, Larantuka is increasingly experiencing changes, not only socially, but physically, which then affects the identity of the area which is well-known as a religious tourism destination. Through mental mapping carried out on 32 respondents who took part in Semana Santa, a description was obtained in the form of an overview of Larantuka based on the experience of religious tourism as expressed by 58 environmental attributes. The grouping of the 58 environmental attributes is after known as the image-forming elements of religious tourism destinations, namely Tourism Locations-Sacral Sites, Tourist Locations-Non-Sacral Sites, Activity Support Facilities-Sacral Sites, Other Activity Support Facilities, Transportation Facilities, Linear Attributes, Watershed Landscapes, Local Community Organizations/Settlements, Land Views and Shopping. The ranking for the frequency of describing attributes shows that rankings 1 to 10 are dominated by environmental attributes in the category "Tourist Locations-Sacral Sites". This can indicate that the role of sacred environmental attributes still strongly influences the destination image of Larantuka City compared to other environmental attributes.
Peran Kosmologi Hindu Terhadap Pola Ruang Permukiman Desa Adat Tunjuk Tabanan Ni Putu Tenesya Mutiara Oktamaya Laksmi; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Adat Tunjuk adalah salah satu desa tradisional yang ada pada Kabupaten Tabanan dengan kekentalan adat budaya yang mengiringi segala bentuk kegiatan masyarakatnya. Desa ini memiliki keunikan pada jumlah Pura Kahyangan Tiga dan fungsi-fungsi lain pada desa yang berbeda dengan desa tradisional lainnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan metode deskriptif eksploratif dengan tujuan mengetahui konsep Kosmologi Hindu dan faktor pendukung yang menjadi landasan dan mempengaruhi terbentuknya pola ruang desa. Dari data yang diperoleh menyimpulkan bahwa konsep Kosmologi Hindu berpengaruh dalam terbentuknya pola ruang desa terutama konsep Tri Angga dan Tri Hita Karana. Konsep Tri Angga membagi zona dan fungsi-fungsi bangunan yang ada pada desa menjadi tiga bagian (Utama Angga, Madya Angga, dan Nista Angga) dan konsepsi Tri Hita Karana (Palemahan, Pawongan, dan Parahyangan) yang juga merupakan konsep dasar hidup umat Hindu. Ditemukan adanya faktor-faktor lain yang mendukung terbentuknya pola desa seperti faktor-faktor yang ada dalam teori ekistik. Kata kunci: Kosmologi Hindu, Pola Ruang Desa, Teori Ekistik
Kualitas Visual Koridor Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi Berdasarkan Persepsi Masyarakat Ganesha Alif Ramadhan; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi merupakan jalan arteri primer dengan fungsi dominan komersial sebagai pusat perdagangan barang dan jasa yang memiliki kepadatan cukup tinggi. Koridor jalan juga dapat membentuk image dari suatu kota yang terlihat dari kualitas visual pada elemen-elemen visual koridor jalannya seperti bangunan, vegetasi, parkir, signage, dan street furniture sehingga perlu adanya penilaian terhadap kualitas visual koridor Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi. Kualitas visual diukur berdasarkan persepsi masyarakat sebagai pengguna koridor jalan melalui kuesioner online yang menggunakan skala semantic differential dan skala multiple rating serta stimuli berupa foto. Dari hasil analisis dan pembahasan ditemukan bahwa kualitas visual koridor Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi sudah cukup baik. Akan tetapi, masih terdapat variabel belum sesuai dengan standar dan harapan masyarakat seperti enclosure dan coherence. Selain itu, ditemukan juga variabel yang berpengaruh terhadap pembentuk kualitas visual koridor jalan secara keseluruhan yaitu imageability, linkage visual, dan coherence dengan persentase pengaruh sebesar 67,9%.
Nilai Signifikansi Budaya Bangunan Lama di Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang Berdasarkan Persepsi Masyarakat fenny widiana; Herry Santosa; Jenny Ernawati
RUAS Vol. 20 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.01.5

Abstract

Historic buildings that still survive for a long time can affect the image of an area. To study this, this research identified people's perceptions of historical buildings in the Merdeka Square area of Malang. This study used multiple rating scales measuring instruments and photos of eight historic buildings around the Merdeka Square, Malang City as stimuli to investigate the similarities and differences in perceptions between three groups of respondents: the general public, professionals in the field of Architecture (lecturers and students majoring in Architecture, and members of the Indonesian Architectural Association), and the Government (Bappeda, Culture and Tourism Department, and Malang City DPUPR). The results of this study indicated that the order of the most influential cultural significance factors in shaping the image of the Merdeka Square area of Malang is the intangible value and the visual quality of the facade of the old building. It was also found that there were differences in assessment between groups of respondents in assessing the visual quality of the building facade in its effect on the image of the area.
KARAKTERISTIK TIPOLOGI FASAD BANGUNAN KOLONIAL DI KOTA BLITAR Zai Dzar Al Farisa; Herry Santosa; Jenny Ernawati
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.22958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tipologi fasad bangunan kolonial di Kota Blitar. Metode penelitian secara kualitatif-deskriptif dengan menganalisa setiap elemen arsitektural pada fasad bangunan melalu observasi langsung dan bantuan studi literatur. Kriteria pemilihan sampel sejumlah 6 bangunan mengacu pada undang-undang cagar budaya dan dipilih satu dari setiap fungsi bangunan yang terdapat pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Blitar (stasiun, kantor, hotel, tempat peribadahan, tempat pendidikan, dan bangunan situs budaya). Hasil penelitian berupa karakteristik tipologi fasad bangunan kolonial berdasarkan elemen arsitektural, yaitu atap, dinding, pintu, jendela, ornamen, dan kolom. Keenam bangunan memiliki karakteristik bangunan kolonial sesuai dengan teori yang telah dikaji.This research aims to identify the typological characteristics of colonial building facades in Blitar City. The research method is qualitative-descriptive by analyzing each architectural element on the building facade through direct observation and literature study. The criteria for six samples refers to the cultural heritage law and selected from each building function found in the Blitar City’s Spatial and Regional Plan (railway station, office, hotel, place of worship, place of education, and cultural site building). The result of the research is the typological characteristics of colonial building facades based on the architecutal elements, such as roofs, walls, doors, windows, ornaments, and columns. All six buildings have colonial building characteristics in accordance with the theory that has been studied.
PLACE ATTACHMENT DAN SENSE OF BELONGING DALAM MEMBENTUK SENSE OF PLACE MAHASISWA PADA KAWASAN INDEKOS: Lokasi Studi: Kawasan Indekos Kelurahan Ketawanggede Kota Malang Pertiwi, Nanda Dewi; Ernawati, Jenny
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa rantau yang berkuliah di luar daerah asalnya membutuhkan tempat tinggal selama menjalankan studi. Mahasiswa dapat merasakan keterikatan dan kepemilikan terhadap kawasan tempat tinggalnya yang baru untuk menciptakan kesan baik pada kawasan tersebut. Kegagalan sebuah kawasan dalam mendukung mahasiswa merasakan keterikatan dan kepemilikan dapat memperburuk kesan mahasiswa dan akan menghambat dalam beradaptasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplor pengaruh komponen keterikatan pada tempat dan kepemilikan pada tempat dalam membentuk sense of place mahasiswa pada kawasan indekos. Kawasan indekos dipilih karena sebagian besar mahasiswa rantau di Indonesia menggunakan jenis akomodasi indekos. Variabel independen yang merupakan komponen place attachment dan sense of belonging dibentuk melalui kerangka konseptual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji analisis yang dilakukan terdiri dari mean score, analisis faktor, analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil dari penilaian responden, sense of place mahasiswa pada kawasan indekos terbentuk dengan baik. Komponen yang berpengaruh terhadap pembentukkan sense of place mahasiswa pada kawasan indekos terdiri dari kenangan dan pengalaman pada tempat, visual kawasan, spasial kawasan, perawatan kawasan, ketersediaan fasilitas perdagangan dan jasa, ketersediaan fasilitas pelayanan publik, ketersediaan ruang terbuka hijau, ketersediaan fasilitas kesehatan, ketersediaan fasilitas peribadatan, hubungan sosial, motivasi, kemampuan, dan komitmen mahasiswa untuk menetap pada kawasan tersebut.
Co-Authors Abidzar Al Ghifari Abraham M. Ridjal Adelia Ayu Astrini Adisty Yoeliandri Putri Agung Murti Nugroho Agus Dwi Wicaksono Aisyah Ridha Rahmawati Al Farisa, Zai Dzar Aldo Wicaksono Siregar Aldy Adyargha Almira Ramadanti Ana Adiba Anggie Nabila Pitaloka Annisa Sukma Ningrati Annisa Tjahya Fitrianty Antariksa Antonio Heltra Pradana ariadne hartati Ashiddiqy Adha Atikah Hardiyana Aurelia Karen Ayunastuti Dian Pratiwi Baskoro Azis Budi Tri Wijaya Chairil Budiarto Amiuza Cynthia Luna Kanadeva Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Dea Andia Desy Suryya Fatmaningtyas Dewantara, I Dewa Agung Wasthu Devasya Dita Ayu Alferina Dyaning Wahyu Primasari Elita Merry Pratiwi Ema Y. Titisari Eni Zuliana Erisa Ardiansari Erwin Feisal Fahmi Esperanza, Dhiba Faisal Bahar Faizal Ardiansyah Sangadji Fanda, Aigan Mubiena fenny widiana frida ayu auliyah ardina Gabira Prakhasa Harianto Galih W. Pangarsa Ganesha Alif Ramadhan Haru Agus Razziati Helena Ramantika Herry Santosa Herry Santosa Herry Santosa I Kadek Rama Saputera Imroatin Nurillah Indyah Martiningrum Jhon Andrew Hasudungan Joko Triwinarto Joko Triwinarto Santoso Juniawan Adhari Kartika Lestari Gladysia Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Lilla Arifah Lisa Dwi Wulandari M. Miftah Luqmanul Hakim Made Bayu Permana Antara Mala Azizatul Mukhoyyaroh Mohammad Amarullah Mohammad Bisri Muhammad Nurhasbi Mutiah Abdat Nabila Az Zuhroh Nabila Marsha Herawati Nadia Pusparini Ni Putu Tenesya Mutiara Oktamaya Laksmi Noviani Suryasari Olivia Caterine Dora Maran PANGARSA, Galih Widjil Pertiwi, Nanda Dewi Putri, Putu Ratih Deandra Rahadian Nugroho Rendy Utama Retty Puspasari Reza Hidayatullah Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Dwi Lestari rizkiyana syafira zahra Rr. Putri Salsabila Azka Nadya Halim saviratri sekar nusa Savria Vilia Roza Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas sindyarti mulia jaya Slamet Slamet Sofie Ikharul Januarti Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Susilo Kusdiwanggo, Susilo Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Tyas Pinendita U Bayu Santosa Vanbalden Halasson Sihaloho Vidya Septianty Viriya Panna Peksirahardjo Wasiska Iyati Wayan Gita Tresna Anggari WENTI HIDAYAH NUR SYADZA Widya Agatha Putri Wildha Mardhatillah Woro Nimas Sekar Ayu Intan Kartikasari Wulan Astrini Zai Dzar Al Farisa Zati Ulwa Lina Fadia