Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI MADRASAH DALAM MENINGKATKAN BRANDING PENDIDIKAN ISLAM MELALUI KURIKULUM TERPADU Hotimlana, Hotimlana; Hidayah, Ulil
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 11 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v11i2.7829

Abstract

Penelitian ini menyoroti kebutuhan dari dunia pendidikan terhadap branding sekolah yang sekaligus upaya memenuhi stakehoder guna mencapai harapan pendidikan ideal yang diharapkan. Inovasi masdrasah menjadi sebuah strategi yang perlu disiapkan dan diterapkan guna menyesuaikan dengan realitas dan idealitas pendidikan di era modern. Madrasah yang tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga menekankan pada kecerdasan emosional dan spiritual. Metodologi penelitian ini adalah studi kasus pada lembaga madrasah Tsanawiyah Zainul Falah dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan model inovasi berbasis keterpaduan kurikulum dengan menambhakan waktu dan materi pelajaran sesuai kebutuhan peserta didik di Madrasah. Penerapan kurikulum ini mendapat dukungan dari masyarakat dan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di madrasah. Sebagai hasilnya, siswa tidak hanya menguasai pemahaman agama yang mendalam serta pengembangan karakter yang kuat, sehingga memperkuat citra sekolah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul.
Optimalisasi Masjid Sebagai Lingkungan Positif Berbasis Pendidikan Islam Untuk Pembentukan Kepribadian Masyarakat Islamia, Sividinal; Hidayah, Ulil
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemaparan tentang optimalisasi keberadaan masjid sebagai lingkungan positif yang berbasis pendidikan Islam dalam membentuk kepribadian masyarakat, Sebagai pusat keagamaan dan sosial, masjid juga memiliki potensi besar untuk mempengaruhi karakter dan moral masyarakat melalui berbagai program pendidikan dan aktivitas keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang diterapkan pada beberapa masjid di Kelurahan Sumbertaman yang telah melaksanakan program pendidikan Islam secara intensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masjid yang dioptimalkan sebagai pusat pendidikan Islam berhasil meningkatkan pemahaman agama, moralitas, dan etika sosial masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan optimalisasi masjid sangat bergantung pada faktor kepemimpinan, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan dari pemerintah dan organisasi keagamaan. Program-program seperti kajian rutin, sekolah diniyah, pengajian, dan kegiatan sosial berbasis keagamaan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pembentukan karakter individu. Kesimpulannya, optimalisasi masjid sebagai lingkungan positif berbasis pendidikan Islam adalah strategi yang efektif untuk membentuk kepribadian masyarakat yang berakhlak mulia, berpengetahuan, dan kompetitif.
Pengembangan Karakter Akademik Santri Melalui Musyawarah Keagamaan Di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Abdullah, Haikal; Hidayah, Ulil
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10569

Abstract

Karakter akademik santri menjadi topik penting dalam konteks pendidikan pesantren yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Dalam era globalisasi, pesantren perlu beradaptasi untuk membekali santri dengan keterampilan akademik yang memadai tanpa mengabaikan nilai kebangsaan. Salah satu pembekalan akademik santri ialah dengan mengembangkan karakter akademik melalui cara bermusyawarah tentang keagamaan. Musyawarah merupakan hal yang sangat penting dilakukan, terutama dalam Musyawarah keagamaan yang melibatkan diskusi dan perdebatan mengenai ajaran agama dan isu-isu terkait. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana musyawarah keagamaan dapat meningkatkan keterampilan akademik santri di PP. Roudlotut Tholibin dengan mengggunakan metode deskriftif yaitu metode yang berorientasi untuk menggambarkan karakteristik dan fenomena yang terjadi. Ponpes Roudlotut Tholibin telah memiliki program yang teratur dalam mengembangkan sikap akademik. Musyawarah sebagai jalan terjangnya, telah membuahkan hasil yang bermanfaat serta mampu membuat santri memiliki jiwa yang intelektual dalam menghadapi permasalahan ummat
Pembagian Waris Prioritas Perempuan Perspektif Maqasid Syariah dan Gender (Studi Pada Masyarakat Pendalungan Kabupaten Lumajang) Hilmy Luayyin, Reza; Hidayah, Ulil; Ardli, M. Nabat
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 10, No 3 (2024): JIEI : Vol.10, No.3, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i3.14663

Abstract

The focus of this research is on the problem of dividing the inheritance of the Pendalungan community with provisions for dividing sons and daughters that are different from the provi¬sions in Islamic Inheritance Law, where in Islam men and women receive a share of 2:1 while the tradition that occurs in the Pendalungan community is by prioritizing the share of inher¬itance in their daughters. This research method uses descriptive analysis by collecting data by random sampling in the Pendalungan community who have a livelihood from farming. Data analysis was carried out using the theory of justice and gender equality and the theory of mari¬tal law. The results shows that there was a tradition of an inheritance distribution system with women prioritizing based on the philosophy of the Pendalungan community that women should receive a higher priority scale in receiving inheritance distribution due to secondary differences that women are physically weaker in working on plantations than men. And the conclusions ob¬tained are 1) The distribution of inheritance by prioritizing women getting the most share is still being carried out by the people of Pendalungan Village. 2) Priority in women in the distribution of inheritance can be said to be good when viewed from the sociology side of Islamic law and the absence of social conflict even though it is very different with Islamic rules or Shari'a 3) The tradition of inheritance distribution by prioritizing women to get the most share is of course contrary to the concept of gender equality and justice because there is actually discrimination against men 4) Socio-historical and socio-cultural factors are more dominant than equality.
Tipe Kepemimpinan Demokratis Kiai Dalam Membangun Karakter Qur’ani Dan Kemandirian Santri Alumni Mubassir, Ahmad; Hidayah, Ulil
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10627

Abstract

Kepemimpinan dalam lembaga pesantren memegang peranan krusial dalam membentuk dan mengelola Pendidikan Penelitian ini mengeksplorasi gaya kepemimpinan Kiai H. Abdillah Muchsin di Yayasan Pesantren Tahfidzul Qur'an Fatchus Salam, Sumberasih, Probolinggo, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter Qur’ani dan kemandirian santri alumni. Kepemimpinan Kiai dianggap vital dalam menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan mendidik santri sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi penerapan gaya kepemimpinan demokratik yang efektif, di mana Kiai berfungsi sebagai teladan dan mentor, dan mendalami tantangan serta hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kiai, terutama melalui gaya demokratik, berperan penting dalam membentuk karakter Qur’ani santri dan mempersiapkan mereka untuk kemandirian dalam menghadapi dinamika dunia modern. Penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya integrasi antara pengetahuan agama dan keterampilan praktis untuk memfasilitasi keberhasilan alumni dalam masyarakat. Artikel ini menekankan pentingnya kerjasama antara pesantren, keluarga, dan masyarakat untuk mencapai perubahan positif yang berkelanjutan
Kontemplasi Pendidikan Ruhaniyah Imam Asy-Syafi’i Sebagai Model Pendidikan Ideal Di Era Post Trust Marzuki, M Hasbullah; Hidayah, Ulil
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10688

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kontemplasi pendidikan ruhaniyah Imam Asy-Syafi'i sebagai paradigma pendidikan ideal di era Post Trust. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemikiran Imam Asy-Syafi'i mengenai pendidikan ruhaniyah serta mengembangkan model pendidikan yang relevan dengan tantangan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif, serta analisis mendalam terhadap karya-karya Imam Asy-Syafi'i. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama: pertama, pemahaman tentang konsep pendidikan ruhaniyah yang disampaikan Imam Asy-Syafi'i; kedua, pengembangan model pendidikan ideal berdasarkan prinsip-prinsip tersebut; dan ketiga, analisis karakteristik era Post Trust serta penyusunan solusi pendidikan yang sesuai dengan model yang diusulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Imam Asy-Syafi'i menawarkan integrasi antara fikih dan tasawuf dalam membentuk karakter Muslim yang ideal. Model pendidikan yang diusulkan menitikberatkan pada pengembangan karakter mandiri, bijaksana, serta adaptasi nilai-nilai ruhaniyah dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Pembagian Waris Prioritas Perempuan Perspektif Maqasid Syariah dan Gender (Studi Pada Masyarakat Pendalungan Kabupaten Lumajang) Hilmy Luayyin, Reza; Hidayah, Ulil; Ardli, M. Nabat
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 3 (2024): JIEI : Vol.10, No.3, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i3.14663

Abstract

The focus of this research is on the problem of dividing the inheritance of the Pendalungan community with provisions for dividing sons and daughters that are different from the provi¬sions in Islamic Inheritance Law, where in Islam men and women receive a share of 2:1 while the tradition that occurs in the Pendalungan community is by prioritizing the share of inher¬itance in their daughters. This research method uses descriptive analysis by collecting data by random sampling in the Pendalungan community who have a livelihood from farming. Data analysis was carried out using the theory of justice and gender equality and the theory of mari¬tal law. The results shows that there was a tradition of an inheritance distribution system with women prioritizing based on the philosophy of the Pendalungan community that women should receive a higher priority scale in receiving inheritance distribution due to secondary differences that women are physically weaker in working on plantations than men. And the conclusions ob¬tained are 1) The distribution of inheritance by prioritizing women getting the most share is still being carried out by the people of Pendalungan Village. 2) Priority in women in the distribution of inheritance can be said to be good when viewed from the sociology side of Islamic law and the absence of social conflict even though it is very different with Islamic rules or Shari'a 3) The tradition of inheritance distribution by prioritizing women to get the most share is of course contrary to the concept of gender equality and justice because there is actually discrimination against men 4) Socio-historical and socio-cultural factors are more dominant than equality.
Peningkatan Komunikasi Dakwah Santri melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Jam’iyah Muballighin di Pesantren : (Improving the Communication of Islamic Preaching of Students through Extracurricular Activities of the Muballighin Jam'iyah in Pesantren) Khoridatul Husnia; Ulil Hidayah, Ulil Hidayah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/snektc60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dan mengeksplorasi berbagai strategi santri dalam membangun kecakapan komunikasi dakwah di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi langsung, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Jam’iyah Muballighin berfungsi sebagai sarana pembinaan sekaligus media pelatihan dakwah yang efektif bagi para santri. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, memperkuat rasa percaya diri, dan mengasah keterampilan menyampaikan pesan dakwah secara terstruktur dan menarik. Para santri juga menunjukkan inisiatif tinggi dalam melakukan latihan mandiri, seperti berbicara di depan cermin, diskusi kelompok, dan menyimak ceramah para tokoh melalui media digital. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi dakwah santri. Keberhasilan program ini ditopang oleh metode pelatihan yang sistematis, lingkungan pesantren yang suportif, serta dorongan internal dari para santri sendiri.  
Strengthening Ecological Fiqh Values in Building SDGs Madrasah Models Through Environmental Outdoor Education Hidayah, Ulil; Tobroni; Faridi
IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Vol. 8 No. 1 (2025): IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education
Publisher : Master Program in Indonesian Language Education and The Institute for Research and Community Service STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/ijlhe.v8i1.1729

Abstract

This study aims to strengthen the values of ecological fiqh in building a madrasa model that supports the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs). Ecological fiqh, which is based on Islamic principles such as balance (mizan), non-destruction (la tufsidu fil ard), and sustainability (istidamah), offers a relevant conceptual framework to address global challenges related to the environment. Madrasas, as educational institutions based on Islamic values, have the potential to become centers of educational transformation in instilling ecological awareness and supporting the goals of the SDGs, especially quality education (SDG 4), environmental action (SDG 13) and life on land (SDG 15). This study uses a conceptual method with a theoretical analysis approach. Data and information were obtained through a literature review of various literatures, including primary sources in ecological fiqh and SDGs documents. The analysis was conducted to formulate the principles of ecological fiqh that can be integrated into the madrasa education model. The results of the study indicate that strategies for strengthening ecological values include integration into the curriculum, developing an environmentally friendly culture in madrasas, and involving the educational community and the wider community. This study provides a conceptual contribution in formulating an SDGs-based madrasah model based on ecological fiqh. Recommendations are provided for policy makers, madrasah managers, and related parties in building an educational ecosystem that supports global sustainability.
BUILDING SPIRITUAL RESILIENCE IN THE ELDERLY THROUGH RELIGIOUS COUNSELING PROGRAMS: THE CASE OF MUHAMMADIYAH SENIOR CARE, PROBOLINGGO Hidayah, Ulil
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah Senior Care Probolinggo has held the community service program in order to fulfil this need by providing Islamic religious guidance as intervention for elderly residents in an effort to improve mental health, spiritual well-being, and social quality of life. Direct engagements served as the main method of penetration, allowing elderly to immerse themselves in the details and experience profound actions during three aspects (aqidah, ibadah, and akhlaq). The participants were comforted in aqidah now after being introduced to the compassionate attributes of Allah, i.e. merciful, and their fears of death started alleviating slowly as a result. Sessions of worship were held along with instructions on how to perform salah and opportunities for congregational prayer and dhikr (remembrance of Allah), forming a bond between the residents spiritually, as well as socially. Guidance of Ethics was to advance a harmonic interaction among care-centre, frequently conflicts were going on, so to merge people within peace and respect. Participatory Action Research (PAR) was applied in the study where the elderly residents actively participated as subjects of the guidance program. Three main phases — pre-guidance, guidance, and post-intervention — were followed in this methodology. The entire process consists of the initial stage by an observation and needs assessment by the guidance through previous meetings with the residence, then based on their history and condition material is designed that best suits them. This was held face to face both as a group and on individual basis in order for the material to be delivered at a pace that fits the capacity of participants. The group sessions were a good way to get people talking, and the individual sessions allowed for more depth and context. The last step was to evaluate the responses of participants and their progression to prepare a report that could be useful for similar programs. Its success is also due to the fact that it was not mandatory, and elderly were motivated to participate. Adaptive techniques like visual and audio methods or personal support helped facilitate understanding, although variability in educational backgrounds or physical limitations posed challenges. Tell the story of Prophets regularly, to draw inspiration from such events, which would assist the adults in absorbing faith-based principles practically. Such beneficial service helps the hawa nafsu of the elderly so that their spirit life can be well maintained in creating a harmonious atmosphere to prepare for the final phase of their life, with the hope of giving rise to Husnul Khotimah. Such a model may offer hope for other similar institutions in the years to come