Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK PASIEN ANAK DENGAN DENGUE SHOCK SYNDROME DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH Putu Agung Satvika Pradnyadevi; Agus Eka Darwinata; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i12.P13

Abstract

Dengue shock syndrome (DSS) adalah salah satu manifestasi klinis dari infeksi virus dengue. DSS ditandai dengan kegagalan sirkulasi berupa bagian ujung ekstremitas yang dingin, terlihat gelisah, nadi yang cepat dan lemah serta penurunan tekanan darah. DSS sering terjadi pada anak usia diatas 5 tahun dengan beberapa kecenderungan yang ditemukan seperti status nutrisi gizi lebih, pendarahan pada awal infeksi yang disebabkan karena adanya trombositopenia, peningkatan kadar hematokrit 20% dari kadar normal serta infeksi virus sekunder. Karakteristik dari pasien yang mengalami DSS sangat penting untuk diketahui agar seorang klinisi dapat lebih waspada dalam menangani pasien dengan infeksi virus dengue yang mempunyai karakteristik yang sesuai untuk berkembang menjadi DSS, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik usia, jenis kelamin, status nutrisi, kadar trombosit, kadar hematokrit dan serologis IgG dan IgM anti-dengue pada pasien anak dengan DSS di RSUP Sanglah dalam periode tahun 2018-2019. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan metode cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari rekam medis pasien dengan DSS di RSUP Sanglah dalam periode tahun 2018-2019. Terkumpul sebanyak 21 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien anak dengan DSS mempunyai rentang usia 8 hingga 16 tahun, jenis kelamin dominan adalah laki-laki, status nutrisi gizi baik, kadar trombosit rerata adalah 52.800/mm3, kadar hematokrit rerata adalah 44,6% serta dominan pasien mengalami infeksi virus dengue sekunder yang ditandai dengan serologis IgG anti dengue yang positip. Kata kunci : DSS, Infeksi Virus Dengue, Karakteristik Pasien
UJI DAYA HAMBAT KOMBINASI SIPROFLOKSASIN DENGAN OBAT NON-ANTIBIOTIK ARTESUNAT, DIKLOFENAK DAN LOPERAMID TERHADAP PERTUMBUHAN ISOLAT KLINIS ESCHERICHIA COLI Kadek Adit Wiryadana; Komang Januartha Putra Pinatih; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.602 KB)

Abstract

Antibiotik merupakan terapi pilihan yang paling signifikan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit infeksi. Penatalaksanaan penyakit infeksi dengan antibiotik yang tidak adekuat menyebabkan peningkatan frekuensi bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik sehingga diperlukan agen antibiotik baru atau mampu meningkatkan efektivitas antibiotik yang sudah ada. Beberapa obat-obatan untuk terapi keadaan patologis non-infeksi seperti diklofenak, artesunat dan loperamid telah diteliti memiliki efek sinergis terhadap antibiotik tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh non-antibiotik diklofenak, artesunat dan loperamid pada daya hambat antibiotik siprofloksasin terhadap isolat bakteri E. coli yang resisten dan sensitif siprofloksasin. Daya hambat kombinasi siprofloksasin dan non-antibiotik terhadap E. coli diuji dengan metode disk diffusion (Kirby-Bauer) yang menyatakan diameter zona hambat pertumbuhan bakteri uji pada media Mueller-Hinton. Zona hambat siprofloksasin E. coli sensitif dan resisten berturut-turut adalah 37,5 dan 14,6 mm. Secara umum bahan non-antibiotik (diklofenak, artesunat, loperamid) pada dosis masing-masing 5 µg, 10 µg dan 15 µg memiliki diameter zona hambat 0 atau tidak memiliki daya hambat. Penambahan bahan non-antibiotik (5, 10, 15 µg) pada siprofloksasin 5 µg tidak menghasilkan tren peningkatan diameter zona hambat. Dapat disimpulkan bahwa daya hambat antibiotik siprofloksasin 5 µg terhadap pertumbuhan bakteri E.coli isolat klinis tidak mengalami peningkatan jika dikombinasikan dengan non-antibiotik seperti diklofenak, artesunat dan loperamid pada dosis 5 µg, 10 µg dan 15 µg. Kata kunci : non-antibiotik, diklofenak, loperamid, artesunat, siprofloksasin, zona hambat
POLA KEPEKAAN BAKTERI Salmonella typhi TERISOLASI DARI DARAH TERHADAP SIPROFLOKSASIN DAN SEFTRIAKSON DI RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI 2015 - MARET 2017 Saraswati P. Yogita; Made Agus Hendrayana; I Dewa Made Sukrama
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.598 KB)

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif yang dapat menyebabkan demam tifoid, septicemia (infeksi bakteri di dalam aliran darah) dan gastroenteritis. Penyebaran strain resisten S. typhi terhadap antibiotika lini pertama dan kedua yakni Siprofloksasin dan Seftriakson menjadi perhatian yang sangat serius di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Untuk itu, perlu dilakukan penilitan lebih lanjut untuk mendapatkan data agar penggunaan antibiotika secara rasional, efektif serta untuk mencegah terjadinya multidrug-resistant S. typhi (MDR-ST) di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan isolat S. typhi yang telah di kultur darah dan dilakukan uji kepekaan kuman di RSUP Sanglah Denpasar pada Januari 2015 hinggga Maret 2017. Pemilihan sampel menggunakan total sampling dengan total sampel 30. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu S. typhi memiliki tingkat sensitivitas sebesar 100% terhadap antibiotika Siprofloksasin maupun Seftriakson sehingga dapat digunakan sebagai antibiotika pilihan untuk therapy pada infeksi S. typhi di RSUP Sanglah Denpasar. Kata Kunci: Salmonella typhi, sensitivitas, Siprofloksasin, Seftriakson
ROLE OF AEROSOL PARTICLE IN THE TRANSMISSION OF INFLUENZA A VIRUS Putu Yuniadi Antari; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.725 KB)

Abstract

Transmission of the Influenza A virus has been widely studied by scientists, as influenza states itself a disease capable of easily causing worldwide pandemic. Influenza pandemics are mediated by its virus, which holds the ability to undergo mutation in a vast speed. As a threatening nosocomial infection especially among patients with a high risk of contamination, influenza must be given serious attention. The objective of this article is to comprehend the effectiveness of aerosol particles in influenza transmission, as well as the role of health care centers in facilitating the spreading of this disease. Reviews in this article show that experimental animals demonstrate how aerosol particles do play a role in the transmission of the disease. In its relation with health care facilities, reviews show that different hospitals or clinics represent various numbers of aerosol particles necessary for causing clinical symptoms and signs of influenza in a group of patients. On the other hand, basic precaution instruments significantly reduce influenza transmission. In addition, this study also reviews a number of possible actions to prevent further transmission. Commitment and teamwork of involved stakeholders are necessary to ensure public awareness and initiate health promotions to eliminate any possibility of further pandemics.
DETECTION OF Vibrio choleraeO1 SEROTYPE IN ICE PRESERVATIVES OF SEA PRODUCTS AT KEDONGANAN FISH MARKET, KUTA, BALI IGM Wijaya P; P Yuniadi A; IP Ananta WS; IGP Dhinarananta; M Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.88 KB)

Abstract

Vibrio cholerae is one of gut attacking bacteria in which 20% of the victims suffered acute diarrhea and 10-20% of them were severe, in addition the mode of case in Indonesia are increasing. Bali is a threatened area especially by ice preservative of sea products investement since it has a tropical climate with tons of sea products, and one of most popular fish market is Kedonganan Fish Market. We were conducting a descriptive observational with explorative study which is aimed to detect V. cholerae investation in ice preservative. The samples are ice or melted ice which are used to preserve sea product at Kedonganan Fish Market and each were choosed randomly. The samples processed in Alkaline Peptone Water (APW) and planted on TCBS media for microbiological culture exploration which refer to Kobe University protocol of V. cholerae isolation from environment; painted for gram evaluation based on our departement’s procedures; and latex serology evaluation using tools of V. cholerae O1 AD ‘seiken’. Of 10 samples obtained, 21 single bacterial colonies were found, in which 8 of them were suspected as V. cholerae’s colonies based on microbiological culture and gram painting evaluation. The suspected colonies are then undergone latex serology test to make sure the existence of V. cholerae and knowing its serotype. Based on the result analysis and interpretation of microbiological culture test, gram painting, and serology exploration, its found that 50% of samples were invested by Inaba type of V. cholerae O1.
PREVALENSI KARIER Methicillin Sensitive Staphylococcus aureus DAN Methicillin Resistant Staphylococcus aureus MAHASISWA ANGKATAN 2016, PENDIDIKAN DOKTER, FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS UDAYANA Hearty Indah Oktavian; Ni Nyoman Sri Budayanti; Agus Eka Darwinata; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i11.P06

Abstract

Karier Staphylococcus aureus merupakan seseorang yang memiliki kolonisasi Staphylococcus aureus pada tubuhnya. Berdasarkan sensitivitas terhadap metisilin, secara klinis Staphylococcus aureus dibagi menjadi dua yaitu Methicillin Sensitive Staphylococcus aureus (MSSA) dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). MRSA sendiri merupakan salah satu jenis bakteri penyebab infeksi nosokomial. Petugas kesehatan dengan status karier MRSA dapat berpotensi sebagai sumber penyebaran infeksi nosokomial, sehingga penting dilakukan skrining kepada mahasiswa Pendidikan Dokter yang nantinya menjadi bagian dari petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi karier MSSA dan MRSA pada mahasiswa angkatan 2016, Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Udayana. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa angkatan 2016, Program Studi Pendidikan Dokter, yang merupakan mahasiswa preklinik tingkat akhir di tahun 2019. Sampel penelitian adalah 30 mahasiswa angkatan 2016, yang telah terpilih berdasarkan teknik pengambilan sampel berupa stratified random sampling. Perlakuan pada sampel berupa swab nasal anterior dengan menggunakan lidi kapas steril. Spesimen akan diinokulasikan pada Staphylococcus medium. Koloni Staphylococcus yang terbentuk akan diidentifikasi ulang dengan uji katalase dan dilanjutkan dengan uji koagulase untuk identifikasi Staphylococcus aureus. Isolat dikonfirmasi sebagai MSSA apabila pada uji sensitivitas disk cefoxitin 30µg memiliki zona hambat lebih dari atau sama dengan 22 mm dan dikonfirmasi sebagai MRSA apabila memiliki zona hambat kurang dari atau sama dengan 21 mm. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi karier MSSA sebesar 33,33% dan karier MRSA adalah 0%. Kata kunci : MSSA, MRSA, Mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Pendidikan Dokter
IDENTIFIKASI BAKTERI Streptococcus suis SEROTIPE 2 DENGAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION PADA DARAH BABI DI RUMAH POTONG HEWAN KOTA DENPASAR I Gede Pradnya Wisnu Murthi; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i4.P11

Abstract

ABSTRAK Kebiasaan masyarakat Bali yang mengkonsumsi olahan daging babi mentah seperti lawar merah dan komoh dapat meningkatkan resiko infeksi bakteri Streptococcus suis. Pada tahun 2017 di Bali, ditemukan kasus meningitis dengan 7 kasus dan sudah diambil sampel darahnya serta didapatkan 2 sampel darah yang positif terkena MSS (Meningitis Streptococcus suis). Strain yang paling umum menyebabkan meningitis dan paling ganas yaitu Streptococcus suis serotipe 2. Kasus infeksi bakteri Streptococcus suis banyak ditemukan pada pasien yang pekerjaannya kontak langsung dengan babi, seperti peternak babi dan pekerja rumah potong hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah darah babi di tempat pemotongan babi di kota Denpasar terkontaminasi bakteri Streptococcus suis, berapa persentase darah babi yang terkontaminasi Streptococcus suis, dan berapa persentase kontaminasi bakteri Streptococcus suis serotipe 2 dari sampel darah yang sudah positif terkontaminasi bakteri Streptococcus suis. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang variabel nya diukur pada waktu tertentu dalam penelitian dan diambil dalam jangka waktu sekali penelitian. Penelitian ini menggunakan metode polymerase chain reaction ( PCR) untuk mengidentifikasi bakteri. Hasil dari penelitin ini yaitu tidak ditemukan adanya kontaminasi bakteri Streptococcus suis pada 24 sampel darah babi yang diambil di rumah potong hewan Kota Denpasar, atau persentasenya 0 %. Kontaminasi bakteri Streptococcus suis serotipe 2 juga ditemui hasil yang sama yaitu 0 %. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada kontaminasi bakteri Streptococcus suis dan Streptococcus suis serotipe 2 pada sampel darah babi yang di ambil di rumah potong hewan Kota Denpasar. Hasil ini didapatkan karena faktor tingginya tingkat higenitas di rumah potong hewan tersebut, dan sedikitnya persentase bakteri ini di darah babi sehat. Kata kunci: Streptococcus suis, Streptococcus suis serotipe 2, polymerase chain reaction.
AMPLIFIKASI SEKUEN IS6110 DENGAN EKSTRAKSI DNA MENGGUNAKAN METODE PEMANASAN (RAPID BOILING) UNTUK IDENTIFIKASI Mycobacterium tuberculosis I Gede Raka Adhyatma; Agus Eka Darwinata; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i2.P16

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Indonesia merupakan salah satu negara denga insiden Tuberkulosis tertinggi didunia. Diagnosis yang cepat dan tepat dapat membantu penanganan dan menuntaskan tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan dan waktu optimal metode pemanasan (rapid boiling) dalam mengekstraksi DNA untuk identifikasi Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental diagnostik yang menggunakan isolat Mycobacterium tuberculosis H37Rv dan tiga isolat klinis. Sampel dibagi menjadi kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif hasil ekstraksi DNA menggunakan kit komersial dan kelompok perlakuan yaitu pemanasan sampel dengan suhu 100±1oC berdasarkan waktu: P1n(5 menit), P2n(10 menit), P3n(15 menit) dan P4 (30 menit). Hasil isolasi DNA kemudian diamplifikasi dengan PCR pada sekuen IS6110. Rerata intensitas pita DNA meningkat seiring waktu pemanasan yang meningkat. Pemanasan dengan waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit dan 30 menit secara berurutan memiliki rerata intensitas pita DNA yaitu 12724,35±4559,64; 14448,17 ± 5743,03; 15398,90 ± 6355,67; dan 21199,02 ± 10385,21. Berdasarkan uji statistik tidakbditemukan perbedaan yang signifikan antara rerata intensitas pita DNA hasil ekstraksi menggunakan metode pemanasan dibandingkan dengan rerata intensitas pita DNA pada kontrol positif. Metode pemanasan (rapid boiling) dengan suhu 100oC dapat digunakan untuk mengekstraksi genom DNA Mycobacterium tuberculosis sebagai template PCR untuk amplifikasi sekuen IS6110. Waktu optimal pemanasan adalah 10-30 menit. Penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dapat menjadi pengembangan penelitian selanjutnya. Kata kunci: Amplifikasi Sekuen IS6110, Ekstraksi DNA, Metode Pemanasan, Identifikasi Mycobacterium tuberculosis.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG CEMPAKA KUNING (MICHELIA CHAMPACA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO I Gede Agus Darsana Palgunadi; Agus Eka Darwinata; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i11.P07

Abstract

Infeksi masih merupakan masalah kesehatan berbagai negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Belakangan ini banyak dilakukan penelitian untuk mengembangkan obat baru sebagai alternatif pilihan antibiotika untuk mengatasi infeksi. Perkembangan penelitian mengarah pada pengembangan bahan alam. Kulit batang cempaka kuning(Michelia champaca L.) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan. Penelitian ini adalah studi dengan desain true experimental post test only group design. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit batang cempaka dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% terhadap pertumbuhan S. aureus ATCC 25923 dan E. coli ATCC 8739 dengan metodi difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol kulit cempaka kuning konsentrasi 25%, 50%, dan 75% memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan rerata diameter zona hambat masing-masing yaitu 17,4 mm, 18,3 mm, dan 20 mm. Uji komparabilitas menggunakan Dunn's multiple comparisons test. Hasil uji antara kelompok kontrol positif dengan kelompok konsentrasi 25% memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05). Hasil uji antara kelompok kontrol positif dengan kelompok konsentrasi 50% dan kelompok konsentrasi 75% menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05). Sedangkan pada bakteri E. coli, ekstrak etanol kulit cempaka kuning pada berbagai konsentrasi tidak menunjukan adanya aktivitas antibakteri. Kata kunci : Uji daya hambat; ekstrak kulit batang cempaka kuning; Staphylococcus aureus; Escherichia coli
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETHANOL KULIT BATANG TANAMAN CEMPAKA KUNING (M. champaca L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus I Dewa Ayu Rayna Nareswari Wikananda; Made Agus Hendrayana; Komang Januartha Putra Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.691 KB)

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus) menjadi salah satu bakteri yang berperan dalam terjadinya penyakit infeksi seperti mastitis, dermatitis, infeksi saluran pernapasan, dan sindrom syok toksik. Terapi yang bisa diberikan pada penderita infeksi Staphylococcus aureus adalah antibiotik, akan tetapi pengaplikasian antibiotik yang tidak sesuai dapat menimbulkan terjadinya resistensi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani resistensi tersebut adalah dengan menggunakan bahan herbal sebagai bahan dasar terapi, contohnya kulit batang tanaman cempaka kuning (M. champaca L.). Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efek antibakteri yang ditimbulkan oleh ekstrak etanol kulit batang tanaman cempaka kuning (M. champaca L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak ethanol kulit batang tanaman cempaka kuning diproses dengan menggunakan metode maserasi. Setelah ekstrakethanol berhasil terbentuk, dilakukan uji efek antibakteri menggunakan metode difusi cakram atau disk diffusion. Kertas cakram pada MH Agar diberi larutan esktrak berkonsentrasi 1%, 10%, dan 100%. Pengulangan dilakukan sebanyak 5 kali. MH Agar diinkubasi dalam inkubator selama 18-24 jam kemudian diamati. Berdasarkan pengamatan, terlihat muncul zona hambat berwarna bening di sekeliling kertas cakram yang sudah ditetesi ekstrak. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa ekstrak kulit batang cempaka kuning (M champaca L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci: Efek antibakteri, Ekstrak ethanol kulit batang cempaka kuning, Staphylococcus aureus, Zona hambat
Co-Authors Agastiya, I Made Cahyadi Agus Eka Darwinata Alwi, Nur Azminah Amy Yelly Chandra, Katherine Silvania Chindyvita Darung, Maria Dennis Yulianto Desak Made Hari Wijayanti Dewa Ayu Agus Sri Laksemi Dewa Ngurah Suprapta Dewa Ngurah Suprapta Dwija, Ida Bagus Nyoman Putra Gandari, NK. Matalia Govinda Vittala Gusti Ngurah Juniartha Handayani, I Gusti Ayu Nastiti Wahyu HARI MULYAWAN Hearty Indah Oktavian Hendrawan, Gresya I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Dewa Ayu Made Dian Lestari I Dewa Ayu Rayna Nareswari Wikananda I Dewa Gde Bagus Panji Palaguna I Dewa Made Sukrama I G A Aristi Dhika Pranani I G. A. Ngurah Aswin Panji Sanjaya I Gede Agus Darsana Palgunadi I Gede Bayu Adi Pratama I Gede Pradnya Wisnu Murthi I Gede Raka Adhyatma I Gusti Ngurah Juniartha I Kadek Aditya Nugraha I Kadek Serisana Wasita I Made Ady Wirawan I Made Jawi I Made Nugraha Gunamanta Sabudi I Made Pande Dwipayana I Made Reza Pramudya I Made Sathya Vijayananda I Made Wira Kusuma I Nyoman Gede Wardana I P Ananta WS I Putu Bayu Mayura, I Putu Bayu I Wayan Windi Artha I.A.A. Widhiartini Ichlazul Ma’ruf Ida Ayu Andhira Dewi Suarisavitra Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Bagus Aditya Bhaskara Ida Bagus Nyoman Putra Dwija Ida Bagus Nyoman Putra Dwija Ida Sri Iswari IGM Wijaya P IGP Dhinarananta IP Ananta WS Kadek Adit Wiryadana Kadek Surya Atmaja Ketut Indah Karina Mahardika Komang Januartha Putra Pinatih Kusumajaya, I Gusti Bagus Ari Adi Laksmi, Ida Ayu Agung LUH MERTASARI . Luh Seri Ani Luh Seri Ani Made Indra Wijaya Made Kurnia Widiastuti Giri Made Kurnia Widiastuti Giri Made Widianantara Nathasia Ngurah Agus Sanjaya ER Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi Ni Komang Sulyastini Ni Made Dian Kurniasari Ni Nengah Dwi Fatmawati Ni Nengah Dwi Fatmawati Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Tesi Maratni Ni Wayan Mega Sri Wahyuni Ni Wayan Prabasiwi Kirana Nila Wahyuni P Ananta WS P Yuniadi A Paramyta, I Gusti Ayu Cintya Pramadya PN Putra, I Dw. Gd. Bayu Artha Pratama Putu Agung Satvika Pradnyadevi Putu Gitanjani Mahadewi Semadhi Putu Harrista Indra Pramana Putu Yuniadi Antari Rena Sari Megayanthi Santhi Y, Ni Putu Kusuma Saranova, Hilda Saraswati P. Yogita Sieny Veronica Sonia Elvira Salim Trisnadewi, Ni Nyoman Lidya Vittala, Govinda Wahyuni, Ni Wayan Mega Sri Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Wibisana, I Dewa Nyoman Adi Ningrat Winatha, I Gde Pangestu Putrama Winaya, Made Illene Wira Guna, I Gede Bhima