p-Index From 2021 - 2026
8.254
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Laku Tasawuf Orang Tua untuk Meningkatkan Kecerdasan Moral dan Spiritual Anak Ulil Hidayah
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.229 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i2.485

Abstract

Tasawuf  merupakan akhlak yang menjadi laku para sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui amalan-amalan ibadah dan tirakat. Pendekatan yang dilakukan para sufi tujuannya adalah menemukan ketenangan dan ketentraman menjalani hidup dengan segala pencapaian yang diharapkannya. Tasawuf juga menjadi laku tirakat orang awam sebagai tujuan pencapaian pengharapan yang diinginkan. Sebagaimana orang tua yang juga memiliki pengharapan atas pencapaian kebrhasilan anaknya, orang tua melakukan berbagai upaya agar memiliki anak yang cerdas. Salah satu upaya yang dilakukan di luar batas kemampuannya adalah dengan mendekatkan hubungan pelaku tasawuf dengan dzat yang maha menentukan. Dalam penelitian ini fenomena yang diteliti adalah kecerdasan emosional dan spiritual anak melalui laku tasawuf yang diperankan oleh orang tua. Peneliti melakukan tehnik penelitian deskriptif kualtatif untuk menggali data tentang bagaimana laku tasawuf yang dilakukan orang tua untuk mewujudkan keinginannya memiliki anak yang cerdas secara emosioanl dan spiritual dan dideskripsikan dengan alat analisis. Objek penelitian ini adalah orang tua sebagai wali murid siswa Madrasah Diniyah Nurul Falah di Desa Ranubedali Ranuyoso Lumajang.   Kata Kunci: Laku Tasawuf, Orang Tua, Kecerdasan Moral dan Spiritual Anak.
Pembangunan Nilai Karakter Berbasis Rabbani pada Sistem Pendidikan di SMP IT Permata Kota Probolinggo Susanti, Anindya Putri; Hidayah, Ulil
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Ilmiah Vol 9 No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ibnu Sina Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55187/tarjpi.v9i2.5864

Abstract

Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Rabbani menjadi solusi dalam menghadapi tantangan krisis moral di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai karakter Rabbani dan Internalisasinya pada program pendidikan di SMP Islam Terpadu (SMPIT) Permata Kota Probolinggo. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai karakter Rabbani yang diterapkan, pelaksanaan program pendidikan karakter, serta teknik evaluasi yang digunakan dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMPIT Permata menerapkan nilai-nilai Rabbani seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan melalui integrasi dalam kurikulum, kegiatan keagamaan, dan ekstrakurikuler. Program pendidikan seperti pembacaan Al-Ma’surat, sholat berjamaah, dan kegiatan sosial berperan penting dalam internalisasi nilai-nilai tersebut. Evaluasi dilakukan dengan sistem poin yang mencerminkan perilaku siswa serta supervisi berkala untuk memastikan efektivitas program. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya manajemen sekolah dalam membangun karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai Islami, relevan dengan tantangan era digital. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan karakter di berbagai institusi pendidikan.
Penguatan Literasi Keagamaan Berbasis Kajian Kitab Safinatun Najah di Sekolah Menengah Kejuruan: Strengthening Religious Literacy Based on the Study of the Book of Safinatun Najah in Vocational High Schools Izzah, Lailatul; Ulil Hidayah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/x1tmqc54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penguatan literasi keagamaan melalui kajian kitab Safinatun Najah di SMK Bustanul Hasan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi keagamaan dalam membentuk karakter dan akhlak siswa, terutama dalam konteks sekolah menengah kejuruan yang tidak berafiliasi langsung dengan sistem pendidikan pesantren. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan guru dan siswa dari latar belakang pesantren dan non-pesantren sebagai subjek. Data diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi keagamaan dilakukan dengan mengintegrasikan kajian kitab sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah. Meskipun terdapat tantangan seperti perbedaan latar belakang pemahaman siswa terhadap teks keagamaan, strategi pembelajaran yang kontekstual dan pendekatan praktis terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan siswa. Kajian ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan agama berbasis kitab klasik dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai religiusitas di sekolah vokasional.
Mempertahankan Tradisi Pesantren Oleh Alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Melalui Imtada (Ittihadul Mutakhorijin Mitahul Huda Paeng, Ahmat; Hidayah, Ulil
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12709

Abstract

Artikel ini membahas peran organisasi alumni Imtada (Ittihadul Mutakhorijin Miftahul Huda) dalam mempertahankan tradisi Pondok Pesantren Miftahul Huda, Probolinggo. Penelitian bertujuan mendeskripsikan kontribusi Imtada terhadap pelestarian nilai-nilai pesantren, pengembangan masyarakat, serta strategi menghadapi tantangan dalam memperkuat hubungan alumni dan pesantren. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imtada menjadi motor penggerak pelestarian tradisi pesantren melalui program pendidikan, sosial, dan budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Temuan ini memperkuat pemahaman tentang peran strategis alumni dalam pendidikan Islam serta menawarkan model pengelolaan organisasi alumni yang adaptif dan berkelanjutan
Women's Study as an Alternative Islamic Education in Building Social Harmonization Susiyati Ningsih; Ulil Hidayah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2885

Abstract

This research aims to analyze the contribution of women's recitation as an alternative form of Islamic education in building social harmonization. The research uses a qualitative approach with observation, interview and documentation techniques in the women's study community. The results of the research show that women's recitation plays a role in strengthening moderate religious literacy, building social solidarity, and creating an inclusive space for dialogue. This role has implications for the formation of collective awareness to maintain harmony and strengthen community cohesion. Thus, women's recitation has a strategic position as an alternative model of Islamic education that is relevant in the context of strengthening social harmonization.
Pengembangan Karakter Akademik Santri Melalui Musyawarah Keagamaan Di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Haikal Abdullah; Ulil Hidayah
INNOVASI : JURNAL INOVASI PENDIDIKAN Vol. 11 No. 2 (2025): AGUSTUS (JURNAL INOVASI PENDIDIKAN)
Publisher : Education Reserach Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/1gf4qv17

Abstract

This study aims to examine the role of religious deliberation in fostering the academic character of students at Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, particularly in developing critical thinking, scientific communication, and collaborative problem-solving skills related to religious issues. Employing a descriptive qualitative design, data were collected through direct observation and in-depth interviews, and analyzed using a data-display technique to obtain a comprehensive understanding of the implementation of deliberative learning. The findings indicate that structured religious deliberation implemented through general and takhassus curricula, as well as multi-level Bahtsul Masail activities enhances students’ analytical abilities in fiqh, strengthens their argumentative reasoning, and cultivates essential academic values such as intellectual humility, social cohesion, empathy, and public speaking confidence. Participation in inter-pesantren scholarly forums further contributes to students’ intellectual maturity and social competence. The study concludes that Musyawarah Keagamaan serves as an effective pedagogical model for shaping holistic academic character in Islamic boarding school students. Nevertheless, further research with broader institutional coverage is recommended to strengthen the generalizability of these findings.
Pembagian Waris Prioritas Perempuan Perspektif Maqasid Syariah dan Gender (Studi Pada Masyarakat Pendalungan Kabupaten Lumajang) Hilmy Luayyin, Reza; Hidayah, Ulil; Ardli, M. Nabat
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 3 (2024): JIEI : Vol.10, No.3, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i3.14663

Abstract

The focus of this research is on the problem of dividing the inheritance of the Pendalungan community with provisions for dividing sons and daughters that are different from the provi¬sions in Islamic Inheritance Law, where in Islam men and women receive a share of 2:1 while the tradition that occurs in the Pendalungan community is by prioritizing the share of inher¬itance in their daughters. This research method uses descriptive analysis by collecting data by random sampling in the Pendalungan community who have a livelihood from farming. Data analysis was carried out using the theory of justice and gender equality and the theory of mari¬tal law. The results shows that there was a tradition of an inheritance distribution system with women prioritizing based on the philosophy of the Pendalungan community that women should receive a higher priority scale in receiving inheritance distribution due to secondary differences that women are physically weaker in working on plantations than men. And the conclusions ob¬tained are 1) The distribution of inheritance by prioritizing women getting the most share is still being carried out by the people of Pendalungan Village. 2) Priority in women in the distribution of inheritance can be said to be good when viewed from the sociology side of Islamic law and the absence of social conflict even though it is very different with Islamic rules or Shari'a 3) The tradition of inheritance distribution by prioritizing women to get the most share is of course contrary to the concept of gender equality and justice because there is actually discrimination against men 4) Socio-historical and socio-cultural factors are more dominant than equality.